Penting !!

Blog ini tidak akan menulis sinopsis : PADDIWARADDA

Kenapa? Karena sudah pernah ada blog lain yang membuat sinopsis ini sebelumnya. Dan blog itu sampai menghapus sinopsis ini dan mengganti domain blog nya, jadi kami tidak ingin terkena masalah yang sama. Atau akibat nya, blog ini akan terhapus. Kami sudah pernah terkena masalah karena sinopsis FOX SUMMER.

Mohon pengertian nya.


STOP meninggalkan komentar yang menyuruh atau meminta kami menulis sinopsis PADDIWARADDA. Jika ingin membaca sinopsis lakorn tersebut, silahkan kunjungi blog yang dahulu menulis sinopsis itu.

KAMI MERASA TERGANGGU KARENA MENERIMA TERLALU BANYAK PESAN TERKAIT LAKORN TERSEBUT. APALAGI YANG MEMINTA UNDANGAN DAN SEMACAMNYA. TOLONG HARGAI KAMI JUGA, DENGAN TIDAK MENANYAKAN SINOPSIS INI (KAMI TIDAK PERNAH MENULIS ATAUPUN BERNIAT MENULISNYA)

TERIMAKASIH

Utk sinopsis lain seperti Rak Nakara, Rising Sun dll akan kami pertimbangkan setelah kami menemukan tempat untuk menonton / mendownload nya full episode.

������ thank u


Sekian,

Happy Reading,


Owner :)

Adsense

...

SINOPSIS K-DRAMA : MISTRESS EPISODE 01-2



IMAGES BY : OCN
Drama ini berisi adegan yang tidak sesuai untuk usia di bawah 19 tahun. Pemirsa di harap bijak.
Jika ada pembaca berusia dibawah 19 tahun, diharapkan untuk tidak lanjut membaca. Terimakasih.
Eun Soo masih melakukan konseling untuk Sun Ho. Sebuah pesan masuk di handphone-nya. Dari Se Yeon yang memberitahu kalau mereka sedang menuju tempat kerja Eun Soo.
Eun Soo tidak membaca pesan tersebut. Dia meminta Sun Ho untuk memberitahukan apa tujuannya sebenarnya datang kesini.
"Ayahku adalah korban pembunuhan dua tahun lalu. Penyebabnya pendarahan hebat. Tengkoraknya pecah. Tapi polisi sangat bodoh, melepaskan pelakunya yang di depan mata. Siapa tersangkanya, kau tidak penasaran?" tanya Sun Ho mengintimidasi. "Selingkuhan ayahku."
Eun Soo terdiam mendengarnya. Dia teringat saat melihat tubuh seoran pria bersimbah darah di lantai.
"Aku akan menangkapnya. Dia disekitar sini," ancam Sun Ho.
Eun Soo menatapnya.
Se Yeon, Hwa Young dan Jung Won keluar dari toko Se Yeon. Mereka hendak menuju tempat Eun Soo. Seorang membagikan brosur untuk memperkenalkan salon yang baru dibuka. Hwa Young mengenali lokasi tempat itu sebagai tempat yang terbakar 2 tahun lalu. Se Yeon membenarkan, dulu tempat itu adalah sebuah toko bernama Hwang Cho. Hwa Young bergumam merasa kasihan apa pemilik yang baru tahu kalau seseorang pernah tewas di sana.
Hwa Young, Se Yeon dan Jung Won pergi bersama dengan mobil Jung Won. Hwa Young duduk di kursi belakang, tepat di belakang kursi supir. Dan dia terus menerus meminta Jung Won memajukan mobilnya karena kakinya panjang. Jung Won sampai kesal di buatnya.
Hwa Young kemudian teringat kalau dari tadi dia tidak melihat Ye Rin, anak Se Yeon. Se Yeon memberitahu kalau Ye Rin bersama pengasuh. Hwa Young menyindir Se Yeon yang akhirnya mau menggunakan pengasuh, dia bertanya dimana Se Yeon mencari pengasuhnya? di internet? Se Yeon menjawab kalau dia mendapatkannya di taman. Hwa Young kaget dan tidak percaya.
Flashback
Pagi hari, Se Yeon mengantar Ye Rin ke tempat penjemputan bus sekolah. Tetapi, hari ini mereka telat dan bus sudah terlanjur pergi. Dia tertinggal bus bersama dengan Han Sang Hoon yang juga mengantar putrinya Ah Yeon.
Ye Rin mengeluh kalau dia akan terlambat dan meminta Se Yeon mencari cara lain. Sang Hoon menawarkan tumpangan untuk naik mobilnya saja.
Ye Rin dan Ah Yeon akhirnya tiba di sekolah tanpa terlambat. Sang Hoon kemudian menawarkan untuk mengantar Se Yeon pulang bersama. Se Yeon menolak tetapi Sang Hoon sudah beranjak pergi mengeluarkan mobilnya dari parkiran.
Di dalam mobil, Se Yeon membuka pembicaraan dengan mengatakan kalau ibu Ah Yeon pasti sangat sibuk hingga Sang Hoon yang selaluu mengantar Ah Yeon ke sekolah. Sang Hoon memberitahu kalau dia sudah bercerai dua tahun lalu. Se Yeon merasa tidak enak dan meminta maaf. Sang Hoon tidak mempermasalahkan hal itu dan gantian dia yang berkata kalau suami Se Yeon pasti sangat sibuk hingga tidak pernah kelihatan. Se Yeon terdiam dan tidak mampu menjawab. Sang Hoon memintamaaf karena sudah bertanya seperti itu. Suasana menjadi canggung.
Sang Hoon mengantar Se Yeon hingga ke depan cafe Se Yeon. Dia kemudian dengan canggung mengajak Se Yeon untuk minum kopi bersama nanti malam. Tetapi, tepat saat itu, seorang karyawan Se Yeon tiba dan menyapanya kemudian masuk ke dalam cafe. Sang Hoon baru tahu kalau Se Yeon pemilik cafe dan merasa canggung karena sudah mengajak Se Yeon minum kopi. Dia menukar ajakannya menjadi makan malam bersama. Se Yeon terkejut mendengarnya. Sang Hoon beralasan kalau dia hendak membawa Ah Yeon makan di restoran daging, tapi sulit jika sendirian. Jadi, mereka bisa makan bersama dan membawa anak-anak.
Se Yeon menceritakan hal tersebut. Jung Won dan Hwa Young memuji Sang Hoon yang sangat gigih. Jadi, mereka jadi makan malam?  Mereka penasaran dan menanti jawaban Se Yeon.

