Thursday, October 11, 2018

Sinopsis Korean Drama : The Smile Has Left Your Eyes Episode 03-4

1 comments

Sinopsis Korean Drama : Hundred Million Stars From the Sky Episode 03-4
The Smile Has Left Your Eyes
Images by : TvN
 CEO Jung mempertemukan Woo Sang dengan Moo Young. CEO Jung menjelaskan kalau Woo Sang ingin resep bir spesial dari Moo Young untuk pernikahan Woo Sang dan Seung Ah. Dan jelas kalau Woo Sang ingin memamerkan hal itu. Moo Young hanya memasang ekspresi datang seolah tidak peduli.
--
Cho Rong menatap foto Sang Hoon dan berusaha untuk berpikir seperti Sang Hoon. Jin Kook melihatnya dan mengejek Cho Rong yang salah mengucapkan profil. Cho Rong kemudian melihat-lihat foto – foto barang Sang Hoon. Dan ada satu foto yang menarik perhatian Jin Kook, ada foto koper Sang Hoon dan di dalam koper itu ada bola kristal.
Jin Kook langsung pergi ke ruang penyimpanan barang sitaan dan memeriksa isi koper Sang Hoon. Ternyata benar ada bola kristal. Jin Kook mengambil bola itu dan pergi menemui Sang Hoon.
“Ada yang ingin kutanyakan. Kamu pasti membeli ini sebagai hadiah. Mendiang pacarmu mengoleksinya, bukan? Koleksinya banyak di ruang utama. Menurutmu, di mana dia akan menyimpan ini? Ini komidi putar. Kira-kira dia akan menyimpan bola kristal komidi putar di samping perahu layar atau malaikat? Seandainya dia masih hidup, di mana dia akan menyimpannya?”
“Apa maksudmu?”
“Ini akan diletakkan di sebelah bola kristal perahu layar atau malaikat?”
“Apa maksudmu? Jelaskan agar aku mengerti,” marah Sang Hoon.
Dan hal itu membuat Jin Kook tersadar, Sang Hoon tidak tahu urutan bola kristal Mi Yeon.
--
Moo Young pergi ke depan rumah Seung Ah. Dia menelpon Seung Ah, tetapi yang mengangkat adalah ibu. Ibu menyuruh Moo Young untuk tidak menemui Seung Ah lagi. Seung Ah langsung ingin merebut ponsel dari tangan ibu tetapi ibu tidak membiarkannya. Dengan tegas, ibu menyuruh Moo Young untuk menghapus nomor Seung Ah, dan dia juga akan menghapus nomor Moo Young dari ponsel Seung Ah.  
--
Esok hari,
Jin Kook mencoba bicara dengan det. Lee mengenai Sang Hoon. Dia merasa kalau Sang Hoon bukanlah pelakunya karena tidak ada bukti mutlak, jadi sebaiknya jangan langsung di serahkan ke kejaksaan. Mereka harus menyelidiki lebih dalam.
“Kamu iri karena kami lebih cepat menangkapnya? Karena inilah aku bilang kamu bukan  anggota tim kami. Jangan ikut campur dan kerjakan tugasmu.”
Jin Kook terlihat sangat marah, “Bukti tidak langsung bukanlah bukti jelas!”
Det. Lee tidak mau mendengarnya, dan meninggalkannya.
Saat kembali ke meja, Jin Kook menemukan berkas pengaduan untuk dia tangani. Pencuri skuter yang waktu itu di tangkap, minta agar skuter nya yang juga di curi untuk di cari tahu juga siapa yang mencuri.
--
Seung Ah di dandani untuk menemui ayah Woo Sang. Tapi, tidak ada sedikitpun raut wajah bahagia.
--
Jin Kook memeriksa CCTV untuk mencari pencuri skuter. Dan di rekaman mereka menangkap ada seorang pria yang mengenakan payung Beer Festival tetapi tidak nampak wajahnya.
--
Seung Ah berada di dalam mobil menuju tempat pertemuan. Tetapi, dia tampak tidak nyaman. Perkataan Woo Sang yang seperti menghinanya terngiang di telinganya. Dan perkataan Moo Young saat mereka pertama kali bertemu, dimana Moo Young mengatakan kalau dia tidak mau melakukannya, yang tidak usah di lakukan.
Dan dengan tekad baru, Seung Ah berlari keluar dari mobil.
--
Moo Young tampak tenang, duduk di depan rumah atapnya dan melihat matahari terbenam.
--
Jin Kook pulang malam. Dan dia mengecheck kamar Jin Kang. Jin Kang masih bekerja untuk membuat logo baru Arts Brewery. Saat melihat kamar Jin Kang, Jin Kook menemukan loga Beer Festival.
“Apa ini?”
“Itu untuk suvenir. Arts Brewery menempelkan gambar itu di suvenir saat festival bir musim panas lalu. Di suvenir seperti payung dan cangkir untuk pengunjung.”
Jin Kang mengeluarkan sebuah tempat berisi banyak kartu, dan tanpa sengaja Jin Kook menyenggolnya dan membuat kartu itu berhamburan. Jin Kang sangat kesal, dan membuat Jin Kook merasa bersalah. Jin Kook menawarkan untuk membantu merapikan kartu itu. Jin Kang dengan kesal memberitahu kalau kartu itu harus di susun berdasarkan urutan.
“Omong-omong, Kim Moo Young bekerja di Arts Brewery, bukan?” tanya Jin Kook sambil membereskan kartu.
“Benar juga. Kim Moo Young. Dia pasti akan selesai menyusunnya dalam sekejap. Kita pasti butuh waktu lama.”
“Apa maksudmu?”
“Kata Seung Ah, dia genius. Gelangnya pernah putus dan manik-maniknya berceceran. Kim Moo Young memperbaikinya. Lalu Seung Ah sadar bahwa urutan manik-maniknya sama seperti semula.”
“Apa?”
“Sungguh. Urutannya sama persis. Padahal manik-maniknya ada lebih dari 20.”
Jin Kook seperti menyadari sesuatu dan langsung berlari keluar rumah. Jin Kang jelas kesal karena Jin Kook pergi begitu saja.
Jin Kook masuk ke dalam mobilnya dan menuju kantor polisi. Dia masuk dan melihat foto korban Mi Yeon. Ternyata, di foto itu, Yu Ri memegang gelas bir dengan logo Beer Festival. Dan dia juga teringat dengan rekaman CCTV yang merekam seseorang berjalan di bawah payung yang tertempel logo Beer Festival (pencurian skuter itu terjadi di sekitar lokasi apartemen pembunuhan Mi Yeon).
Jin Kook kemudian teringat saat Moo Young masuk ke ruang kerjanya dan dia bertanya apa yang di tatap oleh Moo Young? Saat itu Moo Young menjawab : Pembunuh. Dan Jin Kook mengira foto Sang Hoon. Sekarang, dia berdiri di posisi yang sama seperti Moo Young, dan yang terlihat adalah bayangan dirinya di cermin.
--
Para pengawal Woo Sang melapor kalau Seung Ah kabur.
Seung Ah pergi menemui Moo Young.
“Aku sungguh tidak ingin menikah dengannya.”
“Aku tahu,” jawab Moo Young dan mengulurkan tangannya ke Seung Ah.
Seung Ah memeluk Moo Young. Dan mereka saling berciuman dengan mesra di dalam pabrik. Ciuman yang berlangsung sangat lama dan intens. Dan… Moo Young membuka baju Seung Ah secara perlahan. Mereka saling menatap. Seung Ah benar-benar telah terbuai oleh Moo Young.
--
Esok hari,
Moo Young pulang ke rumah atapnya. Dan di sana sudah ada Jin Kook yang menunggunya.
“Sedang apa di sini?”
“Menurutmu kenapa aku ada di depan rumahmu? Aku menunggumu.”
“Kenapa?”
“Tempo hari kamu bertanya bagaimana rasanya jika ada yang mati karenaku. Giliranku bertanya. Bagaimana rasanya membunuh?”
Senyuman di wajah Moo Young perlaha memudar. Mereka saling berhadapan.




1 comment: