Friday, June 29, 2018

SINOPSIS LAKORN : RANG MAI HUA JAI DERM EPISODE 13-1

0 comments


Images by : ONE HD 31
Pat ke restoran Joon dan masih terus menangis karena memikirkan kemungkinan tidak akan melihat Boat lagi. Joon menenangkan, kalau Win tidak mungkin memindahkan sekolah Boat. Pat merasa kalau Win akan melakukannya, karena Win sudah merasa takut padanya.  
Pee datang ke rumah sakit dan menemui dr. Cha. Dia menyuruh dr. Cha memberitahu dimana Nalan. Dan dia tetap tidak akan menceraikan Nalan. dr. Cha marah dan mengusir Pee untuk pergi dari sana Pee pergi dengan tertawa sinis.
Pee pergi menemui Jan dan meminta Jan memberitahu dimana keberadaan Nalan. Tetapi, Jan juga tidak tahu. Dia menenangkan Pee untuk tidak cemas.
"Hanya kau, Jan yang mengkhawatirkanku," ujar Pee lembut pada Jan.
Jan mencoba menghindarinya. Tetapi, Pee semakin mendekat, "Jan, aku mencintaimu. Aku sudah tidak mencintai Lan lagi. Sejak dia menjalani operasi, dia bukan orang yang sama lagi. Aku sudah tidak tahan lagi. Tapi, aku harus mengakui, aku tidak punya jalan keluar, karirku tergantung pada Lan. Apa aku orang yang buruk?"
"Aku merasa kasihan padamu, Khun."
"Saat aku sudah menyelesaikan perceraianku dengan Lan, aku akan memulai lagi dengan orang yang baru," janji Pee dan mencium tangan Jan.
Dan kemudian..... dia mencium bibir Jan. Jan tidak menghindar dan menerimanya.
Nudee memberikan laporan dapur kepada Win. Win berterimakasih dan Nudee pamit. Saat itu, Kaew masuk ke dalam kantor dan menawarkan diri untuk membantu pekerjaan Win. Dia ingin menjadi sekretaris Win, menggantikan Nalan.
"Oh... ini aneh. Kau ingin di turunkan dari posisi mu sekarang. Siapa yang akan menggantikanmu? Kau manager dan memilih jadi sekretaris lagi?" tanya Nudee yang belum pergi.
"Benar. Menemukan sekretaris lebih mudah daripada menemukan PR manager. Dan satu lagi, Nudee sudah menghubungi sekretaris lamaku untuk bekerja lagi, menggantikan Nalan," beritahu Win.
"Nicha?" tanya Kaew kaget.
Nudee membenarkan. Kaew semakin kesal.

Tum dan temannya di dapur, melihat kedekatan Tan dan Nudee. Jadi, Tum menggodanya. Tetapi, Nudee dan Tan mengabaikannya.
Nudee dan Tan pun kini semakin dekat karena mendapat tugas menghitung pengeluaran dapur. Selesai bekerja, mereka makan bersama dan Nudee yang mentraktir. Mereka terlihat manis saat bersama dan saling menggoda.
Tiba-tiba, Ying menelpon Tan. Dia meminta bantuan karena sakit. Dan karena hal itu, Tan pamit pulang duluan untuk menolong temannya yang sakit. Nudee sedikit kecewa tetapi mengizinkannya pergi.

Tan membawa Ying ke rumah sakit. Jan melihat dan mengira kalau Ying hamil karena Tan. Tan membantah hal itu. Jan memberikan obat pada Ying dan menjelaskan kapan obat dapat di minum. Tan juga memarahi Ying karena tidak makan dan membuat dirinya kelaparan hingga sakit. Ying menjelaskan kalau dia sudah tidak punya uang, dan uang yang di berikan Tan waktu itu sudah habis. Tan menyuruh Ying untuk tidak sungkan, dan jika lain kali sakit lagi, dia bisa datang ke rumah sakit dan menjadi P'Jan. Tan memperkenalkan P'Jan adalah kakak sepupumu. Jan membenarkan, dia akan membantu Ying. Tetapi, dia juga penasaran siapa ayah dari bayi Ying.
"Jika dia orang yang bertanggung jawab, aku tidak akan merepotkan Tan," jawab Ying.
"Aku paling benci pria seperti itu," ujar Jan. Dia meminta Ying untuk terus bersemangat.
Ying berterimakasih atas kebaikan Tan dan Jan. Dan pamit pulang.
Pee dalam keadaan mabuk menghubungi Jan. Jan jadi panik dan segera menuju tempat Pee. Jan berusaha menghentikan Pee minum alkohol lagi tapi Pee menolak. Dia sekarang sedang stress karena tidak bisa menemukan Nalan. Dia butuh uang untuk membayar gaji pegawainya. Jan memaksa Pee untuk pulang dan dia akan mengantar. Pee tidak mau.
Dan akhirnya, Jan membawa Pee ke tempat tinggalnya. Dia merayu Jan dan meminta Jan untuk tetap bersamanya. Jan menghindar karena Pee masih suami Nalan.
"Aku sudah bilang. Aku sudah tidak mencintai Nalan sejak lama. Aku ingin cinta sejati seperti orang lain. Tolong, Jan."
Dan Jan tidak lagi menghindar. Lebih parah lagi, mereka tidur bersama.
Esok pagi,
Jan terbangun dan menangis menyesali perbuatannya. Dia merasa bersalah pada dr. Cha dan Khun Lan. Pee menenangkannya, mereka hanya saling mencintai, dan tidak ada yang salah dengan itu. Jan tetap merasa bersalah karena sudah melakukan hal ini. Pee menyuruh Jan untuk mencari Lan jika merasa bersalah, setelah dia bertemu Lan, mereka akan segera bercerai dan dia akan menjadi milik Jan. Mereka tidak akan bersembunyi lagi. Jan setuju, dia akan mencoba mencari Lan.
Jan menghubungi Tan dan menanyakan dimana khun Lan. Dia beralasan kalau dia hendak memberikan obat. Dan Tan memberitahu kalau Lan ada di restoran Noojoon, restoran Town Tree. Pee senang mendapatkan informasi tersebut dan memeluk Jan.
Tan, Pat, Noojon dan Tan berkumpul di restoran. Mereka memberitahu Nudee mengenai ancaman Win yang akan memindahkan Boat ke sekolah lain. Nudee berjanji tidak akan membiarkan hal itu. Tan memaksa Pat untuk tidak menyembunyikan kebenaran lagi dari Win, atau Pat akan kehilangan segalanya.
Pat masih merasa ragu kalau Win akan mempercayai mereka.
Tan menyuruh agar mereka meminta bantuan dr. Cha untuk bicara dengan Win. Tetapi Pat menolak ide tersebut, karena itu sama saja mengirimkannya ke penjara. Hal itu karena dr.Cha mengambil jantungnya dan meletakkannya ke tubuh Nalan tanpa persetujuan keluarga Pat.
Nudee tidak tahan. Dia hendak menemui Win sekarang dan memberitahukan semuanya. Joon setuju dan Tan juga setuju. Joon menyuruh Pat untuk tetap di restoran selama mereka pergi menemui Win.
Dan ternyata, Wit ada di sana. Dia ke sana atas perintah Pee. Dia tanpa sengaja bertabrakan dengan Lan. Dan dia cukup kaget karena Lan benar-benar tidak mengenalinya.

Mereka bertiga datang menemui Win di kantor. Win yang melihat kedatangan mereka bertiga bersamaan, sudah bisa menduga kalau mereka pasti datang untuk membicarakan Nalan lagi. Dia mengusir mereka karena tidak mau mendengarkan tentang Lan lagi.
Win tidak mau. Dia juga sudah tahu kalau Nalan adalah putri tunggal dari dr. Cha, pemilik rumah sakit Chayanupong. Joon memberitahu kalau itu bukan tentang Nalan. Mereka membicarakan mengenai Nalan tetapi bukan Nalan itu. Win jadi bingung dan mengusir mereka karena dia harus bekerja.
Tan memohon agar Win mendengarkan mereka. Win menolak karena dia juga tidak punya hubungan dengan Nalan.
"Bagaimana jika dia adalah Khun Pat?" tanya Tan.

No comments:

Post a Comment