Penting !!

Terimakasih untuk para readers dan viewers yang sudah berkenan untuk mampir ke blog sederhana ini.

Terkait dengan seringnya pertanyaan mengenai undangan blog dan sinopsis awal Game Sanaeha yang tidak bisa di buka, saya ingin menegaskan bahwa blog ini terbuka untuk umum. Semua readers dan viewers bebas untuk berkunjung dan membaca semua artikel maupun sinopsis di blog ini. Tidak ada undangan ataupun hal sejenisnya.

Untuk yang mencari sinopsis awal Game Sanaehe dapat di lihat di link ini : https://k-adramanov.blogspot.com/search/label/Game%20Sanaeha?&max-results=7

Ini berisi sinopsis dari awal Game Sanaeha hingga sekarang.

Blog sinopsis yang bertebaran di internet ada banyak. Dan karena itu, blog yang di pertanyakan, yang tidak bisa di akses karena perlu undangan atau semacamnya, BUKAN BLOG INI.

Blog ini bernama : SHARE ABOUT DRAMA dengan alamat domain : k-adramanov.blogspot.com

Sekian,

Happy Reading,


Owner :)

Adsense

...

Sinopsis C-Drama : Attack It Lightning! Episode 2 – 2



By : Hunan TV

Ditempat lain. Zifeng melihat piala-piala nya yang telah rusak, lalu merobek piagam petinju terbaik miliknya. Melihat itu Zichen memarahi kakaknya. Tapi dengan lemas Zifeng berkata, katanya,”Kejuaraan sabuk? Piala? Medali? Mereka semua hanya logam sampah. Aku pernah berpikir bahwa dengan kedua kepalan tanganku, keluargaku akan bisa hidup dengan baik. Tidak ada yang akan menggertak kita. Tapi apa hasilnya? Dimata orang lain kita masih sama. Kami hanya cacing ditanah untuk mereka injak.”

Hu memberitahu Zifeng bahwa itu semua adalah resiko, karena kompetisi dan panggung yang dia ikuti diorganisir oleh mereka. Jadi selama ia terus meninju, maka ia harus menderita karena mereka.


Zifeng memutuskan untuk berhenti bertinju. Lalu ia mengingat perkataan Wushuang padanya dan memutuskan untuk mencoba masuk ke universitas Zhenyu. Tapi Hu segera mengingatkan bahwa universitas Zhenyu adalah sekolah anggar bukan tinju.

Zifeng teringat lagi, saat Erhao bertarung. Sehingga tekadnya menjadi tambah kuat untuk bisa masuk kesana. Mendengar itu semua, Zichen dan Hu tersenyum dengan terpaksa menyetujui perkataan Zifeng.


Di Universitas Zhenyu. Erhao berlatih bertarung satu persatu melawan murid-murid disana. Dan hanya dengan waktu sebentar saja dia bisa mengalahkan mereka serta membuat mereka kelelahan.

Saat latihan telah selesai. Erhao menjelaskan pada Zhenyu untuk Sarbe atau Tim Pedang, mereka tidak akan bisa bertahan dalam satu pukulan. Serta untuk Banter, paling, mereka bisa membuat semifinal City Games.

Zhenyu menjelaskan bahwa setiap pemain yang dia inginkan malah masuk ke Aosheng, satu persatu. Jadi kali ini tidak peduli apapun, ia akan berusaha untuk menemukan pemain anggar yang baik sebelum sekolah dimulai.

Hu masih mempertanyakan keputusan Zifeng yang ingin masuk ke Universitas Zhenyu. Dan Zifeng memberitahunya bahwa kemarin ia bertemu dengan seorang pria dan saat ia melihat pria itu bertarung, ia jadi berpikir apakah dengan belajar anggar ia bisa menjadi seperti pria itu.

Saat Hu melihat syal yang dipegang oleh Zifeng, ia pun bertanya,”Apa kamu jatuh cinta pada seseorang yang sekolah di Zhenyu?”


