Thursday, March 23, 2017

Sinopsis U-Prince Series : The Absolute Economist Episode 03

0 comments
Content and Images by GMM TV


U-Report
Pascal berada di kantin dan melihat dua botol minuman di tangannya. Salah satu botol tertempel memo : Untuk Ahjumma Piglet. Ini akan membantumu untuk merasa segar dan memperbaiki mood. Dari : Keponakan tersayangmu.

Sylvia dan Chollie melaporkan kalau berita sekarang ini sedang mencari tahu siapa gadis dengan helm tersebut. Dan Caldy telah menemukan identitas gadis itu. Namanya adalah Chompoo…Chompink.

“Sebenarnya, nama aslinya adalah Chompoo. Dia hanya menggantinya menjadi Chompink ketika berada disini,”jelas Chollie.

“Dia sebenarnya sesama mahasiswi disini, dari fakultas kami. Aku dengar dia mendapat peran utama untuk drama tahun ini. Banyak orang yang berkata kalau tahun ini pemeran utamanya tidak harus cantik,” beritahu Sylvia.

“Karena semua yang cantik ada di U-Report,” timpal Chollie.

Mereka asyik bercanda dan kemudian menghampiri Pascal yang berada disana. Mereka mewawancarai Pascal mengenai gossip kalau Chompik muncul di antara dia dengan Teddy dan mereka ingin mengetahui perasaan Pascal.

“Saya memilih untuk tidak bicara mengenai issue ini. Dapatkah kalian menunggu hingga press conference?” jawab Pascal dan pamit pergi.

Chollie dan Sylvia berkata kepada pemirsa kalau mereka akan membahas issue ini hingga tuntas.

U-Prince
“Apa yang kamu lakukan?” tanya P’Teddy.

“Kamu tidak lihat mereka sedang menggambar?” jawab Chompink tidak menyadari itu pertanyaan dari P’Teddy yang berada dibelakangnya.  

Anak-anak menjelaskan kalau wanita cantik (Chompink) sedang mengajari mereka menggambar dan bahkan memotret mereka.

“Menggambar?” tanya P’Teddy.


“Ya,” jawab Chompink dan berbalik. Dia terkejut melihat P’Teddy di belakangnya.

Chompink sampai bingung harus bicara apa. P’Teddy membawanya menjauh dari anak-anak. Chompink berteriak ada UFO dan hendak lari tetapi P’Teddy tidak tertipu.

“Trick apa lagi yang kamu gunakan kali ini?” tanya P’Teddy. Chompink menjelaskan kalau dia tidak memainkan trick apa-apa. Kalau begitu ini apa, tanya P’Teddy.


Chompink membalikkan mukanya dan bicara sendiri. Dia ternyata terkagum-kagum melihat wajah P’Teddy dan bahkan matanya sangat mempesona. P’Teddy mendengarkannya dari belakang. Chompink berbalik dan P’Teddy bertanya jawabannya.




Chompink terdiam dan kemudian mencium pipi P’Teddy sebanyak dua kali. P’Teddy kaget dan Chompink melarikan diri lagi. P’Teddy memegang pipinya yang dicium oleh Chompink.


Keesokan harinya,
Di kantin IUCA, Somyot berkata kalau kemaren dia hampir saja terkena serangan jantung. Somsak membenarkan, dia bahkan memberitahu kalau dia kabur demi keselamatannya. Piglet memarahi Chompink karena dia sudah bilang jangan lakukan hal itu, kan?


Chompink menyuruh mereka berhenti menyalahkannya. Dia bahkan marah karena mereka semua meninggalkannya kemaren. Somyot membela diri kalau mereka juga menyelamatkan diri dan juga mereka sudah bilang kalau itu bukan rencana bagus. Somyot masih hendak memarahi Chompink ketika tiba-tiba melihat P’Teddy di belakang Chompink. Somyot langsung pura-pura menangis.

“Ada apa? Seekor semut mengigit pantatmu atau apa?” tanya Chompink bingung melihat Somyot tiba-tba menangis.

“Aku sakit perut. Ini sakit yang tidak pernah aku alami sebelumnya selama hidupku. Aku pikir toilet sudah memanggilku. Aku harus pergi sekarang,” alasan Somyot dan segera pergi.

“Oiiii, aku merasa sangat harus sekarang. Aku benci orange soda. Aku takut green soda. Dan aku alergi terhadap red soda. Aku butuh air. Ya, aku butuh itu. Aku akan pergi membelinya sekarang dan akan kembali nanti,” ujar Somsak dan segera kabur.


Piglet merasa aneh dan melihat kesamping. Dia melihat P’Teddy dan langsung kaget. “Ahhh… aku baru ingat sesuatu. Aku punya paper yang harus dikerjakan segera. Aku harus pergi sekarang. Kamu tunggu disini,” alasan Piglet dan segera pergi.

Chompink merasa heran dan berteriak ke Piglet kalau dia akan ikut dengan Piglet mengerjakan tugas itu. Chompink hendak berdiri tetapi P’Teddy menahan pundak Chompink dan mendudukannya. Chompink meliha kebelakang dan terdiam.

P’Teddy duduk disampingnya. Chompink langsung panik dan memberi alasan kalau dia baru ingat meninggalkan bajunya di mesin cuci dan harus pulang untuk menjemurnya. P’Teddy menahannya dan menyuruhnya jangan mencari alasan untuk menghindarinya.

Dia menunjukkan sesuatu dan menyuruh Chompink untuk tandatangan. Chompink bingung tanda tangan untuk apa. P’Teddy menjawab contract pekerja.

“Di kontrak ini, itu terbaca kamu harus bekerja untukku. Segala sesuatu yang aku pinta. Kamu akan dibayar 300baht perhari. Itu berarti kamu harus bekerja untukku hingga kamu bisa membayar 40.000baht yang kamu hutangi,” jelas P’Teddy.

Chompink menolak karena merasa itu tidak adil.

“Tidak mau. Okay. Kemudian aku ingin kamu menjelaskan hal ini ke rektor kampus,” ancam P’Teddy.

“Maksudku, aku tidak sabar ingin menandatangani contract ini,” jawab Chompink dan mengambil kontrak tersebut, “Aku hanya menunggu untuk mendapat pena untuk tandatangan. Kita tidak perlu untuk ke rektor. Aku hanya harus tanda tdangan disini,” ujar Chompink dan menandatanganinya. Chompink bahkan menawar untuk mendapat 350baht tetapi P’Teddy menolak.

P’Teddy menyuruh Chompink untuk mulai bekerja hari ini. Chompink mengeluh karena hanya mendapat 300baht tapi tidak bisa membantah. P’Teddy kemudian badannnya pegal-pegal dan Chompink segera memberikan pijatan padanya.

Diluar gedung, Piglet kebingungan mencari Somsak dan Somyot. Pascal melihatnya dan menghampiri Piglet. Dia bertanya Piglet mau kemana? Piglet menjelaskan kalau dia sedang mencari Somsak dan Somyot.

Pascal meminta waktu bicara. Dia meminta izin untuk mendapatkan Piglet. Piglet tentu saja bingung dan mengira kalau Pascal sedang bercanda. Pascal berkata kalau dia serius. Piglet yang bingung dengan sikap Pascal yang aneh, memilih untuk pergi. Pascal memandang kepergian Piglet sambil tersenyum.


Thanwa menghampiri Pascal dan bertanya mengenai perkataan Pascal yang bilang akan mendapatkan Piglet. Pascal membenarkan. Thanwa menyuruh Pascal untuk memikirkannya lagi tetapi Pascal menjawab kalau dia sudah memikirkannya dan serius dengan perasaannya.

“Baik. Berarti ini kompetensi kita,” tantang Thanwa. Pascal menyetujuinya dan tidak takut. Mereka saling bersalamn dan berpisah.


P’Teddy sedang melakukan projectnya “Pass the Fruit Forward.” Chompink datang dan bertanya apa yang P’Teddy inginkan untuk dia lakukan. P’Teddy memanggil Pascal dan menyuruh Pascal untuk mengantar Chompink berganti pakaian. Chompink sedikit bingung dan tetap mengikutinya.

Ternyata, Chompink diminta memakai baju maskot untuk menarik perhatian. P’Teddy bahkan menyuruh Chompink untuk menari. Dia memandang Chompink sambil tersenyum.

Pascal mendekat ke P’Teddy dan bertanya apakah dia menyukai Chompink? P’Teddy menyangkalnya. Tetapi, Pascal tidak percaya dan menggodanya yang sangat menyukai Chompink.


P’Teddy mengantar Chompink sampai ke depan kelasnya. Chompink menyuruh P’Teddy untuk tidak mengantarnya dan segera pergi karena dia tidak merasa nyaman dilihat orang-orang. Tetapi P’Teddy malah menggodanya dan tidak mau pergi.chompink membujuknya untuk pergi dengan malu-malu.

“Okay,” setuju P’Teddy untuk pergi. “Tapi jangan lupa bahwa kita punya janji sesuai dengan kontrak yang kamu tandatangani.” P’Teddy pun pergi.

Chompink merasa kesal tetapi tetap saja dia tidak bisa menyembunyikan perasaan senangnya,


Tongta muncul dibelakang Chompink dan menarik tangan Chompink. Dia membawa Chompink ke koridor yang sepi.

“Ada apa, P’Tongta?” tanya Chompink.

“Jangan sok polos. Bagaimana bisa Teddy ke sini bersamamu?”

“Ya, dia datang kesini karena keinginannya sendiri. Aku menghentikannya tetapi dia tidak mendengarkanku.”

“Kamu mau bilang kalau Teddy jatuh ke dalam pesonamu?” tanya Tongta marah.

Chompink menyangkal hal itu. Tongta kemudian mendorong Chompink ke dinding dan menahannya, “Aku dapat melihat kalau kamu mencoba mendapatkannya. Ini tidak mungkin untuk Teddy mengikutimu seperti ini.” Chompink berusaha melepaskan cengkraman Tongta tetapi Tongta menekan lebih keras Chompink ke dinding.

P’Teddy muncul dari ujung koridor dan memanggilnya. Tongta segera melepaskan cengkeramannya P’Teddy bertanya apa yang dilakukan Tongta? Tongta berkata tidak ada dan segera pergi.

P’Teddy bertanya keadaan Chompink dan Chompink menjawab dia baik-baik saja. Chompink kemudian meminta izin untuk pergi.

Di kelas,
Mereka sedang mengadakan meeting dengan Tonta. Tongta membuat pengumuman kalau dia sudah memeriksa pekerjaan mereka dan memberitahu kalau ada 3team yang bekerja tidak sesuai standardnya. Itu adalah team Somsak, Somyot, dan Piglet. Dia menyuruh mereka untuk mengulang semuanya dan serahkan padanya besok.

Somsak protes dan bertanya apa kesalahan dalam pekerjaan mereka. Dia meminta Tongta memberitahunya agar mereka bisa memperbaikinya. Tongta menjawab semuanya.

Somyot protes kalau mereka mengikuti apa yang diajarkan Tongta. Tongta tidak peduli dan menyuruh mereka untuk mengulangnya. Mereka mulai cekcok tetapi Piglet menengahinya. Dia berkata mereka akan merevisi pekerjaan mereka dan menyerahkannya besok pada Tongta. Mereka langsung pergi meninggalkan rapat.


Di kantin,
Somsak dan Somyot masih kesal karena Tongta. Mereka menduga kalau Tongta sengaja mencari-cari kesalahan mereka. Piglet mencoba berpikir positif kalau mungkin memang benar pekerjaan mereka tidak sesuai standard. Chompink menyetujuinya.

Somsak dan Somyot tetap saja kesal. Mereka juga menasehati Chompink hati-hati karena Tongta cemburu Chompink dekat dengan P’Teddy.

P’Teddy muncul dibelakang mereka bersama Pascal. Somsak dan Somyot langsung senang dan merasa kalau hati mereka pasti terhubung karena selalu bertemu. Mereka mulai menggandeng tangan P’Teddy dan Pascal.

P’Teddy memberitahu kalau dia kesini untuk menjemput Chompink. Dan Pascal memberitahu kalau dia kesini untuk menjemput Piglet. Somsak dan Somyot langsung kecewa dan melepaskan mereka.


Pascal membawa Piglet keluar gedung. Piglet meminta dilepaskan dan bertanya maksud Pascal membawanya. Pascal mengingatkan kalau dia sudah pernah bilang kalau dia akan mendapatkan Piglet. Piglet protes dan berkata kalau Pascal harus mendapat izinnya dulu untuk melakukannya.

“Aku tidak tahu kalau kita butuh izin ketika hendak mendapatkan seseorang.”

“Ya. Kamu harus mendapat izin dulu. Seorang pria muda sepertimu harus belajar untuk sopan santun.”

“Baik. Bolehkah aku mendapat izin untuk mendapatkanmu?” tanya Pascal. Piglet cuma diam, tidak tahu harus menjawab apa. “Kamu tidak menjawab. Bukankah ibu berarti ya?” Piglet tersenyum.

“Kamu harus menebaknya sendiri,” jawab Piglet dan beranjak pergi. Pascal mengejarnya, “Kalau begitu, aku akan mulai mendapatkanmu sekarang.” Piglet tersenyum senang dan segera pergi.

P’Teddy membawa Chompink ke dapur rumahnya. Chompink bingung karena dibawa ke dapur. P’Teddy menjawab, tentu saja untuk memaksa. Chompink kaget karena disuruh memasak dan bertanya apa P’Teddy tidak punya pembantu?

“Aku punya. Tetapi aku memberitahu pembantuku untuk tidak menyiapkan makanan untukku lagi. Karena aku sudah punya pembantu baru yang akan memaksa untukku mulai sekarang.”

“Pembantu baru…” ujar Chompink menyadari dirinya yang disebut pembantu baru tersebut. Chompink menolak untuk memaksa tetapi P’Teddy mengingatkan akan kontraknya.

Chompink terpaksa menyetujui dan mulai memaksa. P’Teddy melihat dari samping dan asyik mengganggu Chompink. Chompink menyuruhnya untuk keluar atau membantunya. P’Teddy memilih mencuci sayuran tetapi hal itu malah membuat bajunya jadi basah.


Chompink menghampirinya dan menyuruh P’Teddy untuk memakai apron. P’Teddy setuju tetapi meminta Chompink yang memakaikannya karena tangannya basah. Tentu saja, Chompink langsung setuju. (It’s cliche but romantic).


Makanan sudah siap dan Teddy mencoba makanan buatan Chompink. Dia mencobanya sambil menatap Chompink tetapi dia malah kaget karena rasanya sangat manis. Chompink malah ke-geer-an dan menjawab kalau dia memang sangat manis, karena itu makanannya juga sangat manis.

P’Teddy menggodanya dan berkata kalau begitu boleh dia mencobanya? Chompink memberikan izin dan membiarkan pipinya dicium P’Teddy.

Tongta tiba-tiba masuk dan merusak suasana. Ciuman mereka jadi batal. Dia masuk kedalam dan mulai memarahi Chompink karena membiarkan pria untuk menciumnya.

P’Teddy dengan dingin bertanya untuk apa Tongta kesini? Tongta tanpa tahu malu menjawab kalau biasanya dia datang kesini jika ingin bertemu dengan Teddy.

“Itu masa lalu. Dan sekarang sudah tidak sama lagi.”

“Kenapa kita tidak kembali seperti dulu?”

P’Teddy menjelaskan kalau dia sudah tidak bisa kembali seperti dulu lagi. Tongta tetap meminta kesempatan. Tetapi keputusan Teddy sudah bulat.

P’Teddy kemudian mengajak Chompink pergi dan meninggalkan Tongta sendiri.


P’Teddy mengantar Chompink pulang. Chompink mengucapkan terimakasih dengan malu-malu. P’Teddy bertanya apa Chompink tidak ingin mengundangnya masuk untuk minum atau sesuatu sebagai tanda terimakasih. Chompink cuma terdiam malu. P’Teddy kemudian mulai berakting kalau perutnya sakit karena belum makan.

“Silahkan masuk ke kamarku,” jawab Chompink senang, “karena aku percaya padamu.”

P’Teddy kemudian mengikuti Chompink masuk dengan riang.

Mereka duduk berdua di ruang tamu dan merasa canggung. Chompink kemudian menawari minuman untuk P’Teddy tetapi kemudian dia mendengar suara Piglet dan yang lain.

Chompink panik dan membawa P’Teddy untuk bersembunyi didalam kamarnya. Dia menyuruh P’Teddy untuk diam dan jangan berisik.

Chompink keluar dan menyambut mereka dengan heboh. Somsak meminta izin untuk mandi dulu sebelum mengerjakan tugas. Chompink melarangnya untuk mandi dan berkata kalau kamarnya sangat kotor jadi tidak bisa digunakan. Somyot mengingatkan kalau mereka sudah berjanji sebelumya akan mengerjakan tugas dikamar Chompink.

Chompink menyarankan agar menggunakan kamar Piglet saja. Piglet tentu merasa heran dan setau dia Chompink sudah membersihkan kamarnya tadi pagi. Somsak dan Somyot jadi curiga apalagi mereka menemukan sebuah sepatu.


P’Teddy melihat-lihat kamar Chompink. Dia tersenyum melihat bonekanya dipakaikan baju seragam dan di cermin tertempel memo : P’Teddy kiss first.

Somsak dan Somyot memaksa hendak masuk ke kamar Chompink. Chompink secara tegas melarangnya. Dia memberitahu kalau ini kamarnya dan dia punya hak untuk melarang mereka masuk. Kalau mereka ingin mandi, gunakan kamar mandi Piglet. Mereka menurut walau tetap saja curiga.

Melihat mereka semua sudah masuk kekamar Piglet, Chompink membawa P’Teddy keluar dengan hati-hati.


Keesokkan harinya,
P’Teddy sedang mengajar Pascal. Thanwa, Piglet, Somsak dan Somyot menghampiri mereka.

Mereka hendak membicarakan hutang Chompink dan meminta izin agar diizinkan membantu. P’Teddy senang mendengarnya karena dia memang sedang menanti mereka.

“Ketika teman dalam kesusahan, kita harus bekerja sama untuk membantunya tidak peduli itu besar dan kecil. Sangat sulit mencari teman yang baik sekarang ini,” puji P’Teddy. Mereka semua senang mendengarnya dan pamit pergi.

Pascal langsung bergerak cepat dan mengajak Piglet pulang bersama.

Dirumah, Piglet memasakkan Pascal mie instan karena Pascal memintanya. Pascal menyuapkan Piglet dan menggodanya. Dia bahkan mempunyai panggilan untuk Piglet yaitu ‘ahjumma’.

Pascal juga memberikan Piglet sebuah buku diary dan meminta Piglet memberinya point di buku tersebut jika dia berbuat baik. Dan jika dia mendapat 100 point di akhir bulan, maukah Piglet menjadi pacarnya? Piglet menyetujuinya dan mengambil buku itu.


Dirumah P’Teddy,
Chompink mulai memaksa lagi untuk P’Teddy dan P’Teddy terus menggodanya.  


Keesokkan harinya,
Pascal menghampiri P’Teddy dengan heboh. P’Teddy sedang sibuk mengerjakan tugas tetapi Pascal memaksanya untuk melihat selebaran yang dibawanya. Selebaran itu berisi fotonya dengan Chompink dengan caption : Chompink… wanita yang mencoba mencuri Teddy dari Pascal.

P’Teddy bertanya pada Pascal siapa yang melakukan hal ini. Tetapi Pascal juga tidak tahu tapi dia yakin kalau P’Chompink akan dalam masalah sekarang. P’Teddy jadi khawatir.

Tongta sudah menunggu Chompink datang. Dia tersenyum menatap Chompink dan menyindirnya yang sekarang menjadi terkenal. Chompink jadi bingung.


“Aku pikir kamu harus berhati-hati mulai sekarang,” ujar Tongta dan melempar setumpuk selebaran di tangannya. Dia kemudian berjalan pergi. Chompink melihat selebaran itu dan merasa kaget. Dia mulai mengumpulkan selebaran yang dibuang Tongta.


Chompink berjalan sambil memikirkan selebaran tersebut. Tapi, dia dicegat oleh para Caldy yang menyuruhnya jangan mengacau di hubungan orang lain. Mereka mulai menghujatnya. Chompink berusaha menjelaskan kalau mereka salah paham.

Para Caldy tidak membiarkan dan menahan Chompink agar tidak bisa kabur. Salah seorang Caldy hendak menampar Chompink.


P’Teddy muncul dan menolong Chompink. Dia memarahi para Caldy tersebut dan Caldy membela diri kalau Chompink yang bersalah karena hendak mencuri Teddy dari Pascal dan mereka hanya ingin memberi pelajaran.

P’Teddy tetap tidak menyukai cara mereka dan memarahinya. Mereka minat maaf/ P’Teddy menyuruh mereka jangan mengulanginya lagi dan untuk rumor itu mereka harus mencari tahu terlebih dahulu kebenarannya. Dia menyuruh mereka untuk datang ke Fakultas Ekonomi siang ini jika mau tahu yang sebenarnya.


Caldy mengerti dan pergi. Chompink berterimakasih pada P’Teddy dan P’Teddy balas meminta maaf karena ini semua terjadi karenanya. Chompink bertanya apa yang hendak dilakukan P’Teddy di Fakultas Ekonomi siang ini?

Chollie dan Sylvia membawa acara U-Report langsung hari ini di Fakultas Ekonomis demi menemukan kebenaran gossip. Mereka akan bertemu dengan Teddy, Pascal dan Chompink.


U-Report memulai wawancara. P’Teddy menjelaskan mengenai gosip kalau Chompink hendak mencurinya dari Pascal. Teddy merangkul Pascal dan memberitahu kalau hubungan mereka masih sangat baik dan Pascal membenarkan. Tongta menyaksikan dari jauh.




Sylvia kemudian meminta bukti dengan meminta Teddy mencium pipi Pascal. Teddy terpaksa menurutinya. Tongta melihat dengan cemburu dan marah dari sudut ruangan. Sedangkan Chompink cuma bisa diam melihatnya.

Malam hari,
Chompink duduk diruang tamu dengan boneka Teddy. Dia memarahi boneka Teddy karena bermain-main dengan perasaanya. Dia bertanya sebenarnya dia punya perasaan padanya atau tidak? Boneka tentu tidak bisa menjawabnya. Chompink marah dan menyuruh boneka Teddy untuk tidur diluar malam ini karena tidak menjawab.

Ponsel Chompink berbunyi. Dari P’Teddy yang mengingatkan Chompink melewatkan kerjaannya malam ini dan menyuruhnya untuk bekerja keras besok. Have a sweet dream, N’Chompink. Mood Chompink langsung jadi baik lagi.

Chompink berbicara kepada boneka Teddy, karena dia sudah mencoba berbaikan jadi dia akan memaafkannya kali ini. Dan dia akan membiarkan boneka Teddy tidur bersama dengannya malam ini lagi.


Keesokkan harinya,
Chompink sedang latihan akting dengan lawan mainnya. Tongta mengawasi.  

Salah satu adegan terdapat scene ciuman. Pemeran utama pria tidak langsung mencium Chompink. Tongta langsung bangkit dan memarahinya. Dia menyuruh pemeran utama pria agar segera mencium Chompink.

“Aku pikir kami dapat berciuman secara nyata saat pentas,” ujar pemeran utama pria. Tongta menolaknya. Dia menyuruh pria itu mencium secara nyata bahkan saat latihan. Pria itu hendak menolak tetapi Tongta mengingatkan kalau dia adalah directornya. Dia bahkan mengancam akan mengeluarkan pria itu jika menolak.


Akting di ulang lagi. Pria itu meminta maaf terlebih dahulu pada Chompink karena akan menciumnya. Chompink tidak mempermasalahkannnya karean ini semua hanya akting.

Mereka mulai hendak berciuman tetapi masih ragu. Tongta memaksa mereka berciuman dan mendorong tubuh Chompink agar condong kedepan.  


P’Teddy datang dan menghentikannya. Dia menyuruh Tongta untuk tidak memaksa sampai seperti itu. Tongta beralasan kalau dia melakukannya agar mereka terbiasa nanti dipanggung.

“Ini bukan masih penampilan yang sebenarnya. Kenapa harus benar-benar berciuman? Aku ingat tahun lalu ketika kamu tampil, kamu menampilkan ciuman nyata hanya ketika gladiresik dan penampilan yang sebenarnya.”

Tongta malah ke-geer-an dan berkata kalau Teddy masih mengingat masa lalunya dan itu berarti Teddy masih belum bisa melupakannya.

“Bukan seperti itu. Aku hanya memilih apa yang ingi kuingat dan tidak,” jelas Teddy.

Tongta tetap berpikir kalau Teddy kesini pasti untuk mengingat kenangan mereka berdua. P’Teddy menyangkalnya. Dia memberitahu alasannya kesini adalah untuk membawa Chompink makan bersamamnya. Chompink tentu saja senang. P’Teddy juga mengajak peran utama pria makan bersama dan meminta izin istirahat pada Tongta.

Tongta kesal tetapi tetap memberi izin.

Chompink berkata kalau dia akan tukar baju dulu karena baju ini tidak imut. P’Teddy meminta Chompink untuk mengganti dengan pakaian yang imut. Tongta sangat kesal.




Chompink ternyata juga bekerja part time. Ketika dia sedang bekerja, dia melihat Aurora (Foxy Pilot), temannya, dan seorang artis Francois (Foxy Pilot). Dia bahkan meminta foto bareng, Aurora mengizinkannya dan mulai berpose tetapi Chompink ternyata ingin berfoto dengan Francois.


P’Teddy datang dan melihatnya. Dia cemburu. P’Teddy memanggil nama Chompink dan Chompink terkejut. Dia segera menarik tangan Chompink dan bertanya kalau Chompink bilang ingin bekerja part time tapi malah berfoto.

“Dia adalah Francois Leman dan itu Aurora,” perkenalkan Chompink. “Apa kamu cemburu?” tanya Chompink.


P’Teddy gugup dan langsung menyangkalnya. Chompink menarik P’Teddy menemui mereka dan memnita Aurora memberitahu P’Teddy kalau Francois adalah pacar Aurora. Aurora sedikit ragu tetapi Francois langsung memeluknya dan berkata mereka pacaran. P’Teddy mengerti dan tidak cemburu lagi.


Chompink membawa P’Teddy bicara berdua.

“Chompink. Aku mau makan malam bersama dirumahmu setiap hari,” ujar P’Teddy.

“Kita tidak makan di tempatmu lagi?”

”Tempatku terlalu jauh. Hal lainnya adalah itu sudah terlalu malam ketika kita pulang kuliah. Aku khawatir denganmu.”

“Aku mengerti. Karena kamu khawatir denganku.”


P’Teddy dan Chompink mulai menghabiskan waktu bersama dengan mesra selama liburan.


Suatu hari, P’Teddy menggoda Chompink. Chompink menduga P’Teddy menyukainya. Tetapi P’Teddy menyangkal dan bertanya siapa yang dia sukai. Dia bahkan menyebut Chompink, gadis yang suka berkhayal. Chompink menggoda Teddy dengan menyebutnya tsundere Teddy.



Dikantin IUCA,
Chompink menunggu teman-temannya. Teman-temannya datang dan memberikan uang yang mereka kumpulkan selama kerja part-time untuk membantu Chompink membayar hutang.

Chompink bingung karena P’Teddy tidak mengizinkannya dibantu orang lain. Somyot menjawab kalau mereka sudah mendapat izinnya untuk menolong Chompink.

Chompink terharu dan mengucapkan terimaakasih pada semuanya.


Sore hari,
Chompink meminta bertemu dengan P’Teddy. Dia membayar hutangnya dan menjelaskan uang itu juga hasil dari teman-temannya. P’Teddy senang karena Chompink mulai berubah tapi dia tetap sedih karena tidak akan ada lagi yang memasak untuknya dan dia akan semakin jarang bertemu dengan deluded girl, Chompink.

“Hanya pasangan yang melakukan itu satu sama lain,” ujar Chompink.

“Jadi, kita harus berkencan untuk dapat melakukan semua itu?”

“Benar.”

“Hmmm… N’Chompink… maukah kamu…”

“Maukah kamu bersamaku?” potong Chompink.

Aku tidak berjanji bahwa aku akan mencintaimu selamanya.
Tetapi, aku akan mencintaimu dengan seluruh hatiku.


Another Story,
Piglet sedang membujuk Pascal agar berhenti untuk marah. Pascal berbalik dan bertanya apa yang akan dilakukan Piglet jika orang yang kamu pedulikan melupakan kencan penting kalian?

“Aku berharap dia akan mengingatnya. Tetapi dia tidak mengetahuinya sama sekali,” ujar Pascal kecewa.

Piglet merasa bersalah dan beranjak pergi. Pascal malah jadi kahwatir karena Piglet cepat sekali menyerah membujuknya. Dia jadi takut Piglet marah.


Piglet muncul lagi dengan dua ice cream walls dan lilin di atasnya. Dia menyanyikan lagu selamat ulang tahun. Pascal senang dan meniup lili ulang tahun.

Dia memotret Piglet dan ice creamnya.

Mereka mulai menikmati ice cream tersebut dan Pascal secara sengaja mengotori hidungnya dan meminta Piglet membersihkannya. Dia mulai menggoda Piglet lagi.

Dia mengupdate Facebooknya dengan caption : Kamu marah. Kue ulang tahun ini sangat spesial dan satu-satunya. Love U.

No comments:

Post a Comment