Monday, October 1, 2018

Sinopsis Chinese Drama : Love The Whole World Episode 09 - 1

0 comments

Sinopsis Chinese Drama : Love The Whole World Episode 09 - 1
By : iQiyi
Han Dong menolak pergi keluar negeri. Ibu memaksanya untuk menurut pada orang tua, dia tidak bisa membiarkan anaknya menjadi penjual CD seumur hidup. Han Dong meminta ibunya untuk tidak meremehkan bisnisnya, setelah bisnis CD nya menjadi sukses, dia akan membuka bisnis lain, sama seperti ayah.
Ibu tidak setuju. Menurutnya, zaman sekarang berbeda dengan dulu. Dulu, lulus SMA sudah di anggap sebagai orang yang sangat berilmu, tetapi sekarang lulus SMA, di anggap sebagai permulaan. Dia meminta Han Dong untuk patuh padanya.
“Aku sudah bilang kalau aku tidak akan keluar negeri. Di samping itu, Bahasa Inggris-ku sangat parah. Kenapa aku harus pergi?”
“Pergi les dulu, setelah itu baru mendaftar.”
“Mendaftar ulang lagi? Aku tidak akan pergi,” tegas Han Dong.
Ibu jadi emosi. Dia benar-benar marah dan hal itu membuat Han Dong jadi merasa bersalah. Dan hal itu dimanfaatkan ibu untuk meminta Han Dong memikirkan baik-baik permintaaannya tadi. Han Dong menghela nafas.
Tidak lama, Han Dong pamit pulang. Dia tidak akan menginap karena dia khawatir dengan pacarnya dan anak pacarnya yang sedang berada di toko kasetnya. Ayah jadi merepet karena Han Dong pulang hanya sebentar, dan sudah mau pergi lagi karena pacar. Apa dia tidak memikirkan perasaan ibu yang menunggu anaknya pulang, tetapi anaknya cuma mampir.
“Aku tahu jika aku sudah memperlakukan ibu dengan baik atau tidak. Aku tidak perlu kau ajari!” marah Han Dong.
“Kau tahu? Kalau gitu, biar aku tanya, kenapa ibumu tidak bisa memberitahu yang sebenarnya pada temannya kalau kau sudah dikeluarkan dari kampus? Kenapa dia takut untuk memberitahu hal itu?”
“Aku tidak tahu!”
“Jangan berpura-pura bodoh. Hadapilah kenyataannya. Ibumu takut kalau temannya akan memandang rendah padanya. Kau tidak bisa masuk universitas barat. Okay. Kami membayar dan membuka jalanmu untuk masuk ke kampus itu. Dan apa yang kau lakukan pada kami? Pada akhirnya, kau di keluarkan! Ibumu malu padamu! Kau tidak perlu bicara apapun, aku hampir selesai.”
“Apa yang hampir selesai? Apa ada perkataanmu yang penting? Siapa yang membuat kesalahan?” marah Han Dong. “Ya, aku buat kesalahan, tetapi aku sudah membayarnya! Aku sekarang bekerja keras untuk kembali ke jalan yang benar. Tidak bisa kau melihatku dengan pandangan berbeda?”
“Ini kau sebut jalan benar?! Ini namanya menghabiskan waktu. Jika kau punya otak, kembali kuliah daripada menjual CD sampah seperti ini!”

Ibu tidak tahan lagi. Dia memarahi CEO Han yang sudah berlebihan. Han Dong benar-benar sakit hati pada ayahnya. CD yang di bawakannya, malah di buang begitu saja ke lantai.
--
Yao Yao numpang nonton di kamar Chang Gong. Dia mengomentari mengenai drama dimana pemeran pria menyukai gadis lain padahal ada gadis yang menyukai pria itu. Yao Yao merasa kalau pemeran pria hanya menyukai gadis yang cantik.
“Kenapa? Han Dong sudah milik orang lain,” ujar Chang Gong membuat Yao Yao terkejut. “Semua orang juga tahu, aku juga tidak buta. Aku tahu kau menyukai Han Dong.”
Yao Yao jadi kesal karena Chang Gong ternyata tahu hal itu.
Bersamaan, Han Dong pulang. Dia terlihat tidak bersemangat dan langsung tidur tanpa bertukar pakaian. Yao Yao jelas heran dan merasa khawatir, tetapi tidak tidak berani bertanya dan memilih keluar.
Yao Yao masuk ke kamarnnya. Dan Eh… dia malah menelpon Ning Feng. Dia mengajak Ning Feng bicara karena dia sedang bosan. Ning Feng menghela nafas, tetapi tetap mau mendengarkan ocehan Yao Yao. Yao Yao mengajaknya untuk sarapan bersama besok, dan dia yang akan membayar. Ning Feng sampai tidak habis pikir dengan Yao Yao yang berani mengajaknya ke sana kemari. Yao Yao malah memaksa Ning Feng, dan Ning Feng terpaksa setuju.
--
Esok hari, mereka bertemu di restoran. Dan akhirnya, Ning Feng yang membayar. Ning Feng juga menasehati Yao Yao untuk tidak sering lembur malam, karena berbahaya. Sekarang sudah hampir imlek dan banyak kejahatan. Yao Yao tidak bisa, semua pekerja operator pager adalah wanita dan mereka selalu bergiliran menerima shift malam.
“Katakan, kenapa kau ingin bertemu denganku?” tanya Ning Feng.
“Tidak ada.”
“Tidak ada? Tiga menit. Aku akan memberikan waktu tiga menit untuk menjelaskan.”
Tetapi, Yao Yao benar-benar tidak ada tujuan bertemu Ning Feng. Dia hanya ingin bertemu dan berbicara.  
--
Chang Gong dan Li Song pergi ke perusahaan CEO Dong. Dan resepsionis menuntun mereka untuk mengisi data karyawan baru.

Salah satu karyawan, membawa data yang sudah di isi oleh Chang Gong dan Li Song untuk dilihat oleh CEO Lin dan CEO Dong. CEO Lin dan CEO Dong adalah pendiri dari perusahaan itu, mereka melakukan kongsi. CEO Lin sepertinya agak tidak menyukai Li Song dan Chang Gong yang dipilih oleh CEO Dong. Tetapi, CEO Dong berusaha menyakinkan kalau kedua orang itu mampu. CEO Lin akhirnya setuju untuk memperkerjakan salah satu dari Li Song atau Chang Gong.
Dengan terpaksa, CEO Dong memilih. Dia memilih Chang Gong untuk bekerja sebagai pegawai  tetap, dan meminta CEO Lin untuk menerima Li Song sebagai pegawai magang.

Karyawan tadi, kembali ke Chang Gong dan Li Song untuk menyerahkan perjanjian kerja mereka. Dan Li Song benar-benar kaget serta kecewa karena dia hanya sebagai pegawai kontrak. Dia merasa ada yang salah, tetapi pegawai itu bilang tidak ada yang salah.
Chang Gong jelas tidak enak karena perjanjian awal tidak seperti itu. Awalnya, mereka di janjikan untuk menjadi pegawai tetap, tetapi kenapa sekarang hanya dia yang menjadi pegawai tetap? Chang Gong tidak mau menandatangani perjanjian kerja itu. Pegawai itu malah balik bertanya, apa Chang Gong yakin mau tetap setia dengan temannya itu, Li Song?
Li Song tidak terima, dan memutuskan untuk langsung menemui CEO Dong. CEO Dong dengan ramah dan bijak menjelaskan kepada Li Song bahwa ada perbedaan pendapat antaranya dengan petinggi lain, tetapi dia menjanjikan Li Song bahwa apa yang Li Song akan dapatkan tidak akan berbeda dengan pegawai tetap. Li Song masih tidak terima, kalau begitu kenapa Chang Gong bisa menjadi pegawai tetap? Dan CEO Dong dengan terpaksa memberitahu kalau itu karena dia kagum dengan kemampuan Chang Gong saat mengatasi masalah bug Y2K.  Li Song kecewa karena itu berarti kemampuannya di bawah kemampuan Chang Gong.

Chang Gong menanti di luar dan heran melihat Li Song yang keluar dengan lunglai. Chang Gong langsung masuk dan mempertanyakan pada CEO Dong yang terjadi? Chang Gong meminta waktu untuk berpikir untuk menerima pekerjaan ini atau tidak. CEO Dong setuju dan memberikan waktu 2 hari untuk Chang Gong berpikir.
--
Chang Gong menemui Mu Zi dan memberitahu masalahnya. Mu Zi dengan bijak memberitahu pendapatnya, kalau kita tidak bisa menyalahkan diri sendiri jika orang lain tidak di terima dan kita di terima. Lagipula, Chang Gong harus berpikir panjang, jika Chang Gong menolak pekerjaan ini, itu artinya Chang Gong harus menjadi pengangguran. Chang Gong terlihat memikirkan perkataan Mu Zi, dan dia mendapat pencerahan.
--
Chang Gong kembali ke stasiun Tv. Dia meminta bantuan tn. Jin untuk memperkerjakan Li Song kembali. tn. Jin tidak keberatan karena pekerjaan Li Song sebelumnya juga bagus, dan dia juga masih berhutang pada Chang Gong mengenai kasus pencurian dulu. Dia akan menganggap hal ini, membantu Li Song kembali bekerja di stasiun Tv, sebagai pelunasan hutangnya pada Chang Gong. 
Chang Gong sangat senang mendengarnya dan berterimakasih atas bantuan tn. Jin.   

Usai menemui tn. Jin, Chang Gong langsung menghubungi Mu Zi untuk memberitahu hal itu. (benar-benar Cuma itu, dan sudah! Mereka langsung menutup telepon. Tapi, dua-duanya sama-sama merasa bahagia bisa bicara sebentar).
--
Chang Gong mengajak Li Song ketemuan. Dia memberitahu Li Song kalau dia menemui tn. Jin, dan tn. Jin bilang mau memperkerjakan Li Song kembali. Li Song sangat senang mendengarnya.
Li Song kemudian mengajak Chang Gong untuk kembali bersama dengannya bekerja di stasiun tv. Karena menurut Li Song, perusahaan CEO Dong tidak bisa di percaya. Awalnya bilang mau mempekerjakan mereka berdua sebagai pegawai tetap, tetapi akhirnya hanya salah satu saja.
Chang Gong menjawab kalau dia tidak bisa kembali. CEO Dong telah memperlakukannya dengan baik selama ini, dan juga, dia sudah mengambil gaji 1 tahun di muka waktu itu (untuk membantu Xiao Ai).
Li Song mengerti akan keputusan Chang Gong, dan mendoakan yang terbaik untuk Chang Gong.
--
Ny. Zhang sedang melayani pelanggannya yang meminta agar bajunya di kecilkan. Pelanggannya membual kepada ny. Zhang kalau bajunya ini di belikan oleh anaknya, tetapi anaknya malah kebesaran membelinya. Tetangganya terus berkata kalau anaknya sangat baik dan berbakti.
Pas sekali, Yao Yao datang ke toko jahitnya untuk mengantarkan baju dalam yang ibunya minta belikan, Ny. Zhang langsung berakting seolah Yao Yao yang membelikannya untuknya. Yao Yao sedikit bingung, tetapi nurut aja.
Setelah pelanggannya itu pergi, Yao Yao langsung menegur ny. Zhang karena berbohong. Ny. Zhang membalas kalau dia itu mencoba menyelamatkan wajah putrinya itu di depan pelanggannya, agar terkesan kalau Yao Yao itu anak berbakti. Yao Yao langsung berjanji akan membelikan ny. Zhang barang besok. Ny. Zhang jelas senang mendengarnya.
Yao Yao kemudian bertanya apa ibunya tidak marah lagi karena dia bekerja sebagai operator pager? Ny. Zhang menjawab, kalau dia sudah capek marah. Dia menyuruh Yao Yao untuk menjadi suster, tetapi Yao Yao malah keluar dari pekerjaannya dan menjadi operator pager. Chang Gong pun sama saja, dia menyuruh untuk kerja di stasiun tv, tetapi malah keluar dan kerja di perusahaan yang tidak ada jaminannya.
Umur panjang, Chang Gong datang ke toko. Dia menawarkan diri untuk mengantar pakaian pelanggan ibunya yang sudah di jahitkan. Ibu jelas senang dan memuji Chang Gong yang berbakti padanya dengan membantunya bekerja.
--

No comments:

Post a Comment