Sunday, November 11, 2018

Sinopsis Lakorn : Game Sanaeha Episode 13 - part 5

11 comments


Network : Channel 3
Ketika Wat serta Vi ingin mengendong cucu mereka. Nenek datang dan melarang mereka, karena harus wanita tua duluan yang mengendongnya. Dan tanpa bisa melakukan apapun, mereka pun membiarkan Nenek yang menggendong bayi tersebut.

Melihat itu Nok tersenyum senang, lalu dia memandangan kepada Nai. Namun setelah itu, raut wajah Nok kembali tampak sedih. Dan menyadari itu, maka dengan sengaja Nenek pun berbicara kepada cicit nya.


“Cicit ku sayang. Apa kamu tahu bahwa sebelumnya aku takut memiki kamu, akan menjadi pengikat, tapi sekarang aku tidak merasakan itu lagi. Karena jika kita hanya berpegang pada kebanggaan terhadap satu sama lain, maka hanya akan ada kesakitan dan menghabiskan waktu. Nontapat berarti pelengkap kebahagiaan. Aku menamai kamu dengan memberimu sebuah tanggung jawab, sayang. Kamu harus bahagia. Dan melengkapi mereka bedua serta mengikat mereka bersama. Jangan biarkan satu sama lain terpisah. Aku mempercayai mu, Nontapat,” kata Nenek sambil memandang ke arah Nai serta Nok.



Pada malam hari. Saat yakin Nok telah tertidur. Vi berbicara kepada Nai diberanda. Disana Vi menanyai apa Nai menyukai nama anak yang Nenek berikan. Dan Nai pun mengiyakan. Lalu Vi membahas tentang hubungan Nai serta Nok.

“Apa kamu ingat, aku mengingatkan kamu dan mencoba menghentikan kamu tentang Nok. Tapi kamu terus saja walaupun kamu tahu itu hanya sebuah game untuk balas dendam. Kemana pria itu pergi?” tanya Vi.

“Dia tidak pergi kemana pun. Kecuali menerima bahwa dia kalah,” balas Nai.



“Ini bukan pertama kali nya, kamu mencoba untuk berhenti mencintai Nok. Kamu memberitahu ku berkali- kali, tapi kamu tidak pernah bisa melakukan itu. Di masa lalu, kamu sangat mencintai Nok. Dan kamu akan melepaskannya dengan semudah ini?” tanya Vi lagi.

“Bagaimana jika ini pertama kalinya aku bisa melakukan itu?” balas Nai.



Vi menyuruh Nai untuk berpikir baik- baik. Apalagi kini Nai serta Nok sudah memiliki seorang bayi. Dan Nai pun terdiam. Lalu Vi masuk ke dalam ruangan. Dan tiba- tiba saja, Vi merasa sangat terkejut, karena dia mengira bahwa Nok telah terbangun. Tapi saat melihat kalau mata Nok tertutup, maka dengan diam- diam Vi pun pergi.



Dan ketika Vi telah pergi. Nok membuka matanya dan memandang punggung Nai yang sedang berdiri diberanda. Lalu Nok menutup matanya dan berusaha untuk menahan kesedihannya.



Keesokan harinya. Nai masih berada diruangan, menemanin Nok. Kemudian perawat masuk sambil membawa bayi mereka, karena sepertinya Asi Nok akan keluar hari ini, jadi Nok harus mulai belajar menyusui bayinya.


Dan dengan senang, Nok tersenyum menggendong bayinya. Lalu Nok pun berusaha untuk menyusui bayinya. Tapi dia kesusahan, karena bayinya dia meminum Asi nya, malah bayinya mulai menangis. Lalu karena itu, maka Nok pun menyerahkan bayi tersebut kepada si perawat.


“Menyusui lebih sulit daripada minum dari botol, karena belum terbiasa,” jelas si perawat.

“Kemudian biarkan dia minum dari botol,” balas Nok.

“Jika dia minum dari botol, dari sekarang dia tidak akan minum dari dada lagi,” jelas si perawat lagi.



“Jika begitu, lakukan lah apa yang Ibu nya inginkan. Hanya biarkan Ibunya memompa Asi nya untuk bayi ini, itu sudah cukup,” balas Nai.

Mendengar itu, Nok tampak sedih, karena awalnya dia sudah mau mencoba lagi. Tapi karena Nai mengatakan hal itu, maka Nok pun tidak jadi. Dan akhirnya, Nok mengeraskan hatinya lagi dan bersikap dingin terhadap bayinya sendiri.

Nok sama sekali tidak mau melihat ke arah bayi nya. Dan melihat itu, Nai mengira bahwa Nok sama sekali tidak menginginkan bayi itu.


Vi menanyakan kenapa Nok melakukan itu, tapi Nok hanya diam. Dan Vi pun memberikan nasihat kepada Nok. Lalu dengan sedih, Nok menahan air matanya, kemudian dia menjawab bahwa bagaimana pun dia tidak akan menjadi seorang Ibu.

“Nok. Apa kamu ingin aku membantu mu?” tanya Vi.

“Biarkan dia minum dari botol. Itu bagus,” balas Nok.

“Maksudku keluarga mu. Apa kamu ingin aku untuk membantu mu?” tanya Vi lagi.



