Penting !!


Happy Reading,


Owner :)

Adsense

...

Sinopsis Lakorn : Rang Mai Hua Jai Derm Episode 03-1


Images by : ONE HD 31

Nudee melihat fotonya dari kecil hingga dewasa bersama Pat. Nudee menyesal karena dulu sewaktu Pat masih hidup, dia pernah berharap Pat berhenti mengganggunya dan meninggalkannya sendiri. Tetapi, dia tidak ingin Pat meninggalkannya dengan cara seperti ini. Nudee benar-benar merindukan Pat.

Ibu Win dan Kaew hendak menemui Mr. Warwood, salah satu klien hotel. Tetapi karyawan hotel memberitahu kalau Win sudah menemui Mr. Warwood dan melayaninya. Ibu Win dan Kaew terkejut.
Ibu berbicara berdua dengan Kaew. Dia merasa khawatir dengan Win yang bekerja terlalu keras dan berusaha menghandle segala pekerjaan termasuk pekerjaan Pat dulu.
"Aku pikir, kita perlu menemukan orang lain untuk menggantikan pekerjaan Pat," gumam Ibu. "Jadi, Kawin bisa melakukan pekerjaan sebagai GM saja."
Kaew terkejut mendengar ibu hendak mencari orang lain. Tetapi, ternyata ibu hendak menaikkan jabatan Kaew dari sekretaris menjadi PR Manager. Kaew tentu saja senang mendengar hal itu.
Dan... Kaew mulai merubah penampilannya. Dia berpakaian lebih terbuka dan memakai riasan mencolok. Kaew bahkan memakai parfum yang selalu digunakan oleh Pat dan juga meniru style pakaian Pat.
Kaew masuk ke ruangan Win. Dan Win sempat terkejut melihat penampilan baru Kaew. Kaew menjelaskan mengenai klien-klien yang akan datang dan meminta Win untuk menemui klien-klien tersebut. Win mengerti dan menyuruh Kaew untuk menyampaikan hal itu pada Nicha (sekretaris Win). Nicha akan mengatur segalanya. Kaew tersenyum dan menjawab kalau dia sekarang menggantikan posisi Pat, jadi dia hanya berusaha melakukan segala pekerjaan sama sepeti Pat dulu. Win hanya mengangguk.
Win hendak memakai jas-nya dan tiba-tiba Kaew menghampirinya dan membantu Win memakai jas.
"Khun Pat sudah pergi sekarang. Jadi aku akan mengurus segalanya mulai dari sekarang," ujar Kaew.
"Terimakasih, tapi aku bisa mengurus diriku sendiri," jawab Win dan menghindar dari Kaew.
Kaew kembali ke ruangannya dan dia berteriak marah karena sikap dingin Win.
Pee lagi-lagi ke rumah sakit dan menemui Jan. Dia memaksa Jan untuk memberitahu dimana Lan sekarang? Kamar rawat yang diberitahu Jan kemarin, sudah kosong. Lan sudah keluar dari rumah sakit. Jan sendiri terkejut mendengar hal tersebut karena dia tidak tahu apa-apa mengenai itu. Pee tidak bisa memaksa lagi dan Jan pun pamit pergi untuk melayani pasien.
Pee tidak mempercayai Jan. Diam-diam, dia mengikuti Jan. Pee mengira kalau Jan membohonginya, padahal tau dimana kamar rawat Lan yang sebenarnya. Saat dia melihat Jan memasuki ruang VIP, Pee bersembunyi. Dan saat Jan keluar, Pee segera masuk ke dalam kamar tersebut dan berteriak memanggil Lan. Ternyata, kamar rawat itu merawat pasien lain. Pee meminta maaf dengan malu dan segera keluar.
Pee pulang ke rumah dan bertanya kepada Tip dan Tan dimana Lan sekarang? Tip dan Tan menjawab kalau Lan masih di rumah sakit. Pee memberitahu mereka kalau Lan sudah tidak ada di rumah sakit dari kemarin. Jadi, dia minta Tip dan Tan jujur memberitahunya dimana Lan sekarang? Pee bahkan melemparkan uang ke meja dan menyuruh mereka untuk memberitahunya, maka uang itu akan menjadi milik mereka.
Tan jelas tersinggung. Dia melempar uang itu kembali pada Pee. Dengan tegas, dia menekankan kalau mereka tidak tahu dimana Lan sekarang. Jika Pee tidak percaya para mereka, maka tidak usah bertanya pada mereka lagi.
"Aku tahu semua orang dirumah ini ada di pihak Ayah. Jika aku menemukan dimana Lan, aku akan memecat kalian semua nanti," ancam Pee dan pergi dari rumah.
Tan benar-benar kesal dengan sikap Pee yang sangat sombong. Tip menyuruh Tan untuk tidak usah mempedulikan Pee. Tapi dimana Lan sekarang?
Pat sedang mondar-mondir di rumah Noojoon. Dia benar-benar sedih karena dia ada di dekat Boat, tetapi dia tidak bisa mendekati Boat. Dia tidak tahan karena tidak bisa memeluk Boat lagi. Noojoon berusaha menenangkannya.
"Aku lebih baik mati. Kenapa aku masih hidup?" sedih Pat.
Noojoon memintanya untuk tidak berkata seperti itu. Pat bisa hidup itu adalah keajaiban dan bisa melihat Boat adalah anugerah. Jika Pat meninggal, Pat tidak akan bisa memiliki kesempatan lagi.
Pat tiba-tiba membulatkan tekad. Dia akan pergi dan memberitahu semua orang kalau dia adalah Pat. Noojoon segera menghentikannya. Memang ada yang mau percaya omongan Pat sekarang?
Noojoon meminta Pat tenang. Pat akhirnya meminta Noojoon untuk melakukan sesuatu. Noojoon bisa ke rumahnya sekarang dan coba lihat apakah di rumahnya ada orang lain yang mungkin akan bisa mempercayai ceritanya.
Noojoon sudah dirumah Pat dan dia sedang makan malam bersama. Disana ada Nudee, Ibu Win, WIn, Boat dan Kaew. Mereka sedang menikmati makanan yang dibuat tante Kaew. Kaew menjelaskan kalau tantenya membuat makanan ini sebagai ucapan terimakasih kepada Ibu Win, Nudee dan Win yang telah mempromosikannya menjadi PR Manager.
Pat menunggu dengan cemas, kenapa Noojoon belum pulang juga?
Noojoon masih asyik makan.
Kaew dan Nudee sedang bermain bersama Boat.
Melihat situasi yang cukup santai, Noojoon mulai membuka pembicaraan serius.
"Kalian percaya dengan keajaiban?" tanya Noojoon pada Ibu dan Win. "Seperti... seseorang yang sudah meninggal, hidup kembali di tubuh orang lain. Atau, jantung mereka tertukar dan mereka berubah menjadi orang lain."
Ibu dan Win dengan tegas menjawab kalau mereka tidak percaya hal tersebut.
Noojoon terdiam mendengarnya.
Kaew pamit pulang. Win berterimakasih atas makanan tante Kaew. Dan Kaew tiba-tiba mengajak Win untuk nonton konser bareng karena temannya punya tiket tetapi temannya itu tidak bisa datang.
"Aku tidak suka konser," jawab Win tegas.
Kaew jadi salting. Dia mencoba cara lain yaitu mengajak Win untuk bersepeda bersama untuk menghilangkan stress sekaligus olahraga. Mereka bahkan bisa mengajak Boat untuk bersepeda bersama dan setelah itu melakukan piknik.  
"Aku sudah tidak mengendarai sepeda," jawab Win. Dia membuka pintu pagar, "Hati-hati pulangnya, Kaew," usir Win halus.
Kaew benar-benar kesal karena gagal mengajak Win kencan.
Noojoon menyampaikan hasil investigasinya pada Pat, yaitu tidak akan ada satu orang pun yang akan percaya kalau Pat hidup kembali dalam tubuh Lan. Pat tidak percaya hal itu, dia tetap akan menemui mereka dan menjelaskan kalau dirinya ini adalah Pat.  Noojoon menghentikannya, dia menegaskan kalau sama sekali tidak akan ada yang percaya pada Pat.  Pat harus menerima kenyataan tersebut. Kenyataan kalau Pat masih hidup dalam tubuh Lan adalah super duper keajaiban yang sulit dipercayai akal sehat.
Noojoon memberikan nasehatnya, yang bisa dilakukan Pat sekarang adalah memulai hidup baru sebagai orang baru. Pat menangis mendengar hal tersebut.
Pat duduk dan berusaha menenangkan dirinya sendiri. Dia teringat masa-masa bahagianya bersama Boat.
"Apa yang harus dilakukan untuk membuat diriku menjadi ada? Dan mendapatkan hidupku kembali."  
Kaew pulang ke rumah tante nya dengan penuh amarah. Dia bahkan melempar tempat makan kotor yang digunakan untuk mengantarkan pada keluarga Win dengan kasar ke meja. Tantenya tentu saja marah dengan sikap Kaew. Tetapi, Kaew balas marah, mood nya sedang jelek karena Win tidak mau keluar bersamanya.
Tante nya tidak peduli. Dia hanya meminta Kaew memberikan uang karena sudah memasakkan makanan untuk Win. Kaew benar-benar kesal dan menyerahkan uang secara kasar.

