Sunday, December 22, 2019

Sinopsis K- Drama : Crash Landing On You Episode 3 - part 1

0 comments

Network : tvN Netflix
Tokoh, Kejadian, Organisasi, dan Latar Belakang adalah Fiksi

“Siapa kamu?” tanya Ibu lain, ingin tahu. Dan Se Ri hanya diam, tidak mau menjawab. “Kamu bisu? Kenapa kamu bersembunyi di gudang kimchi Kapten Ri?” tanya Ibu lain, terus.
“Lupakan. Bahkan orang bisu bisa bicara saat mereka ke Badan Keamanan,” balas Cheol Gang dengan dingin. Dan Se Ri merasa ngeri.


Tepat disaat itu, sebuah mobil mewah pemerintah datang. Dan dengan terkejut semua nya memperhatikan mobil tersebut. Lalu Jung Hyuk pun keluar dari mobil itu dan berjalan mendekati Se Ri.
Dengan cemas, Se Ri menggelengkan kepala nya supaya Jung Hyuk tidak perlu untuk mendekat. Dan Cheol Gang menyadari itu, jadi dia pun mengarah kan pistol nya kepada Se Ri.

“Mau kamu apakan tunangan ku?” tanya Jung Hyuk, mengkagetkan semua orang. “Mohon singkirkan senjata yang kamu todong kan ke tunanganku,” tegas Jung Hyuk.
“Kamu sudah bertunangan?” tanya Cheol Gang heran sambil memperhatikan Se Ri. Lalu dia pun menurunkan pistol nya.
Tanpa mengatakan apapun, Jung Hyuk langsung menarik Se Ri untuk berdiri di samping nya. Dan melindungi nya.

“Maafkan aku. Jika kamu tunangannya. Kamu dari Pyongyang?” tanya Cheol Gang, ingin tahu. “Kita harus mengikuti protokol, jadi, mohon kerja sama nya. Kami harus melihat kartu kependudukan dan izin masuk perbatasan,” jelas Cheol Gang.
Dengan gugup, Se Ri memandangin Jung Hyuk.

Dibase. Ju Meok dan Eun Dong merasa sangat cemas. Sementara Letnan Park tidak terlalu cemas, karena dia percaya bahwa Jung Hyuk pasti bisa membereskan nya. Namun Sersan Pyo tidak percaya bahwa pria canggung seperti Jung Hyuk akan bisa membereskan nya, jadi dia cuma berharap supaya Jung Hyuk tidak salah berbicara saja.

Jung Hyuk diam. Dan karena itu, maka Cheol Gang pun bertanya lagi. Jung Hyuk memandangi Se Ri sesaat dan menjawab bahwa Se Ri, tunangan nya, berasal dari Korea Selatan. Mendengar itu, semua orang merasa sangat terkejut. Dan Cheol Gang mempertanyakan, apa maksud Jung Hyuk.
 “Dia dari Divisi 11,” jawab Jung Hyuk, semakin mengkaget kan setiap orang.

“Maksudmu, dia mendapat medali dari Komisi Pusat?” tanya Ibu lain, penasaran. “Astaga, misi seperti apa yang dia selesaikan di Selatan?”
“Kalian pasti tahu, semua informasi di Divisi 11 merupakan rahasia negara, jadi aku tidak bisa memberitahu,” jawab Jung Hyuk.

Ju Meok meraca cemas, karena menurut nya Jung Hyuk terlalu jujur dan itu membuat nya cemas. Bahkan saat diancam dengan pisau, Jung Hyuk akan bicara jujur. Dan Letnan Park setuju dengan itu. Bahkan Eun Dong juga. Dengan sangat cemas, Sersan Pyo berharap supaya Jung Hyuk bisa berbohong disaat penting seperti ini.

“Tunanganku baru saja kembali dari Korea Selatan, jadi, dia merasa tidak nyaman dihadapan publik. Bisa kubawa dia masuk?” tanya Jung Hyuk kepada semuanya.
“Jadi, kalian akan bermalam bersama dirumah mu?” tanya Ibu lain. Dan Jung Hyuk mengiyakan dengan alasan Se Ri sangat kelelahan.

Mendengar itu, Se Ri langsung bersandar di lengan Jung Hyuk dengan lemas. Dia bersikap seolah dia merasa pusing. Dan melihat itu, para wanita baik Ibu- Ibu atau bukan, mereka semua tampak cemburu kepada Se Ri. Dan Se Ri menghela nafas lelah.

Dengan cukup mesra, Jung Hyuk memeluk bahu Se Ri tanpa menyentuh nya dan membawa nya masuk ke dalam rumah. Lalu setelah itu, dia langsung menyingkirkan kepala Se Ri dari lengan nya dengan satu jari. “Tidak ada yang lihat, hentikan lah.”

“Gini, kamu tiba- tiba menyebut ku tunangan mu. Jadi kurasa aku terlalu menjiwai,” jawab Se Ri, beralasan. Dan Jung Hyuk menjelaskan bahwa itu karena dia tidak memiliki pilihan lain. Dan Se Ri paham serta dia memuji akting Jung Hyuk yang lumayan menyakinkan, apalagi ketika para wanita membelalakan mata dan tampak terkejut, Se Ri merasa sangat bangga.
Malas mendengarkan ocehan Se Ri, Jung Hyuk pun mengabaikannya dan masuk ke dalam rumah. Dan dengan penasaran, Se Ri mempertanyakan, apa itu Divisi 11. Dia ingin tahu, apakah Divisi 11 itu semacam organisasi yang berkuasa.

“Minumlah dan tenangkan dirimu,” kata Jung Hyuk dengan perhatian, dia memberikan segelas air kepada Se Ri. Dan Se Ri menerima nya. “Sering ada pemeriksaan rumah acak, tapi aku tidak menduga itu terjadi hari ini. Maaf.”
“Aku yakin kamu juga sama terkejut nya. Kamu juga datang tepat waktu, jadi, tidak apa- apa,” balas Se Ri dengan senang. Lalu dia meminum air yang diberikan padanya.

Jung Hyuk memperhatikan Se Ri dengan seksama, lalu dia bertanya apakah Se Ri ada terluka dan apakah Se Ri baik- baik saja. Mendengar itu, Se Ri terdiam sesaat, lalu dia menganggukan kepala nya dan menjawab bahwa dia baik- baik saja.
“Divisi 11. Mereka mengurus agen khusus yang bertugas di Selatan dan keluarga mereka,” kata Jung Hyuk, mulai menjelaskan apa itu Divisi 11.
“Agen apa? Maksud mu, mata- mata?”
“Informasi pribadi mereka dirahasiakan,” jawab Jung Hyuk.
Setelah mengetahui apa itu Divisi 11, Se Ri pun protes kenapa Jung Hyuk mengatakan pada semuanya bahwa dia adalah mata- mata. Dan Jung Hyuk mempertanyakan, apa yang harus di jelaskan nya kemudian kepada semua nya tentang cara berpakaian Se Ri dan cara berbicara Se Ri.
“Bagaimana caramu menangani akibat nya nanti? Bagaimana jika ketahuan bohong?” tanya Se Ri, cemas. Dan Jung Hyuk menjawab bahwa besok malam Se Ri sudah akan pergi, jadi mereka hanya harus melewati hari ini saja. Namun Se Ri masih tidak terima dan tidak mau dianggap mata- mata.

Tepat disaat itu, para tentangga (Ibu- Ibu) mereka mengetuk pintu rumah Jung Hyuk dan berteriak memanggil nya. Dan Se Ri pun menjadi ragu, apakah mereka bisa bertahan.
Jung Hyuk membukakan pintu bagi para Ibu- Ibu yang datang. Dan para Ibu- Ibu langsung menjelaskan alasan kedatangan mereka bertamu semalam ini, yaitu karena Jung Hyuk baru pulang hari ini, maka mereka cemas Jung Hyuk tidak punya makanan, jadi mereka pun memberikan makanan yang mereka bawa kepada Jung Hyuk. Dan dengan canggung, Jung Hyuk menerima semua itu.
Lalu para Ibu- Ibu beralasan bahwa Jung Hyuk pasti tidak akan sanggup membawa semuanya ke dalam sendirian, jadi mereka ingin bantu membawakan nya ke dalam. Tapi Jung Hyuk langsung menghalangi mereka. Dan lalu Se Ri pun keluar dan membantu Jung Hyuk untuk membawa kan barang- barang itu. Melihat dia, para Ibu- Ibu langsung mundur sedikit dari Jung Hyuk.

“Ah, dia sudah cerita tentang mu. Jadi, kamu tunangan nya Kapten Ri?” tanya Ibu kaya.
“Iya,” jawab Se Ri dengan ramah.

“Senang berjumpa,” balaas Ibu Kaya dengan sedikit ketus. “Kudengar kamu dari Divisi 11. Misi apa yang kamu ambil, dan dimana?” tanyanya, mengintrogasi.
“Aku tidak boleh menceritakan nya. Tentang misi dan juga keberadaanku,” jawab Se Ri langsung. “Aku harus merahasiakan semuanya. Kalian pasti tahu.”

Mendengar itu, para Ibu- Ibu merasa gugup dan langsung membenarkan hal itu. Kemudian Jung Hyuk dan Se Ri pun langsung pamit kepada mereka semua dan masuk ke dalam rumah. Namun sebelum menutup pintu, Se Ri menatap mereka dengan tajam dan tersenyum manis kepada mereka semua.
Kemudian dengan senang, Se Ri tersenyum dan berjalan mengikuti Jung Hyuk.


Tapi sebelum Se RI dan Jung Hyuk sempat masuk ke dalam rumah, para Ibu- Ibu diluar mulai bergosip dengan suara besar. Sehingga mereka berdua pun mendengar nya. “Dia tidak secantik itu.’ , ‘Pasti itu karena perjodohan.  Maksud ku, kapten Ri tampak nya tidak punya perasaan padanya.’ , ‘Pasti begitu. Kapten Ri tampak kesal saat disisi nya.’ , ‘Kapten Ri membenci nya.’ , ‘Astaga, kamu lihat rambut nya? Rambut nya tampak kusut. Kupikir dia hantu.’ , ‘Aku kasihan dengan Kapten Ri.’
Mendengar kan gosip itu, Se Ri merasa kesal dan menatap tajam kepada Jung Hyuk. Dan menyadari tatapan tajam Se Ri kepada nya, Jung Hyuk pun merasa tidak enak. Lalu Se Ri mendengus dan memegang rambut nya.
Didalam rumah. Sambil makan, Se Ri terus mendengus dan mengatakan ‘cih’. “Baiklah. Mata- mata yang menjadi tunangan mu. Itu bagus. Bagaimana dengan mu?” tanyanya. Dan Jung Hyuk tidak mengerti. “Begini, mereka pasti akan tetap menanyakanku meskipun aku sudah pergi. Terutama wanita bermata bulat itu (Ibu Kaya). ‘Kenapa kalian putus?’,” jelas Se Ri.
“Mereka tidak akan bertanya,” balas Jung Hyuk. Tapi Se Ri yakin bahwa para Ibu- Ibu itu pasti akan tetap bertanya nanti nya dan bergosip. “Tidak ada yang bisa menanyakan masalah pribadi ku,” tegas Jung Hyuk.

Se Ri mengeluhkan bahwa sikap Jung Hyuk barusan tidak tegas, sehingga para Ibu- Ibu pasti berpikir mereka bisa mengendalikan Jung Hyuk. Mendengar itu, Jung Hyuk bingung harus mengatakan apa.
“Pak Ri. Apa hal terpenting saat membahas hubungan asmara? ‘Kenapa mereka putus? Siapa yang mengakhiri?’ . Itulah pertanyaan terpenting,” jelas Se Ri. Dan Jung Hyuk tidak mengerti. “Siapapun bisa menebak apa yang terjadi, tapi aku mau jelaskan. Jika ada yang bertanya kenapa kita putus, jawab kamu dicampak kan,” kata Se Ri, serius.
“Ntah kenapa itu penting, tapi baiklah,” balas Jung Hyuk, setuju.

“Dan kamu dicampakkan ..mm.. itu karena kepribadian kita terlalu berbeda. Dan beri jarak enam bulan. Kamu tidak boleh berkencan selama enam bulan. Kita bisa sebut itu, masa berkabung pasca putus hubungan,” jelas Se Ri. Dan Jung Hyuk mengiyakan sambil menghela nafas. “Benar. Hela nafas mu seperti itu. Jangan makan atau tersenyum. Kamu akan tampak kurus dan lesu. Mereka akan bilang, ‘Dia pasti dicampakkan setelah tergila- gila dengan nya.’ Siapapun pasti akan tahu itu,” lanjut Se Ri, menjelaskan dengan bersemangat.
Mendengar itu, Jung Hyuk mendengus dan lalu tertawa. Dan dengan bingung serta sedikit kesal,  Se Ri bertanya kenapa Jung Hyuk tidak mengiyakan perkataan nya. Dan Jung Hyuk diam sambil meminum sup nya. Se Ri pun mengancam jika begitu, maka dia akan tetap disini.
“Baik,” jawab Jung Hyuk, cepat.
“Kurasa kamu takut jika aku tetap tinggal di sini.”

