Adsense

...

Sinopsis J-Movie : Demon Covered in Scars (Kizudarakane no Akuma) - Part 2



Sinopsis J-Movie : Demon Covered in Scars (Kizudarakane no Akuma) - Part 2


Kasai memutuskan untuk meminta maaf pada Natori. Saat bertemu dengan Natori di lorong kelas, dia segera menyampaikan permintaan maafnya karena tidak sengaja melukai tangan Natori dengan pintu. Tetapi, Natori tidak menjawab dan malah mengabaikannya walau Kasai sudah sampai menundukkan kepala. Kasai tidak menyerah, dia menghampiri Natori lagi di kelas dan meminta maaf lagi. Dia juga memberitahu pada Fujitsuka dan geng-nya kalau pasti ada kesalahpahaman di antara mereka.

Tetapi, tanpa diduga, Fujitsuka menunjukkan video yang ada di ponselnya. Itu adalah video yang selama ini di rekan oleh Kasai dan juga terdengar komentar Kasai mengenai cara Fujitsuka membullyi yang seperti zaman Showa! Video itu diputar dengan suara keras oleh Fujitsuka hingga terdengar oleh semua orang yang ada dikelas. Atshusi juga mendengarnya dan malah mengompori Fujitsuka bahwa caranya kuno dan Kasai tidak takut padanya.

Kasai sendiri hanya bisa berdiri kaku tidak tahu harus bagaimana lagi. Fujitsuka dengan sinis menyuruh Kasai untuk terus melakukan vlog-nya. Sementara itu, Odagiri yang duduk di depan tertawa senang. (Pasti Odagiri yang memberikan video itu pada Fujitsuka karena sebelumnya, dia sudah mengintai ponsel Kasai dan masuk kembali ke kelas. Saat itu, dia pasti mengambil ponsel Kasai dan mengirimkan video itu padanya kemudian dia berikan pada Odagiri).

Jam Istirahat,
Kasai duduk dan makan sendirian di belakang sekolah. Minami menghampirinya dan memberikan surat mengenai festival budaya untuk diberikan kepada orangtua Kasai. Selesai memberikan surat itu, dia segera berlalu pergi tetapi Kasai menghentikannya.
“Anoo…. sepertinya mereka salah paham padaku. Jujur, sejak pindah ke sini, sebenarnya aku selalu merasa cemas. Makanya, kuharap aku bisa punya seseorang yang dapat diajak bicara. Kalau berkenan, maukah kamu…. “
“Boleh,” jawab Minami sebelum Kasai menyelesaikan pertanyaannya. “Aku tidak keberatan.”
Kasai langsung senang mendengarnya dan bersorak kegirangan. Tetapi, Minami melanjutkan perkataannya : “Tapi, aku tidak akan menjadi temanmu.”
Kasai langsung sedih mendengarnya. Minami menegaskan kalau tidak ada untungnya dia berteman dengan Kasai. Usai berkata begitu, Minami langsung pergi.
Kasai benar-benar kecewa. Dia membereskan kotak bekalnya dan hendak kembali ke kelas. Tetapi, terdengar suara tertawa Odagiri. Ternyata, dari tadi Odagiri berada di sana dan memperhatikannya. Dia mengejek Kasai yang terus menerus gagal mendapatkan teman. Kasai berusaha mengabaikannya.
“Jadi nostalgia. Rasanya dulu… ada yang pernah mengatakan itu padaku,” ujar Odagiri dingin. “’Tidak ada hubungannya denganku’. Ternyata ada, ya.”
Kasai benar-benar kesal dan berjalan pergi. Tetapi, Odagiri masih belum puas mengejeknya.
“Dasar kecoak kesepian yang tidak punya satupun teman!” ejek Odagiri di depan wajah Kasai. Dia terus menerus mengulang hal itu sambil melonjak - lonjak kegirangan.
Kasai benar-benar lelah menghadapinya dan mengabaikannya. Tetapi, Odagiri menghentikan Kasai dengan mencengkeran tangan Kasai dengan kukunya secara kuat. Dia bergumam : “Lebih…. lebih… lebih…. lebih… lebih… lebih… lebih… Menderitalah lebih lagi,” senyum Odagiri sinis. Kasai segera melepaskan tangannya dan berlalu pergi.
Dan dari sebuah jendela, Kuroki melihat hal itu. Tetapi, dia hanya mengabaikannya.
Wali kelas dan seorang guru berjalan bersama di lorong kelas. Mereka membicarakan kelas 1-C yang sangat damai dan bahkan sejak kedatangan Kasai, seluruh kelas terlihat bersatu. Wali kelas benar-benar merasa senang dan bangga.

