Penting !!

Terimakasih untuk para readers dan viewers yang sudah berkenan untuk mampir ke blog sederhana ini.

Terkait dengan seringnya pertanyaan mengenai undangan blog dan sinopsis awal Game Sanaeha yang tidak bisa di buka, saya ingin menegaskan bahwa blog ini terbuka untuk umum. Semua readers dan viewers bebas untuk berkunjung dan membaca semua artikel maupun sinopsis di blog ini. Tidak ada undangan ataupun hal sejenisnya.

Untuk yang mencari sinopsis awal Game Sanaehe dapat di lihat di link ini : https://k-adramanov.blogspot.com/search/label/Game%20Sanaeha?&max-results=7

Ini berisi sinopsis dari awal Game Sanaeha hingga sekarang.

Blog sinopsis yang bertebaran di internet ada banyak. Dan karena itu, blog yang di pertanyakan, yang tidak bisa di akses karena perlu undangan atau semacamnya, BUKAN BLOG INI.

Blog ini bernama : SHARE ABOUT DRAMA dengan alamat domain : k-adramanov.blogspot.com

Sekian,

Happy Reading,


Owner :)

Adsense

...

Sinopsis The Mysteries of Love (2010) Episode 1 - 3



The Mysteries of Love /  談情說案 (2010)

TVB
Episode 1 - 3


PC dan Sui-lai menemui seorang pria dan menanyai apakah ia mengenal Lam Chun-lung. Dengan bingung pria itu bertanya siapa itu. PC membuka kacamatanya dan mengatakan,”Laki-laki yang pernah melakukan pencurian sama kamu. Kalian berdua pernah masuk penjara Stanyle bersama. Kamu masih ingat? Apakah kamu membunuh dia?”

Laki-laki itu segera marah dan menyangkal. Ia mengatakan bahwa ia hanya mengetahui tentang masalah itu dari koran saja. Lalu ia menjelaskan,”Sebelum dia mati, dia mengajak ku pergi ke Macau. Tapi dia bilang mau menagih hutang dulu dan nanti setelah itu dia akan menghubungi ku.”

“Apa kamu tau kemana dia pergi untuk menagih hutang? Dari siapa?” tanya PC.
Ditempat lain. PC, Siu-lai dan seorang pria (berkaus abu-abu) duduk bersama diruang makan. Lalu Siu-lai mulai menanyai pria itu, ”Haris kamis kemarin, tanggal 15. Apakah Lam Chun-lung ada datang menemui kamu saat sore?”


Pria itu menjawab,”Iya, dia ada datang untuk menagih hutang, tapi aku tidak punya uang. Jadi aku menyuruh dia untuk datang nanti.”

PC menanyai apa yang terjadi setelah itu. Dan pria tersebut menjawab bahwa ia pergi begitu saja. PC curiga dan menanyai dia lagi. Lalu laki-laki itu mengatakan bahwa ia tidak punya uang, jadi tidak ada yang bisa dilakukannya.

Saat itu Siu-lai melihat luka ditangan pria itu dan menanyainya. Pria itu menjelaskan bahwa ia memecahkan gelas dan mengenai pecahannya beberapa hari yang lalu.


PC meminta air pada pria itu. Lalu ia dan Siu-lai berdiri, pria itu pun membawakan air untuk mereka. PC mengatakan,”Ada bau cat disetiap tempat disini. Apakah kamu ada mengecat rumahmu?”

Pria itu menjawab,”Iya. Tempat ini lembab jadi lumut bisa tumbuh di dinding. Jadi aku men-cat dinding dari waktu ke waktu.”
“Kapan terakhir kali?” tanya Siu-lai.
“Hari senin kemarin.” Jawab nya.
Lalu Sui-lai menanyai lagi apakah ia melakukan itu sendiri atau membayar orang. Pria itu langsung menjawab bahwa ia sendiri yang melakukan itu dan cat itu sudah dia beli dari awal tahun.


PC langsung pamit pergi. Diluar PC dan Sui-lai membahas tentang itu, lalu seorang pria (berkaus putih) memanggil mereka.

Dikantor polisi. PC, Sui-lai, Lo, menanyai pria itu. Lalu pria itu menjelaskan bahwa sekitar jam 4 sore, ia sedang memberi anak perempuan nya susu, kemudian saat anaknya tidur, ia keluar untuk merokok. Saat itulah ia mendengar suara ‘bang bang bang’ seperti suara tembakan, tapi tidak ada yang terjadi, jadi dia hanya mengabaikannya begitu saja.


“Kemudian aku mendengarkan dari berita bahwa ada seseorang yang dibunuh. Jadi aku yakin itu adalah suara tembakan.” Kata pria itu kepada mereka.

Sui-lai menanyai apakah dia pernah bertemu dengan Korban Lam Chun-lung sebelumnya? Pria itu mengatakan iya, karena orang itu (korban) sering datang berkali-kali untuk menagih hutang dari tetangga nya dan bajingan itu (korban) sering berisik saat bermain music.

Lo menanyai apakah dihari ia mendengar itu dia ada melihat korban. Pria itu menjawab, bahwa sekitar setengah jam sebelum putrinya tidur, ia ada melihat keluar jendela dan ia melihat seorang laki-laki masuk kedalam rumah itu, tapi dia tidak yakin apakah itu dia.



Lo langsung memberi mereka perintah. Lalu dirumah pria (berkaus abu-abu) sebelumnya, mereka (Ketua Lo dan Tim) memeriksa seisi rumah. Tapi tidak ditemukan sesuatu yang mencurigakan.

Lalu pria itu menyuruh mereka untuk segera pergi, jika mereka tidak menemukan apapun. Sayangnya, saat itu Sui-lai melihat ada darah dibagian bawah dinding yang baru di cat itu.



Dikantor. Lo, PC, dan Sui-lai menanyai pria itu. Pria itu menjawab bahwa ia tidak ada membunuh nya (korban), dia cuma mendorong nya (korban) kedinding, karena saat itu ia tidak punya uang, Lalu ia (korban) pergi begitu saja dan sejak saat itu ia tidak pernah bertemu dia (korban) lagi.

Dengan tegas PC mengatakan,”Kamu bohong. Sebenarnya kamu bertarung dengan dia, lalu kamu tidak bisa mengalahkannya. Jadi kamu menembak 3 kali untuk membunuh dia.”

Pria itu berteriak tidak tau, tapi PC melanjutkan,”Tetangga kamu mendengar 3 tembakan dari tempat kamu.”

“Sebenarnya kami belum menemukan senjata membunuh nya. Tapi kamu memiliki niat untuk membunuh nya dan kami menemukan darah korban ditempat kamu. Disana juga ada seorang saksi yang mendengar suara tembakan. Jadi kami memiliki bukti yang cukup untuk menuduh kamu sebagai pelaku.”


Sui-lai sedang dalam perjalan pulang, ketika ia menerima panggilan telepon dari pan (rekannya) bahwa ada saksi baru.

Disana ada Chim dan Pan. Lalu Pan menjelaskan bahwa saat ini Lo sir sedang mengambil pernyataan dari seorang saksi.

Chim ikut menjelaskan seorang bernama Ma Chung-Keung yang adalah seorang pengacara dan sekarang menjadi penasihat di Yuen Long. Dia tinggal berhadapan dengan rumah pelaku.


Lo sir menanyai tuan Ma tentang mengapa sebelumya ia tidak melaporkan ini. Tuan Ma menjawab,”Warga menceritakan kepada ku bahwa kalian ingin menangkap Cheung Wah-chiu sebagai pelaku pembunuhan. Pada saat kejadian itu aku berada dirumah, tapi aku tidak mendengar suara tembakan apapun, jadi aku kira kalian menangkap orang yang salah.” Katanya sambal menunjuk Lo.
Disclaimer : Gambar dan video artikel pada website ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini

0 Response to "Sinopsis The Mysteries of Love (2010) Episode 1 - 3"

Post a Comment

Tolong Tinggalkan Komentar, Kritik, ataupun Saran untuk Perubahan yang Lebih Baik!!! ^^

Powered by Blogger.

IKLAN