Sunday, July 23, 2017

Sinopsis Drama Korea : DUEL Episode 14 - 1

0 comments

Images by : OCN
Ternyata Seo Ji (sebelumnya di sub, di tulis namanya Ji Eun, tapi sekarang jadi Seo Ji, jadi author juga agak bingung. Maaf), menghubungi orang suruhannya dan memerintah untuk membunuh dr. Han Yu Ra.
Deuk Cheon memberitahu dr. Han melalui telpon kalau Mi Rae adalah Ju Hee, putri kandung dr. Han. Tepat saat itu, orang suruhan Seo Ji, hendak menabrak dr. Han dan Mi Rae menyelamatkannya.
DUEL
Mi Rae dibawa ke RS dalam kondisi kritis. Semua orang merasa cemas dan panik dengan keadaannya. dr. Han bahkan terus menyalahkan dirinya sendiri.
Seo Ji dirumahnya merasa cemas. Dia berusaha menelpon orang suruhannya tetapi telepon tidak juga di angkat.
Dokter yang mengoperasi Mi Rae sudah selesai melakukan operasi dan memberitahu kalau organ di area perut rusak parah. Dan organ itu sepertinya tidak akan berfungsi dengan baik, dan mereka harus bersiap dengan kemungkinan terburuk. dr. Han dan yang lainnya benar-benar shock mendengar hal tersebut.

Rumah sakit umum Ganghan
Deuk Cheon menjenguk Soo Yeon. Dia memandang lama Soo Yeon. Tiba-tiba, Hyung Shik menleponnya dan memberitahu kalau pelaku yang menabrak Mi Rae sudah tertangkap. Deuk Cheon langsung bergegas ke kantor polisi.

Mi Rae masih dalam kondisi kritis dan belum juga sadar. Ik Hong, Sung Joon dan dr. Han masih menungguinya. Deuk Cheon datang tidak lama kemudian dan bertanya keadaan Mi Rae. Tentu saja, belum ada perkembangan berarti.
Deuk Cheon kemudian memberitahu dr. Han kalau pelaku penabrak telah di tangkap. Dan dia meminta waktu dr. Han untuk menanyakan peristiwa sebelum kecelakann terjadi.
“Orang itu sejak awal… mengincarku,” beritahu dr. Han. “Sampai saat terakhir, ia tidak mengerem.”
Deuk Cheon menyimpulkan kalau begitu dari awal targetnya adalah dr. Han dan apa itu perbuatan Sanyoung? Dr. Han yakin akan hal itu.
“Tetapi, itu pasti bukan Ketua. Orang yang menantikan vaksin untuknya, tidak ingin aku mati. Lalu putrnya, Park Seol Young, juga tidak menginginkan kematianku. Pasti Park Seo Jin. Putri bungsu Park San Young,” beritahu dr. Han.
Mendengar putri bungsu Park San Young, Deuk Cheon jadi teringat mengenai informasi yang diberitahu oleh Yoo Shik, kalau RS tempat Soo Yeon dikurung dulu adalah milik Park Seo Jin.
dr. Han yakin kalau Seo Jin pasti ingin membunuhnya karena tidak ingin dia membuat vaksin yang diinginkan ayahnya sebelum dia menemukannya. Deuk Cheon kaget karena hanya karena alasan itu, Seo Jin sampai mau membunuh. dr. Han sendiri tidak heran karena dia sudah tahu kalau mereka akan melakukan apa saja untuk mendapatkan yang mereka inginkan termasuk membunuh.
Dir. Han melapor pada Ketua kalau salah satu orang mereka di tangkap polisi dan itu karena Seo Jun menyuruh untuk melakukan sebuah tugas. Tugas untuk membunuh dr. Han Yu Ra. Ketua benar-benar marah mendengarnya. Dir. Han lanjut memberitahu kalau pada saat itu, ada seseorang yang menyelamatkan dr. Han dan sekarang sedang terluka parah di rumah sakit.
Ketua benar-benar marah mendengarnya. Dia memerintahkan dir. Han untuk menutupi kasus ini dari media dan jangan sampai ada kata Sanyoung atau Seo Jin yang tersebar. Dir. Han mengerti. Tetapi, kemudian Ketua memikirkan sesuatu, dia hendak menggunakan kasus ini untuk mengetes Jo Hye.

Pelaku penabrak Mi Rae diinterogasi oleh Deuk Cheon. Pelaku memintamaaf dan beralibi kalau saat itu dia merasa ngantuk dan menabrak orang tanpa sengaja. Dia juga merasa sangat ketakutan dan karena itu lari dari TKP. Tetapi, tentu saja tidak ada yang percaya. Karena jika seseorang menabrak seseorang, mereka tentu akan merasa ketakutan dan mengerem secara kuat dan akan menyisakan bekas selip di jalanan. Tetapi, pelaku tetap ngotot kalau dia tidak sengaja dan hanya meminta maaf.
“Kau mengacaukan tugasmu. Kau pikir mereka akan membebaskanmu?” tanya Deuk Cheon pada pelaku.
“Aku tidak mengerti,” jawab pelaku berpura-pura bodoh.
“Kau salah menabrak orang,” beritahu Deuk Cheon, “buat apa mereka mengeluarkanmu padahal kau tidak becus. Kau pikir baik-baik.. kalau kau masih mau hidup. Kalau kau katakan siapa yang menyuruhmu, aku pertaruhkan lencana (kepolisian) ini. Aku akan menangkap bajingan itu. Tapi, kalau kau ngotot tutup mulut, aku juga tidak bisa membantu. Aku akan membawamu ke kejaksaan. Kau akan dapat hukuman maksimal. Tapi bukan itu masalahnya, orang yang melakukan ini padamu, akan menyuruh orang lain lagi agar kau tutup mulut. Pada akhirnya, kau akan dibunuh di dalam sel,” tawar Deuk Cheon. “Makanya aku bilang padamu, kalau kau sudah habis.”
Pelaku menjadi ketakutan. Dia mulai ragu untuk terus menutup mulutnya. Deuk Cheon menyuruhnya untuk memikirkan baik-baik dan pelaku dibawa kembali ke dalam sel.
Yoo Shik mendekati Deuk Cheon selesai interogasi dan bertanya penasaran, karena dari tingkahnya sepertinya Deuk Cheon tahu pelaku sebenarnya kasus ini. Deuk Cheon membenarkan dan memberitahu kalau pelakunya adalah putri bungsu Park Sanyoung. Yoo Shik semakin heran karena kenapa bisa Deuk Cheon bisa terus menerus terkait dengan Sanyoung. Soo Ho menyimpulkan kalau kasus ini bisa digunakan untuk menjatuhkan Sanyoung. Tetapi, Deuk Cheon membantah hal itu, karena 12tahun yang  lalu pernah ada kejadian yang sama. Saat itu dr. Han ditabrak dan pelaku hanya memintamaaf dan mengaku bersalah karena mengemudi dalam keadaam mabuk. Setelah itu, kasus ditutup dan Sanyoung lolos dari kejadian itu.
Yoo Shik tetap ragu dan bertanya kalau mungkin sekarang hasilnya akan berbeda. Deuk Cheon yakin kalau seorang jaksa akan datang untuk membebaskan pelaku seperti dulu.
Dan benar. Jaksa Choi Jo Hye datang.
Yoo Shik yang melihat kedatangannya segera mengajak Soo Ho dan Hyung Shik untuk pergi. Dia memberikan waktu berdua untuk Deuk Cheon dan Jo Hye berdua.

Ruang Tunggu…
Ik Hong pamit pulang duluan karena ada rapat darurat di kantor yang harus dihadirinya. Tetapi, dia meminta Sung Joon  untuk memberitahunya kalau terjadi apa-apa. Sung Joon mengerti.
Tidak lama kemudian, Mi Rae dibawa keluar dari ICU untuk menjalani tes. dr. Han dan Sung Joon tentu jadi panik mendengarnya. Tetapi, perawat menenangkannya.

Kantor Polisi
Jo Hye meminta Deuk Cheon agar kasus penabrakan itu diberikan padanya. Deuk Cheon dengan sinis menyebut Jo Hye yang sama dengan Kepala Jaksa dan bahkan pasti lebih buruk. Dia bertanya memastikan kalau tujuan Jo Hye datang kesini bukan untuk membebaskan pelaku. Jo Hye membenarkan dan bahkan akan memberi hukuman maksimal untuk pelaku. Itu yang diingkan Deuk Cheon, kan?
“Sebelum kau memotong ekor mereka, aku akan tarik ekor itu untuk menangkap badannya,” tegas Deuk Cheon.
“Mana bisa kau menangkap badannya hanya dengan ekor kecil begitu? Jangan buang energimu secara sia-sia.”
“Sia-sia atau tidak itu keputusanku.”
“Aku akan bawakan badannya,” tawar Jo Hye. “Untuk itu, aku harus membuat Ketua Park San Young percaya padaku.”
Deuk Cheon tentu menanggapi hal itu dengan sinis karena dia sama sekali tidak percaya dengan Jo Hye. Dia bahkan mengusir Jo Hye. Jo Hye mengerti dan menyuruh Deuk Cheon untuk memikirkannya baik-baik dan hubungi dia nanti.


Sung Joon tertidur. Dia mendapatkan ingatan saat dr. Lee merawat Ju Hee dan disana juga ada perawat Ryu. dr. Lee memberitahu perawat Ryu kalau vaksinnya sudah hampir selesai dan dia akan menyelesaikannya lebih cepat. Dr. Lee meminta Ju Hee yang sedang tertidur untuk bertahan sebentar lagi. Perawat Ryu segera meminta agar dr. Lee memanggil Ju Hee dengan nama Mi Rae, karena itu adalah nama baru Ju Hee.
Sung Joon terbangun dan merasa kaget dengan ingatan itu. dr. Han berada di dekatnya. Sung Joon mendekatinya dan memberitahu ingatan yang diingatnya.
dr. Han masuk ke dalam ruang rawat Mi Rae. Dia memandang Mi Rae dan menangis karena putrinya, Ju Hee, ternyata masih hidup.
Sung Joon menanti dengan cemas di depan ICU.
Di dalam ruang ICU, dr. Han menangis histeris. Dan saat itu, Mi Rae membuka matanya.

Deuk Cheon memberikan perintah pada Hyung Shik untuk mencaritahu dimana keberadaan Seo Jin saat ini. Hyung Shik tentu bingung karena pelaku kan belum mengaku kalau Seo Jin adalah pemerintahnya. Deuk Cheon dengan tegas kalau itu hanya butuh waktu sebentar lagi dan mereka juga harus mulai bersiap. Hyung Shik mengerti.
Sung Joon menghubungi Deuk Cheon dan Deuk Cheon berkata pada Sung Joon kalau dia akan segera ke sana. Hyung Shik dan Soo Ho penasaran dan Deuk Cheon memberitahu kalau Mi Rae sudah sadar. Semua merasa lega mendengarnya.

Seo Jin masih mencoba menghubungi anak buahnya tetapi belum juga di angkat. Dia benar-benar merasa cemas karena belum tahu apa yang terjadi. Dir. Han menghubunginya dan Seo Jin mengangkatnya dengan malas. Dir. Han memberi perintah agar Seo Jin berhati-hati dengan segala tindakannya, karena Ketua sudah tahu apa yang hendak dilakukannya pada dr. Han.
Seo Jin kaget mendengarnya. Dia segera menanyakan bagaimana keadaan dr. Han, apakah dia terluka parah atau sudah mati?  Dir. Han memberitahu kalau yang terluka adalah salah satu rekan dr. Han dan pelaku bahkan sudah ditangkap oleh polisi. Karena itu, dia memperingati Seo Jin untuk berhati-hati. Seo Jin benar-benar marah mendengarnya.
Seo Jin segera menelpon Sung Hoon dengan panik. Dia memohon agar Sung Hoon mengangkat telponnya sekarang juga. Kalau Sung Hoon sampai tertangkap oleh ayahnya, dia akan mati karena tidak punya pegangan apapun lagi.
Dr. Han menemui dokter dan dokter memberikan kabar gembira. Kondisi Mi Rae saat ini baik sekali. Deuk Cheon dan Sung Joon serta dr. Han merasa kaget mendengarnya. Dokter memberitahu kalau Mi Rae membaik dengan sangat cepat dan bahkan organ-organnya yang terluka sembuh dengan sendiri padahal mereka tidak melakukan appaun. Dan dia melakukan tes untuk memeriksa hal itu dan tida ada salah. Dia belum pernah melihat kejadian seperti ini sama sekali dan bahkan Mi Rae sudah bisa keluar dari RS dalam 1atau2 hari lagi. Semua walau sedikit heran tetapi tetap saja merasa lega.