Fujitsuka dan geng-nya dengan aura bahagia berjalan bersama-sama sambil tertawa menuju ke kamar mandi. Odagiri memperhatikan mereka dari jauh. Saat mereka sudah pergi dari kamar mandi, Odagiri menuju ke sana.

Dan, disana ada Kasai dengan tubuh yang basah dan sepatu terlepas sebelah, duduk bersandar tidak berdaya di dinding kamar mandi. Kita tahu, kalau dia pasti habis di bully. Odagiri melihatnya dan tersenyum puas. Tetapi, tidak lama kemduian dia merasa kesakitan dan segera berlari keluar.



Odagiri berlari ke bawah tangga dan jongkok di sudut. Dia mengeluarkan sebotol obat dan menelan banyak pil. Trauma masa lalunya saat di bully kembali muncul. Saat itu, dia benar-benar tertekan mengalami pembully-an dan juga ditinggalkan begitu saja dalam keadaan tidak berdaya di kamar mandi setelah di bully.

Persiapan festival budaya sudah mulai diadakan. Kelas 1-C juga menyiapkan dengan gembira sambil di awasi oleh wali kelas. Fujitsuka tiba-tiba merayu wali kelas untuk tidak mengawasi mereka lagi dan bersantai saja. Wali kelas mengerti dan merasa senang juga mendengarnya.
Tepat setelah wali kelas pergi keluar kelas, Natori segera menahan tubuh Kasai. Dan Fujitsuka segera mencorek muka Kasai dengan kuas cat. Dia kemudian berpura-pura tidak tahu kalau Kasai ada di sana. Natori juga berlaku kasar dan membully-nya. Kasai tidak tahan dan hendak berlari keluar, tetapi Atsushi menahan tubuhnya. Okura terlihat tidak tega. Kondo hendak menghentikan mereka tetapi Minami mencegahnya untuk tidak ikut campur.