Ye Rin sudah pulang sekolah. Dia sedang sibuk menggambar di cafe. Se Yeon tersenyum melihatnya. Tiba-tiba, handphone-nya berbunyi dari nomor rahasia. Saat Se Yeon mengangkatnya, orang di seberang tidak bersuara dan mematikan telepon.

Se Yeon sudah mengganti baju dan hendak pergi ke tempat makan malam yang di ajak Sang Hoon bersama Ye Rin. Tetapi, saat ia siap berganti baju, Ye Rin tidak ada di cafe. Karyawannya juga tidak melihat kemana Ye Rin pergi. Se Yeon panik. Dia mulai keluar dan mencari Ye Rin di sekitaran cafe. Dia bertanya kepada orang-orang yang ada disana, tetapi Ye Rin tidak terlihat juga.
Sang Hoon menelpon dan memberitahu kalau dia sudah ada di depan cafe bersama Ah Yeon. Se Yeon yang sedang panik mencari Ye Rin, menjawab kalau dia sedang sibuk dan akan menghubungi lagi nanti.

Handphone Se Yeon berbunyi lagi. Dan seseorang di seberang menelpon memberitahu posisi Ye Rin. Ye Rin ternyata ada di taman. Se Yeon memeluknya lega dan juga menegurnya karena pergi tanpa bilang-bilang. Ye Rin balas menjawab kalau ibu selalu sibuk jika dia mengajak pergi ke taman.
Seorang wanita menghampiri mereka. Dia yang menelpon Se Yeon tadi. Wanita itu menjelaskan kalau dia merasa aneh karena Ye Rin bermain sendirian karena itu dia bertanya nomor telepon ibu Ye Rin.

