Thursday, November 22, 2018

Sinopsis Lakorn : Happy Birthday Episode 01-1

2 comments

Halloo… aku kembali dengan sinopsis baru Happy Birthday. Lakorn ini tayang hampir berdekatan dengan lakorn Love At First Hate. Awalnya aku nggak tertarik sama sekali untuk nonton, karena judulnya yang menurutku agak aneh dan aku menduga mungkin ceritanya agak cheesy. Dan kemarin, aku kehabisan tontonan dan memutuskan untuk nonton lakorn ini sembari mengisi waktu luang. Dan ternyata lakorn ini jauh dari bayanganku, aku menyukai jalan ceritanya yang simple dan menarik (bahkan mungkin lebih menarik dari Love At First Hate) hehhehe… ^^. Jadi, aku putuskan untuk menulis sinopsisnya. Tayangnya sama seperti Love At First Hate, seminggu sekali. Dan sudah tayang sebanyak 7 episode.

Happy Reading!!
--
Sinopsis Lakorn : Happy Birthday Episode 01-1
Images by : GMM Tv
13 Maret 2001
Seorang gadis berdiri di tepi danau sambil mendengarkan musik dari walkmannya.
Sementara itu, di sebuah rumah sakit, seorang wanita mengalami kontraksi melahirkan. Wanita itu di bawa ke ruang bersalin.
Gadis di tepi danau, melepaskan earphone-nya. Wajahnya tanpa ekspresi. Dia berjalan mendekati danau. Dan bersamaan dengan jeritan melahirkan wanita di rumah sakit, gadis itu berjalan memasuki danau. Tubuhnya gadis itu telah tenggelam sepenuhnya dan hanya tinggal kepalanya yang masih mendongan ke langit : Happy Birthday, Tonmai.
Dan seiring dengan ucapan happy birthday-nya, gadis itu menenggelamkan dirinya ke dalam danau. Gadis itu (Tharnnam)… bunuh diri.
Pria yang mendampingi wanita (Orn) yang melahirkan itu, Chet (suami Orn), di hampiri oleh seorang suster yang bertanya, apa dia adalah keluarga dari Tharnnam Kwanyu? Dan Chet terlihat kaget.
Orn telah melahirkan putranya, Tonmai. Tanggal 13 Maret 2001.
Chet pergi ke danau. Di sana telah banyak orang yang berkumpul untuk mengevakuasi tubuh tidak bernyawa Tharnnam. Chet adalah ayah dari Tharnnam. Chet histerin melihat tubuh tidak bernyawa putrinya yang di masukkan ke kantong mayat.
Tanggal 13 Maret 2001. Tharnnam meninggal.
Episode 01 – Happy Birthday
13 Maret 2018
17 tahun kemudian…
Tonmai yang telah berusia 17 tahun membantu menjaga toko alat tulis ayahnya. Dan Tonmai tampak sangat bosan. Orn menelpon Tonmain, dan menyuruh Tonmai memberitahu ayah kalau tidak perlu membeli makan malam hari ini. Tonmai menyampaikan pesan tersebut, tetapi Chet mengabaikannya. Dan tampaknya hal itu sudah sering terjadi, karena Tonmai nampak sudah terbiasa.
Saat itu, teman masa kecilnya, Noina datang ke toko bersama pacarnya. Pacar Noina menunggu di luar, sementara Noina masuk untuk membeli papan besar tempat meletakkan foto. Tonmai sudah bisa menduga kalau papan itu akan di gunakan untuk meletakkan foto-foto P’Tee. Noina tersenyum dan menjawab kalau Tonmai tidak perlu tahu.
Saat sudah membayar belanjaannya, Noina memberikan sebuah tip-ex kepada Tonmai. Itu hadiah ulang tahun untuk Tonmai. Dan Tonmai tampak senang mendapatkan ucapan happy birthday dari Noina.
--
Keluarga Tonmai sedang makan malam bersama. Suasana sangat hening. Tidak ada pembicaraan sama sekali. Tonmai juga menyelesaikan makannya dengan sangat cepat, dan langsung membereskan piringnya. Orn tampak melirik ke Chet, tetapi suaminya itu bersikap acuh.
Orn memberikan piring ke dapur untuk Tonmai cuci. Dia mengelus kepala Tonmai dan mengucapkan happy birthday. Anehnya, tidak ada raut kebahagiaan di setiap wajah.
--
Tonmai sudah selesai mencuci. Dia melihat tip-ex hadiah dari Noina tadi. Dan ternyata, ada satu kotak yang berisi banyak penghapus dan tip-ex. Tonmai meletakan hadiah Noina ke dalam kotak itu, tampaknya semua penghapus dan tip-ex itu adalah hadiah dari Noina dari tahun-tahun sebelumnya.
--
Chet berdiri di depan sebuah ruangan yang terkunci. Dia tampak bimbang. Dan setelah berpikir beberapa lama, dia menghela nafas kuat. Dia masuk ke dalam kamarnya, dan memberikan kunci ruangan itu pada Chet.
“Kamar baru. Itu hadiah ulang tahunmu,” ujar Chet pada Tonmai dan memberikan kunci itu.
