Saturday, July 22, 2017

Sinopsis J-Movie : Demon Covered in Scars (Kizudarakane no Akuma) - Part 3 END

0 comments


Sinopsis J-Movie : Demon Covered in Scars (Kizudarakane no Akuma) - Part 3 END
Hari sudah berlalu beberapa hari… dan Kasai belum juga masuk sekolah.

Kasai benar-benar terpuruk. Dia pergi ke Tokyo dan berjumpa dengan teman-teman geng SMP-nya. Mereka menghabiskan hari bersama dengan gembira. Kasai benar-benar merasa senang.
Hari sudah malam,
Kasai dan teman-temannya nongkrong di tepi sungai. Kedua teman Kasai bermain-main air sementara Kasai berbincang-bincang dengan satu temannya lagi. Temannya bertanya bagaimana perasaan Kasai tinggal di desa dan Kasai segera memberitahu kalau dia merasa tidak baik. Kasai curhat kalau dia menyesali hidupnya di masa lalud an terus menerus berpikir kenapa dia harus mengalami hal ini.
“Barusan kamu berekspresi layaknya merasakan neraka,” ujar temannya. “Asal kamu tahu, saat ini di kelas, aku tidak mempunyai teman. Rasanya, seraya ingin berubah, aku coba menyesuaikan topik pembicaraan, dan menyadari posisiku. Lalu terus kulakukan hal itu… hingga akhirnya aku tidak peduli lagi dengan semua itu. Mungkin itu yang disebut ‘pengaruh masyarakat’? Bagi siswi SMA. Makanya, aku kesepian. Tapi, meski kesepian, hal itu bukanlah neraka. Karena itu adalah jalan yang sudah kupilih. Jadi, aku tidak menyesal,” curhat temannya.
Suasana menjadi hening. Kasai memikirkan semua perkataan temannya itu. Dan temannya, mengajak Kasai untuk kembali ke Tokyo.
“Tidak, aku baik-baik saja,” ujar Kasai menolak ajakan temannya.
“Benar?”
“Iya, karena aku tidak ingin menyesal kembali,” tekad Kasai serius.
Temannya bertanya apa Kasai yakin bisa melewatinya? Kasai dengan tegas menyakinkan. Mereka kembali bercanda dan tertawa. Teman-teman Kasai menertertawakan rambut Kasai yang ‘ndesp dan memuji rambut Kasai yang dulu terlihat lebih bagus. Mereka saling tertawa.
Keesokan harinya,
Kasai belum juga masuk fujitsuka mulai sedikit khawatir. Dan Odagiri terlihat kesal, mungkin karena sudah tidak ada lagi yang bisa di ganggunya, hingga dia mencoret-coret bukunya.

Hari sudah malam,
Kasai makan sambil memikirkan sesuatu. Ibu tiba-tiba berujar kalau rambut berwarna lebih cocok untuk Kasai. Dan Kasai segera beranjak pergi. Ibu tertawa melihatnya.
Kasai pergi ke kamar mandi dan memandang dirinya lama.

Keesokan harinya,
Langit berwarna cerah. Dan Kasai kembali bersekolah. Dia mewarnai rambutnya sama seperti saat SMP dulu dan melangkah percaya diri. Teman-teman sekelasnya sampai kaget melihat penampilan barunya.
Fujitsuka yang melihatnya, mendekat dan mengomentari rambut Kasai yang lucu. Fujitsuka sepertinya hendak meminta maaf tetapi dia tidak bisa mengucapkannya.
“Fujitsuka. Sudah sedari lama aku ingin mengatakannya, tapi gaya rambutmu itu benar-benar tidak cocok,” ujar Kasai tegas.
Fujitsuka benar-benar terkejut mendengarnya.

Jam istirahat, seperti biasa tidak ada satupun yang berbicara dengan Kasai. Tetapi. Kasai tidak lagi duduk sendirian di belakang sekolah. Dia tetap berada di kelas dan memperhatikan teman-teman sekelasnya satu persatu. Perhatiannya tertuju pada Kondo yang duduk sendirian.
Kondo Chiho (target pertama)
Wali kelas memanggil Fujitsuka yang berada di lorong kelas. Dia bertanya sesuatu dan menunjukkan kertas memo yang di terimanya. Mengenai adanya pembully-an dikelas. (Wali kelas seharusnya tahu kalau Fujitsuka adalah pelaku bully tersebut karena waktu itu dia pernah melihat Fujitsuka membully Kasai, tetapi dia malah menujukkan kertas itu pada Fujitsuka? Kenapa? Mari kita menebak alasannya sendiri).
Fujitsuka berdiri di depan kelas dengan Natori. Dia menunjukkan memo yang diterimanya dari wali kelas (nama wali kelas adalah Midori) dan bertanya siapa yang memberikan memo itu.

Kondo yang berada di bangkunya merasa tegang. Dia lah yang memberikan memo tersebut. Tetapi, Kasai angkat bicara dan memberitahu kalau dialah yang melakukannya. Kondo sampai terkejut. Dan Fujitsuka yang marah, malah mengambil tinta dan menyiramkannya ke kepala Kasai. Semua merasa terkejut tetapi Kasai hanya diam.
Pulang sekolah,
Kondo menghampiri Kasai yang berjalan pulang sendirian. Dia berterimakasih karena bantuan Kasai tadi.
“Tidak disangka kamu itu bodoh, ya. Lapor pada guru itu percuma. Hal seperti itu saja kamu tidak tahu?” ujar Kasai. “Yah, orang sepertimu mungkin memang tidak tahu.”
“Aku tidak suka pem-bully-an,” ujar Kondo, “Serius, aku menentangnya, tapi aku tidak tahu harus bagaimana. Namun, aku juga tidak ingin menjadi seperti Shizuka (Natori). Karena kau pasti bisa melangkah maju.”
Kasai menghentikan langkahnya karena terkejut mendengar perkataan Kondo, “Shizuka itu maksudnya…”
“Ya, aku sudah dengannya sejak SMP.”
Kasai tersenyum dan mulai mengajak Kondo untuk minum teh bersama.
Kondo Chiho (target pertama) - CLEAR
Natori (target kedua)
Kita diperlihatkan Kondo yang melakukan chat bersama dengan Fujitsuka. Dia membicarakan mengenai Natori yang sedikit dingin padanya. Fujituska menenangkannya dan memberitahu kalau Natori memang seperti itu karena dia kan labih, mungkin karena dia sedikit bodoh. Tetapi, Fujitsuka menyebut kalau sikap Natori yang seperti itulah yang membuatnya imut dan dia sayang padanya. (Intinya merekamembicarakan banyak hal dan juga orang lain.)
Dan…. ternyata yang mengirim chat bersama dengan Fujitsuka adalah Kasai yang memakai akun Kondo. Kini, Kondo sudah berada di pihaknya dan rela meminjamkan akun -nya untuk dipakai Kasai. Selesai melakukan chat dengan Fujitsuka, Kasai mengganti foto profil Kondo dengan foto profilnya dan dia juga menghapus chat-chat positif Fujitsuka dan hanya menyisakan chat-chat negatif sehingga jika dibaca seperti Fujitsuka yang menjelek-jelekkan Natori dan mengatainya bodoh. Kondo melihatnya tetapi dia hanya diam saja.
Jam Olahraga,
Kasai melakukan olahraga dengan semangat.

Sementara itu, di kelas, seseorang membongkar-bongkar tas Fujitsuka dan mengambil ponselnya. Orang itu adalah Kondo dan dia menjatuhkan ponsel Fujitsuka ke dalam ember berisi air. (Sepertinya itu semua rencana danri Kasai).

Jam Pulang Sekolah,
Fujitsuka memberitahu Natori kalau dia ada tugas komite yang harus diselesaikan, jadi Natori pulang saja duluan. Natori mengerti. Dan Kondo segera memanfaatkan kesempatan dengan membawa Natori ke suatu tempat dulu.

Kondo membawa Natori pergi ke sebuah sudut sekolah dan disana sudah ada Kasai yang menunggu. Melihat Kasai ada disana, Natori langsung ketakutan dan berlari kabur. Tetapi, Kasai memintanya untuk tunggu sebentar karena ingin memperlihatkan sesuatu.  
Natori menjadi penasaran dan ditambah lagi Kasai memperlihatkan chat-nya dengan Fujitsuka dan memberitahu kalau dia dengan Fujitsuka sudah menjadi akrab beberapa hari ini. (itu chat yang dimana Kasai chat dengan menggunakan akun Kondo dan kemudian mengganti photo profil dan nama akun dengan namanya setelah dia selesai chat). Natori berusaha berpikir positif karena itu merupakan hal biasa.
Kasai menyuruh Natori untuk membaca chat itu dulu. Natori menurut dan membaca chat itu dan dia sangat kaget karena Fujitsuka menjelek-jelekkannya yang bodoh (itu chat yang sudah dipilih oleh Kasai sehingga terlihat kalau Fujitsuka tidak menyukai Natori). Natori tentu merasa terpukul setelah membaca chat itu dan Kasai langsung berpura-pura kasihan padanya.
“Kalau melihat hal ini, aku merasa bahwa kamu target selanjutnya,” ujar Kondo tiba-tiba pada Natori.
“Target selanjutnya untuk apa?” tanya Natori kaget. D
“Pembully-an itu … selalu terjadi secara tiba-tiba, kan?” ujar Kasai. “Meskipun kemarin, masih berbicara dan bercanda layaknya teman, dan keesokan harinya, hal itu terjadi, kan? Sungguh menakutkan, ya? Karena kita hanya bisa menebak-nebal apa yang terjadi tanpa sepengetahuan kita. Tapi, mungkin inilah yang dimaksud. Yang terjadi tanpa sepengatahuan kita itu. Hei, apa sebelumnya pernah terjadi hal yang seperti ini?” tanya Kasai.
Hal ini mengingatkan Natori dengan trauma-nya dulu. Kasai segera mengambil ponselnya di tangan Natori. Dan Natori dengan panik segera menelpon Fujitsuka untuk menanyakan hal itu dan tentu saja teleponnya tidak masuk karena ponsel Fujitsuka sudah rusak karena dijatuhkan ke air oleh Kondo.
“Apa jangan-jangan sebelumnya kau pernah diperlakukan begini?” tanya Kasai.
Natori benar-benar ketakutan mendengar hal itu. Dia membanting tas-nya marah dan berlari pergi dari sana. Kasai segera berteriak menyuruh Kondo untuk berlari mengejar Natoti. Dan Kondo dalam keadaan bingung, menuruti perintah Kasai.


Fujitsuka sudah mau pulang. Dan ketika dia melihat ponselnya, ponselnya tidak mau menyala dan rusak. Fujitsuka benar-benar bingung karena ponselnya mendadak rusak. Dan tepat saat itu, dia mendengar suara teriakan. Fujitsuka yang penasaran segera ke sumber suara dan dia menemukan Natori yang berada di bawah tangga dan terluka parah. Natori jatuh dari tangga. Fujitsuka berteriak ketakutan.
Natori (target kedua) - CLEAR
Keesokan harinya,
Berita mengenai Natori yang jatuh dari tangga sudah menyebar ke seluruh kelas termasuk mengenai Fujitsuka yang pertama kali menemukan Natori. Mereka mulai berspekulasi dengan pikiran mereka dan mengucapkan kalau mereka merasa takut. Dan Kasai hanya mendengarkan dari tempat duduknya.
Fujitsuka datang tidak lama kemudian dan semua langsung diam. Fujitsuka berpura-pura cuek dan berjalan ke bangkunya. Seorang temannya segera bertanya-tanya mengenai keadaan Natori dan Fujituska hanya diam saja. Fujitsuka malah mengeluh kalau ponselnya rusak. Kondo dan Kasai mendengarkannya dari meja masing-masing.  
Okura Ryo (target ketiga)

Okura sedang bermain basket ketika Kasai tiba-tiba menghampirinya. Kasai bertanya-tanya mengenai keadaan Natori dan Okura memberitahu kalau Natori mengalami patah tulang parah. Kasai bertingkah manis dan bahkan mengembalikan celana Okura yang waktu itu dipinjamkan padanya. Ditambah Kasai memberikan cokelat padanya. Okura tersenyum senang.

Mereka duduk berdua di panggung aula. Dia memuji Okura yang sangat baik dan tentu saja Okura merasa senang mendengarnya. Kasai kemudian bertanya pada Okura siapa orang yang paling populer di kelas mereka. Okura memberitahu kalau itu adalah Kuroki dan Kuroki dekat dengan Sakae. (dan kita diperlihatkan kalau selama ini Okura bukan memperhatikan Odagiri tetapi Sakae yang berada di dekat Odagiri).
“Yah, banyak yang terjadi, sih,” gumam Okura.
Kasai jadi penasaran apa maksud gumaman Okura dan bertanya apa saja yang terjadi antara Kuroki dan Sakae. Tetapi, Okura tidak mau memberitahunya. Kasai bertingkah manis dan berusaha membujuknya untuk memberitahunya. Okura benar-benar tertarik dan akhirnya memberitahunya.
Okura Ryo (target ketiga) - CLEAR

Jam Olahraga,
Para siswi memainkan permainan dogde ball dan Kasai tetap menjadi sasaran pembullyan oleh Fujitsuka dan para siswi lainnya termasuk Sakae. Kasai bisa menghindari semua bola yang dilemparkan padanya tetapi pada saat Sakae melemparnya, bola itu mengenainya hingga dia terjatuh. Dan Fujitsuka langsung tertawa senang dan memuji Sakae yang hebat. Sakae juga jadi tersenyum melihatnya dan Kuroki memperhatikannya dari belakang. Kasai bangkit dan pergi untuk membersihkan lukanya.
Sakae pergi ke gudang untuk meletakkan bola dan Kuroki menghampirinya. Kuroki langsung bertanya apa Odagiri yang menyuruh Sakae? (untuk ikut membully Kasai).
“Kamu hanya tidak tahu saja. Seberapa iblisnya si Kasai,” ujar Sakae.
Kuroki menjadi penasaran tetapi Sakae mengabaikannya. Kuroki kesal dan bertanya tegas apa yang sebenarnya terjadi antara Odagiri dan Kasai.
“Karena itu kamu, maka akan kuceritakan,” jawab Sakae, “Sewaktu SMP, karena Shino (Odagiri) di bully oleh Kasai dan geng-nya, dia sampai tidak berani datang ke sekolah lagi dan kemudian dia dimarahi oleh ibunya yang kemungkinan mengidap gangguan kejiwaan. Dia dipukuli dan ditendang,” beritahu Sakae. Kuroki sedikit terkejut mendengar hal itu.

Kuroki sedang berdiam diri di suatu ruang keras sendiria. Kasai menghampirinya dengan kaki di perban akibat terluka tadi karena dilempar oleh Sakae. Kasai langsung mengancam apa sebaiknya dia mengadu kepada guru saja kalau dia terluka karena Sakae dan Sakae bisa di skors. Kuroki terkejut mendengarnya. Kasai langsung tertawa dan menyuruh Kuroki untuk tidak usah takut, Kuroki Only One.
Kuroki kaget melihat Kasai memegang kertas bertuliskan Only One dan berusaha mengambilnya. (Author juga kurang mengerti mengenai bagian ini, tetapi Only One dalam bahasa jepang adalah : YUIITSU dan nama Kuroki adalah YUI).
“Ku dengar yang memberikan nama Yui padamu adalah Sakae, ya. Lah, terus namamu yang beneran apa?” ujar Kasai (apa itu artinya nama yang digunakan Kuroki sekarang ini bukanlah namanya sebenarnya???) “Yah masa bodoh, lah,” lanjut Kasai.
Kasai kemudian mulai membahas mengenai Kuroki yang sudah menyukai Sakae sejak SMP. Tetapi, Kuroki tidak mau mendegarkannya dan berlalu pergi.
“Tapi, aku merasa tidak enak kalau Sakae dimanfaatkan begitu,” ujar Kasai dan menghentikan langkah Odagiri. “Odagiri itu enggak waras. Yah, kurasa kau pun menyadarinya.”
“Tapi, yang pertama membully nya adalah dirimu, kan?” ujar Kuroki balik.
“Aku… sejak pertama kali di bully, banyak hal yang baru kusadari. Ternyata, kesepian memang menyakitkan. Kalau Sakae sih enak. Kan ada Kuroki yang akan melindunginya. Aku jadi iri,” ujar Kasai. Dia mendekat ke Kuroki dan berujar, “Cukup lindungi Sakae saja, ya.”
“Iya,” jawab Kuroki dan beranjak pergi.
Kasai tersenyum penuh arti. (mungkin maksud Kasai adalah Kuroki hanya perlu melindungi Sakae dan dia tidak akan mengganggu Sakae sama sekali. Dia hanya punya urusan dengan Odagiri).
Kasae Chika dan Odagiri Yui (target keempat) - CLEAR

Keesokan harinya,
Para siswa-siswi 1C mulai bergossip mengenai rumor kalau Fujitsuka adalah orang yang mendorong Natori dari tangga. Semua orang mulai merasa takut padanya dan sudah tidak ada lagi orang yang berada di pihaknya. Fujitsuka mulai sendirian.
Ada juga rumor kalau Sakae dan Kuroki berpacaran dan Odagiri menjadi nyamuk di antara mereka.
Keesokan harinya,
Kasai berada di belakang sekolah seperti biasa. Odagiri menghampirinya dan secara sinis menuding kalau semua pasti adalah perbuata Kasai.
“Berbuat sesuatu yang menjijikkan seperti kecoak. Apa kamu berniat main bersih lagi? Memang, kamu ini tidak pernah berubah, ya…” ujar Odagiri.
“Rasanya memalukan. Meskipun sudah lama berlalu, tapi tidak pernah melangkah dari trauma. Memalukan sekali ya, Odagiri,” balas Kasai. “Sungguh kasihan!”
“Mana mungkin aku bisa melangkah mauj begitu saja!” teriak Odagiri. “Karena diriku setiap hari… diperlakukan seperti itu! Dan, aku pun senantiasa berpikir bahwa diriku lebih baik enyah dari dunia ini!”

Odagiri mulai merasa sesak nafas. Traumanya muncul kembali dan dia mulai meminum obatnya. Ingatan akan dia yang di bully oleh teman-teman SMP-nya dan ingatan dia yang selalu dipukuli oleh ibunya muncul.
“Hei, pernahkah kau coba memotong nadi?” tanya Odagiri. Kasai terkejut mendengar pertanyaan itu. “Rasanya bikin kepala seakan terbang.”
Odagiri mengeluarkan cutter yang dibawa di sakunya. “Coba dilihat ya. Lihat. Aku mulai ini,” ujar Odagiri bersemangat dan mengiris tangannya. Darah mengalir keluar dan Odagiri tertawa senang melihatnya.
“Terus? TERUS? AKU TIDAK PEDULI!” ujar Kasai dan beranjak pergi.

Hari sudah malam,
Odagiri sedang tiduran dan dia melihat tangannya yang tadi dia lukai sedang diperban.
Keesokan harinya,
Guru UKS berbicara dengan wali kelas mengenai kelas 1-C. Dia memberitahu kalau kemaren Odagiri datang ke UKS dengan tangan terluka. Dia merasa ada masalah di kelas 1-C
“Memangnya ada dunia tanpa masalah?” tanya wali kelas balik. Guru UKS benar-benar terkejut mendengar reaksi wali kelas, “Masalah itu sesuatu hal yang wajar terjadi, bukan? Bahkan pembully-an pastilah ada di sekolah mana pun itu. Daripada wali kelas ikut campur, mancari cara sendiri untuk dapat bertahan hidup itu… menurutku lebih penting,” ujar wali kelas dingin dan beranjak pergi.
Sensei… memangnya apa arti ‘sekolah’ untuk Anda?” tanya guru UKS.
Wali kelas berbalik dan tersenyum, “Tempat bekerja yang damai.”
Hari sudah malam,
Kasai dirumahnya sedang melihat sebuah video. Itu adalah video Odagiri di belakang sekolah saat menemuinya.
Keesokan harinya,
Pagi-pagi sekali Kasai sudah bangun dan bersiap ke sekolah.
Fujitsuka Yuria dan Odagiri Shino (last target)



Hari ini, Kasai pergi ke sekolah dengan penuh percaya diri. Dia mengingat saat pertama kali bertemu dengan Odagiri di SMA dan bagaimana Odagiri memperingatinya tidak akan punya teman dan ternyata saat itu, Kasai sempat mengeluarkan ponselnya dan mereka pembicaraan mereka. Hal sama juga terjadi saat Odagiri menghinanya yang seperti kecoak saat di belakang gedung sekolah. Termasuk saat pertemuan terakhir mereka.

Odagiri datang ke sekolah dan berpas-pasan dengan Kasai. Dia merasakan ada sesuatu yang aneh. Dan benar, di kelas semua siswa-siswi sedang heboh membuka situs web yang tertulis di papan tulis (dan pastinya itu di tulis oleh Kasai). Mereka membuka situs itu dan situs tersebut mengarah ke video saat Odagiri membully Kasai.


Odagiri masuk ke dalam kelas dan semua siswa langsung diam. Odagiri tahu ada yang tidak beres. Dia segera pergi ke kursinya dan membuka situs yang tertulis di papan tulis. Dan diruang guru juga tertulis alamat situs yang sama di papan tulis yang ada disana. Semua guru merasa terkejut melihat video tersebut termasuk wali kelas. Wali kelas sampai pergi keluar kelas.
Kasai berdiri di atap sekolah dan melihat langit.
Fujitsuka menghampiri Odagiri dan menunjukkan video itu. Dia bertanya apa yang sebenarnya terjadi.
Kasai masuk kembali ke dalam kelas. Semua siswa langsung melihatnya. Fujitsuka menghampirinya dan bertanya apa maksud video itu?
“Hei, bukankah kamu yang membully anak itu?!” tanya Fujitsuka frustasi. “Hei, jawablah!” pinta Fujitsuka.
Dan Fujitsuka menyadari kalau semua siswa di kelas itu memandangnya bersalah dan bahkan berbisik-bisik kalau dia sudah salah target. Semua orang menertertawainya. Fujitsuka berteriak frustasi, “Hei … katakanlah sesuatu. Kamu yang sebenarnya yang salah, kan? Hei katakan sesuatu, kumohon!”
“Fujitsuka, sekarang tidak ada lagi yang berada di pihakmu,” ujar Kasai dingin. Dan Fujitsuka terjatuh lemas.
Semua siswi yang dulu mendukung Fujitsuka mulai mencari muka pada Kasai. Mereka mengomentari Fujitsuka yang berlebihan dan bahkan mengejek Odagiri yang sepertinya punya gangguan kejiwaan. Mereka juga meminta maaf untuk selama ini.
“TIDAK!!!” teriak Odagiri tiba-tiba. Dia berlari menghampiri Kasai tetapi Sakae menghentikannya. Dia berusaha menenangkan Odagiri tetapi Odagiri melepaskan pegangan Sakae kasar dan menyebutnya menjijikkan.
“Semua ini salahmu! Semuanya!” marah Odagiri pada Kasai. “Semua dan segalanya, itu adalah salahmu! Karenamu, hidupku jadi berantakan!”
“Terus kenapa? Itu kan hidupmu! Jangan menyalahkan orang lain,” ujar Kasai dan membuat Odagiri lemas mendengarnya.
Fujitsuka Yuria dan Odagiri Shino (last target) - CLEAR
Kasai menarik Odagiri dan Fujitsuka berdiri. Dia memandang mereka dan tepat saat itu wali kelas masuk. Kasai berlari ke depan kelas.
“Di kelas ini… ada pembullyan. Kuulangi, dikelas ini … ada pembullyan!” teriak Kasai. “Siapa sih yang membully? Dan, siapa yang di bully? Siapakah yang sebenarna salah? Fujitsuka atau aku? Hei!! siapakah yang paling bersalah?!” tanya Kasai.
Tidak ada satupun orang di kelas yang bisa menjawab semuanya.
“Kalian semua… beraninya cengengesan dari jauh. Lalu, kalau sudah bosan, ganti target, dan kembali bersenang-senang?! ‘Musuh yang kemaren adalah teman di hari ini’, begitukan?! Perbuatan itu kalian itu busuk, serius! Tidak peduli, masa bodoh dan cuma jadi penonton! Karena salah kalian, maka kami… melihat apa yang namanya neraka setiap harinya!” teriak Kasai frustasi. “Aku, sungguh, tidak akan memaafkan… baik diriku sendiri … dan kalian semua si penonton… takkan kumaafkan!”

Kasai berdiri ke atas meja, “baik kau, kau, kau dan kau!” tunjuk Kasai pada semua orang yang ada dikelas, “juga, kau, kau, kau dan kau! Lalu, kau, kau dan kau! Kalian semua… matilah sana!”

Dan kita diperlihatkan adegan seperti semua orang yang ada di kelas terjatuh ke lantai. Dan Kasai… dia melangkah keluar dari kelas. Dia berlari pergi dari sekolah!

Epilog!
Kondo berjalan di koridor bersama temannya. Saat tiba di dekat tangga Natori terjatuh, Kondo berhenti dan memandang tangga itu dalam tatapan menyeramkan.
Flashback
Saat Natori jatuh di tangga, Kondo lah yang berada di atas tangga itu dan menatapnya!
Flashback END
Temannya bertanya ada apa, dan Kondo segera menjawab tidak ada apa-apa.

Hallohhha… akhirnya sinopsis movie ini habis juga!!
Sebenarnya, author masih penasaran mengenai masa lalu Kuroki. Siapa dia sebenarnya? Kenapa Kasai menanyakan nama asli Kuroki Yui?
Dan beginilah akhir ending movie ini!!!
Kecewa?? Puas??? Menggantung???
Author pribadi cukup puas dengan akhir movie ini. Kenapa? Karena pada akhirnya author juga tidak bisa menyebutkan siapa sang pembully sebenarnya.
Apakah itu Odagiri yang membuat Kasai menjadi korban bully? Bagaimanapun dulunya Odagiri adalah korban bully dan mengakibatkan dia menderita trauma mendalam dan harus mengonsumsi obat-obatan. Dia bahkan sampai tidak takut apapun hingga berani melukai dirinya sendiri.
Atau Natori? Dia dulu adalah salah satu korban bully yang bisa bangkit kembali. Dia membully Kasai karena alasan untuk menghukum sang pembully.
Atau Fujitsuka? Yang pada akhirnya, sepertinya, akan menjadi target pembully-an selanjutnya.
Atau mereka semua yang tahu kalau Kasai di bully namun memilih diam dan hanya bergossip dibelakang? Mereka mungkin tidak melukai Kasai secara fisik tetapi mereka melukainya secara psikis.
Atau wali kelas? Author benar-benar tidak menyangka dengan pemikiran wali kelas. Jujur pemikiran wali kelas mungkin sama seperti pemikiran wali kelas yang ada di anime movie : Koe No Katachi. Mereka tahu benar bahwa pembully-an terjadi di kelas mereka, tetapi mereka berpura-pura untuk tidak peduli. Bertingkah seolah tidak ada hal yang terjadi. Dan ketika pembully-an itu tersebar hingga keluar kelas, mereka malah bersikap seolah mereka baru tahu hal itu. Memuakkan!!!
STOP BULLYING!!!
Kalian tidak tahu betapa besar luka psikis yang diakibatkan oleh hal itu. Kalian bisa saja menganggap kalau yang kalian lakukan hanya candaan, gurauan. TETAPI itu tidak sama dengan yang dirasakan oleh sang KORBAN!!!
Stop bertingkah seperti PAHLAWAN!!! Ingat, bahwa tidak ada satupun dari kita yang berhak untuk menghukum tersangka bullying biarkan hukum yang bertindak baik itu hukum negara maupun hukuman dari Tuhan. Kenapa author berkata seperti itu? Karena ketika kita menghukum pelaku bully, tanpa disadari, kita telah bertukar posisi dengannya. Kita menjadi sang pembully dan dia menjadi sang korban. Kita mungkin sering kali merasa bahwa dia pantas mendapatkannya, biar dia merasakan hal dari perbuatan yang pernah dilakukannya. Namun, apa bedanya dia dengan kita?
Kalian mau tahu arti pahlawan sebenarnya? Bukan menghukum orang yang bersalah tetapi menolong mereka yang membutuhkan. Kita ingin menjadi pahlawan? Maka ketika ada korban bully, kita harus membantunya bangkit bukan ikut meninggalkannya dan hanya melihat dari belakang. Pada akhirnya, hal yang paling menyakitkan adalah saat kita tahu bahwa mereka memandang kasihan pada kita.
Author tidak akan bertingkah munafik… mungkin banyak dari kita yang ingin menolong korban bully namun, kita takut bahwa jika kita terlibat kitalah yang akan menjadi korban selanjutnya. Dan itu benar-benar terjadi!!
Kalian pernah melihat drama : SCHOOL 2015 - Who Are You, dalam drama itu, sang tokoh utama Eun Bi adalah orang yang sangat menentang bully dan pada akhirnya dia yang menjadi korban bully. Dan kemana korban yang dulu ditolongnya? Korban itu melihat Eun Bi yang di bully tetapi dia tidak bisa menolong karena dia takut, dia akan menjadi korban bully. Dan ada juga tokoh Eun Byul. Dia mempunyai teman yang di bully, dan dia tidak berani menolongnya. Pada akhirnya, dia menderita ketakutan yang sangat besar akibat hal itu.
Bagaimana bentuk bully itu? Apakah sebuah kekerasan? Tidak!!! Tidak hanya itu!!! Bahkan saat tidak ada yang bersama dengan kita, saat kita kesepian dan semua orang menjauhi kita, saat kita sadar kalau mereka semua membicarkan kita secara negatif, dan masih banyak lagi. Bully tidak hanya sebatas kekerasan secara fisik.
Mari kita memandang diri kita sendiri. Apa kah kita pelaku??

Pada akhirnya, mari kita memilih, menjadi : Ikan Sarden atau Manusia.

Sebenarnya, masih banyak yang ingin author curhatkan, namun, sebaiknya author cukupkan sampai disini.

Thanks for Reading!!! ^^

PS. Adegan epilog itu benar-benar tidak terduga
Nantikan DUEL dan FOX SUMMER ya!!


No comments:

Post a Comment