Pee pulang malam hari. Dia berteriak-teriak di depan kamar dr.Cha dan meminta dr.Cha memberitahunya dimana Lan. dr.Cha tidak mau menjawab dan mengusir Pee. Pee tidak terima dan mendorong dr.Cha dengan kasar. Tan yang melihat suara ribut-ribut, keluar dari kamar dan membantu dr.Cha.
dr.Cha memerintahkan Pee untuk tidak kembali ke rumahnya hingga Lan kembali. Tan segera bersiap menyeret pergi Pee dari rumah, tetapi Pee memberontak. Dia berteriak kalau dia tidak akan pergi dari rumah ini dan akan membawa Lan kembali.
Esok harinya,
Tan sedang sibuk memasak di hotel Avista. Dia bekerja di hotel Avista sebagai koki.
Makanan Tan di antarkan pada Nudee untuk dicicipi. Dan Nudee menilai kalau semua makanan itu tidak enak. Dia memberikan nasihat pada kepala Koki untuk memperbaiki rasa makanan atau ganti koki yang memasak makanan tersebut. Kepala Koki mengangguk mengerti.
Di dapur, Kepala Koki mencicipi makanan yang dibuat Tan dan menilai kalau tidak ada yang salah dengan makanan tersebut. Tan juga bertanya siapa Nudee? Kepala Koki tidak menjawab dan menyuruh Tan untuk melakukan seperti apa yang diinginkan Nudee.
"Bagaimana bisa? Dia komplain mengenai makananku. Darimana dasar penilaiannya? Ini bukan pekerjaannya. Dia hanya bisa mencicipi makanan. Mengapa dia harus komplain?" protes Tan.
"Dia itu Khun Patwadee, adik dari Khun Pat, pemilik hotel ini," jelas Kepala Koki. "Siapa yang berani melawan perkataannya?"
"Aku. Dimana dia sekarang? Aku akan bicara padanya."
Nudee sedang berenang. Tan pergi hendak menemui Nudee. Temannya, Tum berusaha mencegah Tan agar tidak mencari masalah pada Nudee, atau nanti dia akan di pecat.  

Dan mereka melihat Nudee yang sedang bersantai di kolam berenang. Tan terpesona melihatnya. Tum menyadarkan Tan untuk tidak bermimpi bisa bersama Nudeen.
Pee pergi ke club malam bersama sahabatnya, Wittaya. Dia memesan minuman tetapi tidak sanggup membayar dan menyuruh Wit untuk membayarkan minumannya. Win terkejut menyadari Pee yang sudah tidak punya uang.
"Istrimu baru pergi seminggu dan kamu tidak bisa mendapatkan uang darinya? Apa sekarang kau sudah kere?" ejek Wit.
Pee tidak menanggapi dan menyuruh Wit untuk membayar. Wit tertawa dan menjawab kalau dia yang akan mentraktir hari ini.
Wit kemudian bertanya pada Pee, bukankah sebelum Lan masuk rumah sakit, dia melihat Pee tidur bersama wanita lain? Pee kesal mendengar itu. Dia menyakinkan Wit kalau dia bisa menyelesaikan masalah kecil itu, yang penting dia harus bertemu dulu dengan Lan. Dan kemudian, Wit melihat seseorang berpakaian polisi, dia menemukan sebuah ide.
Esok hari,
Pee datang ke rumah dengan membawa beberapa orang polisi. Dia melaporkan kepada polisi, bahwa istrinya, Nalanta, menghilang. Dan polisi datang ke rumah untuk mencari apakah ada petunjuk atau Nalanta disembunyikan leh keluarganya.  
Tidak ada apapun yang di temukan. Jadi, polisi meminta dr. Cha untuk ikut mereka ke kantor polisi untuk di interogasi. Karena berdasarkan laporan Pee, orang terakhir yang bertemu Nalanta sebelum menghilang adalah dr.Cha.
"Istrinya, Nalanta, yang dia bilang menghilang adalah putriku," beritahu dr. Cha. "Jika putriku dalam bahaya, aku adalah orang pertama yang akan melapor ke polisi, bukan laki-laki ini yang hanya menginginkan uang putriku."
"Kamu boleh bilang apa saja, pa. Tapi, ayah yang membunuh putrinya sendiri ada dimanapun."
Tan tentu marah mendengar tuduhan Pee. Dia memerintahkan Pee untuk meminta maaf pada dokter atas ucapannya itu. Pee menolak, untuk apa dia mendengarkan omongan anak pembantu seperti Tan. Tan emosi dan menghajar Pee. Polisi melerai mereka.
Melihat situasi yang kacau, dr.Cha memutuskan untuk ikut ke kantor polisi. Pee tersenyum senang.
Tepat saat itu, Pat datang bersama Noojoon. Dia heran karena banyak polisi disana. Pee yang melihat Lan, tentu sangat senang. Pat segera bertindak seperti Lan. dr.Cha heran melihat Pat yang datang ke rumahnya padahal kemarin Pat bilang hendak kembali ke rumah aslinya.
Tan segera melapor pada Lan kalau Pee membawa polisi ke sini untuk membawa dokter ke kantor polisi. Pee menuduh dokter menculik Lan. Pee membantah hal tersebut. Dia bahkan menggenggam tangan Lan. Pat menolak genggaman Pee, dan bertanya siapa Pee? Semua tentu heran mendengar pertanyaan itu.
Polisi maju dan bertanya pada Pee, apakah dia istri yang di cari Pee? Pee membenarkan. Lan adalah istrinya.
Noojoon sendiri kaget karena ternyata Lan sudah mempunyai suami.  
Pat yang mengetahui hal itu juga bingung. Dia menjauh dari Pee dan memberitahu kalau sekarang dia tidak ingin bicara dengan siapapun, dia hanya ingin bicara dengan dokter. Pee tidak memberikan izin. Noojoon segera bertindak seperti bodyguard dan mengawal Pat untuk bicara dengan dokter.
Pat bicara dengan dokter bersama Noojoon.  Pat meminta maaf karena dia pergi dari rumah sakit, jadi menimbulkan masalah kepada dokter sekarang. dr.Cha menjawab kalau masalah ini timbul karena kesalahannya sendiri.
Pat kemudian memperkenalkan sahabatnya, Noojoon. Noojoon memberikan salamnya dan mengingatkan dr. Cha kalau mereka sudah sempat bertemu sebelumnya di tempat pemakaman Pat. dr.Cha terkejut, apa Noojoon sudah tahu semuanya? Pat membenarkan, dia sudah menceritakan semuanya pada Noojoon.
"Kamu disini sekarang karena ide Joon."
"Aku menyuruh Pat untuk kembali," beritahu Joon.
dr.Cha senang mendengar Pat yang ada di tubuh Lan, mau kembali ke rumahnya dan tinggal bersamanya. Pat tersenyum canggung membenarkan hal tersebut.

Polisi pamit pergi kepada Pee karena masalah sudah selesai. Pee berterimakasih atas bantuan polisi. Setelah polisi pergi, Pee mengingat sikap Lan tadi yang seolah tidak mengenalnya.



Disclaimer : Gambar dan video artikel pada website ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini

1 Response to "Sinopsis Lakorn : Rang Mai Hua Jai Derm Episode 03-1"

Tolong Tinggalkan Komentar, Kritik, ataupun Saran untuk Perubahan yang Lebih Baik!!! ^^

Powered by Blogger.

IKLAN