Sinopsis C - Drama : The Fox’s Summer Episode 23 - 1 (Episode 02/1 - Season 2)



Images by : QQLive
“Aku akan mulai menyukaimu,” nyatakan Cheng Ze.

Yan Shu benar-benar terkejut mendengar pernyataan Cheng Ze. Dan belum sempat dia berpikir lebih jauh, Jin Yun tiba-tiba muncul. Cheng Ze tentu heran melihat Jin Yun yang keluar dari gedung apartemen. Jin Yun menghampiri Yan Shu dan memberitahu kalau dia turun karena bosan bersama Da Wei di atas, dia juga bertanya apa yang Yan Shu dan Cheng Ze bicarakan.
Cheng Ze hendak memberitahu Jin Yun tetapi Yan Shu segera memotong. Jin Yun tentu semakin penasaran dan bertanya serius pada Cheng Ze.
“Aku akan mulai mengejar Yan Shu,” jawab Cheng Ze tegas.

Jin Yun malah tidak percaya dan mengira kalau Cheng Ze bercanda. Tetapi, Cheng Ze menegaskan kalau dia jujur. Jin Yun terkejut mendengar keseriusan Cheng Ze. Dia tidak terima dan meninju wajah Cheng Ze. Yan Shu segera menengahi dan memarahi Jin Yun.
“Yan Shu. Kamu memihaknya?” tanya Jin Yun terluka karena Yan Shu terlihat lebih memihak Cheng Ze. Yan Shu meminta Jin Yun untuk tenang terlebih dahulu. “Aku tidak bisa tenang,” jawab Jin Yun tegas. “Aku sangat menghormatinya dari dulu. Kamu bukan hanya temanku. Kau keluargaku!” marah Jin Yun pada Cheng Ze. “Kenapa kau memperlakukanku seperti ini?!!”
“Jangan marah!” teriak Yan Shu pada Jin Yun.
“Aku marah? Dia jelas-jelas mencuri kekasihku. Bukankah dia bertanya pendapamu? Yan Shu, beritahu dia. Katakan kalau kau tidak menyukainya!” teriak Jin Yun pada Yan Shu. Tetapi, Yan Shu hanya diam dan tidak berkata apa-apa. “Yan Shu, katakan! Yan Shu, apakah kamu…,” Jin Yun mulai menerka melihat reaksi Yan Shu.
“Jin Yun, dengarkan penjelasanku,” pinta Cheng Ze.

Tetapi, Jin Yun tidak mau mendengarkan penjelasan Cheng Ze dan mulai meninjunya lagi. Yan Shu yang berusaha menghentikannya, di dorong dengan kasar ke samping oleh Jin Yun. Cheng Ze tidak bisa lagi hanya menerima pukula Jin Yun dan dia balas memukulnya. Yan Shu berteriak menyuruh mereka berantem tetapi tidak ada yang mendengarkannya. Yan Shu jadi kesal dan tidak peduli lagi dengan mereka.
Yan Shu masuk ke dalam gedung apartemen. Dia memberitahu 2orang satpam yang ada di dalam kalau ada 2orang pria yang sedang bertengkar di depan. Satpam segera berlari keluar.
Satpam menegur mereka karena bertengkar di depan apartemen. Tetapi, mereka kemudian menyadari kalau salah satu pria itu adalah Gu Cheng Ze, penghuni salah satu apartemen. Mereka tidak jadi melerai.

Jin Yun sendiri bangkit dan berjalan pergi dengan lunglai dari sana. Cheng Ze memandanginya dan menangis karena harus bertengkar untuk pertama kalinya dengan Jin Yun demi seorang wanita.
Yan Shu menunggu dengan cemas dirumah Da Wei. Dan Da Wei malah sibuk bermain piano. Dia memainkan musik klasik karya Mozart yang nadanya sangat menegangkan. Yan Shu jadi kesal karena lagu itu membuatnya semakin cemas dan meminta Da Wei untuk berhenti bermain. Da Wei mengerti dan dia memilih masuk ke kamar dan membaca buku.
Terdengar langkah kaki di koridor. Yan Shu segera berlari keluar dan benar itu adalah Cheng Ze. Dia menghampiri Cheng Ze dengan kaku dan mengomentari luka Cheng Ze serta menawarkan bantuan untuk mengobatinya. Cheng Ze hanya menjawab kalau itu luka kecil dan dia bisa mengobati sendiri.

Yan Shu berjalan gontai kembali ke apartemen Da Wei. Saat dia hendak menutup pintu, Cheng Ze menyuruh Yan Shu untuk mengobati lukanya. Senyum Yan Shu langsung merekah dan dia meminta Cheng Ze menunggu sebentar.
Jin Yun berjalan dengan lunglai. Dia mulai mengingat saat pertama kali bertermu dengan Yan Shu dan bagaimana dia tertarik dengan Yan Shu. Saat-saat dia mendekati Yan Shu dan akhirnya mereka berpacaran. Saat-saat dia bertemu kembali dengan Yan Shu, dan saat itu dirinya di penuhi kemarahan hingga menampar Yan Shu. Saat dia akhirnya menyadari kesalahannya dalam menilai Yan Shu dan memutuskan untuk mengejar Yan Shu kembali. Dan saat Yan Shu menolaknya berkali-kali. Terakhir, saat tadi Yan Shu lebih memilih membela Cheng Ze daripada dirinya. Semua kenangan itu melukai hati Jin Yun.
Hari sudah malam,
Jun Yao dipanggil Ketua ke rumahnya. Ketua sangat ramah pada Jun Yao karena Jun Yao yang sudah melaporkan segala hal mengenai Yan Shu padanya. Kali ini, dia meminta Jun Yao untuk membantunya mencari Jin Yun. Jun Yao tentu heran karena jika Ketua saja tidak bisa menemukan Jin Yun, bagaimana dia bisa? Ketua memberitahu kalau dia sudah menutup semua kartu kredit Jin Yun sehingga Jin Yun tidak punya uang lagi, dan pasti Jin Yun akan mencari bantuan ke teman-temannya. Jun Yao mengerti dan berjanji akan melakukan yang terbaik untuk mencari Jin Yun. Ketua sangat senang dan berjanji tidak akan melupakan bantuan Jun Yao padanya. Jun Yao berterimakasih dan pamit pergi.
Jun Yao mulai mencari Jin Yun dengan menghubungi teman-teman Jin Yun yang dia kenal.
Dan kemana Jin Yun?
Jin Yun pergi ke sebuah tempat karaoke dan memesan banyak wine. Pelayan mengantarkan total tagihan kepada Jin Yun agar dibayar. Jin Yun segera memberikan kartu kreditnya tetapi tidak ada satupun kartu yang berfungsi. Jin Yun mulai menyadari kalau kartu kreditnya pasti sudah dibekukan oleh Ketua. Akhirnya, Jin Yun menyuru pelayan agar memberitahu Tn. Wang (pemilik tempat) kalau dia akan membayar tagigan malam ini 2hari lagi. Pelayan memberitahu kalau Tn. Wang tidak ada di tempat. Jin Yun jadi marah karena pelayan kan bisa menelpon. Tetapi, pelayan malah balik menyuruh Jin Yun agar dia saja yang menelpon tn. Wang. Jin Yun malah protes karena disuruh telepon tn.Wang hanya untuk masalah tagihan beberapa minuman dan dia bahkan mengancam pelayan yang bisa kehilangan pekerjaannya saat ini.
“Tn. Gu, kalau gitu harusnya Anda bisa membayar tagihan beberapa minuman itu tanpa berhutang pada kami, kan?” tanya pelayan balik, menyindir ucapan Jin Yun.
Jin Yun jadi marah dan menarik kerah baju pelayan. Dia tidak terima di bilang berhutang dan lagipula dia selalu memberi banyak tips pada pelayan yang setara dengan 2tahun gaji si pelayan. (duuhhh… sombongnya Jin Yun. Kalau berhutang ngaku saja, dan juga kenapa gengsi kali telepon tn. Wang? Takut ketahuan ngutang?) Pelayan akhirnya memberitahu kalau mereka mendapat perintah dari Ketua untuk tidak mengizinkan Jin Yun berhutang pada mereka. Jin Yun akhirnya melepaskannya. Pelayan sendiri akhirnya bersedia untuk membayar minuman Jin Yun malam ini tetapi tolong Jin Yun tidak tambah minum lagi. Tetapi, Jin Yun yang tidak sadar diri malah berteriak agar minumnya di tambah. Pelayan jadi bingung.
Tiba saat itu, Jun Yao masuk dan berteriak agar pelayan memberikan minum pada Jin Yun. Dia mengeluarkan uangnya dan membayarkan semua tagihan minum Jin Yun. Tetapi, Jin Yun yang sudah dibayarkan oleh Jun Yao, malah tidak berterimakasih dan menyindir Jun Yao yang datang pasti untuk menceramahinya.
“Aku pikir kau tidak bersedia untuk mengerti kebaikan orang lain,” sindir Jun Yao.
Pelayan membawakan minum. Jun Yao segera mengambilnya dan memberikannya pada Jin Yun. Jin Yun segera meminum satu botol wine itu dengan rasa marah yang masih meluap-luap.
Jun Yao akhirnya membawa pulang Jin Yun yang sudah mabuk. Para pengawal Ketua sudah menantinya dan membantu membawa keluar Jin Yun dari mobil Jun Yao.


Post a Comment

Previous Post Next Post