Thursday, July 19, 2018

Sinopsis C-Drama : MoonShine and Valentine Episode 17 - part 3


Broadcast Network        Tencent



Pi Pi datang ketoko Xiao Ju dan menceritakan segalanya. Ia menunjukan foto lukisan yang mirip dengannya itu kepada Xiao Ju.

“Seleranya tidak pernah berubah selama bertahun- tahun,” komentar Xiao Ju.

“Aku bertanya- tanya, jika mereka adalah mantannya. Jadi aku bertanya pada Xiumei, dia bilang kalau semua itu adalah aku, hanya berbeda era,” jelas Pi Pi.


“Renkarnasi,” tebak Xiao Ju.

“Lebih kurang,” balas Pi Pi.

“Keren. Semua ini adalah kamu dan semua orang yang sama untuk Tuan Rubah,” kata Xiao Ju.

“Masalahya. Aku tidak merasa, kami adalah orang yang sama. Aku hanya berpikir, disana ada seseorang dalam hatinya dan aku adalah bayangan orang itu,” kata Pi Pi.


“Aku pikir.. kamu bisa melihat dari sisi yang berbeda. Contohnya, dia manusia, kalian berdua saling mencintai, tapi suatu hari kamu kehilangan ingatanmu dan melupakan masa lalu dengannya. Dia berusaha membantumu mendapatkan ingatanmu lagi. Bukankah itu romanti?” tanya Xiao Ju, menjelaskan.


“Itu sedikit romantis. Tapi itu berbeda dari situasi ku. Itu Cuma hilang ingatan. Sedangkan aku masih orang yang sama, tapi orang itu bukan aku,” balas Pi Pi.

Dan Xiao Ju pun jadi bingung harus menjelaskan bagaimana lagi.



Xiao Ju mengundang Pi Pi untuk makan malam bersamanya dan Ayahnya. Namun karena Pi Pi ada kelas sore, makanya Pi Pi tidak bisa ikut. Dan saat Pi Pi teringat kalau ini adalah ulang tahun Xiao Ju, ia pun merasa bersalah dan ingin membatalkan kelasnya.


“Pergi sekolahlah. Ayahku hanya baru kembali. Aku bisa bicara dengannya lagi. Kamu bisa mentraktirku lain kali,” kata Xiao Ju.

“Baiklah. Aku akan mentraktirmu. Selamat ulang tahun,” balas Pi Pi sambil memengang lengan Xiao Ju dengan manja.



Saat mereka berdua melihat kedatangan He Lan. Dengan cepat Pi Pi mengambil tasnya dan pergi. “Aku pergi dulu. Bilang padanya aku tidak disini,” kata Pi Pi, lalu pergi.



Ketika He Lan masuk kedalam toko dan menanyakan dimana Pi Pi. Xiao Ju pun berbohong dan menjawab kalau Pi Pi tidak ada datang kesini.

“Oh ya, selamat ulang tahun,” kata He Lan sebelum pergi kepada Xiao Ju.

“Terima kasih,” balas Xiao Ju dengan canggung.



Didalam kereta. Qi Lin mendekati Qian Hua yang tampak sedih. Ia berusaha untuk meminta maaf dan membujuk Qian Hua untuk bicara. Namun Qian Hua menghindari Qi Lin.



Setelah turun dari kereta, Qi Lin mengikuti Qian Hua. “Jika kamu kembali sekarang, kamu akan kembali ke kehidupan lamamu. Tidak peduli apa yang kamu lakukan, dia masih tidak akan mencintaimu,” kata Qi Lin.

Namun Qian Hua tetap berjalan dan mengabaikan Qi Lin. Jadi Qi Lin menarik tangan Qian Hua,”Jika kamu bersama denganku, aku bisa memberikan segalanya.”



Qian Hua melepaskan tangan Qi Lin dan berjalan, tapi karena Qi Lin terus mengikutinya. Maka Qian Hua berhenti berjalan. Ia menarik nafas dan duduk dengan lemas. Dan Qi Lin mendekat.

Qian Hua mulai menangis. Dan Qi Lin memegang bahu Qian Hua, meminta agar Qian Hua mendengarkannya,”Kita bisa naik kereta lain. Kita bisa pergi sejauh yang kita mau dan pergi kemana kita mau. Kita akan membentuk kehidupan kita. Kita bisa meninggalkan segalanya,” bujuk Qi Lin.


Qian Hua dengan sedih dan marah, melepaskan tangan Qi Lin yang memeganngnya. Namun dengan paksa Qi Lin tetap tidak mau melepaskan pegangannya.

“Kamu tau mengapa aku begitu berdedikasi kepada He Lan Jing Ting? Walaupun dia tidak pernah membalas perasaanku… aku mengerti sekarang. Karena tidak sepertimu, dia tidak akan pernah melakukan apapun yang menyakitiku,” kata Qian Hua. Lalu berdiri dan pergi.


“Qian Hua,” panggil Qi Lin, sehinggan Qian Hua berhenti. “Jika kamu berjalan menjauh sekarang. Aku akan menghancurkan He Lan Jing Ting,” ancam Qi Lin.
Dan lalu Qian Hua pergi berjalan, meninggalkan Qi Lin.



Bo Zhong yang ternyata berada disana melihat semua kejadian itu. Ia turun dari kereta dan mendekati Qi Lin yang sedang sedih.


“Tuan Imam. Tidak, maksudku, Raja masa depan, Imam besar. Apa kamu sudah membuat keputusan?” tanya Bo Zhong. Dan dengan tatapan tegas, Qi Lin langsung bergerak, diikuti oleh Bo Zhong.

Tolong Tinggalkan Komentar, Kritik, ataupun Saran untuk Perubahan yang Lebih Baik!!! ^^
EmoticonEmoticon

Powered by Blogger.