Type something and hit enter

By On
Previous Episode
 Content and Images Copyrights by OCN
Kwon Joo menekan Kyung Il ke mobil.
"Katakan lagi."

"Noona, kau pasti kaget sekali, ya. Aku sampai bisa dengar suara detak jantungmu dari sini."

"Bagaimana kau bisa tahu suara itu? Jawab aku."

"Sakit. Aku akan memberitahumu, kalau kau melepaskanku," pinta Kyung Il tapi Kwon Joo tetap tidak mau melepaskan cengkramannya. "Malam itu, turun salju," cerita Kyung Il.
Flashback

"Saat itu cuaca yang sempurna buat merekam video porno."

Kyung Il sedang berjalan di gang-gang. Dia melihat sekeliling dan tanpa sengaja melihat seorang pria sedang menendang dan memukuli polisi tua. Kyung Il langsung bersembunyi dan mengeluarkan kameranya. Dia tampak tertarik dengan apa yang di lihatnya.

"Tapi di gang Eunhyung-dong itu... aku lihat ada seorang pria yang memakai setelan jas mewah sedang menghajar polisi tua. "

Kyung Il memotret pria tersebut.  "Dia menghajarnya memakai... bola besi." Kyung Il melihat senjata pembunuh tersebut.

Flashback END

Kwon Joo bertanya memastikan apa Kyung Il yakin itu bola besi.

"Setiap dia menyerang, kepala polisi tua itu hancur berkeping-keping. Aku juga sadar kalau aku ini bajingan, tapi di bandingkan dia, aku bukan apa-apa," jelas Kyung Il.

Kwon Joo bertanya dengan kemarahan di matanya, apa Kyung Il mengingat wajah pria itu? Kyung Il dengan tenang menjawab tentu saja karena dia melihatnya dengan mata kepala nya sendiri.  Kwon Joo meminta Kyung Il menjelaskan ciri-ciri pria tersebut.

Jin Hyuk dan Gyung Hak turun dan melihat yang dilakukan oleh Kwon Joo. Gyung Hak langsung berteriak menyuruhnya berhenti sebelum Kyung Il sempat menceritakan ciri-ciri pria yang di lihatnya.

Gyung Hak memarahi Kwon Joo karena menggunakan kekerasan kepada pelaku yang sudah di tangkap.  Kwon Joo meminta waktu sebentar karena Kyung Il memiliki info penting. Gyung Hak tidak mau mendengarnya dan menyuruh anak buahnya untuk segera membawa Kyung Il masuk ke dalam mobil.

Kyung Il di bawa masuk. Jin Hyuk menarik Kwon Joo pergi dari mobil Gyung Hak. Jin Hyuk menyuruh Kwon Joo untuk sadar dan jangan terbawa emosi karena mereka masih belum tahu siapa kaki tangannya. Bagaimana kalau Hwang Kyung Il hanya mencoba bernegosiasi dengannya untuk mengecoh saja? Kwon Joo tidak peduli dan berkata bahwa dia yakin kalau Kyung Il berada di TKP tersebut. Jin Hyuk memberitahu jika ayah Kwon Joo yang meninggal saat hari bersalju memang sudah merupakan informasi umum. Kwon Joo memberitahu kalau Kyung Il tahu kalimat terakhir ayahnya. Kalimat yang hanya dia yang harusnya tahu. Jin Hyuk kaget mengetahui ada kata-kata terakhir.

"Kata-kata itu... ayahku dan diriku... si pelaku.... dan si saksi yang tahu kata terakhirnya," tegas Kwon Joo. Jin Hyuk terdiam mendapati informasi tersebut.
Gyung Hak bertanya kepada Choong Ki. Choong Ki menjelaskan kalau Kyung Il mengaku melihat pelaku dari kasus Eunhyung-dong. Hal itu yang membuat Kwon Joo tadi panic seperti tadi. Choong Ki juga berspekulasi bahwa sekarang dia mengerti kenapa Kwon Joo dan Jin Hyuk saling bekerjasama. Mereka berdua sama-sama gila. Choong Ki kemudian bertanya memastikan kepada Gyung Hak kalau Go Dong Chul memang pelaku kasus Eunhyun-dong, kan? Dia tidak menyadari ekspresi wajah Gyung Hak yang berubah melihat Kyung Il. Gyung Hak menjawab tentu saja pada pertanyaan Choong Ki.
Di sebuah pabrik, ada sebuah mobil. Dan di dalam mobil ada seorang pria tua dengan penampialan rapi sedang menelpon seseorang. Dia memberitahu jika ada sesuatu yang tak terduga terjadi. Tapi, dia juga menenangkan orang yang di telponnya untuk tidak khawatir karena dia bisa mengurus semuanya.

Pria itu kemudian keluar dari mobil dan bertanya dimana barangnya. Seorang ahjussi yang membukakan pintu menunjukkan arahnya dan berkata dia sudah mengurus imigrasi dan menyiapakan barang yang bagus untuk pria tersebut.  Ahjussi membuka sebuah container dan di dalamnya terdapat banyak orang asing. Pria itu hendak masuk kedalam tapi tidak jadi karena merasa bau. Akhirnya, ahjussi yang melangkah masuk dan berteriak menyuruh mereka yang tadi dipilihnya untuk keluar.
Empat orang pria yang masih muda keluar dari container dan berbaris di depan pria tua. Pria tua memuji pilihan ahjussi yang bagus. Dia kemudian bertanya mengenai seorang pria yang berdiri di pojok kirinya. Ahjussi menjelaskan namanya Lethwei, berasal dari Myanmar dan bisa bela diri. Dia diberangkatkan ke sini sebagai seorang pembunuh bayaran karena itu ahjussi memilihnya untuk pria tersebut. Pria itu merasa senang dan memilih Lethwei dan pria satu lagi untuk di bawa. Dia kemudian memberikan uangnya kepada ahjussi.
Di rumah sakit Sungwun, nenek memeluk Eun Byul sangat erat dan menangis. Eun Byul meminta maaf pada nenek. Eun Byul juga memonta maaf kepada Eun Soo. Nenek kemudian menasehati Eun Byul untuk lebih hati-hati mulai sekarang. Eun Byul mengangguk mengerti. Eun Byul kemudia berkata kepada Eun Soo.

"Tapi, Unni, ini aneh sekali. Di bagasi mobil yang gelap itu, aku tak bisa bernapas dan kupikir aku akan mati. Tapi, ketika aku mendengar suara polisi Center itu, tiba-tiba aku bisa bernapas lagi. Ada orang yang mendengarku lewat telepon itu, aku jadi merasa bisa bertahan."

Eun Soo terlihat memikirkan perkataan Eun Byul dan tawaran Kwon Joo dulu.
Jin Hyuk dan Kwon Joo mengikuti mobil Gyung Hak dan Kyung Il. Jin Hyuk menyuruh Kwon Joo untuk bersabar sampai mereka sampai di kantor dan nanti mereka bisa menginterogasinya. Kwon Joo kemudian berkata bahwa selama dia belajar profiler di AS, dia terus mendengarkan rekaman kejahatan dan berharap kalau suara pelaku akan terekam di antara rekaman-rekaman tersebut. Sampai suatu hari, Kwon Joo mendengar suara Dong Chul tetapi Dong Chul sudah mati sekarang. Dam sekarang hanya Kyung Il satu-satunya saksi karena itu mereka membutuhkannya.

Rekan Choong Ki merasa sedikit risih karena mobil mereka di ikuti oleh Jin Hyuk dan Kwon Joo. Choong Ki menyuruhnya untuk mengabaikannya saja dan terus menyetir, Gyung Hak sedang tiduran di belakang. Choong Ki kemudian melihat mobil mereka, bensin nya sudah hamper habis. Dia kaget dan mengomel karena rekannya tidak mengisi bensin terlebih dahulu. Gyung Hak dari belakang merespon bagaimana bisa mereka datang ke TKP tanpa mengecek bensin dulu. Akhirnya, mereka memutuskan mengisi bensin dulu. Kyung Il tiba-tiba merasa sakit perut. Terpaksa mereka berhenti di pom bensin sekalian ke toilet.
Kyung Il ke toilet hanya di temani satu orang polisi. Komisaris Bae menelpon dan bertanya posisi mereka. Gyung Hak menjawab kalau mereka sedang mengisi bensin dan pelaku sedang di bawa ke toilet.  Di depan kantor polisi, sudah banyak wartawan yang ingin meliput. Komisaris Bae menyuruh Gyung Hak untuk cepat.
Kyung Il tangannya yang di borgol di belakang, di pindahkan jadi di borgol di depan. Dia kemudian keluar toilet dan membiarkan Kyung Il sendirian. Jin Hyuk juga ikut berhenti d pom bensin. Choong Ki kemudian memanggilnya dan menyuruh Jin Hyuk untuk mengisi duluan karena mereka akan lama. Jin Hyuk balas mengomelinya karena tidak mengisi bensin sebelum pergi tadi padahal itu penting. Lagipula, dia berhenti bukan untuk mengisi bensin tetapi mengikuti mereka. Choong Ki balas kalau detektif Koo yang lupa mengisi kemaren dan juga jika Jin Hyuk mengikuti mereka terus rasanya jadi seperti orang jahat.

Ponsel Kwon Joo berbunyi. SMS dari Eun Soo yang meminta kesempatan bergabung lagi dengan Golden Time. Kyung Il di dalam toilet ternyata memiliki kunci borgol. Di dalam mobil, ternyata ada kunci borgol yang terjatuh di dekat kakinya sehingga dia mengambilnya dan berpura-pura sakit perut.
Kwon Joo minta izin untuk ke kamar mandi untuk membersihkan luka di dahinya. Kyung Il sudah melepaskan tangannya dari borgol dan membuka kaca jendela toilet untuk melompat keluar. Dia melihat sekeliling dan tiba-tiba salah satu pintu toilet terbuka.
Seorang pria berjas menarik Kyung Il jatuh. Kwon joo di depan toilet membersihkan lukanya. Pria itu adalah pria tua yang tadi membeli pembunuh bayaran. DIa mengeluarkan tali dan mulai mencekik Kyung Il. Kwon Joo diluar mendengar suaranya.  Jin Hyuk masih di depan dan menunggu mereka yang belum keluar juga dari toilet. Dia kemudian tanpa di sengaja melihat pipa bensin mobil Gyung Hak yang menetes keluar.  Jin Hyuk terlihat curiga melihat pipa bensin yang bocor.
Kyung Il di cekik sampai pingsan. Kwon Joo mencoba membuka pintu tapi tidak bisa. Dia menghubungi Jin Hyuk dengan walkie talkienya. Dia memberitahu ada orang lain di toilet selain Kyung Il dan Kyung Il sekarang dalam bahaya. Jin Hyuk segera bergegas ke kamar mandi.

Pria itu mengeluarkan sekantong minyak dan meletakkannya di saku jaket Kyung Il. Dia kemudian menuang minyak ke tubuh Kyung Il dan membakarnya dengan mancis. Detektif Koo datang dan bertanya ada apa dengan Kwon Joo. Kwon Joo membertiahu ada seseorang di dalam selain Kyung Il.
Kyung Il terbakar dan pria itu kabur lewat jendela. Jin Hyuk datang dan berusaha mendobraknya. Mereka kemudian melihat ada asap yang keluar dari sela pintu. Pintu berhasil di dobrak. Melihat Kuung Il terbakar, mereka berusaha memandamkannya.

Detektif Koo melaporkan hal ini kepada Gyung Hak. Dia memberitahu kalau Kyung Il mencoba untuk bunuh diri. Choong Ki dan Gyung Hak segera berlari ke toilet. Kwon Joo dan Jin Hyuk melihat kalau jendela toilet terbuka. Jin Hyuk segera berlari keluar. Kyung Il dalam keadaan sekarat berusaha memberitahu sesuatu pada Kwon Joo. Tetapi Kwon Joo tidak bisa mendengarnya dengan jelas. Kyung Il kemudian tewas.

Pria tua pembunuh sudah berada di seberang gedung lain. Dari bawah dia bisa melihat para polisi yang panic. Dia juga melihat Jin Hyuk yang berlari mencarinya.

14 : 53 KST
Hwang Kyung Il, Pelaku Hongchang-dong, telah meninggal.

 Chapter 4 : Rahasia Rumah Sampah : Mata Dalam Tembok

"Tetapi pada hari Lot pergi keluar dari Sodom, turunlah hujan api dan hujan belerang dari langit dan membinasakan mereka semua."
Lukas 17 : 29

 Toilet pom bensin di pasang police line. Para ahli forensic berdatangan dan memeriksaa TKP. Diluar Kwon Joo memberitahu pada Gyung Hak kalau ini merupakan pembunuhan. Gyung Ha tidak percaya dan berkata kalau Kyung Il itu bunuh diri dengan membakar dirinya sendiri.

Kwon Joo memberitahu analisisnya kalau ada orang lain yang mengikuti mereka ke sini dan diam-diam ke toilet sebelum mereka. Begitu Hwang Kyung Il ke toilet itu, pelaku membakarnya dan kabur. Gyung Hak langsung membantah dan berkata bahwa zat mudah terbakar yang di tuangkan di sekolah juga di temukan di kantung jaketnya. Tim forensic juga bilang sumber api menunjukkan kemungkinan besar bearasal dari bunuh diri. Gyung Hak juga berkata bahwa mungkin merka akan kena teguran karena tidak bisa menjaga tersangka dan apakah sekarang Kwon Joo mau memperpearah keadaan?

Jin Hyuk mendengar dari jauh perdebatan mereka. Gyung Hak memanggil Choong Ki dan menyuruhnya memberitahu apa yang di temukannya. Ternyata, belum lama ini, Kyung Il sempat memposting di videonya jika dia akan bunuh diri jika tertangkap oleh polisi. Gyung Hak semaikin menghina Kwon  Joo yang selalu bicara tidak masuk akal. Gyung Hak bahkan berkata kalau Kwon Joo seperti ini terus maka dia yang terliha paling mencurigakan.
Jin Hyuk sudah tidak tahan mendengar perdebatan mereka. Dia berjalan mendekat dan memisahkan mereka. Dia kemudian, menarik Kwon Joo pergi. Kwon Joo kesal dan bertanya apa Jin Hyuk juga tidak mempercayainya? Dia kemudian mengemukakan analisisnya lagi.

"Aku tidak meragukan perkataanmu atau apa yang kau dengar. Tapi, kita tidak punya cukup bukti. Semua bukti dan situasi ini sudah menunjukkan kalau dia bunuh diri. Ketika kau tadi telepon, aku juga memeriksa bagian belakang gedung. Tapi tidak ada jejak yang di temukan," jelas Jin Hyuk.

"Di toilet itu... ada suara kertakan gigi saat dia membakan Hwang Kyung Il. Sauara kertakan yang sama yang kudengar saat istrimu dan ayahku meninggal."

"Kau yakin? Kau sunggu mendengar suara kertakan itu tadi?"

"Ya. Sebelum Go Dong Chul mati, orang yang Go Dong Chul temui terakhir kalinya bersuara seperti itu ketika dia berbicara. Dan pada 14 Januari,  sehari sebelum Go Dong Chul tewas, pelayan bar yang melayani Go Dong Chul berkata kalau Go Dong Chul bukan orang yang akan bunuh diri. Dia tidak mungkin bunuh diri karena dia akan menerima banyak uang."
Flashback

Go Dong Chul minum di sebuah bar hingga mabuk. Pelayan (penghibur) yang melayaninya meminta kartu kredit Dong Chul untuk membayar semua minuman yang dipesan Dong Chul. Dong Chul langsung marah dan melempar semua yang ada di mejanya. Wanita penghibur ketakutan dan berlari meminta tolong. Dong Chul menangkapnya dan berteriak dia akan segera mempunyai uang banyak. Pria penjaga datang dan hendak menangkapnya. Dong Chul mengancungkan botol kaca dan menagancam mereka kalau dia punya banyak uang dan akan menghabiskan uangnya nanti disini.

Dong Chul kemudian melepas wanita itu dan menghampiri seorang pria berpakaian kucel yang menatapnya. Dia tersenyum dan mengikuti pria terserbut.

"Dan setelah menerima telepon dari seseorang, dia menjadi senang dan keluar dari bar itu."

Pria kucel membayar tagihan Dong Chul kepada penjada. Dong Chul di jemput seorang pria berjas. Penjaga tidak bisa melihat jelas wajahnya karena cahaya silau matahari. Dong Chul menunduk hormat pada pria itu.  Pria berjas mengertakan giginya dan terdengar suara kertakan.

"Dari perkataan pelayan itu, ada orang yang bukan langganan disitu datang ke bar itu, jadi pelayan tidak bisa mengenali wajah orang itu."

Flashback END

"Go Dong Chul setelah itu datang meminta uang setelah dia terkena tuduhan palsu. Jadi dia menyuruh Go Dong Chul ke sebuah bar untuk memberikan karpet merah padanya. Esok harinya, orang itu membunuh Go Dong Chul dan menjatuhkan tubuhnya dari jembatan. Dia juga membakar Hwang Kyung Il hingga mati karena dia seorang saksi. Dan hari ini, aku semakin yakin bahwa ada orang dalam kepolisian . Kunci borgol di temukan dekan pintu toilet, dan juga bensin kebetulan habis saat itu. Semua ini terjadi di mobil tim Satuan Tindak Kejahatan Unit Satu. Kau tidak bisa menyangkal pernyataanku tadi," ujar Kwon Joo.
"Apa kau jangan-jangan mencurigai kepala Jang, Kwang Soo dan Choong Ki?" Tanya Jin Hyuk. Dia berusaha membela namun tiba tiba dia teringat bensin mobil yang bocor. Dan ketika di periksa ternyata ada tanda goresan. Dia ingat ketika Gyung Hak menawarinya rook di SMP Illak tadi, di tangannya juga ada tanda tergores.

Jin Hyuk mulai meragukan Gyung Hak. Dia menatap Gyung Hak tidak percaya. Kwon Jooberusahan menyakinkan Jin Hyuk kalau memang ada orang dalam. Kwon Joo mengajaknya untuk menyelidiki hal ini tanpa sepengatahuan orang dalam.
Jin Hyuk dan Kwon Joo berjalan-jalan mencoba mencari CCTV yang mungkin merekam orang mencurigakan. Jin Hyuk kemudian menelpon Dae Shik dan memerintahkan untuk mencari tahu tempat-tempat di sekitar pom bensin.

15 : 53 KST
Satu jam setelah kematian Hwang Kyung Il

Dae Shik sudah masuk kantor. Gyung Hak dan teamnya sudah kembali ke kantor. Dae Shik bertanya kenapa Jin Hyuk menyuruhnya mencari hal itu dan sepertinya Unit Satu yang akan menyelesaikan kasus itu. Jin Hyuk tidak mendengarkan dan menyuruhnya untuk cepat. Dae Shik sudah mencari tahu tapi tidak ada info penting kecuali gedung di seberang jalan. Jin Hyuk mengerti dan memberi tugas baru yaitu untuk mengawasi Gyung Hak. Dae Shik tambah stress.

Jin Hyuk bingung kenapa tidak ada jejak. Jin Hyuk bertanya apa Kwon Joo tahu sesuatu mengenai kalimat terakhir Kyung Il. Kwon Joo bilang dia hanya dengan huruf J karena Kyung Il kesulitan bernapas. Kwon Joo minta maaf tapi Jin Hyuk bilang tidak usah.
Mereka kembali di belakang toilet. Jin Hyuk melihat kaca bangunan dan terpikir kalau mungkin pelakunya terpantul di kaca dan mulai mencari mobil yang mengarah ke arah kaca. Ketemu!

Komisaris Bae memarahi Gyung Hak. Gyung Hak cuma bisa  minta maaf. Gyung Hak keluar dari ruangan dan mengamati sekeliling. Dia kemudia menelpon seseorang dan memberitahu kalau dia sudah mengatasinya dan meminta orang itu untuk memastikan bicara baik-baik dengan keluaraga Kyung Il. Dia juga bertanya untuk menepati janjinya soal video dan berhenti menghubunginya.
Sang Pil memuji kinerja 112 hari ini walaupun hasilnya tidak sesuai harapan mereka (Kyung Il tewas.) Dia juga memberitahu kalau saat ini pergantian shift dan mereka boleh pulang. Dia juga memuji kinerja Hyung Ho.
18 : 08 KST
3jam 15menit setelah kematian Hwang Kyung Il.

Di pinggir jalan, mereka melihat rekaman blackbox. Jin Hyuk dan Kwon Joo melihat dari pantulan kaca kalau memang ada pria yang kabur dari jendela toilet. Pria itu berjalan dengan cara yang aneh. Kwon Joo menduga kalau pria ini menderita calcaneus spur (pembentukan tulang kecil seperti taji di tumit kaki. Diakibatkan adanya benturan pada tumit.) Hal ini bisa di jadikan bukti yang cukup kalau Kyung Il tewas di bunuh. Kwon Joo hendak memperlihatkannya pada Komisars Bae tetapi Jin Hyuk mencegahnya karena bisa saja Gyung Hak berkomplot dengan mereka. Kita tidak bisa percaya pada siapapun.
Langkah selanjutnya, Jin Hyuk menyarankan untuk pergi ke bar Fantasia untuk mencari petunjuk terakhir Go Dong Chul. Mereka hendak menemui madam di sana, Jin Hyuk menelpon rekan polisi lainnya dan meminta informasi mengenai madam di Fantasia. Rekannya memberitahu kalau madam itu bernama Jang Gyu Ah.

"Dia dulu sangat terkenal di Akasaka. Dan banyak orang kaya membayar banyak unag untuk memulangkannya ke Sungwun. Butuh tiga tahun baginya mengubah Fantasia menjadi bar yang mewah dan elit. Kemampuan dia memang luar biasa. Tapi mereka menangani pelanggan mereka dengan sangat ketat. Mereka punya tim keamanan serta tiam kuasa hokum Ini bukan sekedar bar saja tapi ini perusahaan. Prostitusi-lah sumber utama pendapatan utama  mereka. Juga, mereka memiliki ruang khusus yang digunakan secara eksklusif untuk para VIP dan semua para broker berkuasa sering ke bar itu. Oh, ya. Ada rumor beredar kalau mereka tidak menangani pelanggan dengan baik, mereka akan mati. Madam Fantasia, Madam Jang berselingkuh dengan ketuan Sungwun Remicon dan mereka punya anak beberapa tahun lalu. Namun, ternyata anak itu bukan anak Ketua.Germo-nya saat dia di Alaska itulah ternyata ayah kandungnya. "
Dengan informasi dari temannya, Jin Hyuk dan Kwon Joo melangkah masuk ke Fantasia. Mereka sempat dihadang oleh para kemanan. Tapi, mereka tidak menyerah dan meminta di panggil CEO-nya. Madam Jang keluar dan membawa mereka ke lorong sepi. Jin Hyuk langsung berbicara dan bertanya mengenai Go Dong Chul yang datang 14 Januari dan siapa pria yang menjemput Dong Chul yang memiliki suara kertakan gigi ketika berbicara, tingginya di atas 170cm dan cara jalannya aneh. Madam Jang awalnya menolak bicara. Bahkan setelah di bujuk oleh Kwon Joo, dia tetap mengaku lupa.

Kwon Joo mengancamnya dengan menggunkan anak Madam Jang. Dia mengancam akan membeberkan kalau anaknya bukanlah anak kandung ketua. Madam Jang tidak takut dan balik mengancam Kwon Joo. Jin Hyuk maju dan menunjukkan foto mayat Dong Chul dan Kyung Il adalah hasil dari orang yang madan Jang lindungi identitasnya. Madam Jang sedikit gentar. Dia juga mengancam akan menjebloskan madam Jang ke panjara, membuka bisnis kotornya dan bahkan anaknya akan membenci untuk melihat ibunya sendiri, Dia tidak main-main.
Madam Jang membawa mereka ke sebuah ruangan dan menceritakan yang dia tahu. Dia ingat suatu hari ada segerombolah orang berbadan besar datang kemari. Itu adalah pria tua dan ada Gyung Hak juga di sana. Mereka tiba-tiba mengusir semua wanita penghibur. Madam Jang datang dan mengantar minuman. Sebelum pergi mendengar mengenai proyek Surim-dong dan perusahan GP yang di ucapkan pria itu sebelum pergi. Madam Jang mengatakan ketika dai melihat mata pria itu selurauh badannya seolah dihinggapi serangga.

Penyelidikan hari ini selesai. Jin Hyuk memberitahu dia akan menyuruh Dae Shik mencari informasi mengenai perusahan dengan code name GP.
Kwon Joo pulang dan menatap data kasus Eunhyung-dong yang dikumpulkannya.
"Aku semakin dekat dengan pelaku itu, langkah demi langkah, Ayah. Aku akan menangkap orang itu dan aku akan membuatnya di hokum. Tunggulah sampai saat itu."
Pria tua menelpon dan melaporkan proyek Surim-dong akan segera di lakukan dan hanya tingga satu rumah kecil di kota. Dia kemudian kaget ketika melihat polisi Golden Time datang ke Fantasia. Dia membuka ponselnya dan melihat profil Jin Hyuk dan Kwon Joo. Dia ingat ketika melihat merkea berdua meminta blackbox sebuah mobil. Dia terlihat berpikir.
Dae Shik menyerahkan data perusahaan GP yang berhasil di bereskannya. Dia bertanya ada yang tidak beres kan? Bagaimanapu dia ini seorang detektif. Dia kemudian bertanya apakah Jin Hyuk menyelidiki ulang kasus Eunhyung-dong? Jin Hyuk kemudian membawa Dae Shik ke sebuah ruangan kosong.

"Dengar baik-baik. Kami baru tahu kalau Go Dong Chul bertemu seseorang di Fantasia sebelum mennggal. Orang yang dia temui itulah yang membunuh Hwang Kyung Il. Sepertinya dia terlibat dalam kasus Eunhyun-dong."

"APA?? Tapi di dalam surat kesaksian Go Dong Chul tertulis kalau dia bunuh diri setelah mabuk di motel. Jadi, " ujar Dae Shik kemudian melihat data yang dikumpulkannya, "Maksudmu si pelaku sesungguhmya, ada hubungannya dengan orang-orang yang berada di perusahaan ini?"

Jin Hyuk mengangguk. Dae Shik bertanya lagi, kenapa Jin Hyuk menyuruhnya mengawasi kepala Jang? Apa dia juga ada hubungannya? Jin Hyuk menjawab dia juga belum tau pasti dan sedang menyelidikinya. Dae Shik kemudian memberi informasi yang di dengarnya dai Choong Ki kalau Kepala Jang Gyung Hak minum sendirian di sebuah bar dan dia mabuk-mabukan. Dae Shik bingung dengan semua ini.
 
Eun Soo resmi bergabung dalam team 112 mulai pada tanggal 25 Januari 2017. Dia memperkenalkan dirinya secara resmi. Meja kerjanya ada di sebelah meja Oh Hyung Ho. Kwon Joo menugaskan Sang Pil untuk menjelaskan pekerjaan dan mengajari Eun Soo.  Mereka mulai bekerja.

Kwon Joo mengucapkan terimakasih karena Eun Soo sudah mau bergabung. Kwon Joo berkata jika Eun Soo datang karena Eun Byul tetapi Eun Soo langsung memotong dan berkata bahwa dia memang benar berniat bekerja di karena insiden itu tetapi terus terang dia pikir bekerja di sini akan menambah wawasan dan pengalaman di CV-nya. Jadi, dia meminta Kwon Joo jangan merasa tertekan.
Eun Soo duduk di sebelah Hyung Ho. Hyung Ho langsung menyambutnya. 
"Apa kubilang? Aku sudah bilang beberapa hari yang lalu kalau kau pasti akan bekerja di sini," ujar Hyung Ho.

"Maaf, tapi aku tidak suka mengobrol waktu aku lagi bekerja. Aku juga tidak suka kalau orang bertindak sok ramah. Ayo bekerja," balas Eun Soo.

"Kita ini rekan tim. 'Seseorang yang tidak percaya siapapun tidak bisa dipercayai.'- Jerome Blattner. Lagipula... Kepala Center Kang sepertinya mulai bersedih sejak dia bertemu dengan komisaris," jelas Hyung Ho.
Eun Soo melihat ke arah Kwon Joo. Kwon Joo sedang berpikir dan teringat pertemuan sebelumnya dengan Komisaris Bae. Komisaris Bae mengancamnya jika dia membentuk team Golden Time untuk membuka kembali kasus Eunhyun-dong maka dia sendiri yang akan memecah belah team Golden Time.

"Kau itu polisi. Pelalaian tugas namanya jika kau tidak bisa membedakan tanggung jawabmu dari keserakahanmu. Kalau seperti itu, kau harusnya berhenti saja dan jadi seorang detektif mandiri. Apa kau sadar betapa kesalnya tim Satuan Tindak Kejahatan sekarang? Memang benar, konsep Golden Time Team kelihatannya bagus, tapi kau bisa saja membunuh orang lain ketika mencoba menyelamatkan seseorang. Shim Dae Shik saja sudah terluka parah," ujar Komisaris Bae.

Kwon Joo menghela nafas mengingatnya. Dia kemudian mencoret-coret kertas memonya dan berpikir seberapa jauh kasus ini terhubung dengan orang dalam.

Eun Soo mengangkat telpon. Namun, dari tadi yang berbunyi adalah telpon dari orang iseng. Eun Soo sampai kesal dan malas menjawabnya. Hyung Ho menenangkannya dan berkata bahwa memang telpon yang mereka terima sebagian berasal dari orang iseng.
Tiba-tiba, salah seorang petugas mendapat telpon yang melapon ada seorang pria mengancam nenek tua memakai pisau di sebuah rumah susun di Surim-dong. Orang yang melapor adalah Bang Mal Nyeon. Umur 53 tahun. Korbannya Park Bok Soon. Dia tinggal di unit 104 Rusun Chunsoo, Surim-dong. Kwon Joo memerintahkan laporan di sambungkan padanya.

Kwon Joo mengambil alih telpon dan bertanya mengenai laporannya. Seorang ahjumma yang menjawab membenarkan dan menyuruh mereka untuk cepat datang.

"Tolong tenang. Apa Park Bok Soon adalah nenek Anda?"

"Tidak, Tidak.  Nama nenekku Bang Hyang Ja. Nama nenek yang ada di sini Park Bok Soon. Namaku Park Mal Nyeon,"jelas pelapor.

Ahjumma itu sedang berada di sebuah ruangan. Dan dari luar ruangannya, seorang pria muda berpakaian olahraga biru sedang mengancungkan pisau pada seorang nenek dan berteriak akan membunuhnya. Ruangan itu berantakan dengan berbagai macam barang. Nenek tidak takut dan dengan tenang menjawab kalau pria itu bau alcohol. Pria itu semakin marah. Ahjumma mengintip dari sela pintu.

"Bagaimana ini? Sepertinya Nenek itu pikun. Jadi kondisi mentalnya sedang tidak baik. Bagaimana kalau Nenek itu mencoba merampas pisau itu dengan tangan kosongnya?" ujar Mal Nyeon, pelapor kepada Kwon Joo.

"Park Bok Soon menderita pikun?"

"Dia pemilik dari Rusun Chunsoo. Dia mengumpulkan semua sampah di lingkungan tempat tinggal ini dan menumpuknya di rumah."

Kwon Joo menanyakan posisi Mal Nyeon dan Mal Nyeon memberitahu kalau dia ada di ruangan sebelah ruangan mereka. Kwon Joo memerintahkan Hyung Ho memeriksa GPS dan melihat apa benar ada rusun Chun Soo. Hyung Ho memeriksa dan memang benar.

"Ada banyak keluhan kalau rusun ini berbau sampah. Aku sudah mencoba memberitahunya dan mencoba meneleponnya, tapi dia tidak pernah mengangkat telepon. Jadi aku datang menemuinya secara pribadi hari ini."
Flashback
12 : 15 KST
5menit sebelum insiden Surim-dong terjadi

Ahjumma Mal Nyeon datang ke kamar 104 milik nenek. Ruangan itu tampak kotor bahkan dari luar.  Ahjumma Mal Nyeon menekan bel tapi tidak ada jawaban. Dia mengetok-ngetok pintu dan ternyata pintu tidak terkunci. Ahjumma melangkah masuk dengan perlahan.

Ahjumma berteriak memanggil nenek dan melihat nenek sedang melempar-lempar sampah. Ahjumma menegurnya untuk membuang semua sampah tersebut. Dia kemudian mengambil sampah botol kosong dan nenek langsung menjambaknya. Dia menuduh kalau ahjumma Mal Nyeon mencoba mencuri barang-barangnya. Dia kemudian memukul ahjumma. Ahjumma ketakutan dan bersembunyi masuk dalam sebuah ruangan.

Tidak lama setelah dia masuk ke dalam ruangan, pria berbaju olahraga masuk dan berteriak marah pada nenek. Ahjumma segera menelpon 112.

Flashback END

 Pria berbaju olahraga menyebut namanya Yoon Pil Bae pada nenek. Dia kemudian menggores pergelangan tangannya sendiri di depan nenek. Ahjumma kaget melihatnya, dia segera melapor ke 112 kalau pria itu melukai tangannya sendiri.
Code Zero ditekan.
"Ini 112 Emergency Call Center. Di Jalan 50, Surim-dong, seorang pria memegang senjata mematikan berada di unit 104 Rusun Chunsoo. Pemilik rusun saat ini sedang bersama dengannya. Dan sepertinya sudah ada masalah antara pemilik dan penyewa rusun tersebut. Penyerang berada di bawah alcohol, dan korban adalah seorang wanita berusia 60tahun, Park Bok Soon. Dan dia menderita kepikunan. Divisi patrol harap menuju ke TKP," lapor Kwon Joo.

Jin Hyuk dan Dae Shik segera berangkat. Kwon Joo memberitahu ahjumma kalau polisi sudah berangkat dan akan segera sampai.

 Hyung Ho mendapat informasi mengenai pelaku. Namanya Yoon Pil Bae berusia 38tahun. Dia bekerja paruh waktu sebagai seorang tukang kurir pengiriman paket. Nama korban Park Bok Soon umur 60tahun. Suaminya meninggal tujuh tahun lalu. Dia tidak punya keluarga lainnya.

Di mobil, Dae Shik mengomentari kalau ternyata sudah ada banyak masalah antara si pemilik dan penyewa rusun. Dia menyebut penyewa tersebut pasti sudah gila karena tega mengayunkan pisau ke seorang nenek sebatang kara. Jin Hyuk mendengar dalam diam. Dia melihat orang - orang yang berbaris berdemo di sepanjang jalan. Dia bertanya pada Dae Shik apa kah ada banyak pembangunan di daerah ini? Kenapa banyak sekali tenda dan warung? Dae Shik juga tidak tahu.

Polisi daerah sekitar rusun menelpon dan memberitahu biar mereka saja yang mengatasi masalah disana. Jin Hyuk menyuruh untuk mereka karena sudah merupakan tugas mereka untuk menangani insiden Code Zero.

Kwon Joo meminta ahjumma untuk mengarahkan ponselnya ke arah pintu. Kwon Joo mendengar suara dari arah pintu dengan seksama. Pria itu meminta uang pada nenek dan dia akan segera pergi dari sana. Nenek dengan tenang berkata dia tidak punya uang dan sudah menghabiskan semua uangnya. Kwon Joo terlihat terkejut mendengar suara nenek tanpa sedikitpun ketakutan dan kecemasan.
Dae Shik dan Jin Hyuk tiba di TKP.

