Penting !!

Terimakasih untuk para readers dan viewers yang sudah berkenan untuk mampir ke blog sederhana ini.

Terkait dengan seringnya pertanyaan mengenai undangan blog dan sinopsis awal Game Sanaeha yang tidak bisa di buka, saya ingin menegaskan bahwa blog ini terbuka untuk umum. Semua readers dan viewers bebas untuk berkunjung dan membaca semua artikel maupun sinopsis di blog ini. Tidak ada undangan ataupun hal sejenisnya.

Untuk yang mencari sinopsis awal Game Sanaehe dapat di lihat di link ini : https://k-adramanov.blogspot.com/search/label/Game%20Sanaeha?&max-results=7

Ini berisi sinopsis dari awal Game Sanaeha hingga sekarang.

Blog sinopsis yang bertebaran di internet ada banyak. Dan karena itu, blog yang di pertanyakan, yang tidak bisa di akses karena perlu undangan atau semacamnya, BUKAN BLOG INI.

Blog ini bernama : SHARE ABOUT DRAMA dengan alamat domain : k-adramanov.blogspot.com

Sekian,

Happy Reading,


Owner :)

Adsense

...

Sinopsis Thai-Drama : Ra Rerng Fai Episode 14 - 1



 Company name : Citizen Kane


Ditempat persembunyiannya yang sangat indah dan nyaman. Dilok mulai merasa heran, karena tidak ada satupun uang yang masuk lagi. Dan pada saat itu, ia mendengar suara pintu pagar terbuka, jadi dengan agak was-was ia pun pergi untuk memeriksa siapa itu.



Dan ketika itu, ia melihat kalau pintu rumahnya telah terbuka. Jadi dengan agak waspada, Dilok segera bergerak cepat untuk naik keatas rumah.

“Mencari pistolmu?” tanya Krit, mengejutkan Dilok.



Yada melihat foto keluarganya. Lalu Yada mulai mengingat perkataan Krit tentang Ayahnya dulu, tapi saat itu ia tidak percaya. Dan Yada pun mengingat perkataan Trai yang mengatakan bahwa mereka tidak bisa menolong Ayah, karena itu benar.

“Tidak benar. Tidak benar,” kata Yada kepada dirinya sendiri.



Tepat disaat itu, Tassana datang dan mengajak Yada untuk ikut bersamanya, karena Krit telah berhasil menemukan Dilok. Tapi Yada malah ragu dengan Tassana.



“Bisakah temanmu dipercaya? Akankah aku melihat Ayahku, atau aku akan melihat mayatnya?” tanya Yada dengan tatapan berharap akan jawaban Tassana.



Dilok duduk disofa dan lalu Krit meletakan sebuah kertas yang bertuliskan nomor rekening. Ia menyuruh agar Dilok mentransferkan uangnya ke account itu. Dan dengan agak ragu, Dilok membaca kertas itu.

“Apa kamu mencoba untuk merampokku?” tanya Dilok, tapi tanpa menjawab, Krit mengangkat pistolnya, sehingga melihat itu Dilok pun langsung mengambil hpnya.



“Berapa banyak?” tanya Dilok.

“Semuanya,” tegas Krit.

“Transfer semuanya?! Apa kamu gila?! Aku mentransfer semuanya dan aku tidak akan memiliki apapun! Aku tidak punya dana, maka perusahaanku akan bangkrut!” teriak Dilok, tidak terima.



“Perusahaanmu sudah bangkrut. Pilihlah. Uang. Atau hidupmu,” ancam Krit, memegang pistolnya. Dan akhirnya, Dilok menurut, ia mengirimkan semua uang nya kedalam rekening yang Krit berikan.



Setelah Dilok mengirimkan semua uangnya, Krit mengangkat pistolnya karena ia juga menginginkan hidup Dilok. Dan dengan cepat, Dilok berdiri serta berkata agar Krit tidak membunuhnya, karena ia masih ada keluarga yang harus dijaga.



“Bagaimana dengan orang yang kamu bunuh. Apa mereka tidak punya keluarga yang harus dijaga?” tanya Krit.

“Aku tidak pernah membunuh siapapun,” balas Dilok dengan nada keras.

Krit lalu melemparkan bukti ditangannya, yaitu foto Chai yang mati karena tertimpa kardus berisikan batu. Dan setelah melihat itu, Dilok berkata bahwa bukan ia yang melakukan itu, itu semu hanyalah kecelakaan saja.



“Tapi disana masih ada seseorang yang menderita dan masih hidup. Dia terkurung selama 20 tahun. Bahkan walaupun dia tidak melakukan kesalahan apapun. Kecuali mempercayai seorang penipu seperti mu,” jelas Krit.

Dilok mengingat tentang Kad yang telah ia khianati. Dan lalu ia menanyakan apa hubungan antara Krit dengan Kad.



“Anak teman baikmu,” jawab Krit dengan nada tajam. Dan mendengar itu, Dilok langsung membeku, karena terkejut, tapi lalu ia tetap saja menyangkali semua kesalahannya.

“Aku tidak bermaksud untuk melakukan itu. Ayahmu mengakuinya sendiri! Orang bodoh selalu menjadi korban orang pintar. Itulah cara kerja dunia sekarang!” jelas Dilok dengan nada keras. Dan lalu Krit menembakan satu peluru ke jendela disebelah kiri Dilok.


“Kali ini, kamu mencoba dan jadilah korban,” kata Krit, lalu menembakan satu peluru lagi kearah jendela di sebelah kanan Dilok. Sehingga Dilok menjadi kaget serta ketakutan sendiri.



“Peluru selanjutnya. Aku tidak akan gagal. Peluru selanjutnya akan menembus kakimu, lenganmu, dan perutmu. Kamu akan berdarah sampai kamu tidak mempunyai darah lagi. Untukku, aku akan duduk dan melihat kamu kehabisan nafas dan mati,” jelas Krit dengan kejam, lalu ia mengangkat pistolnya lagi dan mengarahkan itu, kali ini lurus kearah Dilok.


Tepat pada saat itu, Yada masuk kedalam rumah dan ia langsung menahan tangan Krit yang memegang pistol. Ia berusaha untuk merebut pistol itu, tapi Krit tidak mau melepaskan pistolnya dan meminta agar Yada melepaskan tangannya, karena itu berbahaya.




Tapi Yada tetap bersikeras ingin merebut pistol itu, sehingga tanpa sengaja Krit menembak, mengenai kaki Dilok. Dan dengan panik, Tassana serta Yada langsung menghampiri Dilok untuk membantunya.

Krit marah kepada Tassana, karena telah membawa Yada ketempat ini. Tapi Tassana langsung membalas dengan marah juga, karena Krit tidak menepati perkataanya, yaitu untuk tidak membunuh Dilok.


“Aku tidak membunuhnya. Aku hanya mau untuk menyiksanya. Atau jika tidak, oran sepertinya tidak akan bertobat,” kata Krit, tajam.

Yada juga marah kepada Krit yang telah terlalu kejam menjadi manusia. Tapi dengan tenang, Krit menyuruh agar Yada bertanya saja kepada Dilok.



“Ayah. Apa ada yang tidak ku ketahui? Ayah!” tanya Yada, tapi dengan wajah yang tampak menyesal dan kesakitan, Dilok tidak bisa menjawab.

“Pengecut! Siap?” teriak Krit, bertanya.

“Siap untuk apa?” balas Dilok bertanya, tidak mengerti.



Ternyata Krit membawa mereka semua kepenjara. Dan disana, Kad keluar, karena hari ini dia akhirnya bebas. Lalu ketika melihat Kad keluar, Krit pun memberikan salam.

“Hari ini akhirnya datang, yah,” kata Krit.




Melihat Kad, Dilok pun berjalan dengan agak kesulitan untuk menghampiri Kad. Tapi menyadari kaki Dilok yang terluka, maka Kad menyuruhnya untuk berhenti, karena dialah yang akan berjalan kesana untuk menghampirinya.



Kad mendekati Dilok serta meminta maaf mewakili anaknya. Dan mendengar itu, Krit terkejut. Sedangkan Dilok langsung sadar dan menjadi sangat menyesal, ia lalu berlutut dan meminta maaf kepada Kad.

Dan sebelum wajah Dilok menyentuh kakinya, Kad segera ikut berlutut dan mengangkat wajah Dilok agar tidak perlu seperti itu.




“Aku menyadari kesalahanku. Aku janji,” kata Dilok, menyesal.

“Semuanya sudah berakhir,” balas Kad, memaafkan.

Yada yang melihat itu, tampak seperti sedih dan terharu. Sedangkan Krit, dengan marah ia menghampiri Ayahnya dan berkata bahwa Dilok seperti itu hanya karena Dilok takut mati, bukan karena Dilok telah sadar.



Pas disaat itu, Trai serta Khem datang, karena Tassana menghubungin mereka tadi. Dan disitulah, akhirnya mereka tau kalau Ayah mereka lah yang telah bersalah.


Krit sendiri masih belum bisa menerima keputusan Ayahnya untuk memaafkan Dilok, jadi ia pun segera protes. Tapi Kad tetap pada keputusannya, ia mau memaafkan Dilok, bahkan ia lalu memeluk Dilok.



“Pertama kali aku tidak mempercayai itu. Tapi melihat ini dengan mataku sendiri,” kata Khem, tampak kecewa.

“Aku melakukan itu untuk keluarga kita,” balas Dilok.

“Kamu melakukan itu untuk uang,” kata Trai, membalas perkataan Dilok.

“Kita akhirnya tau mengapa Khun Sharkrit menyakiti keluarga kita. Karena kamu! Kamu!” kata Khem dengan sedih.



“Berhenti Khem! Berhenti. Ayo pulang dulu, kita akan bicara nanti,” pinta Yada.




Sebelum Yada serta yang lainnya bisa pulang. Tepat disaat itu, tiga orang polisi datang menghampiri mereka semua, untuk menangkap Dilok. Dan setelah Dilok dibawa masuk kedalam mobil polisi, para wartawan langsung berdatangan untuk mewawancarai mereka sekeluarga. Tapi dengan tegas, Yada menolak untuk diwawancara kali ini sama mereka.



Setelah Yada serta keluarganya pergi. Kad berkata kepada Krit bahwa semuanya telah cukup. Tapi Krit malah membalas, ia bertanya bisakah Ayahnya berhenti menjadi orang baik, karena ia telah mengorbankan diri demi Ayahnya, tapi Ayahnya malah menghancurkan itu.



“Bagaimana denganmu? Bisakah kamu berhenti menjadi orang jahat?” balas Kad, bertanya.

“Jika kita melihat musuh kita jahat, maka kita harus menjadi lebih jahat,” kata Krit, penuh kebencian.



Kad berusaha untuk menyadarkan Krit bahwa semua sudah cukup, tapi Krit tetap bersikeras. Sehingga Tassana yang berada disana, tidak tahan lagi. Ia mengatakan cukup, karena Dilok akan dipenjara selam 10 tahun.

“Tapi Ayahku masuk kepenjara selama 20 tahun,” teriak Krit, membalas Tassana.




“Aku masuk ke penjara, aku lebih bebas daripada kamu. Kamu mengunci dirimu sendiri dengan kemarahan. Lepaskanlah dirimu sendiri, Sharkrit,” kata Kad, mengingatkan Krit.

Sesudah mengatakan itu, Kad meminta agar Tassana memberikan tumpangan kepadanya. Dan tanpa memperdulikan Krit, mereka berdua berjalan pergi, meninggalkannya.



Dirumah. Dilok pulang. Dan Trai dengan perhatian, mengambilkan obat serta air untuk Ayahnya. Sedangkan Khem dengan wajah yang masih tampak kesal, ia hanya diam saja. Lalu Yada yang telah selesai bertelponan, menghampiri Ayahnya.



“Ayah, aku menemukan pengacara untukmu. Khun Wicha akan datang siang ini. Lalu untuk polisi, kita punya Kasin untuk menjadi saksi kita. Orang seperti Kasin bisa dibeli menggunakan uang, aku akan mengurus itu,” jelas Yada.

“Tidak. Kamu tidak perlu melakukan apapun. Segalanya harus mengikuti hukum. Apapun kesalahanku, aku harus membayar itu,” balas Dilok.



Mendengar Ayahnya berkata seperti itu, raut wajah Khem tampak melembut. Ia yang awalnya cuma duduk diam saja, berdiri untuk membantu Ayahnya berjalan.



“Aku minta maaf. Maaf karena aku mengecewakanmu,” kata Dilok kepada Khem.

“Aku anakmu, aku pasti akan berada disisimu,” balas Khem, memaafkan. Lalu mereka berdua pun berpelukan.



Trai juga senang, karena akhirnya Ayahnya mau mengakui kesalahannya. Begitu juga dengan Yada, ia merasa terharu melihat kalau akhirnya semua keluarganya bisa kembali berkumpul bersama lagi.



“Kita akan kehilang semuanya P’Da,” kata Trai kepada Yada, ketika Khem dan Dilok telah masuk kedalam. Dan Yada membalas bahwa ia tau, tapi masih ada yang harus dia urus.
Disclaimer : Gambar dan video artikel pada website ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini

0 Response to "Sinopsis Thai-Drama : Ra Rerng Fai Episode 14 - 1"

Post a Comment

Tolong Tinggalkan Komentar, Kritik, ataupun Saran untuk Perubahan yang Lebih Baik!!! ^^

Powered by Blogger.

IKLAN