Type something and hit enter

By On
Content and Images by MBC
Byul  mengeluarkan lightstick bintangnya dan memperlihatkannya pada Woo Joo. Woo Joo bilang kalau dia bukannya takut dengan gelap tetapi tidak suka gelap. Byul menjawab kalau perlu kegelapan untuk melihat bintang. Byul kemudian menyalakan lampu bentuk globenya dan seluruh ruangan jadi penuh bintang.
"Ada begitu banyak hal yang tidak kamu suka,"ujar Byul dan memperlihatkan foto masa kecil Woo Joo yang ada disana, "Kamu tidak terlihat seperti itu disini. Apa kamu tidak bias melakukan hal-hal yang kamu inginkan, makan makanan yang kamu suka dan tersenyum sesekali? Aku yakin ibumu mengawasi dari atas. Aku serius. Hubungan tidak berakhir hanya karena tidak bias melihatnya. Bintang tetap ada di siang hari meskipun kita tidak bisa melihatnya," ujar Byul sambal tersenyum.

"Sudah cukup. Kamu tahu segalanya,"ujar Woo Joo. Dia kemudian mulai memainkan piano dan menyanyi khusus untuk Byul yang ada di sampingnya. Dia bahkan membuat lagu tersebut menggunakan kalimat Byul bahwa bintang ada di siang hari dan akan selalu melindunginya.
Pagi hari. Woo Joo sedang melihat dari dalam rumah ke arah Byul yang sedang bermain dengan anjing. Woo Joo menelpon manager dan memberitahu bahwa dia sudah hampir selesai. Selesai telpon, Woo Joo tetap berdiri melihat Byul yang sedang berlarian.
Byul kemudian mengajak anjing untuk bermain permainan yang biasanya dia mainkan dengan Gak Shi. Hingga, ketika dia berbalik ternyata Woo Joo sudah berada di belakangnya. Byul terkejut dan terdiam menatap Woo Joo.

Woo Joo menarik tangan Byul dan meraih Byul ke pelukannya. Dia minta waktu sebentar untuk memeluk Byul. Awalnya, Byul ragu tetapi kemudian, dia balas memeluk Woo Joo. Hujan turun.
Woo Joo sedang rekaman dengan lagu yang dia buat untuk Byul waktu itu. Dia berduet dengan Yi Na. Byul melihat dari studio rekaman. Dia tersenyum melihat Woo Joo.  Woo Joo dan Yi Na selesai rekaman. Manager dan Presdir Uhm memuji lagu yang berkualitas yang di janjikannya. Manager berkata bahwa Woo Joo tidak bisa membuat lagu berkualitas dengan emosi palsu. Presdir Uhm bingung dengan kata palsu yang di ucapkan manager. Manager menjelaskan kalau Woo Joo bisa membuat lagu semuanya berkat wanita penggemarnya. Woo Joo langsung memandang tajam pada manager. Presdir langsung bertanya apa Woo Joo mengecani gadis itu? Yi Na jugua menatap penasaran menanti jawaban Woo Joo. 

Woo Joo diam dan tidak menjawab. Presdir langsung menjawab sendiri bahwa tidak mungkin Woo Joo mengecani gadis itu. Pas saat itu, Byul baru saja kembali sehabis membeli minuman dan mendengar perkataan manager.  Yi Na bahkan berkomentar kalau standar Woo Joo rendahan. Byul semakin sedih mendengarnya sampai menjatuhkan minuman yang di bawanya.
Byul berlari pergi. Semua orang menatap kepadanya. Woo Joo hendak mengejar tetapi Presdir menahan tangannya. Woo Joo menyuruhnya untuk melepaskan tangannya dan pergi ke computer hasil rekaman tadi dan menghapus semuanya. Presdir berteriak kesal. Woo Joo berkata untuk menganggap bahwa hari ini tidak ada rekaman dan pergi menyusul Byul.
 Byul duduk di terminal bus dan menghela nafas. Woo Joo mengejarnya dan duduk di samping Byul.

"Aku tidak akan membuat alasan.  Aku memang menggunakanmu. Tapi, coba pikirkan. Kamu mungkin tidak benar-benar menyukaiku. Kamu menyukai gagasan menyukaiku. Aku brengsek dan pengecut. Aku mungkin tidak sehebat dugaanmu."

"Tetap saja, aku lebih mengenalmu dari apapun yang lain di dunia ini," jawab Byul.
Woo Joo kemudian mengambil tangan Byul dan meletakkannya di dadanya. Dia mendekat hendak mencium Byul. Byul menutup matanya, siap menerima. Woo Joo melihatnya dan semakin mendekat. Byul tiba-tiba membuka matanya dan teringat salah satu permintaannya adalah 'Ciuman Pertama'. Saat itu, bus datang dan Byul langsung berlari masuk ke dalamnya tanpa sempat berciuman dengan Woo Joo.

Woo Joo kaget. Dia tidak percaya kalau ciumannya di tolak.
Byul berlari ke sekitar rumahnya dulu dan melihat tanda di tangannya. Masih ada 5.
Di rumah, Woo Joo tidak bisa tidur karena malu. Tapi, dia juga bingung karena katanya Byu menyukainya. Dia sampai bicara dengan boneka hadiah Byul dan tanpa sengaja menekan tombol suara. Terdengar suara rekaman Byul waktu itu yang berkata dia mencintainya dan akan melindunginya. Woo Joo kemudian, mengambil boneka kelinci yang lebih besar dan ternyata di sana juga ada suara rekaman yang sama.
Paginya, Woo Joo ragu hendak menelpon Byul / Chun Gil. Manager menjawab bahwa Presdir Uhm ingin menuntutnya karena pacaran dan bahkan menjadwalkan tur ke Asia Tenggara. Woo Joo tidak peduli dan malah bertanya apa manager ada menjual kalung berwajah dirinya? Manager menjawab bukan hanya kalung, karena Woo Joo sangat terkenal di tahunnya debut, mereka bahkan menjual patung kecil, bantal, kue dan Presdir Uhm bahkan membeli karikatur besar wajah Woo Joo dan menaruhnya di papan restoran mie-nya dan tempat itu jadi ramai. Woo Joo kaget karena wajahnya di pajang di restoran mie. Woo Joo kemudian meminta kalung wajah dirinya tetapi manager bilang itu edisi terbatas jadi sangat sulit. 

"Kalau begitu kamu ingat surat penggemar pertamaku? Ingat? Dia gadis yang memberikannya kepadaku dengan boneka kelinci," Tanya Woo Joo. Di rumah Woo Joo kan ada satu boneka kelinci besar yang sudah lama, bukan yang diberikan Byul dari mesin capit.

Manager malah memuji ingatan Woo Joo yang bagus karena bisa ingat hal seperti itu. Woo Joo langsung menjawab tidak. Dia juga berkata kepada manager jika presdir menuntutnya, dia akan balas melawan dengan menuntut balik mie-nya. Manager mengerti dan bertanya apa yang akan dilakukan Woo Joo dengan lagunya? Woo Joo terlihat berpikir dan menatap nomor Chun Gil.
Byul datang ke studio rekaman. Presdir protes karena Byul akan menyanyi. Woo Joo melihat dari arah seberang dan meminta audio untuk memutar instrument dari album Promise-nya, album pertamanya. Byul mulai mendengar music dan menyanyi. Byul bernyanyi dengan bagus.
Byul bernyanyi dengan mengingat semua kenangannya bersama Woo Joo.  Tapi, di akhir lagu, Byul teringat saat-saat kematiannya. Ketika itu, ada yang datang menghampirinya. Itu bukan wajah Woo Joo melainkan Se Joo. Byul kaget dengan ingatannya sendiri.
Byul sedang melihat tiket konser Dream World yang dimilikinya dulu. Disampingnya ada Gak Shi.
"Jadi, kamu salah mengira orang lain sebagai Woo Joo karena lagunya?" Tanya Gak Shi.

"Ya," hela nafas Byul. "Aku bahkan tidak mengenal diriku. Apa hakku melindungi orang lain? Aku sudah salah dan mencintainya meskipun kami tidak di takdirkan bersama."

"Apa kamu bahkan tidak ingin tahu? Kamu mengetahui semua tentang Woo Joo, tapi kamu tidak pernah peduli untuk mencari tahu siapa dirimu sebelum meninggal."

"Bukannya tidak ingin tahu, tapi aku takut mengetahuinya. Bagaimana jika aku bukan siapa-siapa yang bahkan tidak diingat siapapun?"

"Kalau begitu, kamu bisa bertanya kepada seseorang yang ingat. Takdirmu sebernarnya."
Gu Se Joo sedang berada di kantornya. Dia mengetik tanggal April, 2009 pada tanggal kejadian. Dia kemudian mengklik satu nama, Kim Ha Na. Data di computer, memberi tahu kalau Ha Na tewas karena kecelakaan mobil di rumah sakit. Se Joo terlihat berpikir.
Se Joo pergi ke rumah sakit dan meletakkan bunga yang di bawanya di sebuah kamar. Pasien di kamar tersebut, terbaring koma. Se Joo berbicara bahwa air yang di bawa lama layu karena air di rumah sakit ini bersih. Dia juga meminta maaf karena jarang berkunjung. So Ri melihat semuanya dari luar kamar.

So Ri melihat catatan pasien tersebut di perawat yang bertugas. Perawat mengomentari So Ri yang sangat perhatian karena wali pasien tersebut adalah Se Joo. So Ri menyangkalnya.  Perawat menggoda dengan berkata bahwa dia tahu kalau So Ri yang menggannti air bunga pasien tersebut setiap hari. So Ri semakin malu dan berusaha keras menyangkal dengan mengatakn di ikut kencan buta setiap akhir pekan dan harus menikah.  Se Joo datang dan So Ri dengan canggung menegurnya untuk tidak meletakkan bunga di kamar pasien karena ada pasien yang alergi.
Se Joo kemudian bertanya apakah So Ri sibuk hari ini? So Ri gugup dan menjawab dia sudah hampir selesai. Se Joo kemudian memberikan bunga yang di bawanya pada So Ri. So Ri tersenyum senang melihatnya. Se Joo mengucapkan terimakasih karena So Ri sudah bekerja keras dan kemudian pamit pergi. So Ri melihat tali sepatu Se Joo yang lepas dan berteriak memberitahunya tetapi Se Joo tidak mendengarnya dan terus berjalan. Perawat kembali menggodanya.
Woo Joo terlihat berpikir. Dia kemudian mengirimi pesan pada Chun Gil dan bertanya dia sedang apa. Byul duduk di luar menunggu seseorang dan membalas pesan Woo Joo bahwa dia sedang melakukan sesuatu.  Woo Joo awalnya mengetik kalau dia punya pertanyaan dan malah menghapusnya. Dia jadinya mengirimu pesan kalau pesannya tidak segera di jawab, dia akan menyita ponsel Byul. Dia kemudian mengirim pesan, kalau dia akan menjemputnya dan mari bertemu. Byul membalas dia akan mengembalikannya besok.

Se Joo pulang dan melihat Byul yang menunggunya. Woo Joo kecewa membaca pesan Byul yang memberitahu kalau dia akan menitipkan ponselnya kepada manager Woo Joo, besok. Woo Joo berpikir apa maksudnya ini, apa dia sedang jual mahal?
Byul bertanya langsung kepada Se Joo kenapa pura-pura tidak mengenalnya. Kecelakaan mobil tujuh tahun lalu. Byul berkata kalau Se Joo juga sudah berusaha semampunya menyelamatkan aku saat itu, benar kan? Awalnya, Byul tersenyum tetapi dia tidak bisa menahan air matanya. Dia mengucapkan terimakasih kepada Se Joo. Se Joo perlahan menyentuh wajah Byul. Dia kemudian memeluk Byul dan menahan tangisnya.

Woo Joo ada di sana dan melihat semuanya. Melihat Byul yang di peluk seorang pria. Woo Joo pergi. Di rumah, Woo Joo tidak bisa tidur. Dia melihat botol obatnya dan kosong.
Byul sedang merenung. Dia teringat pertanyaannya pada Se Joo mengenai dirinya dan keluarganya. Se Joo melihat foto TKP kecelakaan Ha Na dulu di komputernya. Dia menunduk dan terus pada posisi yang sama sampai pagi. Dia akan menceritakan semuanya pada Byul.

Alarm tanda kebakaran menyala. Se Joo dan rekan kerjanya segera bergegas pergi. Woo Joo sedang melakukan rekaman siaran. Byul datang ke sekitar tempat rekaman dan mengembalikan ponsel yang di berikan Woo Joo kepada manager. Pembawa acara kemudian membaca sebuah pertanyaan menarik dari ID 'Penggemar Sejati Woo Joo' yang katanya dia penggemar pria. Penggemar itu menulis kalau Woo Joo tidak punya satu pun skandal selama tujuh tahun sejak debut tapi lagu barunya sangat manis dan itu membuatnya khawatir. Kamu tidak mulai menyukai seseorang, ya? (ini penggemar pria yang juga ada di episode01 yang membuat Gak Shi kaget waktu melihatnya.)
Woo Joo mendengar pertanyaan itu. Dia melihat Byul yang sedang melihatnya dan menjawab kalau dia tidak punya pacar. Byul kemudian pergi. Manager kemudian melapor kalau tadi Chun Gil/Byul datang. Woo Joo kemudian mengambil ponsel yang di berikan Byul pada manager dan mengomelinya karena melihatnya. Manager beralasan kalau katanya Woo Joo yang menyuruhnya mengembalikannya.
Byul tiba di tempat janjiannya dengan Se Joo. Se Joo sudah berhasil menyelamatkan seseorang tetapi orang itu mau masuk kembali karena anak buahnya masih di dalam. Se Joo mengerti dan berkata dia yang akan masuk.  Se Joo masuk dan hampir berhasil keluar tetapi di depan pintu keluar, kakinya tersangkut. Kemudian, bangunan runtuh.
Byul duduk di depan taman bermain. Woo Joo kerumah sakit dan meminta obat Zolpidem lagi pada So Ri. So Ri menyuruhnya untuk jangan meminum terus. Woo Joo meminta obatnya. So Ri kemudian tersenyum dan berkata dia sudah mendengar lagu Woo Joo dan bertanya Woo Joo mengencani seorang gadis, kan? Woo Joo menyangkal. So Ri menyebut dia ingin menjadi muda dan dengan berani mengatakan dia menyukai seseorang. Woo Joo langsung membenarkan kalau cuma gadis itu yang berani seperti itu. Dia mengikutiku ke manapun dan tidak sopan saat makan. Kali terakhir, dia menyuapiku selada bungkus. Woo Joo menceritakan Byul sambal tersenyum. So Ri berkata kalau Woo Joo tidak bisa membodohi teman masa kecilnya. Mau aku diagnosis? Kamu tersenyum saat membicarakannya.

Woo Joo baru sadar. Kemudian, ada pemberitahuan Code Biru untuk UGD. So Ri langsung pergi dan mengambil obat Woo Joo kembali. Woo Joo terlihat merenung. Byul menunggu sampai hujan turun. Di depannya ada seorang anak yang terjatuh dan ibunya menolongnya. Byul melihat sepatunya yang terlipat di bagian belakang.
Byul teringat ketika ibunya memanggil nama aslinya, Ha Na. Dia teringat saat terakhirnya, ibunya menegurnya untuk jangan memakai sepatu seperti itu. Byul meyesal.

"Seharusnya, aku melihat ke belakang sekali saja. Seharusnya, aku mengucapkan perpisahan dengan senyuman. Aku tidak tahu bahwa itu akan menjadi saat terakhir kita," Byul menyesali semuanya.
Woo Joo di mobilnya dan teringat saat melihat punggung Ha Na yang pergi. So Ri tiba di UGD dan melihat sepatu Se Joo. Dia teringat saat terakhir melihat punggung Se Joo. So Ri takut melihat dan kemudian lega karena itu bukan Se Joo. Se Joo tiba dengan membombong seseorang.
Woo Joo membuka galeri foto di ponsel Byul. Dia melihat banyak fotonya dan Byul yang di ambil diam-diam. Termasuk foto dirinya waktu kecil dengan ibunya. Presdir Uhm berteriak senang karena tiket konser lagu terjual. Woo Joo keluar dari mobil lagi. Woo Joo pergi ke permainan mesin capit. Banyak anak-anak disana. Woo Joo bermain bersama mereka untuk mengambil kalung. 
Byul di taman dan melihat jam tangannya. Waktu umur Woo Joo tinggan 04:43. Woo Joo sedang berlari di jalanan. Ketika dia hendak menyeberang, sebuah mobil putih melaju ke arahnya. Byul berbalik seolah merasakannya. Mobil ternyata berhenti dan tidak menabrak Woo Joo. Byul berbalik dan berlari. Dia berhenti ketika melihat Woo Joo di depannya.
Woo Joo memeluk Byul dan mengalungkan kalung yang di dapatnya dari mesin capit. Woo Joo kemudian mengajak Byul pergi makan atau pergi ketempat yang diinginkan Byul.

"Ada begitu banyak yang ingin kuketahui tentangmu. Sekarang saat aku melihatmu, aku merasa seolah-olah bisa bernapas lagi."
Para penggemar menyadari kehadiran Woo Joo dan memotretnya. Woo Joo meraih tangan Byul dan membawannya berlari ke tempat sepi. Di tempat sepi, dia mendekat ke arah wajah Byul.
"Karena kita tidak tahu kapan saat terakhir kita," piker Byul.

Woo Joo mencium Byul. Byul tidak menghindar. Kembang api di belakang menyala. Tanda bintang di tangan Byul menghilang satu. Byul larut dalam ciuman Woo Joo.

Tolong Tinggalkan Komentar, Kritik, ataupun Saran untuk Perubahan yang Lebih Baik!!! ^^

Click to comment