Jo Hye menelpon Ketua dan meminta waktu sebentar lagi. Ketua langsung menyidir Jo Hye yang hanya bisa beromong kosong tetapi lambat dalam menyelesaikan sesuatu. Jo Hye tidak merasa tersinggung dan dengan tenang menjawab kalau dia hanya ingin melakukannya tanpa jejak. Dia mengingatkan kalau dia bisa menemukan Ketua karena jejak pekerjaan masalalu yang dilakukan oleh Kepala Jaksa dan dia tidak ingin mengulang hal yang sama. Dia meminta Ketua untuk percaya saja padanya dan menunggu sebentar lagi.
“Baiklah. Akan kutunggu,” putus Ketua.
Selesai berbicara dengan Ketua, Jo Hye membatin kalau dia juga akan menunggu. Menunggu hingga Deuk Cheon percaya padanya.
Mi Rae sudah dipindahkan ke ruang rawat biasa. dr. Han, Sung Joon dan Deuk Cheon menjenguknya. Mi Rae sudah bisa berbicara dan bahkan bercanda. Mi Rae kemudian dengan penasaran bertanya kenapa dr. Han memanggilnya Ju Hee tadi dan bahkan hingga sekarang.
dr. Han memberitahu kalau Mi Rae adalah anaknya Ju Hee. Mi Rae tentu merasa terkejut mendengarnya. Deuk Cheon mengajak Sung Joon untuk keluar dan memberikan waktu untuk dr. Han dan Mi Rae bicara berdua.
Sung Joon dan Deuk Cheon duduk di bangku taman rumah sakit. Sung Joon curhat kalau sekarang ini dia sedang merasa bingung. Siapa dia ini?
“Aku… bisa mengingat kenangan dr. Lee Yong Sup. Aku bisa merasakan emosinya yang ingin menyelamatkan putrinya. Putrinya adalah Mi Rae-ssi. Aku mengingat Ju Hee dari 24tahun silam, tapi yang ada di depanku adalah Mi Rae. Saat pertama kali aku tahu kalau aku manusia kloning, aku terkejut dan sulit untuk berpikir lurus. Aku pikir, aku bisa hidup normal. Aku pikir aku sakit karena penyakit. Di dunia ini banyak yang punya penyakit lebih parah dariku. Tapi… tapi sekarang, aku sungguh tidak tahu lagi, ahjussi. Aku tidak tahu, bagaimana harus memperlakukan orang yang berharga bagiku. Aku tidak tahu bagi Mi Rae-ssi dan dr. Han, aku ini apa. Aku bukan Lee Yong Sup. Apakah aku harus memperlakukan mereka sebagai Lee Sung Joon atau Lee Yong Sup. Aku tidak tahu itu.”
“Mungkin kau bisa jadi keduanya. Sementara ini,” jawab Deuk Cheon. “Apakah kau kloning atau penggalan Lee Yong Sup, aku tidak peduli. Lalu siapapun itu Lee Yong Sup, aku tidak tertarik padanya. Ia cuma orang yang mengembangkan vaksin sel induk. Cuma itu. Tapi, aku tertarik padamu. Aku cukup mengenalmu. Terkadang kau ceroboh, tapi kau selalu menepati janjimu. Kau bilang tidak percaya padaku, tapi kau ikut lompat ke sungai denganku. Kau mengambil resiko demi menemukan Soo Yeon untukku. Aku tahu ini berat. Yaa, tapi lebih aneh lagi kalau kau tidak merasa ini berat. Aku bahkan tidak bisa membayangkan kalau aku jadi dirimu. Tapi… tetaplah hidup. Hiduplah sebagai dirimu sendiri, Lee Sung Joon,” nasihat Deuk Cheon.
Sung Joon terharu mendengarnya. Dia menemukan semangatanya kembali.
Sung Hoon sedang mandi. Dia terus menerus tergiang ucapan Ketua kalau dr. Han berbohong padanya selama ini. dr. Han hanya menganggapnya objek penelitian.

Sung Hoon memakai obatnya dan saat itu, dia melihat ponselnya dilantai dan ada telpon dari Seo Jin. Sung Hoon mengangkat telpon itu dan langsung bertanya kenapa Seo Jin menelponnya? Seo Jin tidak langsung menjawab dan malah marah-marah karena Sung Hoon baru mengangkat telponnya.
“Aku harus mempercepat situasi. Katakan dimana vaksin itu, aku akan mencari sendiri,” pinta Seo Jin.
Sung Hoon menolak memberitahunya. Dia akan menemukan vaksin itu dan tidak akan memberikannya pada Seo Jin yang adalah putri Park San Young. Seo Jin balas mengingatkan kalau dialah orang yang menyediakan obat untuk Sung Hoon memperpanjang usianya. Emangnya, Sung Hoon benar-benar yakin vaksin itu akan bisa menyembuhkan Sung Hoon?
Sung Hoon tidak takut dengan ancaman itu. Dia balik bertanya apa Seo Jin yakin jika dia memberikan vaksin itu pada Ketua, Ketua akan memberikan hartanya pada Seo Jin? Dia memberitahu kalau vaksin itu akan membuat hidup Ketua menjadi abadi dan tentu saja dia tidak akan menyerahkan perusahaannya pada orang lain. Seo Jin terkejut mendengarnya. Sung Hoon menyuruhnya untuk memikirkan semuanya baik-baik.
Seo Jin mulai berpikir. Dia sadar kalau ayahnya tidak pernah peduli padanya walaupun dia sudah merawatnya selama 2tahun. Dia malah membiarkan oppa-nya, Seol Young di bagian peneliti vaksin walaupun Seol Yong tidak peduli padanya. Seo Jin sudah mulai sadar kalaupun dia menemukan vaksin, dia tetap tidak akan mendapatkan apapun.
“Mungkin lebih baik menunggu dengan tenang dan mengambilnya dari tangan Oppa?” putus Seo Jin.

No comments:

Post a Comment