Ye Rin bermain bersama seorang anak perempuan yang bersama wanita tersebut. Sedangkan Se Yeon berbincang dengan wanita itu. Se Yeon memberitahu kalau dia merasa bersalah karena tidak bisa bermain bersama Ye Rin karena terlalu sibuk. Wanita itu berkomentar kalau Ye Rin bisa dijaga pengasuh. Se Yeon menjawab kalau dia terlalu takut untuk meninggalkan Ye Rin dengan orang lain.
Se Yeon kemudian bertanya apa itu anak wanita itu? Wanita itu menjawab kalau dia hanya pengasuh.
Se Yeon yang dari tadi memperhatikan cara bicara wanita tersebut bertanya apa wanita itu dari luar karena logat bicara-nya unik. Wanita itu membenarkan, dia dari Shen-yang, Tiongkok.
Saat itu, anak yang di asuh wanita itu terjatuh dan wanita itu segera berlari menghampirinya dengan khawatir. Se Yeon memperhatikan hal tersebut.
Se Yeon pulang bersama dengan Ye Rin.
Telepon yang tidak ada nomornya kembali menghubungi Ye Rin. Dan lagi-lagi tidak ada yang bersuara.
Jung Won merasa telepon itu mencurigakan. Dan lagi belum lama ini, Se Yeon kan meneriman uang asuransi suaminya. Sang Hoon juga jadi mencurigakan, apa dia mendekati Se Yeon untuk mengincar uang asuransi? Hwa Young berkomentar kalau tidak mungkin Sang Hoon tahu kalau Se Yeon mendapat uang asuransi. Jung Won berkomentar kalau mungkin saja, kan Se Yeon dapat uang asuransi sekitar 20 juta won. Se Yeon mengabaikan mereka. Jung Won dan Hwa Young menyuruh Se Yeon untuk menggunakan uang itu untuk beli mobil baru atau pindah ke tempat baru.
"Uang itu ditukar dengan nyawa suamiku. Mana mungkin ku gunakan begitu saja? Kelak kalau Ye Rin ingin sekolah keluar negeri atau menikah, saat itu akan kugunakan. Sebelum tiba saatnya, akan kubesarkan sendiri."
"Jang Se Yeon, Yeong Dae (nama alm.suami Se Yeon), pasti bangga di alam sana," komentar Jung Won.
Hwa Young mengirim pesan ke Eun Soo kalau mereka sudah membeli bunga dan menurut GPS 10 menit lagi mereka akan sampai di tempat Eun Soo.
Sun Ho masih ada disana. Dia menceritakan mengenai ayahnya yang sakit keras dan dia berjanji pada dirinya sendiri kalau dia akan mengatakan semua yang ingin di katakannya pada ayahnya sebelum dia meninggal. Seperti : Pergilah ke neraka!
Eun Soo tercengang mendengarnya. Sun Ho kemudian lanjut bercerita kalau selingkuhan ayahnya menghalanginya dan dia kehilangan kesempatannya untuk mengatakan hal tersebut.
"Kau pasti sangat marah," komentar Eun Soo.  "Tapi kenapa kau berpikir selingkuhan ayahmu membunuh ayahmu?"
"Ada saksi mata."
Eun Soo teringat saat dia pulang terhuyung dan kaget melihat mayat tersebut. Dia kemudian segera pergi dari sana.
"Tidak mungkin ada...," gumam Eun Soo. "Bila ada saksi, kenapa polisi tidak bisa menangkap tersangka?" tanya Eun Soo.

Eun Soo memegangi tengkuk lehernya. Sun Ho memperhatikan dan tersenyum kecil.
Di mobil, sebuah lagu di putar. Se Yeon berkomentar kalau itu lagu kesukaan ayah Ye Rin. Hwa Young segera memerintah Jung Won untuk menukar lagu tersebut. Jung Won segera menukarnya.
"Pria juga begitu, ganti ke lagu baru, jangan terjebak dengan lagu lama," komentar Hwa Young.
"Do Hwa Young, berhenti berganti ke lagu baru, fokus pada satu pria. Kau tidak lelah selalu berganti pria?" komentar Jung Won.
"Tidak, aku baru lelah jika berhubungan intim hanya agar aku hamil. Selalu berganti pasangan, itu memang menarik."
Se Yeon menatap Hwa Young karena sudah kelewatan. Hwa Young menyadari hal itu dan segera meminta maaf pada Jung Won.

