Sunday, December 22, 2019

Sinopsis K-Drama : Chocolate Episode 07-2

2 comments

Sinopsis K-Drama : Chocolate Episode 07-2
Images by : JTBC
SELURUH KARAKTER, TEMPAT, PERUSAHAAN, DAN KEJADIAN DALAM DRAMA INI ADALAH FIKSI

Cha Young membantu untuk merias Hui Ju. Dia melakukannya dengan serius. Setelah selesai, Cha Young jadi merasa minder. Menurutnya, lebih baik dia meminta bantuan Ny. Bae saja. Hui Ju tertawa dan menyuruh Cha Young untuk tidak khawatir karna wajahnya memang sudah cantik. Cha Young tertawa dan memuji wajah Hui Ju yang bahkan lebih cantik tanpa memakai riasan.
“Ini kali pertamaku bertemu Jun setelah menikah. Aku tidak ingin terlihat seperti pasien,” beritahu Hui Ju.
“Kau tak tampak sakit sama sekali. Kau tampak sehat dan cantik.”
“Baiklah kalau begitu. Kau bisa bantu aku pilih pakaian yang cocok dengan riasan ini? Kurasa penjagaku membawakan pakaian kemarin.”
“Baiklah,” setuju Cha Young dan mulai memilih baju yang cantik.
“Tolong pilih pakaian paling indah. Sesuatu yang bisa kupakai untuk perjalanan jika aku pergi hari ini,” ujar Hui Ju lagi. “Dan… Kudengar ada danau di dekat rumah sakit. Alih-alih lobi yang sesak, aku ingin kencan di pinggir danau dengan pemandangan bagus.”
--

Jun dalam perjalanan ke sanatorium untuk menemui Hui Ju. Dia juga membawa sebuket bunga.

Cha Young membawa Hui Ju ke pinggir danau yang ada di sekitar sanatorium. Hui Ju senang dan berujar kalau dia bisa mencium bau air danau. Dia juga berterimakasih atas bantuan Cha Young dan juga untuk makanannya.
“Suamiku dan aku sibuk bekerja. Jadi, kami hanya makan untuk mengisi perut. Tapi, saat aku mencoba masakanmu, aku merasakan pengalaman paling aneh. "Tidak apa-apa, Hui-ju." "Hidupmu sudah baik." "Kerjamu bagus." Aku merasa masakanmu menenteramkan dan merengkuhku. Bahkan setelah pergi dari tempat ini, aku akan penuh dan hangat untuk waktu lama dengan kenangan,” ujar Hui Ju.
Cha Young tampak terharu mendengarnya. Dan saat itu, Jun sudah tiba. Jadi, Cha Young pamit pergi, memberi waktu untuk mereka berdua.
Hui Ju mencium wangi bunga yang Jun bawa. Jun mencoba bercanda dengan berkata kalau dia sudah salah membawa buket, seharusnya, dia membawa sebuket uang. Hui Ju tertawa mendengar candaan-nya. Hui Ju kemudian memberitahu kalau dia sudah memakan banyak makanan dengan piring hadiah dari Jun, dan semua makanan yang Cha Young buat sangat enak. Dia belum pernah makan makanan seenak itu.
“Jun, maafkan aku,” ujar Hui Ju tiba-tiba. “Untuk semuanya. Maaf aku mengabaikan perasaanmu. Tapi kau cukup beruntung tak bersamaku. Suamiku terus kesulitan karena dia menikahiku. Hidupnya sulit karena dia selalu sibuk menjaga istrinya yang sakit.”
“Kenapa kau tak mengatakan apa pun? Kenyataan bahwa kau tahu perasaanku, itu memalukan, dan itu melukai egoku.”
“Maafkan aku.”
“Mendengarmu minta maaf  membuatnya makin buruk,” ujar Jun.
“Maafkan aku,” ujar Hui Ju lagi.
Hui Ju kemudian memegang badannya, merasa kedinginan. Melihat itu, Jun langsung melepaskan jas-nya dan memakaikannya pada Hui Ju. Hui Ju malah berkata kalau dia tidak apa-apa dan suaminya akan segera datang. Jun tampak cemburu mendengarnya.
“Jun. Terima kasih dan maaf. Semoga kau bertemu seseorang yang sehat dan baik. Serta semoga kau panjang umur dan bahagia,” doa Hui Ju.
--
Cha Young sedang mencabut daun bawang. Tapi, dia kemudian merasakan ada yang aneh. Perkataan Hui Ju sebelumnya, yang memintanya memilihkan pakaian paling indah yang bisa di pakainya untuk perjalanan jika dia pergi hari ini. Mengingat perkataan itu, Cha Young seolah mendapatkan firasat buruk.
--
Jun sudah memakai jas-nya kembali dan dalam perjalanan seorang diri menuju sanatorium. Tapi, dia kemudian berbalik, seolah merasakan ada sesuatu yang aneh.
--
Suster Nara ke ruangan Kang dengan panik karna dia menemukan banyak pil tidur di bawah kasur Hui Ju. Dia yakin kalau Hui Ju pasti mengumpulkan obat tidur itu untuk bunuh diri. Dia berpikiran begitu, karena beberapa bulan sebelum Kang datang, seseorang juga mengumpulkan banyak pil tidur dan mencoba bunuh diri.
Kang jadi khawatir dan segera bertanya ada dimana Hui Ju?
--