Wes datang menjenguk sambil membawakan buah. Dia menyapa Vi dan memberikan selamat kepada Vi yang kini telah menjadi seorang Nenek. Dan Vi pun berterima kasih, lalu dia mengatakan bahwa dia berharap kalau Wes akan segera menikah juga. Jadi Pat bisa memiliki seorang cucu juga. Dan mendengar itu, Wes diam.



Nok lalu meminta agar Vi meninggalkan nya berduaan dengan Wes, karena dia ingin berbicara dengan Wes. Dan karena itu, maka Vi pun pergi meninggalkan mereka berdua.

Setelah Vi keluar, Nok pun mulai menangis. Dan melihat itu, Wes pun menjadi sangat panik serta kebingungan. Tapi saat Wes bertanya, Nok sama sekali tidak menjawab.


Nai memandang bayinya yang sedang tidur di kamar bayi. Lalu ketika dia melihat seorang pasangan yang tampak sangat bahagia ketika mengendong bayi mereka, dia pun menjadi tampak sedih.


Wat mendekati Nai dan mengajak Nai untuk berbicara. Wat mengatakan bahwa dia kecewa, tapi dia tidak kehilangan harapan. Karena dia tahu, Nai pasti mengerti bagaimana rasanya tanpa Ibu. Dan Wat bertanya apa Nai ingin Nok menghadapi takdir yang sama seperti Nim.


“Tidak ada Ayah yang ingin anaknya tanpa Ibu. Tapi perasaan tidak memiliki seorang Ibu, tidak bisa di bandingkan dengan pikiran Ibu mu tidak menginginkan kamu. Aku hidup dengan perasaan ini selama hidupku. Dan aku tidak akan membiarkan anak ku menghadapi hal yang sama. Sejak Ibunya tidak menginginkan dia. Maka biarkan dia mendapat cinta dari Ayahnya, itu sudah cukup,” jelas Nai.

“Apa kamu pikir bahwa Nok benar seorang Ibu seperti itu?” balas Wat.

“Kamu juga lihat, sejak Nok lahir. Khun Nok sulit untuk menyentuhnya,” balas Nai.


Wat tidak bisa mempercayai, kalau seorang Pria yang beegitu mencintai Nok bisa menyerah semudah ini. Dan Wat tidak bisa menghentikan Nai. Namun dia meminta agar Nai mau mencoba sekali lagi. Kemudian Wat pun pergi meninggalkan Nai.

Dan Nai pun terdiam merenungkan hal tersebut.


Setelah Nok agak tenang, Wes menanyakan mengapa semuanya bisa menjadi seperti ini. Dan Nai menjawab bahwa dia juga tidak tahu. Tepat disaat itu, Nai masuk. Tapi mereka berdua tidak menyadari hal itu.

“Aku hanya tahu, jika aku bisa mengembalikan waktu. Aku tidak akan memiliki bayi ini sama sekali,” kata Nok sambil menangis. Dan Wes pun memeluk bahu Nok. Sementara Nai, dia tampak sangat terkejut sekali.


“Aku begitu sakit. Aku tidak seharusnya membiarkan dia lahir. Melepaskan dia adalah hal paling menyakit kan di dalam hidupku,” kata Nok sambil menangis tersedu- sedu. Lalu Nai pun keluar dari dalam ruangan.

Nok melanjutkan perkataannya, ketika bayi nya membuka mata, hubungan Ibu dan anak akan berakhir. Dan bukan dia tidak ingin menghibur anaknya ataupun memeluk anaknya. Tapi dia sangat takut bahwa jika dia melakukan itu, maka di masa depan, ketika dia tidak memiliki bayinya, maka bagaimana dia akan bisa hidup.

“Aku tidak bisa memikirkan itu. Tapi bagaimana pun ini sudah terjadi,” kata Nok sambil terus menangis.



Nai mengingat perkataan Nok yang didengar nya barusan. Dan mengingat itu, Nai pun mengeraskan hatinya.

11 comments:

  1. di sini nay sebage seorang suami ga peka terhadap nom yang sangt mencintai bayinya tpi nok takut pda nay yang telah merebutnya dalm mimpiintinya nok dan nay as mencintai tetapi banyak rintangan terutama semua gara" khey

    ReplyDelete
  2. mi pengen baca sinopsis nya kleun cheewit dong undang aku. .aku coba buka egk bs2 pleseee

    ReplyDelete
  3. Gemes banget salah paham mulu... pengen baca padiwarada tp diprivate ya sinopsisnya... cara dapet undangannya gimana yah...

    ReplyDelete
  4. Itu plajaran buat nok yg krs kpla...suka bingitsss sama alur ceritanya

    ReplyDelete
  5. Trimakasih sinopsisnya.. ditunggu ep selanjutny..

    ReplyDelete
  6. Next nya...!tamat game sanaeha...lanjutin por pla lai ya...makasi

    ReplyDelete
  7. Cara biar bisa diundang gimana ya....dramanya bagus bingitt....

    ReplyDelete
  8. Seriusss sedih banged bacanya .... Berasa di posisi nok gatau nyseknya sebegimana

    ReplyDelete