Se Yeon kemudian menyadari kalau layar ponsel Hwa Young retak. Hwa Young memberitahu kalau itu retak kemarin. Se Yeon meminta Hwa Young bercerita mengenai alasan retaknya layar ponsel Hwa Young.
Flashback
Ada seorang klien wanita yang datang ke kantor pengacara. Dia ingin bercerai karena merasa suaminya berselingkuh. Pengacara pria yang melayani wanita itu menyuruh agar mengumpulkan bukti bahwa suaminya berselingkuh. Wanita itu merasa sulit karena itu artinya, dia harus mengikuti suaminya dan melihat dengan mata kepalanya sendiri serta merekam perselingkuhan suaminya. Dia pernah melihat ponsel suaminya, dan hanya melihat itu saja membuatnya merasa tertekan.
Hwa Young masuk ke dalam dan berkata kalau wanita itu telah datang ke kantor yang tepat. Mereka pengacara yang sangat ahli menangani kasus perceraian. Dan karena itu, untuk setiap tetes air mata yang sudah di tumpahkan wanita itu, mereka akan berusaha yang terbaik.
Pengacara pria menyarankan agar wanita itu menggunakan mata-mata untuk mengikuti suaminya. Dia bisa memperkenalkan beberapa mata-mata kenalannya. Dan orang yang mendapat tugas menjadi mata-mata adalah Hwa Young.
Di sebuah kamar, Hwa Young sedang melakukan hubungan dengan seorang pengacara pria tersebut. Selesai melakukan hal itu, pengacara memberikan berkas informasi klien tadi dan meminta Hwa Young menyelidikinya. Hwa Young menggerutu kalau di pernah mempersiapkan pemeriksaan yudisial-nya tetapi menyerah. Kalau tahu dia akhirnya akan menjadi manajer kantor di bawah pengacara sepertinya, dia tidak akan menyerah dulu.
Hwa Young melihat foto suami wanita itu dan dia terlihat terkejut.


Keesokan harinya, Hwa Young mulai melakukan pengintaian dan memotret setiap gerakan suami klien. Tidak ada yang mencurigakan. Hingga saat sudah malam, suami klien pergi membeli bunga dan setelah itu ke sebuah hotel. Suami klien masuk ke sebuah kamar hotel setelah berpelukan dengan wanita yang membukakan pintu.

Hwa Young memotret semua hal itu dan sedikit senang karena mendapatkan bukti perselingkuhan. Saat itu seorang pria lewat di belakangnya, dan membuatnya kaget, hingga handhone-nya terjatuh dan layar handphone mengenai alat pemadam api yang ada di dekatnya. Itu lah sebab layar handphone Hwa Young pecah.
Saat Hwa Young berbalik lagi, suami klien telah hilang dan masuk ke kamar. Hwa Young tidak tahu kamar mana yang dimasuki. Dia bingung diantara dua kamar. Akhirnya dia memutuskan untuk menguping. Kamar pertama terdengar sunyi sedangkan kamar kedua ada suara wanita tertawa.
Hwa Young mempersiapkan kamera ponselnya dan kemudian menekan bel kamar kedua. Dia sudah bersiap untuk memotret.
Tepat saat itu, suami klien keluar dari kamar pertama. Hwa Young kaget melihatnya dan suami klien juga mengenalinya. Suami klien sedang melakukan pertemuan bisnis dengan orang arab. Hwa Young segera menutup wajahnya. Pintu kamar kedua terbuka, dan seorang pria keluar dan bertanya siapa dia?

Hwa Young salah tingkah. Dia berusaha kabur, tapi, gerombolan pria berjalan melewati gerbong dan menabraknya. Hwa Young sempat terjatuh dan suami klien menangkap tubuhnya. Hwa Young segera bangkit dan berjalan pergi dari sana dengan malu.
Hwa Young selesai bercerita. Eun Soo juga sudah selesai melakukan konseling dan masuk ke dalam mobil mereka. Dia segera meminta mereka untuk menjalankan mobilnya.
Sun Ho memperhatikan.

