Wednesday, May 23, 2018

Sinopsis C-Drama : MoonShine and Valentine Episode 2 - part 1

0 comments

Broadcast Network        Tencent



“Suami,” panggil Hui Yan.


“Tuan Muda,” panggil Hui Yan.


“A Xi,” panggil Hui Yan.


“Tuan Pengemis,” panggil Pi Pi.


He Lan terbangun dengan nafas terengah karena mimpi buruk yang dilihatnya.


Pagi hari. Pi Pi menghubungin Tian Xin, meminta dia agar menemaninnya pergi membeli hadiah untuk Jia Lin. Tapi Tian Xin menolak, karena dia ada latihan sepanjang hari ini dan tidak ada waktu luang. Jadi Pi Pi pun memutuskan untuk pergi sendiri ke mall.



Pi Pi masuk kedalam satu toko dan mulai melihat- lihat baju kemeja yang ada disana. Dan disaat itu seorang wanita penjaga toko, menghampiri Pi Pi dan menawarkan bantuan untuk membantu Pi Pi.

“Aku ingin membeli kemeja putih. Dengan kancing merah,” kata Pi Pi menjelaskan seperti apa kemeja yang sedang dicarinya kini.



Wanita toko itu menuntun Pi Pi dan menunjukan sebuah kemeja seperti yang Pi Pi inginkan. Dan melihat kemeja yang dicarinya, Pi Pi merasa sangat senang, tapi ketika ia melihat harga yang tertera disana, ia pun menjadi ragu.



“Yeah. Kemeja ini sudah di diskon juga. Nona, apa kamu mau memberikan ini kepada pacarmu?” kata si wanita penjaga toko dengan ramah.

“Untuk hadiah ulang tahunnya… mm… aku akan ambil satu ini,” kata Pi Pi dengan riang, walaupun ia awalnya sempat ragu dengan harga kemeja itu.


Si wanita toko itu pun dengan ramah menanyakan ukuran baju pacar Pi Pi. Dan mendengar itu, Pi Pi pun menjadi bingung, karena ia tidak tau. Jadi Pi Pi pun mulai menjelaskan bentuk dan besar badan Jia Lin dengan mengira- ngira sambil mengingat.

Melihat bagaimana Pi Pi menggambarkan bentuk dan besar badan Jia Lin. Si wanita toko itu menyimpulkan kalau mungkin saja ukuran Jia Lin adalah L atau M.


Dan disaat Pi Pi masih kebingungan, si wanita toko menyarankan agar Pi Pi mengajak Jia Lin kesini dan mecobanya agar lebih pasti, karena ditoko mereka barang yang sudah dibeli tidak bisa dikembalikan atau ditukarkan.



Sebenarnya, Pi Pi ingin memberikan kejutan kepada Jia Lin, sehingga ia menjadi agak kebingungan antara mau telpon atau tidak. Dan tepat disaat itu, ia melihat seorang pria yang bentuk badanya hampir mirip seperti Jia Lin.




Dengan hati- hati, Pi Pi mendekati pria itu dan mengukur tinggi serta lebar bahu si oria. Lalu setelah berpikir sesaat, Pi Pi menunjuk si pria dan berbicara dengan suara pelan ke wanita penjaga toko. Pi Pi mengatakan kalau bentuk dan besar badan si pria hampir sama seperti pacarnya.



Mendengar suara Pi Pi, si pria berbalik dan tanpa sengaja menyentuh tangan Pi Pi. Sehingga membuat Pi Pi menjadi terkejut. Dan si pria itu ternyata adalah He Lan.

“Oh, maaf. Tolong maafkan orang buta ini,” kata He Lan, meminta maaf.



Ketika melihat wajah He Lan, maka Pi Pi pun mengingatnya. Begitu juga dengan He Lan, ketika mendengar suara Pi Pi, ia langsung mengenalinya.

Dan si wanita toko yang melihat itu, berkata kepada Pi Pi, kalau bentuk dan besar badan pacar Pi Pi hampir sama seperti He Lan, maka mungkin L akan cocok. Lalu ia menyarankan agar Pi Pi meminta kepada He Lan saja untuk mencobanya.


“Jika kamu tidak masalah. Aku bisa mencobanya untukmu,” kata He Lan setuju untuk menolong Pi Pi mencoba baju itu.



Mungkin karena tidak bisa melihat, maka ketika memakai kemeja itu, He Lan tidak bisa mengancingkan nya dengan baik. Sehingga melihat itu, Pi Pi pun membantunya untuk mengancingkan kemeja itu.



“Seperti apa dia?” tanya He Lan, disaat Pi Pi sedang membantu mengancingkan kemeja itu.

“Siapa?” tanya Pi Pi heran.

“Kamu memberinya hadiah yang mahal. Aku jadi ingin tau seperti apa dia.”

“Oh, maksudmu pacarku. Dia pria yang sangat baik. Dia mendapatkan peringkat yang baik. Dia luar biasa. Dia lebih baik dariapa aku,” jelas Pi Pi.



Setelah akhirnya, Pi Pi selesai mengancingkan kemeja itu dan melihatnya. Ia langsung menjuju kepada si wanita penjaga toko dan mengatakan bahwa ia jadi untuk mengambil kemeja itu. Sedangkan He Lan, terdiam ditempat.



Ketika akan membayar, ternyata salah satu kartu miliknya sama sekali tidak bisa digunakan, satunya lagi tidak bisa digesek dimesin EDC disana. Dan dengan suara pelan, Pi Pi menanyakan apakah baju kemeja itu tidak bisa di diskon lagi serta bisakah ia membayar dengan angsuran disini.


Tentu saja hal itu tidak bisa. Si wanita toko menyarankan agar Pi Pi turun ke lantai bawah dan menyebrangin jalan, karena disana terdapat ATM. Jadi Pi Pi bisa membayar dengan cash saja.



Dengan riang, Pi Pi pun berterima kasih dan ia meminta agar si wanita toko itu menjaga kemeja tersebut. Tunggu sampai dia kembali. Dan setelah Pi Pi pergi, si wanita toko yang awalnya tersenyum, langsung tampak berubah seperti memandang rendah Pi Pi.



Disaat Pi Pi telah benar- benar pergi, He Lan mendatangin meja kasir dan memberikan kartunya kepada si wanita penjaga toko.



Di tempat mesin ATM berada. Pi Pi mengambil uangnya menggunakan dua kartu ATM yang ia punya, tapi sayangnya, salah satu kartunya tidak bisa digunakan.



Pi Pi kembali kedalam toko dengan nafas yang terengah. Disana ia langsung memberikan semua uang nya serta beberapa uang logam yang berada didompetnya.

“Bisakah aku membayar sisanya besok? Tidak. Aku akan membayarnya sore ini,” kata Pi Pi dengan cepat, karena uang yang dimilikinya kurang.



Si wanita toko membalas kalau He Lan telah membayarkan baju kemeja yang diingankan Pi Pi. Dan mendengar itu, Pi Pi langsung menjadi senang. Ia berterima kasih kepada He Lan dan meminta nomor telpon He Lan, supaya ia bisa membayarnya nanti.

“Tidak perlu,” kata He Lan, ketika Pi Pi mengatakan itu.


“Tidak, tidak… ini hadiah untuk pacarku. Itu sangat berarti bagiku. Aku hanya bisa melakukan sebanyak ini untuknya. Dia benar- benar penting untukku. Jadi aku harus membeli kemeja ini sendiri untuknya,” balas Pi Pi menjelaskan dengan riang.


“Nona, aku kira kamu salah paham. Aku tidak membeli kemeja ini untuk pacarmu. Ini cocok untukku, jadi aku membelinya,” kata He Lan menjelaskan dengan tegas.


“Tuan ini juga membeli kemeja dengan ukuran yang lainnya juga,” tambah si wanita penjaga toko, memberitahu Pi Pi.



Mendengar itu, Pi Pi pun menjadi kesal dan protes kepada He Lan. Dan dengan tegas, He Lan menyuruh agar Pi Pi tidak berteriak kepada orang buta, karena itu akan menyakiti pendengarannya.

Dengan lemas, Pi Pi menanyakan kepada si wanita toko apakah mereka masih memiliki stok lagi. Tapi sayangnya, mereka tidak punya stok kemeja itu lagi.



Sebelum He Lan pergi, ia menanyakan siapa nama Pi Pi. Dan karena kesal, Pi Pi tidak menjawab dengan ketus bahwa itu bukan urusan He Lan.

“Nah, nona Guan…” kata He Lan, tapi dipotong langsung oleh Pi Pi.

“Bagaimana kamu tau margaku?” tanya Pi Pi heran.

“Kamu bilang ‘bukan urusanmu’. Harusnya ‘Urusan’ (dalam bahasa China) adalah ‘Guan’,” kata He Lan, menjelaskan. Dan si wanita toko tertawa mendengar itu.

“Kamu… namaku Guan Pi Pi. Tidak ada 4 karakter (mungkin tulisan nama dalam China) dalam nama mereka. Aku bukan orang Jepang,” kata Pi Pi dengan ketus.



He Lan lalu memberikan penawaran kepada Pi Pi, yaitu jika Pi Pi memang menginginkan kemeja itu maka Pi Pi harus membayarnya langsung. Jika Pi Pi tidak bisa, maka ia akan pergi.

Dan tentu saja, Pi Pi tidak bisa. Ia hanya bisa terdiam dan menghela nafas, ketika melihat He Lan mengambil kantong belanjaan yang berisikan kemeja itu.



“Oh iya, nama ku He Lan. 2 karakter. Nama sopanku adalah Jing Ting, 2 karakter. ‘Ketika seorang pria mencapai 20, dia harus mengenakan nama sopan’. Disana banyak marga 2 karakter seperti He Lan. Jadi bukan orang jepang saja yang punya 4 karakter dalam nama mereka,” jelas He Lan.

Setelah itu He Lan keluar dari toko. Sedangkan Pi Pi berdiri disana dengan raut keheranan, mengapa He Lan menjelaskan itu padanya.

No comments:

Post a Comment