Sunday, November 11, 2018

Sinopsis Lakorn : Game Sanaeha Episode 13 - part 4

5 comments


Network : Channel 3


Keesokan harinya. Wat, Vi, Nai, dan Nok. Mereka berkumpul dikantor. Disana Wat membahas tentang keinginannya yang ingin mengalihkan perusahaan kepada Nai serta Nok. Dan Wat ingin membiarkan Nai serta Nok yang mengatur Green Dream menggantikan dirinya.


Lalu Vi yang diundang sebagai saksi pun setuju agar Nai dan Nok yang memegang serta mengatur perusahaan. Kemudian seorang pengacara yang diundang, dia memberikan berkas yang harus di tanda tanganin kepada Nai.

“Aku pikir harusnya nama Khun Nok sendiri yang ada,” kata Nai sambil menyodorkan berkas yang diberikan kepadanya itu pada Nok. Dan Wat pun menjadi heran serta bertanya. Lalu Nai menjelaskan bahwa itu karena Nok lah pewaris yang asli, jadi dia ingin memberikan hak tersebut kepada Khun Nok.




“Aku tidak mengerti. Mengapa harus nama Nok sendiri? Kamu bertingkah seperti …” kata Vi dengan nada curiga, karena merasa heran dengan sikap Nai.

“Nai bermaksud bahwa dia dan aku seperti orang yang sama bagaimana pun. Jadi mengunakan nama manapun tidak ada perbedaan,” jelas Nok berbohong sambil memegang tangan Nai dihadapan kedua orang tuanya, untuk menyakin kan mereka.


Tapi Nai hanya diam saja dan memandang ke arah Nok. Lalu setelah itu, sambil tersenyum kecil, Nai membenarkan.


Diruangan kantor Nai. Ketika sudah hanya tinggal mereka berdua saja. Nok pun mulai marah, dia mengatakan mengapa Nai tampak begitu ingin sekali kedua orang tua nya tahu bahwa mereka akan bercerai.

“Dalam beberapa hari, kamu akan melahirkan. Bagaimanapun setiap orang akan mengetahuinya,” jelas Nai.

“Dan kamu tidak bisa mentoleransi nya? Bagaimana kita hidup, apa itu begitu pahit dan menekan mu?” tanya Nok dengan nada kesal.



“Aku yang harusnya menanyakan itu padamu. Kamu perlu untuk menahan diri tinggal dengan seseorang yang kamu benci dan mengandung anak yang tidak kamu inginkan. Kamu sangat memaksakan dirimu sendiri kan?” balas Nai.


Mendengar perkataan Nai itu. Nok pun terdiam untuk sesaat. Lalu Nok mengatakan bahwa dia sama seperti Nai yang sangat begitu ingin keluar dari kehidupannya. Dan Nai pun membalas bahwa itu bagus, karena Nok akan segera mendapatkan apa yang Nok inginkan. Kemudian setelah itu, Nai memberikan surat cerai yang telah disiapkan nya kepada Nok.

Dan saat melihat surat perceraian tersebut, Nok tampak sangat kaget dan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
  
“Pertama aku ingin mengurusnya, ketika kamu telah melahirkan. Tapi setelah melihat kamu yang memaksakan dirimu sendiri… Mengetahui ini …. Kamu akan menjadi lebih bahagia … Bayi itu dan aku akan meninggalkan kamu… kami tidak akan menganggu kamu lagi …  jadi kamu tidak perlu memaksa dirimu sendiri dengan kami lagi,” jelas Nai dengan nada berat.


Dan karena saking sedihnya, maka Nok pun berbalik. Dia sengaja seperti itu agar Nai tidak melihat kesedihan dan air matannya yang mengalir. Lalu sambil menguatkan dirinya sendiri, Nok pun menjawab, “Bagus… kemudian keluar dan beritahu Ibu dan Ayah ku mengenai perjanjian kita. Tapi katakan, aku yang akan menjelaskan segalanya kepada mereka. Keluarlah!” kata Nok.