Mereka pergi ke sebuah pantai. Se Yeon membawa bunga yang tadi di belinya. Dia mencium bunga itu dan kemudian melemparnya ke laut. Semua temannya hanya memandangnya dalam diam.
Hari sudah malam,
Mereka sedang duduk dan bercengkrema. Jung Won dan Hwa Young asyik berbincang kalau waktu cepat sekali berlalu. Sudah 2 tahun. Mereka menyebut nama Choi Min Jun yang meninggal tidak lama setelah Young Dae menghilang. Eun Soo terkesiap mendengarnya. Hwa Young bertanya pada Jung Won apa pelakunya tertangkap akhirnya? Jung Won juga tidak tahu, awalnya para detektif sibuk menangani kasus tersebut tetapi selama 1 tahun terakhir tidak ada kabar lagi.
Eun Soo teringat saat dia menemukan mayat pria tersebut. Dia menghapus semua pesan dan telepon yang ada di ponsel pria itu kepadanya. Dia juga membersihkan barang-barangnya di rumah itu dan melepas stockingnya.
Hwa Young memanggil Eun Soo dan bertanya kalau dia sempat mendengar kalau Eun Soo sempat di interogasi polisi mengenai Choi Min Jun karena Eun Soo memberikan konsultasi pada Min Jun. Apa Eun Soo tahu sesuatu? Eun Soo gugup dan menjawab dia tidak tahu apa-apa.
Se Yeon memperhatikannya.
Flashback
Min Jun datang konsultasi ke tempat Eun Soo. Eun Soo berkomentar kalau dia belum sempat menemui Min Jun setelah kelulusan, sudah 10 tahun. Min Jun tersenyum dan bertanya kalau dia sudah bertambah tua sementara Eun Soo masih seperti dulu, selalu tampak muda. Eun Soo tertawa dan mulai membuka seksi konsultasi. Min Jun terlihat tidak nyaman. Eun Soo menenangkan Min Jun untuk tidak tegang.
Dan setelah beberapa kali konsultasi, Min Jun mengucapkan terimakasih. Dia sudah merasa lebih baik sekarang.
"Pak guru, jaga kesehatanmu," ujar Eun Soo pada Min Jun di seksi konsultasi terakhir mereka. "Walau tidak berselera, kau harus makan. Kalau kau sedang menjalani pengobatan, pokoknya jangan pernah menyerah. Kau pasti akan sembuh. Aku senang bisa membantu."
Min Jun terharu mendengar hal itu. Kata-kata penyemangat dari Eun Soo.
Eun Soo menghampirinya. "Pak guru...," ujarnya dan menyentuh wajah Min Jun. Mereka saling menatap dan secara perlahan saling berciuman.
Eun Soo berselingkuh dengan Min Jun.
Eun Soo menceritakan hal itu pada Se Yeon di sebuah bar. Hanya mereka berdua. Se Yeon terkejut mengetahui hal tersebut. Eun Soo meminta maaf karena tidak bisa memberitahukan hal tersebut kepada mereka. Se Yeon bertanya kenapa Eun Soo melakukan hal itu (menjadi selingkuhan)?
"Pak guru sudah lama berpisah dan sedang dalam proses  perceraian. Aku tidak bisa membiarkannya sendiri dalam penderitaan."
"Makanya kau diinterogasi? Karena polisi tahu kalian dekat?"
"Masalahnya... hari itu kami berjanji makan malam bersama, tapi kutunggu lama, dia tidak datang. Lalu aku pulang."

Eun Soo pulang dan menemukan tubuh Min Jun yang sudah bersimbah darah di lantai. Eun Soo merasa ketakutan dan juga seih. Dia menangis.
"Aku takut akan menimbulka masalah dalam keluarganya dan aku khawatir membuat keluarganya terluka. Jadi kuhapus semua telepon dan pesan singkatnya denganku. Seperti orang bodoh."
Eun Soo dengan tangan gemetar menghapus semua pesan dan log panggilan.
"Kami takkan bisa saling menelepon dalam hubungan sehat.  Aneh kalau aku tidak dicurigai. Hanya teleponku yang dihapus."
"Tapi, kau dinyatakan bersih setelah interogasi," ujar Se Yeon.
"Karena aku punya alibi. Waktu itu aku dirumah sakit. Tapi... putranya datang mencariku."
"Kenapa?"
"Dia pikir ayahnya dan aku saling kenal. Dan dia curiga aku pelakunya."
Se Yeon terkejut mendengarnya. Dia menggenggam tangan Eun Soo yang gemetar.

Se Yeon sudah di rumah. Dia menatap Ye Rin yang sedang tidur.
Se Yeon pergi ke ruang tamu. Dia melihat foto-fotonya dengan Young Dae. Se Yeon memutuskan untuk menyimpan semua itu dalam boks dan menyimpannya dalam lemari.

Keesokan harinya,
Dong Seok sedang melihat acara masak dimana dia adalah chef-nya. Jung Won bersiap ke sekolah dan saat dia teringat kemarin menunjukkan bra-nya kepada Min Gyu, Jung Won jadi stress.
Dong Seok memberikan jus buatannya kepada Jung Won. Dong Seok berkomentar kalau punya suami chef selebriti pasti membuat Jung Won sangat senang. Jung Won tidak menjawabnya dan hanya meminum jus-nya. Dia berkomentar kalau jus buatan Dong Seok sangat pahit. Dong Seok memberitahu kalau dia membuat jus itu dari obat herbal untuk penyubur dan segala macam yang sehat. Jung Won kecewa mendengarnya.
Dong Seok bertanya kenapa dari tadi Jung Won berujar : 'bisa gila,' ada apa? Jung Wong segera buru-buru pergi dengan alasan sudah mau terlambat. Dong Seok bertanya jam makan siang nanti apa mereka bisa bertemu? Jung Won menjawab kalau kemarin hari terakhir ovulasinya.  Dong Seok menjelaskan kalau dia hanya ingin mengajak Jung Won makan siang bersama.

Jung Won menjelaskan kalau dia sedang diawasi oleh wakepsek jadi sulit untuk keluar makan siang. Dong Seok menyarankan Jung Won untuk mengajak wakepsek makan siang bersama mereka, dan dia yang akan menyiapkan semua makanannya. Jung Won menjelaskan kalau guru - guru di sekolah tidak ada yang tahu kalau Hwang Dong Seok adalah suaminya. Dong Seok balik tanya kenapa Jung Won masih merahasiakan itu? Jung Won tersenyum senang mendengarnya dan segera pamit pergi.
Hwa Young melaporkan kepada pengacara kalau suami klien sudah melihat wajahnya. Pengacara langsung khawatir kalau Hwa Young sudah ketahuan. Hwa Young menjawab kalau dia belum ketahuan, tetapi akan sangat aneh kalau suami klien melihatnya lagi. Jadi, suruh saja orang lain menjadi mata-mata. Pengacara menjawab kalau klien kemarin sudah membayar mereka untuk melakukan itu.
Sun Ho datang lagi hendak menemui Eun Soo. Tetapi resepsionis menjelaskan kalau Sun Ho akan di tangani psikiater lain. Sun Ho tidak mau dan marah-marah. Eun Soo mendengar suara marahnya dari dalam ruangannya.

Se Yeon menghubungi Sang Hoon. Dia meminta maaf karena sudah ingkar di makan malam mereka kemarin. Sang Hoon tidak mempermasalahkan hal itu, anggap saja mereka sudah makan malam. Sang Hoon berkata kalau tidak ada lagi yang hendak dikatakan Se Yeon, dia akan mematikan telepon.
"Tunggu sebentar. Hari itu, Ye Rin mendadak hilang," jelas Se Yeon. "Kau tahu seperti apa rasanya kalau anak hilang. Aku benar-benar kebingungan."
Sang Hoon mengerti akan hal itu. Dia mulai santai lagi berbicara dengan Se Yeon. Dan Se Yeon mengundang Sang Hoon untuk datang di cafe yang setelah makan siang. Dia akan mentraktir kopi sebagai permintaan maaf. Tapi, dia akan sibuk sampai jam 1 siang, jadi Sang Hoon bsia datang setelah jam 1. Sang Hoon tersenyum dan menjawab dia mengerti.
Selesai berteleponan dengan Se Yeon, wajah Sang Hoon terlihat agak mencurigakan.
Jung Won mengajak wakepsek makan siang bersama. Wakepsek awalnya menolak tetapi saat tahu Jung Won mengajaknya makan di restoran Hwang Dong Seok, dia langsung setuju.
Eun Soo akhirnya memutuskan untuk memberikan konsultasi lagi untuk Sun Ho.
Wakepsek dan Jung Won akhirnya makan siang bersama. Wakepsek dengan sikap dinginnya bertanya dimana chef Dong Seok kenapa tidak terlihat? Jung Won mengerti, dia meminta pelayan memanggilkan chef Dong Seok. Dong Seok keluar dan menyapa wakepsek. Wakepsek langsung senang dan terlihat kalau dia adalah fans Dong Seok.
Dong Seok menyambutnya ramah dan meminta bantuan Wakepsek untuk membimbing istrinya. Dong Seok memperkenalkan Jung Won yang adalah istrinya. Wakepsek terlihat terkejut dan sikapnya mulai berubah. Dia menjadi ramah dengan Jung Wong.
Wakepsek memberitahu Jung Won kalau dia mengundang seseorang makan siang bersama mereka. Dan orang itu adalah Min Gyu. Jung Won terlihat gugup.

