Wednesday, October 24, 2018

Sinopsis Web Drama : A-Teen Episode 18

0 comments

Sinopsis Web Drama : A-Teen Episode 18
Images by : Naver TV Cast
Prolog
Seorang wanita menyapa Kim Ha, dan Kim Ha tampak tidak nyaman.
“Kau jadi lebih cantik,” ujar wanita itu.
“Apa aku mengenalmu,” ujar Kim Ha.
“Yah! Kenapa kau seolah-olah tidak mengenaliku?” tanya wanita itu balik
Papan Mading SMA Seoyeon
Kim Ji Soo dari kelas 2 tingkat 1, apa kau cemburu karena aku lebih cantik?
Episode 18 : Asli dan Tiruan
Do Ha, Bo Ram dan Shi Woo keluar dari tempat les bersama. Dan mereka akan bertemu dengan Min, Gi Hyun dan Kim Ha di pusat kota. Semua tampak bersemangat membalas pesan chat grup karena akan bertemu, tetapi Shi Woo malah membahas agar semuanya tidak usah datang (agar dia bisa berduaan dengan Do Ha – hahahha). Do Ha tertawa membaca pesan Shi Woo.
Shi Woo melihat dompet dan lipstik yang sedang Do Ha pegang. Dia bertanya dengan heran, kenapa Kim Ha membeli dompet dan kosmetik yang sama seperti Do Ha? Do Ha terkejut mendengarnya, tetapi juga senang, karena semua orang berpikir dia yang meniru Kim Ha.
Dan salah seorang teman les mereka keluar, Park Ye Ji. Ye Ji telah lama mengenal Do Ha, sejak SMP. Dia mengajak Do Ha untuk ikut bermain dengannya. Do Ha dengan sopan menolak karena dia sudah punya janji dengan teman-temannya ini. Ye Ji mengerti dan bertanya mereka hendak kemana? Do Ha memberitahu kalau mereka akan ke alun-alun. Dan ternyata, tempat tujuan mereka sama, jadi mereka berangkat bersama.
--
Gi Hyun dan Kim Ha berada di alun-alun. Min datang tidak lama kemudian. Min menyapa Kim Ha dengan ramah seolah tidak ada yang terjadi, tetapi Kim Ha tampak tidak menyukainya.
Do Ha dan yang lain datang. Dan wajah Kim Ha berubah menjadi murung saat melihat Ye Ji. Bo Ram memperkenalkan Ye Ji pada yang lain dan memperkenalkan Kim Ha Na pada Ye Ji.
“Kau Jo Yeon, kan?” tanya Ye Ji mengenali Kim Ha Na sebagai Jo Yeon.
“Bukan,” bantah Kim Ha.
Musim panas tahun 2016, di kelas 9
Kim Ha Na atau yang saat itu bernama Kim Jo Yeon, berada satu tempat les dengan Ye Ji. Saat itu, penampilan Kim Jo Yeon sangat sederhana. Mengenakan kacamata dan wajahnya berbintik.
Jo Yeon hari itu memakai kaus kaki beda warna di tiap kakinya, dan itu membuatnya malu, sehingga dia berusaha menyembunyikannya. Ye Ji yang duduk di sebelahnya, heran melihat Jo Yeon dan mengira kalau Jo Yeon sedang sakit perut. Jo Yeon membantah.
Ye Ji kemudian meminjam buku PR Jo Yeon untuk dia contek. Jo Yeon tidak berani membantah dan dengan terpaksa memberikan buku PR-nya. Saat itu, Ye Ji tanpa sengaja melihat ke arah kaki Jo Yeon, dan tertawa melihat Jo Yeon mengenakan warna kaus kaki berbeda di tiap kakinya.
Saat jam isitrahat,
Teman-teman Jo Yeon dari kelas lain, datang dan berkumpul di kelas Jo Yeon. Salah satunya adalah Do Ha Na.
Do Ha Na saat itu juga memakai warna kaus kaki berbeda di tiap kakinya, tetapi dia tidak malu. Dia bahkan dengan tenang memberitahu kalau dia terburu-buru berangkat ke tempat les hingga tidak memperhatikan telah salah memakai pasangan kaus kaki. Tapi, hasilnya sangat cantik dan keren, kan.
Kau sangat percaya diri. Narasi Jo Yeon memperhatikan Do Hana. Kau tidak peduli apapun yang orang lain pikirkan.
Do Hana seperti magnet yang bisa menarik perhatian teman-temannya. Dia bahkan dengan berani menggambar doodle di buku Ye Ji, dan Ye Ji tidak marah. Saat itu, Jo Yeon juga sedang menggambar doodle di bukunya, tetapi mendengar Do Hana juga menggambar doodle, dia segera menghapus gambarnya.
Aku iri padamu. Saat kau duduk di kursi orang lain, kau menarik perhatian seperti magnet. Siapa namanya?
Dan saat Ye Ji mengembalikan buku Do Hana yang di pinjamnya, Jo Yeon melihat nama Hana.
Dimana dia tinggal.
Do Hana memberitahu yang lain dia akan pindah rumah ke daerah Gangbuk. Dan teman-temannya tampak sedih.
Bisakah aku menjadi seperti dia?
--
Di rumah, Jo Yeon tampak sangat murung. Dia selalu teringat dengan sosok Do Hana yang ceria dan penuh percaya diri.
Aku cemburu. Kau jalani hidupmu seperti bintang, bukan pemeran pendukung.
Nenek mengajak Jo Yeon untuk makan malam, tetapi Jo Yeon menolak. Dia ingin diet. Nenek berusaha membujuk Jo Yeon untuk makan, karena badan Jo Yeon sudah langsing.
“Nenek, apa aku boleh ganti nama?” tanya Jo Yeon tiba-tiba. “Nenek pernah bilang peramal menyarankan ku untuk mengubah nama.”
“Tapi, kamu bilang tidak mau.”
Aku ingin menjadi seperti dia. Orang yang di sukai dan di cemburui oleh semua orang. Seseorang yang menarik perhatian. Tidak seperti salah satu dari banyak peran pendukung. Tapi, peran utama.
“Aku akan mengubah namaku.”
Aku ingin seperti Hana.
Dan nenek setuju, tetapi Jo Yeon harus makan. Dan dengan begitu, Kim Jo Yeon berubah menjadi Kim Hana.
--
Semester 1 dari kelas 10
Kim Hana duduk di belakang Bo Ram. Penampilannya sudah berubah. Dia tidak lagi mengenakan kacamata dan juga wajahnya tidak berbintik-bintik lagi. Dan Bo Ram menganggumi kecantikannya. Dia mengajak Hana berkenalan dan memuji Hana sangat cantik.
“Namaku… Kim Hana.”
“Namamu sangat cantik. Siapa yang memberikan nama itu?”
“Oh?” kaget Kim Ha, tidak menduga pertanyaan itu. “Ayahku. Karena aku adalah anak perempuan satu-satunya. (Hana artinya satu),” jawab Kim Ha, berbohong.
Aku tidak perlu bicara dengan orang lain lebih dulu. Mereka mendatangiku.
Dan Kim Ha mulai memiliki banyak teman. Dan semua orang memujinya cantik dan pintar, hingga membuat iri.
Aku tidak lagi iri pada orang lain. Orang lain iri padaku.
Semester 1, kelas 11
Kim Hana sebenarnya cukup terkejut karena satu kelas dengan Do Hana, orang yang membuatnya memutuskan merubah namanya menjadi Hana. Orang yang ingin di tirunya. Tetapi, dia tidak menujukkannya.
Dan dia malah menjadi berteman dengan Do Hana karena Bo Ram.
Dibandingkan dengan Hana asli, aku menjadi Hana yang lebih seperti aslinya.
--
Ye Ji mengenali Kim Hana sebagai Kim Jo Yeon. Dan dia memuji Kim Ha yang menjadi sangat cantik. Kim Ha masih terus menerus bersikap tidak mengenali Ye Ji, hingga membuat Ye Ji kesal.
Tapi ada celah antara yang asli dan tiruan.
Bo Ram membela Kim Ha. Dia menegaskan kalau Ye Ji mungkin salah orang, karena itu adalah Kim Hana bukan Kim Jo Yeon. Ye Ji tetap pada pendiriannya, dia bahkan mencoba mengingatkan Do Ha, kalau dulu di tempat les mereka ada anak yang duduk di sebelahnya, yang selalu dia contek PR-nya, Kim Jo Yeon. Tapi, Do Ha tidak ingat.
Tidak peduli seberapa keras aku coba, sebuah peniruan tidak akan bisa seperti yang asli.
Ye Ji melihat Kim Ha membawa tabung untuk meletak lukisan, dan memandang remeh. Bo Ram kesal karena Ye Ji selalu menyebut Kim Ha sebagai Jo Yeon. Mereka berdebat sengit.
Bo Ram meminta Kim Ha untuk membantah perkataan Ye Ji, dan katakan kalau dia Kim Hana. Kim Ha terlihat tidak tahan, dan menepis tangan Bo Ram dengan kasar. Semua langsung terdiam.
Ye Ji bersikap kelewatan dengan menuduh Kim Ha yang melakukan operasi plastik hingga menjadi cantik sekarang. Do Ha langsung menegur sikap Ye Ji yang kelewatan itu.
Min merasa kasihan, dan dia segera mengajak Kim Ha pergi dengan alasan mereka masih harus les lagi.
“Berhenti berbohong,” ujar Min pada Kim Ha saat mereka sudah jauh dari yang lain.
“Hei! Jangan pura-pura kau peduli padaku. Berhenti bersikap sarkastik. Jangan pedulikan aku! Pergi dan berteman dengan mereka…”
“Apa kau baik – baik saja?” tanya Min menatap mata Kim Ha.


No comments:

Post a Comment