Hui Ju sudah tidak ada di bangku pinggir danau. Dan kita di perlihatkan kalau Cha Young juga sedang dalam perjalanan ke danau. Dia berlari.
Hui Ju dengan meraba-raba, berjalan menuju danau. Walau terjatuh dan sepatunya terlepas, Hui Ju tetap menuju ke danau.


Semua orang di rumah sakit, panik memeriksa seluruh sudut sanatorium, mencari Hui Ju. Kang yang tidak menemukan Hui Ju, mencari keluar sanatorium. Dan dia berpas-pasan dengan Jun yang baru kembali dari menemui Hui Ju. Kang jelas heran, untuk apa Jun kemari? Dan Jun juga heran, untuk apa Kang mencari Hui Ju?
--

Hui Ju sudah masuk ke dalam air. Tubuhnya sudah setengah tenggelam. Cha Young tiba di sana dan tanpa mempedulikan dirinya sendiri, langsung berlari masuk ke tengah danau untuk menyelamatkan Hui Ju.

Kang juga tiba di danau. Dia tidak melihat mereka berdua. Tapi, dia menemukan sebuah syal di tanah. Melihat itu, Kang jadi semakin khawatir. Dia melihat sepatu juga. Dan akhirnya, melihat Cha Young dan Hui Ju di tengah danau.

Kang langsung melompat ke dalam danau, menyelematkan Hui Ju bersama dengan Cha Young.
Jun juga tiba di sana. Tapi, dia datang terlambat. Dia hanya bisa berdiri diam di pinggir danau, melihat Kang menyelamatkan Hui Ju.



Begitu tiba di darat, Kang langsung melakukan CPR. Cha Young ada di sebelahnya, terus menangis, takut dan khawatir. Jun tampaknya terpukul, melihat dengan mata kepalanya sendiri, wanita yang di cintainya berusaha bunuh diri.
--
Hui Ju sudah di bawa kembali ke sanatorium dan di periksa oleh Kang. Kondisinya sudah lebih khawatir. Dir. Kwon bertanya pada Yeong Sil apakah sudah menghubungi Prof. Jung (suami Hui Ju)? Yeong Sil mengiyakan, tapi Prof. Jun sedang menghadiri konferensi di Pulau Jeju. Dia akan segera kemari begitu konferensi selesai.
Kang memberikan arahan pada Yeong Sil untuk membawa selimut hangat untuk Hui Ju. Dan Yeong Sil langsung melakukannya. dir. Kwon menangis dan memarahi Hui Ju yang masih belum sadarkan diri karena melakukan hal seegois itu. Dan untungnya Cha Young ada di sana untuk menyelamatkannya.
--
Cha Young dalam keadaan basah kuyup dan kedinginan kembali ke dapur. Seon Ae khawatir melihatnya dan ingin Cha Young di periksa. Tapi, Cha Young malah berkata tidak apa-apa, dan daripada di suntik, dia lebih ingin makan semangkuk sup panas.
Seon Ae langsung mengambilkan banyak selimut untuk menyelimuti Cha Young. Dia benar-benar khawatir dan memarahinya untuk begitu peduli pada orang lain. Cha Young kan bukan penjaga pantai, kenapa malah melompat begitu saja ke danau? Bagaimana jika terjadi hal buruk.
“Aku juga bisa selamat dahulu karena orang-orang berusaha menolongku tak peduli seberapa bahayanya,” ujar Cha Young. “dokter Lee Jun pasti sangat terkejut sekarang ini.”
--
Dan benar saja, Jun masih ada di depan kamar rawat Hui Ju. Kang yang keluar dari kamar Hui Ju, lewat di depan Jun, dan dengan gaya acuh, memberitahu kalau pasien Hui Ju baru saja sadar sekarang.

Hui Ju yang sudah sadar, hanya tertidur lemah. Saat mendengar ada suara langkah kaki masuk, dia langsung bertanya siapa itu? Jun diam, tidak menjawab. Hui Ju jadi mengira kalau yang datang adalah suaminya dan dia langsung meminta maaf karena sudah membuatnya terkejut.
“Aku hanya tak ingin membebanimu. Kau tak jadi pertukaran profesor keluar negeri karenaku. Kau mengorbankan semua keinginanmu. Lagi pula, aku akan mati. Jadi, kupikir aku bisa mati lebih cepat. Aku ingin membebaskanmu secepat mungkin.”
“Itu mengesankan,” ujar Jun, sinis, mendengar ucapan Hui Ju yang di tujukan untuk Prof. Jung. “Aku tersentuh.”
“Siapa kau? Jun?”
“Aku... Aku tak bisa berpamitan untuk kali terakhir. Jadi, aku pamit untuk selamanya. Aku menyesal pernah menyukaimu. Sekalipun tahu kau mati, aku tak akan hadiri pemakaman. Aku bahkan tak akan menangis. Jika kau ingin akhiri hidupmu seperti ini, kau tak pantas dilahirkan lagi jadi apa pun,” ujar Jun, dengan kejam-nya. Dan itu karena rasa kecewa-nya. “Selamat tinggal.”
Hui Ju meneteskan air matanya. Tapi, Jun sudah pergi. Dia hanya bisa menangis terisak-isak saat mendengar suara pintu ruangan yang tertutup.
--
Jun pergi dari sanatorium dengan perasaan campur aduk.
--


Seon A membuatkan sup hangat untuk Cha Young, sesuai permintaan-nya. Cha Young juga sudah menukar baju dan tampak lebih baik. Dia mencoba sup yang Seon Ae buatkan, dan tersenyum.
Dia teringat saat Kang datang dan menyelamatkan Hui Ju tadi. Dia tersenyum.
Cha Young pergi ke ruangan Kang. Tapi, saat dia mengintip ke dalam ruangan, ruangan itu kosong. Saat dia kembali, dia mendengar pembicaraan Yeong Sil dan dir. Kwon. Yeong Sil menyarankan kalau Kang di infus juga karena tampaknya tidak sehat. Dir. Kwon malah heran, kenapa harus di infus. Yeong Sil mengingatkan kalau Kang kan juga masuk ke dalam air untuk menyelamatkan Hui Ju dan Cha Young. Dir. Kwon baru teringat hal itu, dia tadi terlalu panik, hingga lupa.
Mendengar pembicaraan itu, Cha Young jadi khawatir. Dia mulai mencari Kang di sekitar sanatorium. Tapi, dia tidak bisa menemukannya.


Kang ada di atap sanatorium, dan melihat dari atas Cha Young yang sedang berkeliaran. Min Yong ternyata datang ke atap juga dan bertanya sedang apa Kang di sini? Kak Cha Young dari tadi mencari Kang.
Min Yong hendak berteriak memanggil Cha Yong, tapi Kang melarangnya memanggil. Min Yong jelas tahu mau tahu alasannya.
“Aku ingin tahu apa ini,” ujar Kang.
“Apa maksudmu?”
“Seseorang terus menggangguku.”
“Siapa?”
“Aku ingin menghindarinya.  Tapi dia membuatku cemas. Dia tak bisa lepas dari pikiranku. Menurutmu ini apa?”
“Virus Zika?” tanya Min Yong balik.
Virus Zika? Bagaimana jika begitu? Aku harus bagaimana?”
“Kau harus divaksin. Jika sudah, kau harus dirawat.”
“Bagaimana bisa aku dirawat?”
“Kau harus musnahkan virusnya dahulu. Tapi kenapa bertanya kepadaku? Kau dokter.”
“Kau benar. Aku dokter,” jawab Kang tersadar dari kelilungannya.
--

Cha Young berada di depan mobil Kang. Kang akhirnya menemuinya dan bertanya untuk apa Cha Young di depan mobilnya. Cha Young menjawab kalau dia dari tadi mencari Kang. Kang langsung tanya lagi, untuk apa Cha Young mencarinya?

Dengan jujur, Cha Young menjawab kalau dia khawatir dengan Kang soalnya, dia dengar Yeong Sil berkata kalau Kang sakit. Kang berkata kalau dia baik-baik saja. Cha Young lega mendengarnya. Kang menawarkan tumpangan pada Cha Young. Dan dengan sopan, Cha Young menolak karena adiknya akan datang menjemputnya.

Kang tidak memaksa. Dia langsung pergi dengan mobilnya. Dan dari kaca spion, dia bisa melihat Cha Young yang masih berdiri di sana.
--





Kang berada di dalam mobilnya. Dia terus memikirkan mengenai Cha Young, sejak pertemuan mereka di Yunani. Saat Cha Young menemuinya di tengah hujan, di pinggir danau, dan menangis terisak-isak, di hari Min Seong di makamkan. Saat mereka berdua di dalam mobil, dia tertidur, dan Cha Young hendak menyeka air matanya. Saat dia dengan khawatir mencari Cha Young yang belum kembali ke sanatorium, saat dia tahu kalau Cha Young juga tertimbun di reruntuhan gedung dulunya. Saat Cha Young menangis karena Hui Ju mencoba bunuh diri.
“Aku mengkhawatirkanmu. Aku ingin tahu apa ini. Seseorang terus menggangguku. Aku ingin menghindarinya. Tapi dia membuatku cemas. Dia tak bisa lepas dari pikiranku. Min-seong. Kurasa aku kehilangan lagi.”


2 comments: