Wednesday, October 24, 2018

Sinopsis Web Drama : A-Teen Episode 20

0 comments

Sinopsis Web Drama : A-Teen Episode 20
Images by : Naver TV Cast
Prolog
Do Ha dan Kim Ha terlibat perdebatan.
“Beritahu mereka kalau aku tidak mencurinya,” ujar Do Ha.
“Bagaimana aku tahu? Entah kau yang mencuri atau bukan,” balas Kim Ha.
Episode 20 : Ujian Hubungan, Ujian Mutlak
Do Ha berbincang dengan Shi Woo, dia memberitahu kalau ujian kali ini, nilainya harus tinggi. Itu karena dia bertaruh dengan ibunya, jika nilainya tinggi, ibunya akan mengizinkannya untuk ikut les seni. Shi Woo senang mendengarnya.
Bo Ram dan Gi Hyun menggoda mereka karena telah menjadi pasangan terpanas di sekolah. Bahkan banyak orang yang memfoto mereka dan men-tag mereka. Bo Ram menyuruh mereka untuk segera meresmikan hubungan mereka saja.
Melihat keadaan yang tidak aman, Shi Woo mengajak Do Ha untuk bermain basket saja bersamanya.
--
Do Ha dan Bo Ram belajar keras untuk ujian. Dan Kim Ha mengabaikan mereka, seolah mereka tidak pernah berteman. Pas sekali, Gi Hyun datang dan memberikan coklat untuk Bo Ram. Saat Gi Hyun sudah pergi, Bo Ram membagikan cokelat untuk Do Ha, dan satu lagi untuk Do Ha berikan pada Kim Ha.
Do Ha memberikan cokelat itu pada Kim Ha, dan Kim Ha menolak. Do Ha memberitahu kalau cokelat itu dari Bo ram.
“Maksudku, kalau aku makan cokelat, aku selalu sakit perut. Aku harus berhasil dalam ujian kali ini,” tolak Kim Ha dengan alasan.
Do Ha mengerti dan tidak memaksa lagi.
Setiap orang merasa gelisah.
Dan seperti biasa, sebelum ujian, Kim Ha selalu makan almonds, mengikat rambut dan membawa catatan ujian. Tetapi, ternyata, catatan ujian Kim Ha hilang. Kim Ha membongkar tas dan laci mejanya, tetapi buku catatannya tidak ketemu.
Ujian di mulai,
Dan hasilnya di bagikan. Hasil ujian Do Ha kali ini bagus, dan Do Ha tentu senang.
Hasil ujianku  tidak bagus. Tidak seperti nilai terakhir.
Kim Ha menangis karena nilai ujiannya buruk. Semua teman sekelas tentu khawatir karena Kim Ha menangis.
Kim Hana itu pintar. Tidak seperti Do Hana.
Tangis Kim Ha semakin keras. Dia memberitahu teman sekelas kalau buku catatannya hilang. Dan anehnya, semua malah melihat ke arah Do Ha dan Bo Ram, dengan pandangan menuduh. Do Ha jelas tidak nyaman dan mengajak Bo Ram untuk pulang saja.
Tetapi, teman-teman sekelas malah semakin menggosipi Do Ha dan Bo Ram yang tidak peduli pada Kim Ha.
--
Bo Ram dan Do Ha ke cafĂ© dan minum jus. Bo Ram membahas mengenai kejadian di kelas tadi, mengenai teman – teman sekelas yang mencurigai Do Ha. Bo Ram merasa kalau mereka harus menegaskan pada teman-teman sekelas, kalau bukan dia atau Do Ha pelakunya. Dia merasa tidak adil di tuduh seperti itu.
“Aku bisa membela diri, tapi mungkin akan membuat Kim Hana kesulitan,” ujar Do Ha, masih mengkhawatirkan Kim Ha.
Bo Ram kemudian mengajak Do Ha kembali ke sekolah, karena dia lupa membawa tasnya. Do Ha mengeluh karena Bo Ram bisa lupa bawa pulang tas, tetapi dia tetap menemani Bo Ram kembali.
--
Kim Ha dan yang lain masih belum pulang. Kim Ha sudah sedikit tenang. Dan karena itu, mereka mulai menjelek-jelekan Do Ha dan Bo Ram yang tidak peduli dengan Kim Ha yang menangis tadi. Dan pas sekali, Do Ha dan Bo Ram balik.
“Apa kau yakin bukan Do Hana yang mencurinya?”
“Hmm… entahlah,” jawab Kim Ha.
Aku tidak pernah menyangka ini terjadi di antara kita. Narasi Do Hana.
“Hei! Apa yang kau katakan? Beritahu mereka bukan aku yang mencurinya,” marah Do Ha, karena jawab Kim Ha tadi bisa membuat orang-orang salah paham kalau dia mencuri buku catatan Kim Ha.
“Apa?”
“Kau tahu, bukan aku yang mencurinya.”
“Huh. Bagaimana aku tahu? Entah kau yang mencuri atau bukan. Nilai ujianmu bagus,” jawab Kim Ha dengan nada menuduh.
“Itu tidak ada hubungannya dengan buku catatanmu.”
“Bukuku hilang. Ujianku jadi kacau. Dan ujianmu bagus,” ujar Kim Hana menuduh. “Dan hubungan kita sekarang tidak baik. Dan … kau tahu buku catatan itu bagian dari kutukanku.”
Bo Ram sampai terdiam tidak menyangka Kim Ha bisa menuduh Do Ha seperti itu. Do Ha juga marah karena Kim Ha menuduhnya seperti itu. Dan Kim Ha bahkan menyebut diri sebagai Hana yang pintar, sementara Do Hana bukan.
Ujian hubungan. Aku harus menjadi Hana yang lebih baik darimu. Ujar Kim Hana dalam hatinya.
“Ada apa denganmu? Apa karena yang terjadi di tempat les?” tanya Do Ha.
“Apa maksudmu?”
“Jangan bertele-tele. Katakan saja. Apa yang sedang kau pikirkan? Aku… belajar keras agar ibuku mengizinkanku melakukan apa yang ku inginkan. Kau belajar keras bukan karena ingin melakukan sesuatu?”
Evaluasi mutlak. Kau dan aku hidup berbeda sebagai seorang individual Hana.
“Jangan berlagak seolah kau tahu semuanya,” ujar Kim Ha dengan tajam.
Do Ha tidak tahan lagi, dan pergi keluar kelas. Bo Ram menatap Do Ha dengan pandangan tidak percaya.
--
Bo Ram pulang dengan Gi Hyun. Dia menyalahkan dirinya sendiri karena lupa membawa tas hingga membawa Do Ha kembali ke kelas dan bertengkar dengan Kim Ha.
“Tapi Kim Hana berbohong, wajar kalau Do Hana marah,” ujar Gi Hyun.
“Do Ha biasanya tidak marah untuk alasan sepele. Dia mungkin kecewa. Dia memang tidak pintar tetapi ramah. Terkadang, dia mengatakan dengan lugas dan itu menyakiti orang lain. Tapi, dia tidak bermaksud.”
Gi Hyun kemudian bertanya asal mulanya pertengkaran itu, dan Bo Ram menjelaskan kalau itu karena buku catatan Kim Ha menghilang. Gi Hyun bergumam kalau Shi Woo menemukan buku catatan dengan nama Hana, dan hendak mengembalikannya tadi pada mereka, tapi mereka tidak ada tadi.
--
Epilog,
Dua orang pemuda menemukan buku catatan dengan nama Hana di bangku taman. Dan pas sekali Shi Woo lewat, jadi mereka memberikan buku itu pada Shi Woo, karena Shi Woo dekat dengan Do Hana dan Kim Hana. Melihat buku itu, Shi Woo sudah bisa langsung menebak kalau itu punya Kim Hana.


No comments:

Post a Comment