Zifeng menyangkal, karena ia saja bahkan tidak tau nama gadis itu. Alasan ia memilih Zhenyu adalah karena kakak gadis itu menyarankan Zhenyu kepadanya. jadiZifeng berpikir jika ia pergi kesana, maka ia bisa menemukan jawabannya.

Walaupun Hu sudah mencoba membuat Zifeng mengubah keputusannya, tapi Zifeng tetap kokoh pada keputusannya itu. Sehingga akhirnya, Hu mengambil harddisk milik Papanya dan memperlihatkan rekaman Anggar yang dibuat oleh Papanya.


Dan Zifeng terpukau melihat kompetisi Anggar yang direkam oleh Papa Hu.

Hu menjelaskan bahwa saat ia mendengar Zifeng ingin belajar anggar, ia teringat oleh video kompetisi Anggar yang sering ditonton Papanya sendirian saat malah hari, ketika ia masih kecil dulu. Zifeng pun bertanya darimana Papa Hu bisa memiliki video itu.

Jadi Hu mulai bercerita, dulu Papanya pernah memiliki seorang teman atlet anggar. Setiap kali ia berkompetisi, Papanya selalu datang dan merekamnya. Lalu Papanya itu menyimpan file-file tersebut disini. Tapi sayangnya, ia belum pernah bertemu dengan teman Papanya itu, bahkan Hu berpikir bahwa mungkin Papanya dengan temannya itu telah kehilangan kontak sejak lama.


Ditempat lain. Yiyi juga sedang menonton pertandingan anggar dari laptopnya. Dan pada saat ia melihat kesamping, ia melihat foto mereka bertiga (Yiyi, Erhao, Wushuang), lalu ia pun berpikir untuk menghubungin Erhao. Tapi tiba-tiba Yiyi teringat akan perkataan Erhao kemarin malam padanya.

Jadi akhirnya Yiyi tidak jadi memberitahu Erhao dan hanya mengirim kan pesan untuk menyemangati kakaknya, disebuah artikel online Sabre Wanita Zhenyu berhasil sampai ke final.


Papa Hu heran saat melihat anaknya dan Zifeng yang sedang fokus menonton dilaptop, bahkan mereka sampai tidak menyadari kedatangannya. Jadi ia pun mendekati mereka secara perlahan dan mengejutkan mereka. Dan saat ia melihat harddisk miliknya, ia segera memerahi Hu yang telah berani menyentuh barangnya.


Hu hendak berlari kedalam saat Papanya hendak memukul dia, tapi ia gagal. Lalu ia pun menjelaskan bahwa ia mengambil itu karena Zifeng bilang ingin belajar anggar. Mendengar itu, Papa Hu tidak jadi marah pada anaknya. Malahan Papa Hu tersenyum senang kepada Zifeng.

Mereka berdua kelihatan bingung, saat Papa Hu buru-buru berlari masuk kedalam dan keluar sambil membawa sebuah kotak besar.

“Inilah harta karun yang aku simpan selama 20 tahun. Hari ini, aku akan memberikannya padamu,” kata Papa Hu kepada Zifeng. Tapi Hu malah protes, karena selama ini saat ia meminta, Papanya tidak pernah mau memberikan itu kepadanya.

Papa Hu memarahi anaknya dan berkata,”Apa kamu tahu?! Ini awalnya miliknya ..” jelas Papa Hu, tapi saat Zifeng menatapnya, ia tiba-tiba saja menghentikan perkataannya.  Lalu ia membuka kotak itu, yang ternyata berisi perlengkapan seperti baju, penutup wajah, dan pedang yang digunakan dalam anggar.

Papa Hu menjelaskan bahwa Zifeng harus mengembalikan martabat yang menjadi pemilik sebelumnya dari pedang itu. Lalu ia juga meminta Zifeng untuk tidak memberitahukan itu kepada Papanya dulu, sampai ia berhasil meraih prestasi nantinya.

Awalnya Zifeng bingung kenapa, tapi Papa Hu segera memberinya alasan yang terdengar masuk akal. Jadi ia pun menyetujui pendapat Papa Hu.

Papa Hu tersenyum puas dengan hal ini, dalm hatinya ia berkata,”Tianqi, jangan salahkan aku karena campur tangan. Kuharap suatu hari anakmu bisa merebut kembali piala emas milikmu itu.”


Erhao datang untuk melihat Wushuang yang berhasil memenangkan suatu kompetisi anggar. Dan ia tersenyum melihat nya.

Kang bersama temannya juga berada disana. Ia bertepuk tangan dan mengacungkan jempolnya kepada Wushuang, saat Wushuang berjalan kearahnya. Tapi sayangnya, Wushuang malah tidak menyadari keberadaannya sama sekali. Lalu temannya menarik dia pergi dari sana.


Wushuang mendekat ketempat Erhao dan dari belakang teman-temannya menyoraki dia, sehingga membuat ia merasa agak malu. Erhao juga tersenyum dan melihat dengan heran, tapi Wushuang pura-pura tidak mengerti juga dan hanya tersenyum.


Dicafe. Erhao memengang tangan Wushuang dan mengajaknya untuk ikut bersamanya ke Paris. Karena jika Yiyi aja bisa pergi ke Inggris untuk berlajar aksitektur, kenapa Wushuang tidak bisa pergi juga untuk belajar anggar.

Wushuang teringat saat dulu Zhenyu pernah menawarkannya untuk belajar diluar negeri dulu. Tapi Wushuang tidak mau menerima itu, malah ia meminta agar Zhenyu membiarkan Yiyi saja yang pergi sekolah di Inggris untuk agar dia dapat  mengejar mimpinya. Dan ia sendiri akan tetap tinggal disini, menjaga kehormatan Akademi Zhenyu.

Wushuang melepaskan tangan Erhao dan membalas,”Akulah yang tidak mau pergi. Bibi dan Paman mengadopsi ku saat aku ditinggal sendirian. Mereka adalah keluargaku yang paling berharga. Jkika Yiyi pergi ke Inggris dan aku ke Prancis, siapa yang akan mengurusnya?”
Erhao masih berusaha membujuk Wushuang, tapi Wushuang tetap menolak.


Saat Wushuang sedang memakan kuenya, Erhao mengangkat tangannya untuk memegang kepala Wushuang. Tepat ketika itu, Kang dan temannya juga datang kecafe itu. Jadi ketika ia melihat itu, ia segera memanggil Wushuang.

Kang protes apakah dulu Wushuang menolaknya karena Erhao dan bukankah Wushuang sendiri yang dulu pernah bilang bahwa ia hanya ingin berkencan dengan atlet Olimpiade. Jadi Wushuang berdiri dari kursinya dan membalas bahwa ia dan Erhao hanyalah teman baik.


Kang tidak menanggapi penjelasan Wushuang dan malah langsung menganggap Erhao sebagai saingan cintanya. Lalu ia pun menantang Erhao sambil sedikit memprovokasi Erhao bila ia tidak mau menerima tantangannya. Mendengar itu, Erhao pun menerima tantangannya. Di Lomba Anggar Muda bulan depan.

Sebelum pergi Kang menendang kursi didekatnya dan berjalan melewati Erhao sampai berbisik pelan,”Aku akan membantaimu.”


Erhao hanya tersenyum menanggapi itu. Lalu ia menceritakan kepada Wushuang alasannya menerima tantangan itu. Ia hanya menerima itu karena jika tidak maka Kang akan mulai berkeliling dan memberitahu semua orang bahwa ia takut.

Zifeng mendaftarkan dirinya di Aplikasi Acara : Kompetisi Persatuan Pesta Pemula.
Disclaimer : Gambar dan video artikel pada website ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini

0 Response to "Sinopsis C-Drama : Attack It Lightning! Episode 2 – 2"

Post a Comment

Tolong Tinggalkan Komentar, Kritik, ataupun Saran untuk Perubahan yang Lebih Baik!!! ^^

Powered by Blogger.

IKLAN