Karena Nok menyuruhnya untuk keluar, maka Nai pun keluar dari dalam ruangan dan meninggalkan Nok sendirian. Sementara Nok yang masih sedih dan syok melihat surat perceraian tersebut. Dia diam sambil menangis, lalu ntah karena apa, dia lalu menjatuhkan kertas perceraian tersebut dari tangannya.


Diruangan. Wat menanyakan pendapat Vi, apa dia sudah salah membuat keputusan. Dan Vi membalas bahwa Wat tidak salah, melainkan Nok dan Nai.

“Kelihatannya kita perlu menghubungi mereka untuk berbicara. Di masa lalu, mereka tampak saling mencintai,” kata Wat yang merasa curiga dengan sikap Nai dan Nok.

“Aku juga menyadarinya akhir- akhir ini. Nok tampak sedih. Awalnya aku pikir itu adalah hormon kehamilan, tapi sekarang, aku pikir bukan karena itu,” balas Vi setuju.



“Apa masalah yang mereka miliki ya?”

“Khun. Kamu tinggal dirumah yang sama dan kamu tidak tahu. Bahkan jika aku adalah Ibunya, tapi aku tidak akan tahu segala yang dipikir kannya,” balas Vi.


Nai mengetuk pintu ruangan dan masuk. Lalu dia memberitahu kepada Wat serta Vi bahwa Nok tadi mengatakan kalau ia memiliki sesuatu yang perlu diskusi kan tentang masalah ini dengan Vi dan Wat secara sendiri.

“Pergilah duluan. Tapi disana ada sesuatu yang aku ingin lebih tahu tentang kalian berdua. Apa kalian memiliki masalah?” tanya Vi secara langsung.

“Nai. Jika kamu dan Nok punya masalah, tidak peduli apa itu, jika kamu tidak bisa menanganinnya, maka kamu perlu untuk memberitahu kami. Kamu tahu bahwa tidak peduli apapun, aku percaya padamu,” kata Wat.


Tiba- tiba saja disaat sedang serius seperti itu. Jomyuth masuk ke dalam ruangan dengan sikap panik. Dia mengabarkan bahwa terjadi sesuatu dengan Khun Nok.





Nok berbaring dilantai sambil memegang perutnya. Dia meringis kesakitan. Dan melihat itu, Vi pun menyarankan agar segera membawa Nok ke rumah sakit. Jadi Nai pun menggendong Nok. Sementara Wat, dia mengambilkan tas Nok yang tertinggal dilantai. Dan lalu tanpa sengaja, dia menemukan surat perceraian antara Nai serta Nok. Dan melihat itu, Wat sangat terkejut.

Dirumah sakit. Dalam ruangan melahirkan. Nok bersusah payah menarik nafas untuk melahirkan bayinya. Lalu Nai baru yang masuk ke dalam ruangan, dia langsung mendekati Nok dan memegangin tangan Nok dengan erat.

“Tidak apa, Khun Nok. Kamu dan bayi nya akan baik- baik saja,” kata Nai untuk menguatkan Nok yang mulai tampak kelelahan.



Dan akhirnya setelah perjuangan yang panjang, Nok berhasil melahirkan seorang bayi laki- laki. Lalu melihat itu, mata Nai pun berbinar dan tampak sangat gembira sekali.

Saat bayi tersebut telah dibersih kan, perawat memberikannya ke dalam gendongan Nai. Dan kemudian Nai mendekati Nok yang juga tampak bahagia. “Ini anak kita,” kata Nai.


Lalu Nok mengangkat tangannya untuk menyentuh bayi tersebut, namun saat dia teringat akan mimpinya, dimana Nai membawa bayinya. Maka Nok pun tidak jadi menyentuh bayi nya dan dia memaling kan wajahnya, lalu Nok meneteskan air matanya.



Kemudian sambil berusaha untuk tersenyum, Nai serta Nok berfoto bersama dengan bayi mereka.

5 comments: