Penting !!

Terimakasih untuk para readers dan viewers yang sudah berkenan untuk mampir ke blog sederhana ini.

Terkait dengan seringnya pertanyaan mengenai undangan blog dan sinopsis awal Game Sanaeha yang tidak bisa di buka, saya ingin menegaskan bahwa blog ini terbuka untuk umum. Semua readers dan viewers bebas untuk berkunjung dan membaca semua artikel maupun sinopsis di blog ini. Tidak ada undangan ataupun hal sejenisnya.

Untuk yang mencari sinopsis awal Game Sanaehe dapat di lihat di link ini : https://k-adramanov.blogspot.com/search/label/Game%20Sanaeha?&max-results=7

Ini berisi sinopsis dari awal Game Sanaeha hingga sekarang.

Blog sinopsis yang bertebaran di internet ada banyak. Dan karena itu, blog yang di pertanyakan, yang tidak bisa di akses karena perlu undangan atau semacamnya, BUKAN BLOG INI.

Blog ini bernama : SHARE ABOUT DRAMA dengan alamat domain : k-adramanov.blogspot.com

Sekian,

Happy Reading,


Owner :)

Adsense

...

Sinopsis Aishite tatte, Himitsu wa Aru (2017) Episode 10 - 1



Aishite tatte, Himitsu wa Aru (2017)

I Love You, But I Have a Secret

Episode 10 - 1
 Network : NTV



“Itu bukan Ibuku, tapi aku yang membunuh Ayahku,” aku Rei, lalu mulai bercerita,”Perasaan pada waktu itu, masih terasa. Ibu dan aku mengubur Ayah dihalaman dan hidup seperti dia tidak ada. Aku mengatakan pada diriku sendiri bahwa itu bukan salahku. Aku meyakinkan banyak orang, termaksud kamu. Aku mengkhianati kamu sepanjang waktu. Jadi kamu tidak perlu meminta maaf pada orang sepertiku.”

Rei berdiri dan berjalan mendekat kepada Sawa, tapi tanpa sadar Sawa melangkah mundur. Sehingga Rei menjadi kecewa dan berjalan pergi meninggalkan Sawa yang terdiam ditempatnya.

“Ada sesuatu didalam hatiku, aku mengabaikan ini. Karena pacarku. Aku pikir dia akan menerima pengakuanku. Tidak peduli betapa gelapnya aku, aku pikir dia akan meneranginku. Aku berjaga-jaga selama ini seperti orang bodoh.” Pikir Rei dalam hatinya sambil berjalan dengan lemas dan tersenyum sedih.


Sawa mendapatkan telpon dan lalu dengan buru-buru mulai berlari. Ia datang kerumah sakit, dimana Ibu dan Akihito sedang menunggui papanya yang sedang dioperasi.


Akihito terlihat tidak bersemangat dan menyalahkan dirinya sendiri, karena tidak bisa melindungin Ayah. Tapi Ibu menyemangatinya. Lalu Akihito berkata,”Aku melihat. Dia mungkin ingin menerima hukumannya.”

Ibu terlihat tidak mengerti maksud Akihito.

Dengan lemas, Rei datang ke kantor polisi.

Kazami  sedang berada dikantor polisi juga, sepertinya ia menyerahkan dirinya, mungkin. Dan disana ia bertanya kepada seorang pria berjas hitam,”Dimana Tachibana?”

“Dia masih koma,” balas pria itu.



Hari telah pagi. Rei bangun dari tidurnya, ia terlihat bingung. Lalu pada saat itu bel rumah berbunyi, jadi ia turun dan membuka pintu. Ternyata orang yang datang kerumahnya adalah Detektif Ichinose dan Daigo.

“Kami menemukan orang yang mengirimkan senjata pembunhan kepada Sawa Tachibana,” kata Ichinose langsung, sebelum Rei bisa berkata-kata.



Mendengar itu Rei terkejut. Tapi ia mempersilahkan mereka masuk, lalu ia pun melihat rekaman CCTV yang ada di tempat pengiriman barang. Disana ia melihat dengan jelas, Ibunya yang datang sambil membawa sebuah kardus.

“Ibu?” kata Rei seperti tidak percaya.

“Itu mungkin, Ibu mu adalah orang yang telah menggali dan mengambil semuanya dan senjata pembunuhan itu.” kata Ichinose.

“Tapi motif nya masih misteri. Bisakah kamu pikirkan alasan mengapa Ibu mu melakukan itu?” tanya Daigo.

Ichinose dengan sesakma memperhatikan raut wajah Rei yang terkejut. Dan untuk pertanyaan Daigo, Rei tidak bisa menjawab.



Dihalaman, Rei memandangin tanah tempat mereka mengubur Ayah dan bertanya-tanya apakah itu benar-benar Ibunya. Lalu ia membayangkan Ibunya, menggali tanah itu, mengambil tusuk rambut Sawa, membungkus dan mengirimnya. Setelah itu meletakan kotak kedalam lemarinya.



Rei segera masuk kedalam kamarnya dan membuka laci meja nya, lalu mengambil foto kotak yang dibungkus kain merah yang pernah diterimanya.