Eun Soo melakukan konsultasi untuk Sun Ho. Sun Ho protes karena tadi disuruh tukar psikiater, dia hanya mau dengan Eun Soo. Karena dia merasa Eun Soo tahu lebih banyak.
"Mengenai siapa?"
"Wanita itu."
"Wanita itu, maksudmu selingkuhan ayahmu? Kenapa kau berusaha keras menemukan wanita itu?"
"Bila wanita itu kutemukan, menurutmu apa yang akan kulakukan?" tanya Sun Ho balik. "Aku akan membunuhnya. Tanpa meninggalkan bukti, dengan cepat."

Se Yeon berada di cafe. Dan dia menerima telepon lagi dari nomor rahasia. Se Yeon mengangkatnya. Kali ini dia bertanya siapa dia? Dan telepon di seberang, memutar lagu kesukaan Young Dae.
"Ayah Ye Rin?" tanya Se Yeon. Tidak ada jawaban.
Mata Se Yeon kemudian melihat di seberang cafe, Sang Hoon sudah tiba.
Kembali ke scene awal drama ini.

Se Yeon menepuk pundak Eun Soo yang sedang muntah-muntah melihat mayat pria itu. Jung Won datang membawa sarung tangan plastik. Hwa Young marah dan protes, kalau sarung tangannya berlubang, sidik jari mereka akan tertinggal di seluruh tempat.
"Kalau begitu kau yang pergi beli!" marah Jung Won balik. "Kalau tanya sarung tangan karet, orang pasti akan berpikir aneh."
Jung Won dan Hwa Young mulai bertengkar. Se Yeon segera melerai mereka.
"Anggap seperti ini saja. Hari ini, kita ke sini untuk membuat Kimchi. Kita sudah mencuci sawi putih dan menaburkan garam. Setelah kimchi siap, kita masukkan dalam kantong dan letakkan di lantai," jelas Se Yeon membuat alibi untuk mereka semua.
Dia mengajak pergi bersama membeli kebutuhan mereka. Kebutuhan membuat kimchi sebagai alibi. Se Yeon menyusun kalau dia dan Eun Soo akan pergi keluar lebih dulu, dan Jung Won serta Hwa Young membersihkan tempat ini.
Tiba-tiba, terdengar bunyi handphone.
Semua menatap khawatir. Itu handphone dari mayat pria itu.
Se Yeon memberanikan diri untuk mengambil handhone tersebut. Ketiga temannya mengikuti dari belakang dengan ketakutan. Se Yeon berhasil mengambil handhone pria itu yang ada di saku. Sebuah kertas juga terjatuh keluar.
Se Yeon menatap ponsel tersebut. Matanya bergetar. Telepon dari 'istri'. Jung Won bingung apa yang harus mereka lakukan.
"Terima saja. Pikirkan hal-hal yang dilakukan keparat ini pada kita. Dia menipu, membohongi kita. Dan berusaha membunuh kita," ujar Se Yeon. Dia menatap ke dalam boks dengan tatapan dingin. "Dia membayar harganya."


Disclaimer : Gambar dan video artikel pada website ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini

0 Response to "SINOPSIS K-DRAMA : MISTRESS EPISODE 01-2"

Post a Comment

Tolong Tinggalkan Komentar, Kritik, ataupun Saran untuk Perubahan yang Lebih Baik!!! ^^

Powered by Blogger.

IKLAN