Type something and hit enter

By On



Sun Jae bertanya apa yang dilakukan oleh Kwang Ho dan Ketua disini? Kwang Ho terkejut tetapi sesaat kemudian dia tertawa dan menjawab kalau dia pernah bekerja di Divisi Patroli Sujeong sebelumnya. Dia bahkan berbicara akrab pada petugas di sana seakan-akan mereka berteman. Para petugas sampai bingung melihatnya.

Kwang Ho memaksa Sun Jae untuk keluar dan tidak mengganggu para petugas disana. Sun Jae menolak tetapi Kwang Ho memaksanya.


Diluar, Sun Jae meminta Ketua dan Kwang Ho memberitahu yang sebenarnya. Ketua ragu dan mulai hendak menceritakan yang sebenarnya. Akan tetapi, Kwang Ho memotong perkataan Ketua kalau yang sebenanya ada orang yang mencuri identitas, mobil dan dompet nya juga. Tetapi, orang itu menghilang dan dia tidak bisa menemukannya. Dia mendapat kabar kalau orang itu sering datang ke sini dan mengaku sebagai temannya. Sun Jae ragu dan bertanya kebenarannya pada Ketua? Ketua dengan terpaksa membenarkan.

“Mereka bahkan tidak tahu Park Kwang Ho sudah mati,” pikir Sun Jae. “Atau mereka pura-pura tidak tahu? Tapi, kenapa Ketua Tim membantunya?”


Kwang Ho kemudian bertanya apa tujuan Sun Jae kesini? Sun Jae menjawab kalau dia juga mendengarnya. Kwang Ho dan Ketua bingung dengan maksud perkataan Sun Jae. Sun Jae juga tidak menjelaskan lebih lanjut dan bertanya apa mereka sudah menemukan orangnya? Ketua dan Kwang Ho dengan ragu menjawab belum. Sun Jae berkata dia akan membantu Kwang Ho mencari orang tersebut dan jangan merepotkan Ketua. Awalnya mereka berdua menolak, tetapi Sun Jae menyakinkan mereka dan bahkan mengambil catatan panggilan yang ada di tangan Kwang Ho dan pergi.

 

Setelah Sun Jae pergi, Sung Shik mulai memarahi Kwang Ho karena tidak mendengar perkataannya agar menunggu di mobil saja. Kwang Ho kesal karena di teriaki Sung Shik tapi mau bagaimana lagi.

Dimobil,
Sun Jae masih bergelut dengan pikirannya. Kenapa mereka mencari Kwang Ho 88 jika mereka mencuri identitasnya, apa yang mereka cari, dan apa yang mereka sembunyikan?

Sun Jae ternyata pergi menemui Jae Yi. Dia sudah menceritakan mengenai Kwang Ho yang mencuri identitas, tetapi dia tidak memberitahu Jae Yi jika orang yang diceritakannya adalah Kwang Ho. Jae Yi menganalisis kalau tidak mungkin mencari orang yang dia curi identitasnya jika memang benar dia yang membunuh.

“Sidik jarinya bahkan tidak terdaftar,” beritahu Sun Jae.  “Tidak ada juga riwayat perihal dirinya.”

“Alasan itu tidak cukup untuk meragukan dia. Kim Mi Soon mencuri identitas akibat uang dan rasa iri (pelaku di kasus episode 06). Jika pria yang Letnan Kim ceritakan tidak memiliki riwayat, tidak ada untungnya meski dia mencuri identitas. Dia bukan kriminal maupun residivis.”

“Lalu kenapa dia mencuri identitas? Apa yang coba dia sembunyikan? Apa yang coba --”

“Kutanya langsung. Kau merasa pria itu membunuh? Aku tidak mengenal dia, jangan tanya padaku. Tanya dirimu sendiri, apakah dia sosok yang sanggup membunuh orang lain? Jika Letnan Kim yakin dia sanggup membunuh, tidg  ak mungkin datang padaku dan langsung menahan orang itu. Apa aku salah?”

Sun Jae tidak bisa membantah dan menjawabnya.

Keesokan Harinya,
Kwang Ho keluar dari rumah. Dia teringat perkataan Sun Jae yang bilang akan membantunya mencari orang yang mencuri identitasnya. Kwang Ho jadi frustasi mengingatnya. Dia sampai berpikir untuk izin saja tidak masuk hari ini. Dia juga menyesal karena tidak mendengar perkataan Sung Shik.

Tapi, ternyata Sun Jae datang menjemputnya. Kwang Ho bertanya heran darimana Sun Jae tahu alamat rumahnya?

“Banyak yang ku ketahui… kecuali kau,” jawab Sun Jae.

 
Kwang Ho bertanya apa maksud perkataan Sun Jae. Dia kemudian apa Sun Jae ada bertemu seseorang di jalan? (maksudnya, Jae Yi). Sun Jae bingung. Kwang Ho yang menyadari kalau Sun Jae tidak bertemu Jae Yi segera menegaskan kalau dia tinggal sendiri.

Sun Jae kemudian menunjukkan sebuah nomor di catatan panggilan dan berkata kalau mereka hari ini akan menemui pemilik nomor telpon tersebut. Kwang Ho menghentikannya dan menegaskan kalau dia bisa mencarinya sendiri. Sun Jae tidak mendengarkannya dan tetap mengajaknya pergi bersama.



Di Universitas Hwayang,
Jae Yi membagikan tugas para mahasiswa/i yang sudah dinilainya (tugas yang diberikannya di episode 06). Salah seorang mahasiswi kemudian mengangkat tangannya dan memberitahu kalau dia belum menerima punyanya (ini mahasiswi yang dulu di suruh Jae Yi untuk mencoba mengikat tangan temannya dengan lakban). Jae Yi menatapnya dan menyalakan proyektor. Dia memberitahu kalau mahasiswi tersebut mendapat nilai A.

 
Dia memberitahu alasan mahasiswi itu mendapat nilai A.Semua mahasiswa/i saat itu memilih alat pembunuh berupa palu, potasium sianida, stocking, pisau dan tali tetapi tidak ada satupun yang memilih obat tidur. Dan Jae Yi memberi mahasiswi itu nilai A karena dia fokus pada alasan pembunuh menjadikan stocking sebagai alat. Jae Yi bertanya pada mahasiswi tersebut kenapa memilih stocking?


“Um, itu…” wanita itu terlihat ragu menceritakannya. “awalnya saya berfikir, mungkin sidik jari tidak akan tertinggal di stocking. Dan tidak sekejam alat lainnya. Tapi kenyataan berbeda jauh. Saya coba lilitkan di leher saya,” cerita mahasiswi tersebut. Dan para siswa/i yang lain langsung berguman kalau dia menyeramkan dan mengerikan. “Seperti dugaan, sidik jari memang tidak tertinggal. Tapi tidak mudah mencekik dengan stocking akibat kelenturannya. Artinya, tujuan pelaku pembunuhan menggunakan stocking bukanlah pembunuhan itu sendiri.”

“Lalu apa tujuannya?” tanya Jae Yi.

“Kepuasan. Sulit membunuh seseorang menggunakan stocking secara cepat. Artinya, dia menikmati proses pembunuhan berkali-kali itu. Itulah yang saya sadari. Dia menikmatinya. Dia mungkin lebih keji daripada pembunuh berpisau atau tali.”

“Dan pembunuh itu benar ada di Korea,” timpal Jae Yi. Dan masih belum ditemukan.
Dimobil,
Kwang Ho memandang Sun Jae. Dia kemudian berbohong kalau perutnya sakit dan mau ke toilet. Sun Jae berkata kalau mereka sudah mau sampai. Kwang Ho panik berpikir kalau mereka sampai bertemu orang itu, Sun Jae bisa tahu sebenarnya. Kwang Ho kemudian mengajak Sun Jae untuk sarapan dulu. Sun Jae menyuruhnya untuk tidak banyak alasan jika tidak ada yang disembunyikan.




Ketua melihat jam dan panik karena Sun Jae dan Kwang Ho belum datang juga. Tae Hee dan Min Ha yang disuruh menghubungi mereka menjadi kesal karena sudah mencoba menghubungi beberapa kali dan tidak ada yang mengangkat.

Sun Jae dan Kwang Ho sudah sampai di tempat tujuan. Mereka menemui seorang pria. Dan pria itu ternyata tidak mengenal Park Kwang Ho. Sun Jae memberitahu pria itu kalau Park Kwang Ho yang sebenarnya ada di sebelahnya. Dan yang menemuinya adalah pelaku yang mencuri identitas. Pria itu tetap tidak mengenal siapa yang dibilang Sun Jae. Sun Jae menjelaskan kalau nomor pria itu ada dalam catatan panggilan pelaku. Dia memberitahu kalau telepon itu dilakukan pukul 11.08 pagi, 4 Desember. Pria itu melihat catatan jadwalnya dan mengingat hari itu. Saat itu dia sedang rapat bertemu klien dan saat dia keluar, ada sebuah mobil yang menghalangi mobilnya. Pria itu melihat nomor telepon yang tertera di kaca mobil dan menghubungi nomor tersebut. Kwang Ho bertanya dimana tempat kejadiannya?



Sun Jae dan Kwang Ho menuju ke sebuah tempat ‘King Karaoke - Wang Noraebang’. Mereka masuk ke dalam tempat itu. Tetapi, di dalam kosong. Cuma ada memo yang memberitahu kalau pemilik sedang pergi dan mencantumkan nomor teleponnya. Tidak ada jawaban. Kwang Ho berusaha membujuk Sun Jae untuk pergi. Tetapi, Sun Jae mengabaikannya dan berkata dia akan memeriksa ke lantai bawah.


Ponsel Sun Jae yang tertinggal di meja berbunyi. Ada telpon dari Ayahnya. Kwang Ho melihatnya dan memutuskan untuk mengangkatnya. Dia memperkenalkan diri sebagai partner Kim Sun Jae dan Sun Jae sedang pergi memeriksa sesuatu. Ayah mengerti. Kwang Ho kemudian merasa kalau suara ayah Sun Jae terasa familiar. Ayah Sun Jae tertawa, dia menitipkan pesan agar memberitahu kalau dia menelpon dan memintanya untuk menjaga Sun Jae.

Tepat saat itu, Sun Jae kembali dan menegur Kwang Ho karena mengangkat telponnya. Kwang Ho membela diri kalau dia mengangkatnya karena itu berbunyi.

Tepat saat itu, pemilik karaoke kembali.

Mereka berada disuatu ruangan dan meulai bertanya. Kwang Ho bertanya kenapa Park Kwang Ho 88 mencari dia?

“Maksudmu, Park Kwang Ho palsu!” koreksi Sun Jae.

“Aku tidak tahu dia dengar dari mana, tapi dia menanyakan soal insiden lama.  Dia tanya apakah aku mengenal wanita yang meninggal di terowongan 30tahun lalu?”


“Apa? Dia…dia sungguh menanyakannya?” tanya Kwang Ho terkejut. Sun Jae melihat reaksinya tersebut.

“Ya.”

“Apa? Bagaimana dia bisa tahu? Kenapa dia menanyakannya padamu?”

“Itu juga yang kupikirkan. Aku tidak tahu darimana dia dengan insiden itu. Tapi dia mulai bicara tentang hal-hal yang lama kulupakan.”

“Tapi kenapa dia menanyakan itu pada Ahjussi?”

“Karena wanita meninggal di terowongan itu… adalah Noona-ku.”

 
Kwang Ho benar-benar terkejut. Sun Jae bertanya ada apa. Kwang Ho bergumam : “Jin Seon Mi?” Dia teringat penemuan mayat tersebut dulu di terowongan.

“Ya. Jin Seon Mi nama Noona-ku,” ujar pemilik. “Kau juga masih muda. Bagaimana tahu insiden itu?”



Sun Jae yang penasaran meminta pemilik untuk menjelaskan detail perihal insiden itu.

“Tidak banyak yang bisa diceritakan. 30tahun lalu, para wanita di kota mulai terbunuh. Noona-ku salah satu korban. Pelakunya tidak pernah tertangkap. Polisi itu datang dan bertanya apa aku mencurigai seseorang. Dia tanya aku tahu sesuatu tentang pelaku tidak. Tapi kalau aku tahu, dulu pasti dia sudah tertangkap.”

“Apa ada kasus serupa dulu?” tanya Sun Jae.

“Dulu, orang-orang berusaha tidak membicarakan kasus tersebut. Polisi itu bilang dia tidak bisa menemukan catatan apapun tentang kasus itu.”

Kwang Ho penasaran dan bertanya apa lagi yang ditanyakan Kwang Ho 88 itu.

“Dia membicarakan seorang pria. Dia bilang sedang mencari pria itu.”

Kwang Ho bertanya siapa pria yang dibicarakan? Pemilik tidak tahu, karena Kwang Ho berkata akan segera kembali tapi dia tidak pernah muncul lagi.




“Jadi, semua ini berhubungan,” gumam Kwang Ho. “Ini alasan aku langsung berjumpa dengannya sesampai disini. Dia pasti menemukan sesuatu.”

Sun Jae mendengar gumamamnya dan bertanya apa maksud Kwang Ho. Tetapi Kwang Ho mengabaikannya dan beranjak pergi meninggalkan Sun Jae.




Jae Yi sedang melihat foto Jung Ho Young dari kumpulan berkas kasus yang diberikan Sun Jae. (lihat episode 06). Dia juga melihat foto para korban. Jae Yi melihatnya dan menemukan kalau para korban mirip. Semuanya menggunakan rok.


Jae Yi teringat sesuatu dan mengambil alat perekam suara di laci mejanya. Dia memutarnya alat perekam itu. Ada rekaman wawancaranya dengan Lee Sun Ok dulu (untuk tahu siapa Lee Sun Ok : baca episode 02).

Flashback
“Dulu, aku punya teman. Kerja di sebuah kafe bersamaku. Namanya Hwang Choon Hee. Dia bekerja keras mengumpulkan uang. Tapi dia mati,” ujar Sun Ok. Mata Jae Yi membesar karena terkejut. “Bukan aku yang bunuh,” lanjut Sun Ok. “Dia menetap di Hwayang, sedangkan aku pergi ke Seoul. Saat itu, kami tidak punya ponsel. Jadi saat ingin menelepon Choon Hee, aku harus menunggu sampai bosnya pulang dulu. Kami diam-diam memanfaatkan telepon kafe dan berbincang jarak jauh (SLJJ) cukup lama. Kemudian suatu hari, dia bilang ada pria yang berkata dia cantik memakai rok. Sebelumnya, dia selalu memakai celana. Kau tahu kemana arahnya, kan?”

Jae Yi hanya diam dan mengedipkan matanya.

“Beberapa hari setelah itu,  dia ditemukan mati dengan stocking melingkari lehernya. Aneh, ‘kan?

FLashback END



Jae Yi selesai memeriksa rekaman. Dia melihat catatan riwayat hidup Ho Young dan menemukan kalau Ho Young tinggal di Hwayang. Jae Yi berpikir jika cerita Sun Ok benar, maka…. Jae Yi segera menelpon seseorang dan memberitahu kalau dia hendak memeriksa sebuah kasus.





Sun Jae mengemudikan mobilnya pulang sendiri. Dia masih memikirkan reaksi Kwang Ho ketika mendengar perkataan pemilik karaoke dan langsung pergi. Sun Jae berpikir mengenai perkataan pemilik kalau kasus itu terjadi 30tahun lalu. Dia mencoba menghubungkannya dengan kasus ibunya 30tahun lalu dan perkataan Ho Young dulu saat diinterogasi olehnya mengenai kasus yang tidak diketahui dan tidak mempunyai catatan. Sun Jae bertanya-tanya ada apa sebenarnya? Dan mengapa Kwang Ho bisa tahu kasus 30tahun lalu.


Kwang Ho ternyata kembali ke kantor polisi Hwayang. Dia mencari Ketua Sung Shik tetapi tidak ada orang. Seorang petugas patroli datang dan mencari Ketua juga. Kwang Ho bertanya ada apa? Petugas itu memberitahu kalau dia hendak memberitahu kalau dia sudah menemukan mobil yang dulu di suruh cari oleh Ketua, mobil Park Kwang Ho. Kwang Ho bertanya dimana tempatnya.


Sun Jae juga kembali ke kantor polisi. Namun, di gerbang, dia melihat Kwang Ho yang berlari keluar dan naik taksi. Dia memutuskan untuk mengikutinya.


Kwang Ho tiba di tempat dimana mobil itu ada. Dia turunke bawah jurang dan memeriksa mobil. Kwang Ho bertanya-tanya dimana Kwang Ho 88? Sun Jae memperhatikan dari atas. Kwang Ho mulai ragu kalau Kwang Ho 88 sudah meninggal tetapi dia mencoba menyakinkan dirinya kalau Kwang Ho 88 masih dan harus hidup.


Sun Jae menghampirinya. Kwang Ho terkejut melihatnya.  Sun Jae menatapnya dan bertanya siapa yang dia cari? Sun Jae mengeluarkan dompet Kwang Ho 88 yang ditemukannya dan menunjukkanya pada Kwang Ho.

“Seseorang mencuri identitasmu? Omong kosong!! Kau yang mencuri identitas Park Kwang Ho!” marah Sun Jae. “Siapa kau? Tidak peduli sekeras apapun aku mencoba, identitasmu tidak terungkap. Aku bahkan coba membandingkan sidik jarimu, tapi kau tidak terdaftar. Ini tidak masuk akal. Siapa kau? Kenapa kau berani mencuri identitas seorang polisi? Kau membunuh Park Kwang Ho? Begitu?” cecar Sun Jae.

Kwang Ho terkejut mendengar Kwang Ho 88 sudah mati. Sun Jae memandangnya dan menuduh Kwang Ho pura-pura tidak tahu. Kwang Ho tidak menjawab dan terus bertanya memastikan apa benar Kwang Ho 88 sudah mati? Sun Jee terus mendesak Kwang Ho untuk jujur, apakah dia membunuhnya?

Kwang Ho terus bergumam kalau Kwang Ho 88 tidak boleh mati. Dia harus kembali ke Yeon Sook-nya. Sun Jae tidak peduli lagi. Dia memborgol tangan Kwang Ho dengan tuduhan pembunuhan Kopral Park Kwang Ho.

Kwang Ho meminta Sun Jae untuk mendengarkannya dulu.

“Kau tanya siapa aku, kan? Kau… bagaimana kalau kubilang aku dari masa lalu?”

Sun Jae tidak percaya. Kwang Ho menatapnya dan berkata kalau dia sudah menduga kalau Sun Jae tidak akan percaya. Karena itu dia memilih diam.  Sun Jae berteriak agar Kwang Ho memberi bukti akurat padanya!! Kwang Ho berusaha menjelaskan kalau dia tahu, dan juga kenapa dia harus berbohong tidak masuk akan saat dia sudah ditangkap? Kwang Ho berteriak kalau dia juga hampir gila!! Tapi itu kebenarannya, dia berasal dari masa lalu! Sun Jae tidak peduli.



Jae Yi sedang bertemu dengan Rektor Hong. Rektor Hon memberitahu kalau dia sudah berbicara dengan Deputi Polisi Yoon tetapi dia tidak pernah membaca nama Hwang Choon Hee dalam lapaoran kasus apapun. Dan kalau dia tidak tahu, orang lain juga tidak akan tahu. Jae Yi berkata kalau Lee Sun Ok bukanlah tipe pembohong dan juga dia tidak akan berbohong tentang hal yang tidak ada hubungannya dengan dia.

Rektor Hong kemudian bertanya apa hubungan Jung Ho Young dengan kasus ini?



“Menurut catatan resmi, Jung Ho Young melakukan pembunuhan pertama 10tahun lalu. Tapi ada korban serupa dengan kasus Jung Ho Young, Lee Sun Ok yang mengofirmasinya. Hwang Choon Hee, yang dikatakan telah terbunuh, tinggal di Hwayang. Dan Jung Ho Young juga tinggal di sana kala itu. Bagaimana jika… pembunuhan pertama Jung Ho Young… sebenarnya 30tahun yang lalu? Itu mungkin saja,” jelas Jae Yi.



Ayah Sun Jae pulang kerumah. Dia memanggil istrinya tetapi tidak ada jawaban. Dia masuk ke dalam ruaangan dan menemukan istrinya terkapar tidak sadarkan diri.



Dimobil,
Kwang Ho terus bersikeras kalau dia bukan pembunuh Park Kwang Ho. Sun Jae tidak percaya dan meminta Kwang Ho memberitahu identitas aslinya. Kwang Ho terus ngotot kalau dia adalah Park Kwang Ho masa lalu. Dia menceritakan semuanya dan Sun Jae tidak percaya. Dia juga memberitahu kalau jabatan sebenarnya bukan Kopral tapi Sersan Mayor. Dan meja yang digunakan Sun Jae sekarang adalah meja yang digunakannya dulu. Dia kemudian menyuruh Sun Jae untuk memverifikasi ucapanya dengan Sung Shik, Ketua Tim. Dia dulunya adalah anggotanya dan dia adalah atasannya.


Jae Yi pulang. Dia menghubungi Sun Jae tetapi tidak di angkat.




Rumah Sakit Universitas Hwayang,
Ibu tiri Sun Jae, Lee Nan Young,  sudah mendapat perawatan. Suster menghadap Ayah Sun Jae dan memberitahu  kalau mereka tidak bisa memastikan kondisi istrinya hingga Dokter memeriksanya besok pagi. Dia meminta Ayah Sun Jae untuk tidak membangunkan istrinya yang sedang beristirahat.




Jae Yi mengemudikan mobilnya pulang. Dia melewati restoran cina ‘Forbidden City’. Dia teringat saat Kwang Ho membawakannya pangsit yang dibeli disana.

Ayah Sun Jae mencoba menghubungi Sun Jae tapi tidak masuk.

 



Di kantor polisi Hwayang,
Ketua pulang dan bertanya pada anggota yang ada disana apa Kwang Ho belum kembali?  Dia kemudian melihat seorang petugas yang baru keluar dari sebuah ruangan. Dia menghampirinya dan menanyakan mengenai mobil yang dia suruh cari. Petugas itu memberitahu kalau dia sudah memberitahkannya kemaren dan juga hari ini pada Kopral Park. Ketua kaget dan bertanya dimana? Di rute 45, jawab Petugas. Ketua segera menegurnya karena tidak segera memberitahunya.


Saat itu, Sun Jae datang dengan membawa Kwang Ho yang terbogol. Semua yang ada diruangan segera heran melihatnya. Sun Jae bahkan mendorong tubuh Ketua dengan kasar saat dia berusaha membebaskan Kwang Ho. Semua yang ada disana segera marah melihat tingkah Sun Jae yang kasar. Ketua segera turun tangan dan meminta semua yang ada disana keluar.


Ketua kaget. Sun Jae memberitahu kalau Kwang Ho asli mati. Dia juga memberitahu kalau dia sudah tahu semuanya, dan menyuruh Ketua untuk tidak membantu Kwang Ho palsu lagi. Dia akan menangkap Kwang Ho atas tuduhan pembunuhan.

Ketua menghentikannya. Dia bertanya memastikan kalau Kwang Ho yang ini membunuh Kwang Ho 1988? Sun Jae membenarkan. Ketua segera membantah dan memberitahu kalau Sun Jae juga sudah salah karena kemaren kan Sun Jae juga melihatnya. Sun Jae tidak mengerti kenapa dia masih membela Kwang Ho palsu.


Ketua sudah kesal dan pusing. Dia mengeluarkan sebuah foto tua dan menunjukkan foto kantor polisi 30tahun lalu. Dan disana ada foto Park Kwang Ho. Sun Jae mengambil dan melihatnya. Dia terkejut tapi juga masih tidak percaya. Ketua menegaskan kalau Kwang Ho dulu adalah atasan dan sunbae-nya dulu. Dia juga menyuruh Sun Jae memeriksa sidik jari Kwang Ho dan pasti tidak akan menemukan apapun.



Sun Jae menatap tidak percaya. Ketua menegaskan kalau Kwang Ho ini adalah Kwang Ho yang sama 30tahun lalu, sunbae-nya.


Jae Yi pergi makan pangsit di restoran Forbidden City. Dia teringat saat, ibunya menyuapkan dia pangsit.

Sun Jae masih belum bisa menerima kenyataan kalau Kwang Ho berasal dari masa lalu. Ketua bertanya apa benar Park Kwang Ho 1988 sudah mati? Kwang Ho memberitahu kalau mobilnya sudah ditemukan tetapi dia tidak melihat tubunhnya. Kwang Ho juga berkata kalau Sun Jae pasti tahu tetapi tidak memberitahukannya pada mereka. Kwang Ho berteriak meminta Sung Shik agar menegaskan kepada Sun Jae kalau dia tidak membunuh.



Ketua bertanya pada Sun Jae apa yang terjadi? Apa penyebab meninggalnya Kwang Ho 88 dan siapa lagi yang tahu soal ini? Sun Jae emosi dan menyuruh mereka untuk tidak bicara.

Ayah Sun Jae datang ke kantor polisi. Dia masuk dan hendak menemui Sun Jae. Sun Jae bertanya untuk apa ayahnya kemari? Ayahnya hendak memberitahu kalau ibu tiri Sun Jae masuk ke rumah sakit tetapi matanya terpaku pada Kwang Ho.



Ayah Sun Jae mengenali Kwang Ho. Wajahnya nampak heran dan penuh tanda tanya. Kwang Ho dan Ketua juga menatapnya. Mereka menyapa ayah Sun Jae.


Ayah Sun Jae terus memperhatikan Kwang Ho tidak percaya. Kwang Ho juga memperhatikannya dan bertanya apa mereka pernah bertemu sebelumnya? Anda terlihat familiar.
“Benarkah… Detektif Park?” tanya Ayah Sun Jae yakin. Kwang Ho dan Ketua kaget karena ayah Sun Jae mengenali Kwang Ho. Sun Jae juga memandang heran pada mereka.

“Kau sungguh Detektif Park? Kau mirip dengan dia. Apa yang terjadi ini? Aku suami Seo Yi Soo. Aku Kim Hwan,” ujar Ayah Sun Jae masih bingung.



“Apa? Anda… suami Seo Yi Soo?” ujar Kwang Ho kaget. Begitu pula dengan Ketua. Sun Jae juga kaget melihat reaksi Kwang Ho mendengar nama ibunya.
Mereka saling bertatapan. Mata Kwang Ho membesar karena terkejut. Dia teringat saat dia memberitahu suami Yi Soo kalau istrinya meninggal, ketika melihat suami Yi Soo menangis histeris di samping mayat istrinya, saat suami Yi Soo menebarkan abu istirnya dan juga saat suami Yi Soo terus-terusan datang ke kantor menanyakan perkembangan kasus isterinya.


“Tapi kenapa Abeonim---- sebentar,” ujar Kwang Ho terputus. Dia teringat dengan anak Yi Soo yang selalu dibawa oleh suami Yi Soo dulu. Anak itu bernama Sun Jae. “Sun Jae?” sadar Kwang Ho. Dia menatap Sun Jae.

“Dia putera Yi Soo? Sun Jae yang itu?”


2 komentar

Tolong Tinggalkan Komentar, Kritik, ataupun Saran untuk Perubahan yang Lebih Baik!!! ^^

Click to comment