12 : 25 KST
5menit setelah insiden terjadi

Dengan polisi setempat, Jin Hyuk dan Dae Shik masuk ke dalam gedung. Sebelumnya, dia memerintahkan polisi untuk mengumpulkan bukti. Para tetangga berkumpul di dekat rusun. Jin Hyuk dan Dae Shik masuk dengan membuka terali besi jendela. Polisi datang dengan membawa kantong plastic sampah. Jin Hyuk membuka dan menyerakkan sampahnya. Ada sebuah botol yang berisi cairan merah. Jin Hyuk sempat curiga melihatnya tapi tidak berpikir lebih jauh karena Dae Shik memberitahu kalau terali sudah terbuka. Jin Hyuk masuk ke dalam dan menyuruh ahjumma Mal Nyeon untuk keluar duluan. Awalnya, dia menolak karena khawatir pada nenek tapi Jin Hyuk mengatakan dia bisa di tahan karena mengganggu penyelidikan. Ahjumma menurut dan keluar dibantu Jin Hyuk dan polisi.
Pil Bae berteriak bertanya dimana uangnya dan mulai mengacak-acak sampah di rumah itu. Nenek menjaganya. Jin Hyuk mencium bau busuk.

"Detektif Moo. Ada yang aneh. Aku merasakan kecemasan dan ketakutan dari suara penyerang. Jika dia bermaksud ingin mengancam untuk menuntut sesuatu seharusnya suara dia terdengar lebih agresif. Sepertinya ada yang tak beres," analisis Kwon Joo.

 Nenek menarik baju Pil Bae agar dia tidak masuk ke kamarnya. Pil Bae mendorong nenek hingga jatuh. Nenek mulai melempari Pil Bae dengan sampah dan menyuruhnya keluar. Pil Bae melempar nenek hingga jatuh di atas Kasur. Dia mulai mengeluarkan pisaunya lagi.

Jin Hyuk segera memukul Pil Bae dari belakang. Pil Bae menyerang Jin Hyuk dengan pisau tetapi Jin Hyuk bisa menahannya dan menangkapnya.
"Yoon Pil Bae. Kau ditahan karena menerobos masuk tanpa izin dan pemerasan. Kau berhak meminta bantuan pada pengacara. Apa pun yang kaunyatakan bisa digunakan  untuk menentangmu di pengadilan."

12 : 30 KST
Pelaku insiden Surim-dong ditangkap dalam rentang Golden Time
Jin Hyuk hendak memborgol tangan Pil Bae tapi menemukan ada darah di tangan Pil Bae yang tidak terluka. Jin Hyuk teringat dengan botol berisi cairan merah yang dilihatnya diluar tadi. Dae Shik datang dan membantu Jin Hyuk. Dae Shik menelpon ambulans karena melihat ada darah di tangan Jin Hyuk. Jin Hyuk memberitahu kalau itu bukan darah sungguhan dan Pil Bae hanya pura-pura saja.

Pil Bae di seret keluar.

"Tolong dengarkan aku dulu!" mohon Pil Bae. "Astaga. Apa menurutmu aku juga mau berbuat seperti ini? Karena Nenek itu,  aku dipecat dari pekerjaanku. Aku tak tahu harus bagaimana. Aku tahu pemilik rusun berhak atas semuanya tapi sewa-ku masih tinggal 1,5 tahun lagi sampai kontraknya berakhir. Tapi dia mengusirku. Hanya ini rusun murah yang kutahu. Aku bilang aku tidak bisa pindah, sejak saat itu dia selalu memarahiku. Dia pikun? Itu semua bohong! Apa aku akan berbuat seperti ini kalau aku tidak begitu putus asa? Akulah orang yang seharusnya dikasihani. Aku! Nenek itu punya banyak uang dan dia bisa hidup selama sisa hidupnya tapi dia mengusir orang miskin sepertiku. Dia itu pemilik rusun yang jahat," jelas Pil Bae sambil menangis histeris.

Jin Hyuk, Dae Shik dan polisi mendengarkan dengan prihatin. Nenek melangkah keluar dari kamar. Jin Hyuk berusaha menenangkannya dan menyuruhnya agar mereka ke kantor polisi dan bisa bicara di sana.  Pil Bae memberontak. Nenek duduk membelakangi mereka dan melirik dengan tatapan mengerikan. 

Pil Bae berkata kalau dia mabuk tadi dan menangis minta jangan di bawa. Polisi kemudian memberitahu nenek untuk ikut juga karena mereka butuh keterangannya. Nenek menoleh kaget dan menolak ikut. Jin Hyuk berusaha membujuknya tapi begitu dia membungkuk dekat nenek, dia mencium bau busuk lagi.
Pil Bae menolak ikut dan lari ke arah kamar. Dia membongkar barang di kamar dan melihat dari sela lemari ada mayat yang menatapnya. Pil Bae berteriak ketakutan dan histeris. Dae Shik masuk dan bingung melihatnya.

"Disitu, disitu... ada mata disitu. Ada mata!" teriak Pil Bae histeris.
Dae Shik mengira kalau Pil Bae hanya mengarang.  Jin Hyuk masuk dan melihatnya. Pil Bae tetap mengatakan kalau dia melihat ada orang di lemari. Jin Hyuk coba mengechecknya.

Dia mengintip ke dalam lemari dan kemudian membukanya. Sebuah mayat dibungkus plastikjatuh ke arah depan dari lemari.

Mereka melihat mayat di plastic dan melihat wajah nenek yang sedang di apit polisi. Mirip.
"Apa ini?" Tanya Jin Hyuk tidak percaya. Di markas 112, Kwon Joo juga bertanya ada apa.

12:45 KST
Sebuah mayat ditemukan di dalam rumah susun di Surim-dong



4 komentar

Tolong Tinggalkan Komentar, Kritik, ataupun Saran untuk Perubahan yang Lebih Baik!!! ^^

Click to comment