Saturday, September 2, 2017

Sinopsis The Mysteries of Love (2010) Episode 2 - 1

0 comments


The Mysteries of Love /  談情說案 (2010)
TVB
Episode 2 – 1
“Apa kamu yakin itu terjadi pada hari Rabu, tanggal 15?” tanya PC pada Tuan Ma.
Lalu Tuan Ma, menjawab ya serta menjelaskan bahwa pada hari itu ia berada dirumah sepanjang hari dan sekitar jam 4 atau 4:15 sore, dia sedang menyiram bunga di taman. Disana memang banyak suara berisik, karena banyak orang asing yang mengunjugi rumahnya. Tapi ia yakin, bahwa ia tidak ada mendengar suara tembakan apapun.

“Tuan Ma, kami tidak bermaksud menuduh kamu, tapi ada seseorang yang mendengar suara tembakan  3 kali didekat situ.” Jelas Lo sir dengan tegas.
“Itu tidak mungkin. Pendegaranku masih sangat bagus. Jadi jika disana ada tembakan, aku pasti bisa dengar.” Jawab Tuan Ma menegaskan kembali pernyataan nya.


Korban : Lam Chu-lung
Tersangka : Cheung Wah-ciu
Saksi A : Luk Kwon-ping
Saksi B : Ma Chung-keung

Lo sir menjelaskan pada mereka (Siu-lai, Chim, dan Pan), bahwa Tuan Ma berkata ia tidak ada mendengar suara tembakan. Jadi disana hanya ada dua kemungkinan.
Pertama, tersangka menembak dengan semua jendela ditutup. Lalu kedap suara yang berada diruangan band itu bagus. Sehingga suara tidak akan terdengar keluar.

Kedua, tidak ada terjadi tembakan.

“Tapi saksi Luk Kwok-ping mengatakan ia mendengar 3 tembakan. Lalu jika Tuan Ma mengatakan kebenaran, itu berarti tidak mungkin Luk Kwok-ping mendengar suara tembakan. Mengapa dia berbohong kepada kita?” tanya Siu-lai menanggapi penjelasan dari Lo sir.
“Apa kamu lupa apa yang warga ceritakan ke kita? Luk Kwok-ping dan tersangka sering bertengkar mengenai masalah parkir.” Jawab Pan menanggapi pertanyaa Siu-lai.
“Jadi Luk Kwok-ping berbohong kepada kita untuk balas dendam?” tanya Siu-lai.
“Itu mungkin. Pikirkan tentang itu, Tuan Ma adalah anggota dewan daerah. Dia melakukan banyak pekerjaan public dan dia memiliki status social yang tinggi. Jadi aku pikir apa yang dia katakan bisa lebih dipercaya.” Sambung Chim.
PC datang dan mengomentari perkataan Chim bahwa itu belum pasti. Lalu ia menjelaskan,”Saat itu  ketika ada pemilihan anggota dewan daerah, ada rumor tentang menyuap suara.” Katanya dan memberikan data yang ia dapatkan pada Lo sir.

Lo sir membaca data yang diberikan oleh PC, ternyata ayah tersangka merupakan kepala desa di desa Spearhead. Sehingga pada saat pemilihan, dia banyak membantu Tuan Ma untuk mendapatkan suara.

“Apakah mungkin Tuan Ma menjadi saksi dan membuat pernyataan palsu sebagai balasan untuk itu?”.kata Siu-lai.

Pan mulai merasa bingung,”Yang satu ingin balas dendam dan yang lain ingin balas budi. Jadi siapa yang harus kita percayai?” tanya nya.

Lo sir kelihatan sulit membuat keputusan. Dikarenakan petunjuk yang mereka punya masih kurang, sehingga sulit untuk menuntut tersangka.


Direstoran. Lo sedang mengisi buku TTS sambil menunggu King. Lalu King datang dan menolong nya mengisi TTS tersebut.

Saat sedang mengobrol, Lo tiba-tiba menanyakan pada King, apakah Ayahnya mengenal Dewan bernama Ma Chung-keung?

King menjawab bahwa Tuan Ma merupakan seorang kenalan Ayahnya. Lalu ia menanyai, kenapa Lo menanyakan itu?

Lo menceritakan tentang kasus pembunuhan yang sedang mereka tanganini. Ia menjelaskan bahwa mereka telah menangkap seorang tersangka, tapi Ketua Ma hadir menjadi seorang saksi. Dan kesaksiannya menjadi sebuah keuntungan bagi tersangka.

King mengatakan bahwa sejauh yang ia ketahui, Tuan Ma adalah seorang yang jujur. Jadi ia tidak akan berbohong.

Lalu King menjelaskan bahwa Tuan Ma sangat menyukai pacuan kuda dan dimasa lalu seseorang menawarkan nya untuk dapat menjadi pemilik kuda tercepat, tapi ia menolak tawaran tersebut dan lebih memilih untuk menunggu selama 2 tahun.
King juga mengatakan, pernah sekali ketika Tuan Ma memarkir kan mobilnya, ia tidak sengaja menggores mobil lain. Sebenarnya saat itu tidak ada seorang pun yang melihat, tapi ia mencari pemilik mobil itu dan membayar kan ganti rugi kepada nya.
Mendengar semua itu, Lo berpikir bahwa Tuan Ma benar-benar orang yang jujur. Lalu King menepuk pundaknya dan memberikan dia semangat.
Siu-lai bersama Ayahnya, sedang berolahraga. Saat Siu-lai sedang duduk dan mengobrol bersama Ayahnya, Lo sir menelepon dia.

Setelah Siu-lai sudah selesai, Fei sir menanyai putrinya mengapa ia begitu senang. Lalu Siu-lai menceritakan, barusan Lo sir mengabarkan bahwa ia telah menyakinkan DOJ untuk menolak jaminan atas tersangka. Sehingga mereka memiliki waktu untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Mendengar itu, Fei langsung mengatakan,”Pada awalnya aku pikir bos kamu itu tidak mampu sama sekali. Tapi kelihatannya ia cukup pandai dalam pekerjaannya. Bagaimana penampilannya?”

“Pakaiannya bagus, tinggi, dan tampan.” Jawab Siu-lai.

Lalu Fei menanyai apakah Lo sir itu ada rasa sama dia, yang segera dibantah Siu-lai, karena Lo sir nya itu seorang playboy. Segera Fei menyuruh dia jangan dekat dengannya.

Siu-lai mengatakan tentu  saja, lalu ia menunjuk Kakak Kedua nya (Leung) yang sedang bermain sepak bola serta mengatakan kepada Ayahnya untuk lebih mengkhawatirkan Kakaknya itu.
Fei melihat Leung yang bermain sambil berteriak kepada temannya, ketika temannya itu tidak berhasil memasuki bola ke gawang.

Dan Fei langsung mengomentari bahwa Leung begitu pemarah, jadi bagaimana ia bisa mendapatkan pacar.

Fei mulai menanya-nanyai Siu-lai lagi. Lalu Siu-lai mulai bercerita bahwa ia pernah memiliki penggangum dulu.

Yang pertama, akademi nya sangat bagus.

Lalu ia mengenang masa lalunya, Saat sekolah dulu, ada seorang laki-laki yang meminjamkan catatanya ke dia. Dan saat itu, sebagai ungkapan terima kasih, ia ingin mentraktirnya minum. Tapi laki-laki itu tiba-tiba pingsan.
Nama nya adalah Keung. Dia memiliki fisik yang lemah.
Fei mengatakan bahwa dulu Siu-lai pernah bersama dengan seorang Kapten Sepak Bola, tapi karena ia kalah bertanding Siu-lai memutuskannya.

Siu-lai segera membantah dan mengatakan bahwa Ayahnya itu tidak tau, apa yang sebenarnya terjadi. Dan ia mengenang lagi.

Saat itu dengan semangat, Siu-lai berteriak menyemangati pacarnya. Tapi pacarnya malah kalah.


Lalu saat mau pulang, Siu-lai bercerita pada temannya, kalau pacarnya itu baru saja kalah pertanding, jadi ia ingin menenangkannya.

Ketika itu Siu-lai melihat dan mendengar bahwa pacarnya itu sengaja mengalah, hanya untuk mendapatkan sebuah tas. Lantas karena hal itu, dia menjadi marah.
Siu-lai bilang pada Ayahnya,”Sulit menemukan laki-laki yang kuat dengan karakter yang bagus.”
Dengan bangga Ayahnya menjawab, ada. Contohnya Ibunya. Lalu ia tersedak minum dan Siu-lai segera  menepuk pundaknya.

Seorang laki-laki datang memanggil,”Tsu Kwok-leung?” katanya pada Kakak kedua Siu-lai.
Lalu Leung menghampirinya dan sambil berdiri diatas bola sepak, ia memegang pundaknya.”Yu Ka-kan? Apa kabar?” katanya.


Fei dan Siu-lai berdiri menghampiri mereka, lalu dengan sikap hormat, Ka-kan menyapa Fei sir dan memuji Siu-lai yang kelihatan tambah cantik.

Lalu Kan mengajak Siu-lai untuk pergi makan malam bersama besok. Dengan semangat, Ayahnya langsung mendukung Kan.

Mendengar itu, Siu-lai hanya bisa tersenyum dengan canggung.

Saat direstoran. Kan memperlakukan Siu-lai dengan baik, ia menarik kan kursi untuk diduduki Siu-lai.

Tapi sayangnya, Kan terlalu perhitungan. Karena ketika Siu-lai ingin memesan makanan, Kan menyuruhnya untuk menunggu sampai jam 9, karena pada jam segitu, mereka bisa mendapatkan ‘beli satu gratis satu’. Lalu memberikan Siu-lai air putih untuk ia minum dulu.
Saat sedang makan, Kan mengambil banyak makanan dan meletakan nya dimeja serta mengatakan pada Siu-lai bahwa ia sudah melakukan perhitungan untuk ini semua.

Kan juga bilang, “Ibu ku mengatakan pada ku untuk menghasilkan uang, maka dari itu kita mesti hemat.”

Dengan halus Siu-lai menolak bahwa ia tidak bisa makan banyak. Tapi Kan dengan bersemangat, mengambilkan Salmon untuk Siu-lai.

Ketika melihat Salmon yang diberikan oleh Kan, Siu-lai merasa aneh, karena diatas Salmon itu tedapat butir nasi. Sehingga ia menanyakan itu pada Kan.

Dibelakangnya, seorang pelanggan protes pada pelayan. Karena tidak ada ikan diatas sushi nya, yang ada Cuma hanya nasi.
Mendengar itu, Siu-lai merasa tidak nyaman. Dan saat Kan mengajak dia untuk makan bersama lagi, ia hanya menjawab begitu saja dan mengelengkan kepalanya.


Disebuah restoran terbuka, Mami-papa Kingshley duduk bersama. Lalu dua orang wanita datang mengampiri mereka.

Wanita pertama (Berpakaian putih dan memakai tali pinggang merah) berjalan sambil bertelepon dan marah –marah.

Wanita kedua (Pakaian putih dan rok hitam kotak-kotak) ia memperkenalkan dirinya Chirsty.

Setelah selesai, Papa Kingsley menanyakan kepada wanita pertama kenapa ia begitu marah. Wanita pertama menjawab, bagaimanapun ia adalah istri direktur dan bahkan nyonya rumah dari pesta penggalangan dana.

Mami Kingsley memanggil wanita pertama itu dengan sebutan Anastasia. Ia mengatakan padanya bahwa ia adalah seorang wanita baik, jadi dia tidak seharusnya pamer.

Anastasia memanggil Mami Kingsley dengan panggilan Victoria. Lalu ia memperkenalkan Christy pada mereka,”Ini Christy. Dia benar-benar pintar. Dia baru saja tamat dari Jurusan music di Universitas Yale.”


“Apakah kamu akan melanjutkan pendidikan kamu atau bergabung di orchestra untuk menambah pengalaman?” tanya Victoria pada Christy.

“Pertama aku ingin melamar ke Royal Phillharmonic Orchestra, tapi ayah ku tidak ingin saya tinggal jauh dari rumah. Jadi aku akan melanjutkan pendidikanku untuk sekarang.” Jawab Christy.

Anastasia ikut bicara,”Christy adalah satu-satunya perempuan dikeluarganya. Ayah nya pemilik Jaringan Pasar di USA. Bisnis nya begitu besar.” Jelas nya.

“Apakah kamu ingin membantu Ayah kamu menjalankan bisnisnya?” tanya Ayah Kingshley pada Christy.

“Aku sama sekali tidak tertarik menjalankan bisnis. Aku benci bersosialisasi.” Jawab Christi.


Lalu saat mereka mengobrol lebih lanjut, Mami-Papa Kingshley terlihat senang dengan Christy. Tapi ketika Christy menceritakan bahwa Mama nya adalah mantan artis sebelum menikah dengan Ayahnya. Raut wajah Mami-Papa yang terlihat berubah.

Dan saat Christy pergi ke kamar mandi, Victoria langsung menanyakan pada Anastasia mengenai Mama Christy,”Jangan bilang Yip On-kei (Mama Christy) adalah seorang pemain film artistic.”

“Kelihatannya itu adalah orang yang sama.” Kata Anastasia.

“Beberapa menyebut mereka film artistic, tapi sebenarnya itu adalah film erotis. Sejauh yang aku tau, 5 dari mereka telanjang didalam film.” Kata Papa Kingshley pada mereka berdua.

Anastasia langsung membela Christy dan mengatakan bahwa itu sudah lama serta dia (Mama Christy) juga sudah berhenti selama bertahun-tahun. Dan sebenarnya Christy benar-benar cantik dan baik.


Tapi Victoria mengatakan bahwa Christy memang cocok dengan Kingshley, tapi mamanya itu. Lalu Anastasia menjawab ia mengerti, karena jika Christy menjadi menantunya, maka orang akan bergosip.

Victoria tersenyum, mengatakan bagus jika Anastasi mengerti itu.
Kinghsley datang. Tapi Maminya langsung pura-pura sakit kepala dan menyuruh dia bersama Ayahnya pergi untuk membelikan dia obat. Lalu Maminya dengan tersenyum kecil, melambaikan tangannya.

Victoria langsung mengatakan maaf pada Christy yang baru kembali. Ia mengatakan, anaknya sedang melalukan penelitian di Universitas, jadi dia tidak bisa datang.

Anastasia menambahkan bahwa mereka bisa bertemu lain kali. Tapi Victoria tiba-tiba bercerita, bahwa anaknya itu adalah seorang yang membosankan. Dia selalu menfokuskan diri melakukan penelitian dan dia bisa tinggal di lab selama seminggu.
Mendengar itu Christy sedikit terkejut. Tapi Victoria tersenyum padanya.

Dijalan, Kingshley menanyai apakah ayahnya ingin pergi minum atau pulang langsung. Lalu Ayahnya hanya ketawa, karena ternyata Kingshley sudah mengetahui nya.

Lo sedang bersama dengan seorang wanita di rumahnya. Mereka berciuman dan tidur bersama. Besok paginya, wanita itu cerita bahwa pacarnya SMS dia, jadi karena hal itu, mereka tidak akan bisa bertemu untuk waktu yang lama nanti.
Dalam perjalanan. Lo menerima telepon dari PC yang mengabarkan bahwa pagi ini ia menemui seorang wanita tua. Nenek Sam adalah seseorang yang mengambil kardus berkas di desa Spearhead. Dia mengatakan, dia mendengar suara tembakan juga hari saat kejadian terjadi.

Segera setelah mendengar itu, Lo segera memperlaju mobilnya kekantor.
Didalam, Lo sir, Siu-lai, PC, menanyai Nenek Sam.

“Saya sudah bilang, saya mendengar 3 letusan. Saya kira itu adalah suara tembakan senjata.’ Jelas Nenek Sam.

“Apakah anda mendengar itu berturut-turut atau terpisah?” tanya PC pada Nenek Sam.

“Saya tidak bisa ingat apakah itu, ‘Bang bang bang’, ‘Bang; bang; bang’, atau ‘Bang; bang bang’. Bagaimana saya bisa ingat?” jawab Nenek Sam.

“Madam, apa hubungan anda dengan tersangka? Apakah anda ada bertengkar dengan dia sebelumnya? Perselisih paham?” tanya Lo sir.

“Apa maksud kamu? Kamu pikir saya bohong?” kata Nenek Sam, emosi.
Siu-lai langsung menenangin Nenek Sam,”Tidak, nek. Kami hanya ingin mengklarifikasi.”

“Saya tidak pernah bohong ya. Hari itu saya mendorong gerobak saya. Ketika saya diluar rumah Chiu, saya melihat dia bertengkar dengan seseorang didalam. Saya takut ada masalah. Jadi saya pergi, mengabaikan mereka. Tapi Ketika saya diujung jalan, saya dengan suara tembakan.” Jelas Nenek Sam.

PC terus mendengarkan penjelasan Nenek Sam, sambil mencatat pernyataannya. Sementara Lo sir, setelah ia selesai mendengar penjelasan Nenek Sam. Ia berbisik pada PC  dan mengatakan walaupun Nenek Sam sudah tua, tapi bicaranya keras dan Lo sir tertawa.
Nenek sam yang mendengar mereka, mengatakan,”Tentu. Jangan pernah coba untuk menggertak saya.”

Lo sir tersenyum pada Nenek Sam dan memuji pendengarannya yang masih sangat bagus. Dan mereka semua saling tersenyum.

Didalam Universitas. Siu-lai menanyai apakah Lo sir, tadi sedang mengetes Nenek Sam kan. Lalu Lo sir memuji nya.
Setibanya mereka diruangan kelas Profesor King, ternyata disana banyak sekali mahasiswi yang diajari oleh King. Sedangkan mahasiswa nya hanya berdiri disamping dengan tampang cemberut.
Lalu salah satu mahasiswa memberikan secarik kertas pada King, yang bertulis kan ‘Professor Bodoh.’ Setelah melihat itu, King hanya tersenyum, lalu menunjukan catatan itu ke semua mahasiswa/i disana bahwa ada seseorang yang memanggil dirinya sendiri bodoh.

Semua orang tertawa mendengar itu, sehingga mahasiswa itu langsung pergi dari situ. Dan Lo sir serta Siu-lai yang melihat itu, ikut tersenyum.
“Dalam keadaan normal, jika disana ada suara tembakan, mereka semua akan mendengar itu.” Jelas King.


“Apa itu mungkin ada beberapa yang mendengar itu dan beberapa tidak?” tanya Lo pada King.

“Tidak ada info yang cukup, jadi aku tidak bisa menjawab itu.” Kata King.


“Jika seperti itu, kemungkinan besar Tuan Ma berbohong, karena wanita tua dan warga desa itu, mengatakan hal yang sama. 2 banding 1” kata Lo.

King meminta lo untuk membawa dia ketempat kejadian.



Dirumah Cheung Wah-ciu. King beserta Lo sir dan timnya, memeriksa ruangan band yang ada disana. Lalu King melihat dan berpikir.

Diluar, mereka menjelaskan dimana rumah Luk Kwok-ping (saksi 1) yang saat itu berada diluar untuk merokok.

Lalu dimana tempat Nenek Sam berada (saksi 3) yang sedang mengumpulkan kardus bekas.

Dan rumah Tuan Ma (saksi 2) yang sedang berada dihalaman belakang dan merawat tanamannya.


King memperhatikan jendela kecil yang ada dirumah Cheung Wah-ciu. Lalu ia berpikir.

No comments:

Post a Comment