“Itu mungkin bagi Ibu untuk menaruk foto ini kedalam dokumen, sejak aku masuk kedalam depatermen investigasi spesial. Selain itu…” pikir Rei. Lalu ia mengingat tentang Ibunya yang selalu menyemangati dia untuk jadi bahagia.



Didalam penjara. Ibu duduk sendiri sambil merenung.

“Tidak peduli apapun, aku tidak bisa percaya itu. Mengapa Ibu bisa mengharapkan kebahagianku pada waktu yang sama dengan menghacurkan itu?” Pikir Rei.


Rei keluar rumah dan menelpon seseorang, karena ada yang ingin ia bicarakan. Dan ternyata orang itu adalah Kosaka-sensei.

“Aku ingin bertemu Ibuku untuk mengkonfirmasi sesuatu.”

“Apakah itu tentang diari Ayahku?” tanya Kosaka, sehingga memuat Rei heran, tapi dengan cepat Kosaka berkata bahwa beberapa hari yang lalu sebuah foto copyan diari dikirim ke tempatnya. Dan Kosaka memberikan itu kepada Sawa untuk dibaca.


“Aku tidak berpikir, aku akan bertemu Sawa lagi,” kata Rei, membuat Yamada dan Kosaka heran, tapi sebelum Kosaka menyalahkan dirinya sendiri, Rei melanjutkan,”Kamu melakukan hal yang bagus.”


Tachibana sadar dan menyadari itu mereka semua mendekatinya dan menanyakan keadaannya dengan cemas. Dan Akihito yang melihat itu tampak lega.

“Akito, apa kamu baik-baik saja?” tanya Tachibana, lalu,”Mengapa kamu melindungiku?”

Ibu segera menyuruh mereka untuk menghentikan pembicaraan tentang kejadian itu. Lalu Akihito pun pamit untuk pergi bekerja.


“Aku bermimpi. Aku bermimpi membunuh Kazami. Sensasi menusuk dengan pisau masih terasa denganku,” kata Tachibana.

Mendengar itu Sawa teringat akan perkataan Rei.


Dikamar. Rei melihat foto—fotonya bersama Sawa dan perlahan ia menghapus satu persatu foto itu. Ia terlihat sedih.


Pagi hari, saat turun Rei melihat ruang tamu dirumahnya tampak kacau dan berantakan. Seolah-olah ada seseorang yang datang merusak itu, bahkan foto copy buku harian Ayahnya pun tersobek-sobek. Pada saat itu, Rei melihat sebuah CD putih, jadi ia menyalakannya.

Rei duduk dan menonton rekaman ruang tamunya disaat malam hari. Ruang tamunya tampak baik-baik saja. Tapi pada saat melihat itu Rei heran dan ia pun berbalik, lalu melihat sebuah handycam merekamnya. Jadi ia berdiri dan mendekat kesana.





Lalu saat Rei berbalik kearah TV, ia melihat seseorang mengambil buku hariannya. Lalu merobek-robek itu dan melemparkan sobekan itu. Orang tersebut memakai jaket hoodie hitam.

Rei mendekat lagi kedepan TV dan dengan gugup melihat rekaman itu, lalu saat orang itu membuka hoodienya dan menunjukan wajahnya. Rei terkejut.

Orang itu adalah Rei sendiri. Ia tertawa dan tersenyum lebar kearah kamera.



Dikantor. Kosaka memberitahu Sawa tentang saat Rei datang kemarin, lalu mereka berbicara sedikit tentang Sawa. Dan Yamada pun bertanya apa Sawa baik-baik saja, lalu dengan tenang Sawa mengaku bahwa ia baik-baik saja serta mulai duduk dan membahas pekerjaan.

Tanpa sengaja Sawa menjatuhkan dokumennya, lalu Yamada bantu mengambil itu dan memberikan pada dia. Setelah itu Sawa mulai bercerita,”Disana banyak hal yang masuk kedalam pikiranku, semuanya kacau.”

Kosaka memperlihatkan koran. Disana ada foto orang tua Rei. Lalu Kosaka duduk disebelah Sawa menasehatinya,”Aku merasa jika kamu bisa menghadapi kejadian ini.”

Sawa terlihat mulai berpikir secara perlahan.



Rei berjalan dengan gontai dijalan, lalu saat ia melihat pantulan dirinya di kaca mobil. Apakah itu aku? Tanya Rei pada dirinya sendiri.

Rei mengingat, saat malam hari ia mulai menggali kuburan Ayahnya, lalu menari-nari dengan senang. Masuk kedalam rumah, meletakan foto kotak berbungkus kain merah, kedalam dokumen miliknya yang berada didalam laci. Rei melakukan semua itu sambil tersenyum gembira.

Bungkusan kotak itu ia masukan kedalam lemari bajunya sendiri.

“Apa aku yang melakukan semua itu?” tanya Rei.



Sawa menempelkan koran tersebut didalam bukunya. Lalu ia mendapatkan telpon dari Kotaro tentang Rei yang tidak ada kabardan telah absent selam 2 hari. Bahkan Kotaro juga menerangkan bahwa ia tidak bisa menghubungi Rei dan Kotaro takut bahwa Rei akan melakukan hal yang aneh.


Dengan buru-buru, Sawa mengambil tasnya. Lalu pergi kerumah Rei dan mengetuk-ngetuk pintu rumah Rei dan sadar bahwa pintu rumahnya terbuka. Jadi Sawa masuk begitu saja.

Rei duduk ditangga dan melihat Sawa yang masuk kedalam,”Ada apa ?” tanya Rei sambil mendekat kepada Sawa.


Dengan cemas, Sawa menceritakan tentang Kotaro yang memberitahunya. Tapi Rei malah mendekat dan ingin menciumnya, karena itu Sawa segera mendorong Rei.

Rei yang terjatuh kelantai, mulai tertawa dengan keras. “Seperti yang diduga, kamu menolakku. Kamu yang terbaik, kan?” kata Rei, lalu mengulang perkataan Sawa kepadanya dimasa lalu.

Sawa bingung melihat Rei yang bersikap seperti orang yang berbeda. Dan melihat itu Rei berdiri dan menjelaskan,”Sekarang, kamu pasti mengira dia akan bunuh diri dan kamu datang untuk menghentikan dia, kan? Dan jikan dia mati karena kamu, itu akan menghantui kamu, kan?”

“Hey, ada apa denganmu?” tanya Sawa.


Rei mendekati Sawa lagi,”Kamu tau, aku membenci kamu. Kamu dan milikmu berbicara omong kosong,” katanya, lalu memegang atas kepala Sawa dan menatapnya,”Kamu munafik.”

Rei membuka pintu dibelakang Sawa dan mendorongnya keluar. Sedangkan Sawa yang masih kebingungan, tidak ada melakukan apa-apa.


Akihito datang sebentar untuk menjenguk Ayahnya, lalu ia akan pergi. Tapi Tachibana mulai berbicara kepadanya,”Kamu bisa menulis itu,” katanya sambil melihat koran ditangannya.

“Aku pikir itu akan ditolak, jika aku yang menulis itu.”

“Itu resiko pekerjaanmu.”


Saat mendengar pembicaraan Kosaka ditelpon yang akan pergi ke Kantor Polisi Minatonishi. Sawa segera bertanya,”Bisakah aku ikut kamu untuk mewawancarai Ibu Rei?”

Mereka berdua heran, tapi Sawa menjelaskan bahwa ada sesuatu yang ingin dia check.


Didepan kantor polisi. Sawa dan Kosaka menunggu Rei. Dan saat Rei datang, ia heran dan berjalan mendekati mereka.

“Apa kamu ingat bertemu denganku semalam?” tanya Sawa langsung, tapi tampak nya Rei tidak ingat apa-apa tentang kejadian semalam.

Kosaka lalu mengajak mereka berdua untuk masuk, tapi sebelum itu Rei ingin membicarakan sesuatu, jadi ia menghentikan mereka.


Di dalam. Kosaka memperkenalkan dirinya sebagai pengacara kepada Shouko, hal itu membuat Shouko heran. Tapi Rei menjelaskan bahwa Ia yang meminta kepada Kosaka.

Walaupun heran melihat Rei, Sawa dan Kosaka. Shouko duduk dengan tenang. Lalu Rei mulai memberitahu bahwa ia telah membaca diari Ayahnya, jadi dengan kaget, Shouko bertanya,”Apa kamu ingat?”


Rei bingung mendengar itu. Lalu Kosaka menjelaskan bahwa ia menerima foto copyan diari itu dikantornya. Mendengar itu Shouko jadi heran.

“Apa maksudmu dengan ‘Apa kamu ingat’?” tanya Rei.

Dengan gugup Shouko mulai bercerita,”Rei, kamu pernah membaca diari itu sekali sebelumnya.”

“Huh? Bisakah kamu menjelaskan agar aku mengerti?”

Shouko menggeleng dan menolak untuk memberitahu. Jadi Rei mengakui bahhwa Kosaka dan Sawa sudah tahu bahwa dia lah yang membunuh Ayahnya sendiri. Lalu bertanya lagi pada Ibu,”Apa aku yang menggali itu? Setelah aku menggali itu, kamu mengirimkan piala itu kepada Sawa?”

Shouko tidak menjawab, jadi Rei menyimpulkan bahwa itu benar. Jadi Shouko mulai bercerita,”Kali ini, kamu menerima itu. Kamu tidak ingat diari itu adalah karena sebagian ingatan mu adalah milik anak itu. Bagian lain dari kamu. Rei dan Saku.”
Disclaimer : Gambar dan video artikel pada website ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini

3 Responses to "Sinopsis Aishite tatte, Himitsu wa Aru (2017) Episode 10 - 1"

  1. Lanjutannya dong..penasaran nih 😇😇

    ReplyDelete
  2. Cerita ending nya apa cuma segitu ya??? Bikin penasaran 😮

    ReplyDelete

Tolong Tinggalkan Komentar, Kritik, ataupun Saran untuk Perubahan yang Lebih Baik!!! ^^

Powered by Blogger.

IKLAN