Wednesday, October 24, 2018

Sinopsis Web Drama : A-Teen Episode 19

0 comments

Sinopsis Web Drama : A-Teen Episode 19
Images by : Naver TV Cast
Prolog
Kim Ha berada di ruang konseling bersama guru.
“Apa menyenangkan menggambar?” tanya guru.
Kim Ha terdiam mendengar pertanyaan itu. Matanya berkaca-kaca, “Aku tidak tahu.”
Papan Mading SMA Seoyeon
Berapa uang jajanmu? Aku minta 30.000 won lebih dan dimarahi.
Episode 19 : Aku menyukainya tapi juga membencinya.
Semester baru telah di mulai. Dan tempat duduk para siswa-siswi mulai di tukar lagi. Kali ini, Do Ha duduk sebangku dengan Bo Ram. Bo Ram mengeluh karena duduk bersama dengan orang malas belajar, Do Ha membalas kalau dia lebih baik dari Bo Ram.
Kim Ha duduk di seberang depan mereka. Dan dia mengenakan earphone agar tidak mendengar perbincangan Do Ha dan Bo Ram. Bo Ram melihatnya dan bertanya apa Do Ha tidak bicara dengan Kim Ha?
“Dia menghindariku,” jawab Do Ha.
“Sama. Dia tidak menyapaku balik,” ujar Bo Ram dengan sedih.
Dan malah ada dua siswi yang bergossip kalau sepertinya Do Ha dan Bo Ram mengucilkan Kim Ha. Kim Ha jelas mendengar hal itu, tetapi dia mengabaikannya. Bo Ram menegur mereka karena berbicara sembarangan.
Kim Ha membuka bukunya, dan dia menemukan sebuah kertas yang di selipkan oleh Bo Ram. Kertas itu merupakan gambar dirinya yang di gambar Do Ha, dan Bo Ram menulis memo agar Kim Ha tidak memberitahu kalau  dia yang memberikan gambar itu.
Aku menyukaimu. Kau yang lebih baik dariku dalam hal apapun. Aku iri dan juga menyukaimu. Narasi Kim Hana. Aku menyukaimu. Jadi, aku membencimu.
Flashback
Ada ketika Do Hana bertanya kepada Kim Hana mengenai apa sulit belajar untuk masuk kuliah jurusan seni? Dan Kim Hana balik bertanya kenapa? Do Ha menjawab kalau dia ingin mencobanya, dan karna itu dia ikut les sama dengan Bo Ram. Dan saat itu, Kim Hana terlihat sedih.
Mimpimu. Keluargamu. Lingkunganmu. Segala hal tentangmu sangat berbeda denganku.
Dan saat Kim Hana sedang berjalan-jalan seorang diri dan menerima brosus tempat les. Saat itu, dia terlihat tetarik, tetapi dia tidak bisa mengikutinya karena biaya.
Segala hal tentangku… tidak sebanding dengan apapun yang ada padamu.
Saat itu, dia berjumpa dengan Ha Min (ini di mana Ha Min dan Kim Hana berjumpa dengan guru les yang Ha Min sukai).
Juli 2018 (lompat mundur ke waktu sebelumnya)
Saat itu, dua orang siswi melihat kalau dompet dan lipstik yang Kim Ha gunakan sama dengan yang Do Ha gunakan.
Jadi, aku memutuskan untuk berbeda darimu. Sebenarnya, aku ingin menjadi lebih baik darimu.
Karena ingin menjadi lebih dari Do Ha, Kim Hana belajar mati-matian demi mendapat nilai sempurna.
Kim Hana pintar. Tidak seperti Do Hana.
Dua siswi itu mendekati Kim Ha dan bertanya apa Kim Ha terima di tiru oleh Do Ha?
“Eh? Apanya?”
“Do Hana membeli sesuatu yang sama denganmu,” ujar siswi itu. “Kau tidak menyadarinya?
Kim Ha tersadar dan mengerti kalau maksud mereka adalah dompet dan lipstik nya yang sama seperti Do Ha. “Kami teman. Sesama teman melakukannya.” (astaga, padahal tampang baik, tapi nusuk di belakang. Jelas dompet dan lipstik itu, Do Hana yang memberikan dan merekomendasikannya. Dia yang niru Do Hana).
“Kau sangat baik,” ujar siswi itu, mengaggumi Kim Hana.
Kim Hana baik. Tidak seperti Do Hana.
Kemudian, ada saat Bo Ram melihat Kim Ha dan Ha Min berdua di taman. Saat itu, Kim Ha yang mengajak Min bertemu dan mengajaknya untuk nonton film bersama. Saat itu, Min menyadari ada yang aneh dengan Kim Ha, karena bisa bolos les sesuka hati. Kim Ha berusaha mengalihkan dengan terus mengajak Min untuk nonton bersama. Dan Min setuju.
Kim Hana dekat dengan Ha Min. Tidak seperti Do Hana.
Kemudian, saat dia dan Bo Ram serta Do Ha makan bersama. Saat itu, Kim Ha mengajak mereka utuk tinggal bersama saat sudah berusia 20 tahun. Bo Ram menolak. Dan Do Ha bertanya, “Yang mana lebih membingungkan, tidak bisa melakukan apa yang di inginkan atau menginginkan apa yang tidak bisa di lakukan?”
Kim Hana punya mimpi. Tidak seperti Do Hana.
Saat konseling, guru memuji nilai Kim Ha yang bagus dan bisa masuk ke universitas bagus. Dia bertanya mengenai tujuan karir Kim Ha, dan Kim Ha ingin masuk ke sekolah seni.
“Hana, kau cerdas tapi kenapa mengambil jurusan seni? Apa kau suka menggambar?”
Kim Hana tidak ingin melakukan itu. Tidak seperti Do Hana.
“Aku tidak tahu,” jawab Kim Ha dan menangis.
Guru jelas kaget melihat Kim Ha yang tiba-tiba menangis.
Kim Hana ingin seperti Do Hana. Tapi, dia berbeda dari Do Hana.
Saat sudah selesai konseling, dia melihat Do Ha sudah ada di luar dan memberitahunya kepada guru. Saat Do Ha sudah masuk, Kim Ha menyapa Shi Woo yang tadi berbincang dengan Do Ha, tetapi Shi Woo mengabaikannya dan pergi begitu saja.
Dan ternyata, saat tidak ada orang lagi, Kim Ha menguping apa yang guru dan Do Ha bicarakan. Dan dia mendengar guru yang bertanya, “Kau ingin masuk jurusan seni seperti Kim Hana?”
Mendengar hal itu, Kim Hana sangat senang dan menyelesaikan menguping.
Tapi aku baik-baik saja. Sekarang aku seperti Hana, lebih dari Do Hana.
Saat Kim Hana hendak pergi, dia mendengar seseorang berteriak : Kim Joo Yeon. Kim Ha sangat terkejut dan menjatuhkan buku yang sedang di pegangnya.
Ternyata, suara itu bukan sedang memanggilnya, tetapi memanggil orang dengan nama yang sama. Para siswi mengejek Kim Joo Yeon yang tidak terlihat seperti ‘Jooyeon’ (tokoh utama), tapi ‘Joyeon’ (figuran).
Aku bukan lagi Joyeon. Aku Hana. Jadi, tidak apa-apa.


No comments:

Post a Comment