Sementara Odagiri, dia tersenyum lebar penuh kesenangan. Kasai berusaha memberontak dan akhirnya bisa kabur keluar. Odagiri masih terus tersenyum hingga dia menyadari kalau Kuroki memperhatikannya dari sudut. Dia segera menyembunyikan senyum-nya.
Dan kalian tahu apa yang paling menakutkan di antara semua itu??? Wali kelas berada diluar kelas dan melihat kejadian itu. Tetapi, dia bersikap seolah tidak ada yang terjadi dan berlalu pergi.
Kasai membersikan wajahnya yang dicoret di kamar mandi. Odagiri menghampirinya.
“Kasai, maafkan aku, ya,” ujar Odagiri tiba-tiba. “Aku… sampai melakukan hal ini padamu,” lanjut Kasai dan menunduk. Kasai benar-benar tidak menyangka dan sedikit tersentuh.
Tetapi, Odagiri mengangkat wajahnya tiba-tiba dan tertawa senang. “Sayang sekali!!! belum, belum, belum, belum, belum, masih belum…!” ujarnya berulang-ulang, “Kau masih belum sampai di gerbang neraka!” ujarnya di depan wajah Kasai.
“Hei, apa yang akan kamu perbuat? Apa mau keluar dari sekolah?” tanya Odagiri, “Terus habis itu bunuh diri, masuk berita dan jadi tenar di koran!”
“Dasar pengidap neuropati,” jawab Kasai. *neuropati : adalah gangguan saraf, salah satu penyebabnya adalah trauma di masa lalu.
Tawa Odagiri menghilang. Ekspresinya benar-benar menyeramkan, “Mau dibilang neuropati atau apa, yang jelas aku lebih bisa bertahan.”  
Kasai muak mendengarnya dan berlalu pergi.
Pulang sekolah,
Kondo pulang bersama dengan Natori. Dia secara halus membicarakan masalah Kasai yang di bully dan sudah keterlaluan. Tetapi, Natori malah menanggapi kalau itu pelajaran bagi Kasai. Kondo berusaha menasehati dengan memberitahu kalau perlakuan mereka pada Kasai itu sudah keterlaluan.
“Habis, yang namanya pahlawan itu wajib bisa mengalahkan lima musuh sekaligus, kan?” ujar Natori.”Begitulah yang namanya sekutu keadilan!” (Intinya bagi Natori, apa yang mereka lakukan pada Kasai adalah hal yang wajar karena mereka sedang menghukum Kasai yang membully Odagiri dulu).
“Shizuka…” panggil Kondo. (Shizuka itu nama Natori -Natori itu nama keluarga / marga- )
“Chiho!” ujar Natori sebelum Kondo bicara, “kenapa kamu tidak bilang begitu dihadapan yang lainnya?” tanya Natori tersenyum (maksudnya, kenapa Kondo hanya bilang padanya kalau sikapnya terhadap Kasai keterlaluan tetapi Kondo tidak berani bilang pada Atsushi ataupun Fujitsuka). Kondo tidak bisa menjawab hal itu. Senyum Natori juga menghilang, “Aku… menganggap dirimu berharga. Tapi, Yuri adalah pahlawan bagiku. Aku sepenuhnya memihak Yuri,” tegas Natori dan berlalu pergi kembali dengan riang.

Flashback
Natori dulunya semasa SMP juga adalah seorang korban bully. Dia di bully karena bodoh. Kondo juga berada disana tetapi tidak bisa membantunya. Dan saat itu, hanya Yuri yang menolongnya. Dia mengulurkan tangannya pada Natori. Dan sejak saat itu, bagi Natori, Yuri adalah orang yang berharga.
Flashback END
Di rumah,
Ibu berbincang dengan Kasai. Dia membicarkan mengenai akuarium Enoshima dan ikan sarden yang suka hidup berkelompok.
“Kata ayahmu, sarden untuk bertahan hidup melakukan tindakan secara bergerombol,” ujar Ibu mengingat perkataan Ayah.
Kasai hanya acuh mendengarnya.
“Setelah mendengar itu, aku merasa jijik,” lanjut Ibu. “Rasanya, seperti selalu saja begitu. Banyak orang yang cuma berani kalau lagi sama teman segengnya doang, kan? Ibu paling benci sama orang-orang yang seperti itu. Apa disekolahmu tidak ada? Manusia yang kayak ikan sarden?”
Kasai tidak menjawab. Tetapi, dia cukup terhenyak mendengar hal perkatan itu. Dia sepertinya merasa kalau dia seperti ikan sarden. Pembicaraan mereka terhenti ketika ibu melihat ada laba-laba dan berlari ketakutan keluar dari dapur.
“Mai, Jangan sampai jadi seperti ikan sarden, ya. Karena kamu itu manusia,” nasehat Ibu sebelum kabur dari dapur.
Keesokan harinya,
Hari ini adalah hari festival budaya. Kelas 1-C membuat cosplay dengan wanita memakai seragam pria dan pria memakai seragam wanita. Semua terlihat bersenang-senang.

Kasai baru tiba dan sudah disambut dengan antusias oleh Fujitsuka dan geng-nya. Mereka memberikan baju cosplay spesial untuk Kasai. Baju seragam cleaning service. Kasai mencoba sabar dan mengambil baju itu. Tetapi, ketika dia hendak mengambilnya, di balik baju itu ada banyak ulat bergerombol. Kasai menjerit ketakutan dan jijik.

Fujitsuka dan Natori tertawa senang melihat reaksinya. Natori bahkan mendekat pada Kasai dan tertawa dihadapannya. Kasai benar-benar kesal dan mengambil boneka tangan yang selalu dibawa Natori dan melemparknya. Setelah itu, dia segera pergi dari kelas. Natori sendiri menjerit histeris karena piggy (nama boneka tangannya) rusak.
Kasai hendak pulang. Tetapi, didepan gerbang sekolah, seorang siswi membagikan selebaran dan memintanya untuk menonton penampilan band kelas mereka. Kasai hendak menolak karena dia mau pulang tetapi siswi itu tidak percaya karena Kasai tidak membawa tas. Kasai baru ingat kalau tas-nya ketinggalan di kelas.
Fujitsuka dan geng-nya pergi mencari-cari Kasai sambil merekam. Tetapi, mereka tidak bisa menemukannya.
Kasai sendiri tidak jadi pulang. Dia memutuskan untuk melihat konser itu nanti. Dan, dia menemukan sebuah ruangan di ruang olahraga indoor, yang berisi matras untuk olahraga. Kasai memutuskan untuk tidur sebentar.

Fujitsuka dan geng-nya masih terus mencari Kasai. Odagiri jadi penasaran dan mengajak Sakae untuk ikut mencari Kasai. Dia beralasan kalau Kasai menjadi di bully karena kesalahannya juga. Sakae jadi tidak tega dan menurut.

Kasai sudah bangun dan hendak keluar dari ruangan itu. Sialnya, Fujitsuka dan geng-nya melihatnya. Mereka segera menutup ruangan itu lagi dan menahan pintunya dari depan sehingga tidak terbuka. Kasai berteriak-teriak agar mereka membukanya tetapi sia-sia. Mereka sudah pergi dan mengunci ruangan.
Sakae dan Odagiri melihatnya. Sakae hendak membantu Kasai dengan membukakan ruangan tersebut. Tetapi, Odagiri mengenggam tangan Sakae dan berkata kalau dia ingin membicarakan sesuatu hanya pada Sakae. Dia ingin menceritakan mengenai ibunya yang belum pernah dia ceritakan pada siapapun. Dan hanya pada Sakae-lah dia berani memberitahu odagiri memasang wajah penuh kesedihan. Sakae sendri senang karena Odagiri sangat mempercayainya dan memutuskan untuk pergi mencari tempat untuk bercerita.
Sakae tidak menyadari senyum Odagiri yang berhasil membujuknya hingga tidak membukakan pintu untuk Kasai.

Acara festival berlangsung secara ceria di kelas 1C dan melupakan Kasai yang masih dikurung. Acara terus berlangsung hingga hari sudah hampir sore. Kasai sendiri di tempatnya terkurung merasa sudah sangat kebelet untuk pipis. Dia berteriak agar dibukakan pintu. Tetapi, suaranya teredam oleh konser yang diadakan.

Dan kalian tahu apa yang lebih menyeramkan? Di depan ruangan Kasai dikurung, berdiri guru olahraga dan dia mendengar suara teriakan Kasai. Tetapi, dia mengabaikan suara teriakan itu dan berlalu pergi seolah tidak ada siapapun disana.
Hari sudah sangat sore,
Acara festival sudah selesai. Fujitsuka dan geng-nya bahkan sudah mengganti pakain cosplay mereka. Kondo yang merasa cemas pada Kasai yang tidak kelihatan memutuskan untuk mengikuti Fujitsuka dan geng-nya. Kuroki melihatnya dan memutuksan untuk mengikutinya. Begitu juga dengan Atsuhi dan Okura.

Fujitsuka dan geng membuka pintu ruangan Kasai. Kasai segera berlari keluar karena sudah sangat kebelet. Tetapi, Fujitsuka malah mendorongnya masuk kembali dan melarangnya keluar. Hal itu membuat Kasai yang dari tadi sudah menahan pipisnya, menjadi ngompol. Kasai tertunduk malu.

Fujitsuka dan geng-nya merasa kaget melihatnya. Dan Kondo, Kuroki, Atsushi dan Okura yang berada disana juga shock melihanya. Fujitsuka yang terkejut berpura-pura kalau itu hanyalah lelucok. Dia menertertawai Kasai yang bau dan bahkan menyuruh anggota-nya untuk memotret Kasai.
“Sudah cukup, hentikan!” teriak Kondo yang sudah tidak tahan.
Hal ini mengalihkan perhatian semuanya. Fujitsuka melihat tidak senang padanya. Kondo memohon pada Fujitsuka untuk menghentikan perbuatannya. Fujitsuka tidak suka dan mengejek Kondo yang sok menjadi pahlawan keadilan. Natori segera mengalihkan perhatian Fujitsuka dan meminta agar tidak membully lagi. Fujitsuka tersenyum pada Natori.
“Persetan… persetan,” guman Kasai lirih. Semua memperhatikannya.
Kasai bangkit. Semua menjadi tegang. Dan tidak disangka, Kasai melepas CD-nya dan melemparkannya ke dinding. Semua pada shock karena tidak menyangka hal itu. Kuroki segera mengalihkan perhatian dengan berkata kalau pesta api unggun akan segera dimulai. Semua langsung bubar.
Kasai masih berdiri kaku. Dia benar-benar marah dan malu. Okura ternyata kembali lagi dan memberikan kain pada Kasai. Dia juga memberikan celana-nya dan menyuruh Kasai untuk mengenakan itu sementara. Setelah itu, dia berlalu pergi.
Di pesta api unggun,
Atsushi bediri di dekat Fujitsuka. Dia menyukai Fujitsuka dan berusaha mendekati Fujitsuka. Dia membicarakan mengenai mimpi Fujitsuka yang ingin menjadi penata rambut setelah lulus. Dan dia bersedia menjadi sasaran lampiasan Fujitsuka seandainya dia nanti gagal. Tetapi. Fujitsuka tidak meresponnya dan berlalu pergi.
Kasai membersihkan bekas ompolannya. Dia sudah mengenakan celana Okura. Dia menangis sedih atas semuanya.

Para guru bersiap pulang setelah acara api unggun. Dan dimejanya, wali kelas menemukan sebuah memo : Kelas 1-C, ada murid yang di bully.
Apa tanggapan wali kelas?
Dia menyembunyikan kertas itu. Dia malah bersikap seperti tidak menerima memo itu.
Keesokan harinya,
Ibu memanggil Kasai untuk bersiap ke sekolah tetapi Kasai tidak beranjak dari tempat tidurnya.

Murid-murid di kelas 1-C, sibuk bergossup membicarakan mengenai kejadian Kasai kemaren. Ada yang merasa kasihan padanya, ada yang mengejeknya dan ada juga yang tidak peduli.  
Odagiri baru sampai dan mendengarkan gossip mereka. Dia langsung merasa mual dan berlari keluar kelas. Sakae melihatnya dan merasa khawatir. Dia mengira Odagiri teringat akan trauma-nya. Kuroki juga memperhatikannya.
Odagiri berlari ke dalam kamar mandi. Dia menyalakan air kloset dan kemudian tertawa terbahak-bahak. Dia menertertawai kejadian yang menimpa Kasai.

1 Response to "Sinopsis J-Movie : Demon Covered in Scars (Kizudarakane no Akuma) - Part 2"

  1. Odagiri kayak orang sinting... Gangguan PsikisNya parah kayakNya perlu dimasukkin ke RSJ hehehe... Next

    ReplyDelete

Tolong Tinggalkan Komentar, Kritik, ataupun Saran untuk Perubahan yang Lebih Baik!!! ^^

Powered by Blogger.

IKLAN