Malas mendengarkan ocehan panjang Se Ri nanti nya, maka Jung Hyuk pun berdiri dan ingin pergi ke kamar untuk beristirahat. Tapi Se Ri langsung menahan nya. Dia beralasan bahwa dia cemas akan ada orang yang datang lagi, karena mereka tidak menghormati Jung Hyuk, jadi dia ingin Jung Hyuk untuk tidur di ruang tamu malam ini. Sementara dia akan tidur di kamar tidur utama.

Akhirnya, Se Ri tidur di ruang tamu. Dia mengoceh untuk menyindiri Jung Hyuk yang tidur di kamar tidur utama. Menurut nya ini sungguh nyaman tapi sayang nya lantai cukup keras, kepadahal biasa dia selalu diperlakukan layak nya tuan putri, jadi ini adalah pengalaman yang menarik. Dan dia mengucapkan terima kasih banyak kepada Jung Hyuk.

“Berhenti melantur dan tidur lah.,” balas Jung Hyuk.
“Aku mau tidur. Tapi tidak bisa tidur. Aku benar- benar jatuh dari langit dan berakhir di Korea Utara. Aku hampir ditembak dua kali. Dan hari ini, aku bertunangan. Huh.. aku begitu tegang, sampai tidak bisa tidur,” oceh Se Ri.

Jung Hyuk ingin mematikan lampu dan tidur, tapi tiba- tiba Se Ri bertanya apakah dia pernah ke Swiss. Se Ri menjelaskan bahwa dia tidak bermaksud untuk ikut campur, tapi barusan dia melihat rak buku Jung Hyuk, dan koleksi buku biasanya mengambarkan kepribadian, sifat, dan selera orang. Dan buku milik Jung Hyuk kebanyakan membahas hal yang mengerikan. Tapi ada satu buku musik yang menurutnya tidak cocok dengan Jung Hyuk.


Mendengar itu, Jung Hyuk melihat buku- buku di dalam rak nya. Dan mengambil buku musik yang di maksud oleh Se Ri.
“Partitur piano. Brosur konser. Lalu apa lagi ya? Hm. Akademi Musik Kota Basel,” kata Se Ri, menjelaskan. Dan melihat semua itu, Jung Hyuk teringat saat dia pernah bermain piano diatas panggung dan dihadapan banyak orang dulu nya.

Kemudian setelah mengenang, Jung Hyuk tersenyum kecil dan menyimpan itu didalam rak buku. Se Ri yang berada diluar masih saja terus berbicara. Dia mengatakan bahwa dia juga pandai memainkan piano, bahkan dia tidak butuh partitur untuk memainkan ‘For Elise’. Dan Jung Hyuk tersenyum mendengar itu. Lalu Se Ri bertanya, apakah Jung Hyuk juga bisa memainkan piano.
Jung Hyuk menatap tangan nya, dan diam.
“Jika bukan begitu, kamu punya kekasih yang bisa bermain piano?” tanya Se Ri. Dan Jung Hyuk masih diam. “Hm.. mungkin begitu,” gumam Se Ri, berkesimpulan sendiri.


Dibandara. Seorang wanita cantik (Seo Dan) tiba di Pyongyang. Dan saat dia ingin melewati pintu pemeriksaan, koper nya tidak sengaja bertabrakan dengan koper milik Seung Jung yang ingin lewat juga. Lalu ketika dia melihat ke arah Seung Jung disebelah nya, Seung Jung tersenyum manis kepadanya sambil mengulurkan tangan. Demi kesopanan, maka Seo Dan pun hanya menganggukan kepala nya.

“Wanita Korea Utara memang cantik,” gumam Seung Jung sambil memperhatikan Seo Dan yang telah berjalan duluan.
“Jaga ucapan mu,” kata Pria yang membantu Seung Jung pindah ke Korea Utara. “Bagaimana jika ada yang tahu?” tanyanya, cemas.
“Pak Cheon, mari kita revisi kontrak nya. Kuberikan kamu 10.000 dolar lagi, jangan ganggu aku. Tapi jika kamu ganggu aku lagi, kamu harus bayar 10.000 dolar,” jelas Seung Jung, ketus. Lalu dia berjalan pergi begitu saja. Dan Cheon mengingatkan bahwa itu jalan yang salah.
Jenderal menyambut Seo Dan di pintu kedatangan. “Kamu pasti belajar sangat tekun di Rusia. Kamu tampak kurus,” katanya sambil tertawa ramah.
“Aku sedang berdiet,” balas Seo Dan.
“Ayolah, kamu tak perlu. Jangan mengurus kan badan lagi.”

Sesampainya ditempat parkir. Ada dua orang yang sedang mencuri penyeka kaca di mobil. dan melihat itu, Jenderal pun langsung meneriaki mereka sehingga mereka berdua langsung lari darisana. Namun Jenderal tidak menyalahkan mereka berdua, karena menurut nya hanya orang bodoh yang tidak bisa melindungi barang sendiri. Lalu dia menyuruh anak buah nya untuk memasang kembali penyeka kaca di mobil mereka sendiri. Dan si anak buah pun melakukan nya.

“Omong- omong, paman. Dimana mobil itu?’ tanya Seo Dan. Dan Jenderal menjawab bahwa mobil itu sedang di pinjam kan nya ke seseorang. “Kamu boleh meminjamkan nya? Siapa yang berani meminjam mobil itu?” tanya Seo Dan, tidak senan.
“Jung Hyuk. Dia bilang ada urusan darurat,” jelas Jenderal. Dan Seo Dan pun melunak.

Dengan malu- malu, Seo Dan bertanya ada urusan darurat apa Jung Hyuk dan apakah Jung Hyuk akan mengembalikan mobil itu atau dia harus menjemput nya. Dan Jenderal menjawab bahwa dia akan menyuruh seseorang untuk menjemput mobil nya.
“Baik,” kata Seo Dan, cepat. Sehingga Jenderal bingung. “Aku saja yang ambil mobilnya. Setelah resital ku besok. Aku yakin dia tahu aku kembali, jadi, aneh jika aku tidak pergi sendiri,” jelas Seo Dan.
“Apa dia tahu?” tanya Jenderal, terkejut.
“Dia tidak tahu?” tanya Seo Dan, lebih terkejut lagi.
“Aku tidak memberitahu nya. Dia tidak bertanya. Dia tidak pernah bertanya soal dirimu, jadi, tidak pernah ku bahas,” jelas Jenderal. Dan Seo Dan tampak tidak senang.

“Konon sungai dan gunung bisa berubah dalam sepuluh tahun. Tapi gadis pemberani ini tak berubah sedikit pun,” gumam Jenderal, lelah. Dan tanpa mengetahui itu, Seo Dan menatap nya dengan tajam supaya cepat masuk ke dalam mobil.


Setelah mereka pergi, kedua pencuri itu kembali mencoba untuk mengambil penyeka kaca mobil yang tadi. Dan lalu setelah berhasil mereka pun langsung pergi darisana.
Saat Cheon dan Seung Jun masuk ke dalam mobil tersebut, mereka berdua sangat senang karena segala nya berjalan dengan lancar.

Diperjalanan. Hujan mulai turun dan mereka menikmati nya. Namun disaat itulah mereka baru menyadari, dimana penyeka kaca mobil mereka.
“Tidak ada penyeka kaca?” tanya Seung Jung, heran. “Aku sudah bayar banyak. Kenapa bawa mobil seperti ini?” keluh nya.

“Bukan, pak. Aku buru- buru menjemput mu, dan lupa melepas penyeka nya. Pencuri pasti mengambil nya,” jelas supir dengan gugup. Dan Seung Jung pun mengeluh kesal, karena dia jadi tidak bisa melihat apapun di depan. Namun Supir itu dengan cepat menjawab bahwa dia bisa melihat dengan jelas.
“Kamu punya kemampuan super?” keluh Seung Jung.


“Jangan cemas. Ini sering terjadi, kami sudah terbiasa. Kita masih bisa mengebut,” jelas Cheon membantu si supir. Dan dengan marah, Seung Jung memarahi mereka berdua.
Dengan yakin si supir menjawab bahwa dia bisa mengemudi dalam keadaan seperti ini. Dan Cheon mempertanyakan, apakah si supir mau diopname selama sepuluh tahun. Dan Seung Jung mengingat kan nya untuk fokus melihat ke depan. Dengan sangat hati- hati dan pelan mobil pun terus melaju lambat.


Cheol Gang datang ke pertambangan batu bara, dia masuk ke dalam terowongan yang panjang, dan menaiki kereta bawah tanah yang sederhana dan panjang juga. Lalu sampailah dia di ruang penyadapan yang tersembunyi. Disana dia memuji kerja keras mereka semua, dan mereka langsung memberikan hormat kepadanya.

“Pak, kenapa datang jauh- jauh kemari?” tanya orang penyadapan, bingung.
“Adik Ri Mu Hyuk ada di pos perbatasan. Kapten Ri Jung Hyuk. Tampak nya, dia adiknya Ri Mu Hyuk,” jelas Cheol Gang. Dan orang penyadapan tampak terkejut. “Tugasmu untuk mencari tahu. Dia sangat cerdas, jadi, kamu harus hati- hati.”
“Kami dapat mikrofon terarah. Tidak perlu dipasang di dalam rumah nya. Dari jarak dekat, kita bisa dengar apapun dari dalam rumah nya,” jelas orang penyadapan. Dan Cheol Gang memberikan izin untuk nya memasang alat itu.

Cheol Gang kemudian membahas tentang Se Ri yang berada didalam rumah Jung Hyuk, dia merasa curiga kepada Se Ri yang dikatakan sebagai orang dari Divisi 11. Jadi dia ingin Se Ri juga di awasi. Karena menurutnya, kerikil kecil juga bisa membuat orang yang tinggi tersandung. Jadi jika ini berhasil, maka mereka bisa menggunakan Se Ri untuk menghancurkan keluarga Jung Hyuk.
“Bukankah sudah saat nya kamu berhenti dari pekerjaan penyadap dan dapat pekerjaan lebih baik? Anak mu dapat nilai bagus di sekolah. Dia pantas berkuliah dan tinggal di apatermen bagus Pyongyang,” jelas Cheol Gang. Seperti membujuk nya.
Dan dengan hormat, orang penyadapan itu langsung menyalakan api di rokok yang ingin dihisap Cheol Gang. Kemudian setelah itu, Cheol Gang pun pergi darisana.
Setelah Cheol Gang pergi, orang penyadapan tersebut menutup mata dengan kedua tangannya. Seolah ada sesuatu yang sangat sulit dan berat.
Flash back. Tujuh tahun lalu.
Diruang penyadapan. Pria penyadapan memberikan arahan kepada seseorang. Dan disaat itu dia mendengar obrolan Mu Hyuk dengan seseorang yang tidak di kenal. Mu Hyuk menceritakan kepada orang itu bahwa adiknya sedang belajar di Swiss sekarang, adiknya seorang pemain piano genius, dan adiknya mendapatkan beasiswa penuh. Bahkan diresital adiknya sekarang, adiknya mendapatkan sambutan meriah.

Didalam perjalanan. “Tapi tiap menghubungi ku, dia meminta maaf. Salah satu dari kami harus ikut jejak Ayah kami di kemiliteran. Tapi dia pikir aku harus memilih ini, karena dia belajar piano,” jelas Mu Hyuk, bercerita.
“Kamu mau bermain piano juga?”

“Mm? Aku juga menikmati nya, tapi aku tidak sehebat adikku, Jung Hyuk. Jung Hyuk bilang, dia menuliskan lagu untukku. Dia bilang akan memainkan nya saat pulang,” jelas Mu Hyuk, membanggakan adiknya dan dia merasa sangat bangga kepada adik nya.
Mendengar percakapan itu, orang penyadapan merasa sedih. “Melewati polisi tidur terakhir. Tiba dalam lima detik,” kata nya memberitahu.


Dan lalu disaat itu, sebuah mobil besar datang (mobil besar yang sama yang menabrak tiga tawanan) dan menabrak mobil Mu Hyuk berkali- kali, hingga Mu Hyuk dan teman nya pun meninggal. Dengan sedih dan perasaan bersalah, pria penyadapan menangis dan melepaskan headset yang di kenakan nya.
Flash back end
Pria penyadapan diam dan memandangi hujan di depan nya.
Jung Hyuk berdiri di dekat jendela kamar dan memandangi hujan juga.
Pagi hari. Para warga sibuk mengkagumi mobil yang dibawa oleh Jung Hyuk yang di parkir di depan rumah. Karena ini pertama kalinya mereka melihat mobil mewah seperti itu.
Se Ri berdiri didepan pagar rumah dan menguping pembicaraan mereka. Lalu Jung Hyuk datang dan bertanya dengan heran, apa yang sedang Se Ri lakukan. Sehingga itu mengejutkan Se Ri.
“Sebenarnya mobil seperti apa yang dilihat oleh semua warga?” tanya Se Ri. “Itu hanya sedan biasa.”
“Jangan keluar rumah. Tetaplah didalam,” kata Jung Hyuk, mengingatkan.


Se Ri menahan Jung Hyuk untuk tidak keluar dulu. Dia ingin mereka keluar bersama dan setelah itu dia berjanji akan langsung masuk kembali ke dalam rumah. Sebab dia ingin seluruh warga melihat wajah nya dengan jelas, karena dia yakin bahwa Ibu- Ibu semalam bergosip jelek tentang nya karena mereka belum melihat wajah nya secara jelas di dalam gelap.
“Apa penting nya? Kamu tidak akan bertemu mereka lagi,” kat Jung Hyuk, heran.
“Justru penting, karena tidak akan bertemu lagi kesanku akan membekas selama nya,” jelas Se Ri dengan bersemangat. Lalu dia ingin membuka pintu untuk keluar, tapi Jung Hyuk menghentikan nya.



Jung Hyuk memberikan sapu tangan kepada Se Ri dan memintanya untuk mengikat rambut kusut nya. Dengan kesal, Se Ri mengeluhkan bagaimana bisa rambut seindah ini di sebut kusut. Dan Jung Hyuk menjelaskan bahwa ada dua tipe orang berambut kusut, orang asing atau gila.
“Begitukah? Aku akan menjadi wanita gila,” kata Se Ri, tidak peduli. Dan Jung Hyuk menghentikan nya, lalu membalik kan tubuh nya dan bantu mengingatkan rambut nya. Dengan senang, Se Ri tersenyum, karena dia tidak menyangka Jung Hyuk sangat manis padanya.


Lalu setelah itu, mereka berdua pun keluar bersama dari dalam rumah. Melihat itu, semua orang menjauh sedikit dari mobil. Dan Se Ri pun memulai akting nya sebagai tunangan yang perhatian dan mesra. Dia membersihkan debu di bahu Jung Hyuk yang sebenar nya bersih. Sehingga Jung Hyuk merasa bingung.
“Diamlah. Ini tidak akan sakit,” bisik Se Ri, memperingatkan. Kemudian dia meminta Jung Hyuk untuk menyentuh rambut nya.
“Apa?”

“Sentuh rambut ku. Tidak tahu cara menepuk kepala?” bisik Se Ri sambil tersenyum. Dan Jung Hyuk dengan jujur menjawab tidak bisa. “Lakukan saja,” tekan Se Ri. “Jika kamu tidak lakukan, aku akan tinggal disini. Lagipula, sudah bertunangan, kita menikah saja. Sudah kubilang. Wajah mu tipe kesukaan ku,” katanya, mengancam dengan halus.
Dan dengan terpaksa, Jung Hyuk pun mengangkat tangannya dan mengelus rambut Se Ri. Kemudian Se Ri berpura- pura bersikap malu. Sehingga semua yang melihat mereka merasa cemburu pada nya.


Saat Jung Hyuk ingin berangkat, Se Ri mengingat kan nya untuk melambaikan tangan. Dan Jung Hyuk pun melambaikan tangannya. Lalu Se Ri balas melambai pada nya. Setelah itu, dengan puas Se Ri memandangin pandangan cemburu Ibu- Ibu kepada nya. Lalu dia masuk ke dalam rumah.
Pria penyadapan memperhatikan itu dari jauh. Dan dia tampak bimbang.


Para Ibu- Ibu membuat kimchi bersama. Sambil bekerja mereka mengobrolkan tentang betapa tidak sepadan nya Se Ri dengan Jung Hyuk. Dan mereka menyanyangkan hal itu. Ibu biasa (Hyun Myung Sook), dia tidak sensitif dengan obrolan mereka, dia mengatakan bahwa Se Ri cukup bagus. Mendengar itu, semua Ibu- Ibu memandangi nya dengan tajam. Sehingga Myung Sook pun merasa tidak enak dan langsung meminta maaf kepada mereka.
“Kenapa orang yang akan tinggal dengan nya tidak membantu?” keluh Ibu kaya. (Ma Young Ae).

Dua Ibu datang ke rumah Se Ri. Dan mereka memberitahu Se Ri bahwa semua wanita di desa bekerja keras membuat kimchi bersama- sama. Dan mereka meminta supaya Se Ri membantu juga. Tapi Se Ri langsung menolak, lalu dia pun ingin menutup pintu. Namun Ibu lain langsung menahan pintu nya.

“Apa keluargamu tidak mau makan kimchi di musim dingin ini?” tanya Ibu lain dengan wajah mengancam.
“Iya, tidak mau. Aku tidak suka kimchi. Bisa singkirkan tanganmu?” balas Se Ri. Lalu dia pun menutup pintu nya dengan cepat.

Kompi Lima berkumpul untuk latihan pagi, dan mereka melapor kepada Jung Hyuk yang merupakan kapten mereka. Dan Jung Hyuk pun mengiyakan. Tapi dia memanggil, Sersan Pyo Chi Su, Letnan Park Gwang Beom, Sersan Ju Meok, dan Privat Geum Eun Dong, untuk tetap tinggal di tempat. Sementara yang lain nya pergi ke lapangan tembak untuk berlatih.

Didalam ruangan. Sersan Pyo menanyakan, apa yang sebenarnya sedang Jung Hyuk bicarakan, bagaimana bisa Jung Hyuk lolos dari pemeriksaan rumah. Dan Jung Hyuk menjelaskan bahwa dia memperkenalkan Se Ri kepada semua nya, lalu Cheol Gang hanya menjawab ‘Baiklah. Maaf.’ Kemudian setelah itu, dia dan Se Ri masuk ke dalam rumah.
“Kamu perkenalkan dia sebagai apa?” tanya Sersan Pyo, tidak sabaran.
“Sersan Pyo, kamu meneriaki ku?” tanya Jung Hyuk, terluka. Dan Sersan Pyo pun langsung meminta maaf. “Kubilang dia tunangan ku. Tidak ada pilihan lain. Kamu bisa sebut itu taktik penyamaran,” jelas Jung Hyuk. Dan mereka semua pun merasa lega.

Ju Meok menjelaskan bahwa dia pernah melihat adegan seperti ini di drama Korea Selatan. Saat para tokoh nya bersembunyi dan akan tertangkap, pria dan wanita itu saling berpelukan atau saling berciuman. Mendengar itu dengan senang, Jung Hyuk menyentuh bibir nya.
“Lalu apa yang terjadi?” tanya Eun Dong, penasaran.

“Dramanya jadi semakin menarik. Karena mereka bermalam bersama,” jelas Ju Meok sambil tertawa. Dan yang lainnya ikut tertawa juga. Tapi kemudian mereka tiba- tiba terdiam dan menatap ke arah Jung Hyuk yang masih memegang bibirnya.
“Kamu tidak kembali semalaman karena kalian ..” kata Letnan Park, bertanya.
“Ah, kami tidak benar- benar bersama. Aku tidur di kamar ku, dan dia di ruang tamu. Kami tidak bersama- sama,” jelas Jung Hyuk dengan gugup.


“Seperti itulah mereka jatuh cinta. 100%,” jelas Ju Meok. Dan Jung Hyuk langsung memegang pahanya dengan kuat, sehingga Ju Meok pun kesakitan dan meminta maaf.


“Setelah malam ini, semua berakhir. Pastikan di persiapkan dengan sempurna,” kata Jung Hyuk, mulai membahas kepergiaan untuk Se Ri. “Sudah dapat kapal ke laut?”
“Ya. Tapi biaya nya, pulsa senilai 20.000 won,” jawab Sersan Pyo. Dan mereka merasa itu sangat mahal. Namun Jung Hyuk tidak masalah.
“Sudah dapat waktu dan tempat untuk bertemu kapal itu?” tanya Jung Hyuk, lagi.
“Ya. Dia akan sampai pukul 23.00 dan menunggu lima menit,” jawab Ju Meok.
“Aku ingin kalian selesaikan perbaikan di rumah ku. Warga desa semakin tertarik pada wanita itu, jadi, jauhkan dia dari mereka,” jelas Jung Hyuk. Dan mereka mengiyakan. Sementara Jung Hyuk sendiri sedang ada urusan, jadi dia tidak bisa pulang.

Seseorang memasang penyadap suara yang sangat tipis dan tidak kentara di atas tiang listrik yang mengarah ke rumah Jung Hyuk.
Para rekan Jung Hyuk datang ke rumah Jung Hyuk. Dan dengan ramah, Se Ri menyapa mereka. Lalu seperti biasa Se Ri dan Ju Meok mengobrolkan tentang film Stairway To Heaven.

Pria penyadap memeriksa alat penyadap yang dipasang dirumah Jung Hyuk. Dan saat dia mendengar jelas suara mereka semua, dia merasa itu bagus dan menyuruh anak buah nya untuk pergi darisana. Kemudian dia mendengarkan pembicaraan mereka.
Saat dia mendengarkan obrolan serius antara Se Ri dan Ju Meok. Dia merasa heran dan langsung memperbesar suara dan mencatat semua yang di dengar nya. Namun setelah mencatat semua itu, dia merasa bingung, apa yang sebenar nya Se Ri dan Ju Meok sedang bicarakan sekarang.
Hahahah .. :D kepada yang sedang dibicarakan oleh Se Ri dan Ju Meok. Itu adalah film Stairway To Heaven. Jadi pantas saja  bila pria penyadap tidak mengerti.

No comments:

Post a Comment