Orn tampak sangat senang karena suaminya memberikan hadiah pada Tonmai. Dan Tonmai juga tampak senang, sepertinya, itu adalah hadiah pertama yang di terimanya dari ayahnya.
Tonmai pergi ke ruangan itu dan membuka kuncinya. Dia menyalakan lampu, tetapi lampu berkedap-kedip. Di dalam ruangan itu, ada sebuah tempat tidur dan lemari. Orn menghampirinya dan bertanya pendapat Tonmai. Tonmai menyukainya. Orn menawarkan diri untuk membersihkan kamar itu karena sudah lama terkunci, dan dia juga akan mengganti bohlam lampu-nya. Tonmai berkata biar dia saja yang membersihkannya, dia bisa melakukannya.
Tonmai kemudian meminta izin pada ibunya agar dia bisa tidur di kamar ini malam ini. Dan Orn mengizinkannya. Orn keluar dari kamar itu, dan menutup pintunya.
Lampu terus berkedap kedip dan akhirnya mati total. Dalam kegelapan, terlihat tempelan bintang-bintang di langit kamar yang bersinar dalam gelap. Tonmai menyalakan lilin dan berbaring di atas kasur sambil melihat bintang-bintang tersebut.
“Semoga kamu di lingkupi banyak kebahagiaan, Tonmai,” ujar Tonmai pada dirinya sendiri. “Happy birthday to you,” lanjutnya lagi dan meniup lilin itu seolah itu adalah lilin ulang tahunnya.
Tonmai kemdian tertidur. Dia tidak menyadari kalau almarhum kakaknya, Tharnnam memandanginya.
“Tonmai,” ujar Tharnnam.
--
Seorang pria tampan, Tee, sedang menjalani wawancara. Dan managernya memperhatikan jalannya wawancara itu dari jauh. Salah satu reporter menanyakan kisah asmara Tee. Dan Tee menjawab kalau dia masih single. Para fans-nya yang menghadiri wawancara itu langsung menjerit histeris mendengar jawaban itu. Dan manager-nya juga tampak senang dengan jawaban Tee.
Tee menyelesaikan wawancaranya dan sudah mau langsung pergi. Managernya menghentikannya, karena masih ada 3 wawancara lagi yang harus Tee hadiri. Tee tidak bisa, dia kan sudah bilang kalau dia sudah harus selesai jam 7 malam. Managernya berusaha membujuknya, tetapi Tee tetap tidak mau karena managernya juga tahu kan hari ini penting baginya. Dia harus pergi sekarang juga. Managernya tidak bisa berkata apapun lagi.
Managernya, membuka bagasi mobil dan memberikan izin pada semua fans Tee untuk meletakkan hadiah mereka untuk Tee di dalamnya. Dia berterimakasih atas semua hadiah itu dan berjanji akan menyerahkan langsung semua hadiah tersebut. Para fans tampak sangat senang.
Selesai para fans pergi, managernya menelpon Tee dan mengingatkan Tee untuk tidak pulang larut malam karena mereka masih ada jadwal syuting besok.
--
Tee tiba di sebuah danau. Dia membawa sebuket bunga mawar putih. Wajahnya tampak penuh kesedihan. Tee menatap danau di depannya, dan dia melempar bunga yang di bawanya ke dalam danau itu.
“Sudah 17 tahun, Tharnnam,” ujarnya dengan nada penuh kesedihan.
Tee tidak langsung pergi. Dia duduk di tepi danau dan menatap ke arah danau. Dan ternyata, temannya, Pana, juga ada di sana. Dia kagum dengan Tee yang selalu datang di hari yang sama walau sibuk.
“Mana? Barang yang kau bilang untukku?” tanya Tee.
Dan Pana memberikan sebuah walkman, yang di walkman itu ada fotonya dan Tharnnam. “Pak Chet membiarkan mu memilikinya sekarang.”
“Apa kau ada tanya, kenapa dia memberikan ini untukku?”
“Tidak. aku tidak tanya. Dia mungkin sudah melepaskannya.”
“Tidak mungkin. Dia tidak akan pernah melupakan hal itu. Aku mengenalnya dengan baik.”
“Tee, kenapa kau sangat menginginkan benda itu? Kenapa kau masih terus terikat dengan masa lalu?”
“Karena ini adalah benda terakhir yang Tharnnam tinggalkan untukku. Terimakasih banyak sudah membantuku.”
Dan mereka kemudian membahas mengenai Tonmai. Pana menyuruh Tee untuk tidak khawatir karena dia selalu memperhatikan Tonmai setiap waktu. Pembicaraan terhenti sampai di sana. Tee menatap jauh ke arah danau, dan Pana memperhatikannya.
--
Manager Tee pulang ke rumahnya. Ibunya belum tidur, dan memberitahu kalau hari ini ada surat untuk Tee. Tidak ada nama pengirimnya, padahal dia ingin menulis pesan ke si pengirim kalau Tee sudah tidak tinggal di sini lagi. Manager langsung mengambil surat itu dan masuk ke dalam kamar.
Di dalam kamar, manager membuka surat tersebut. Dan entah apa isinya, karena raut muka si manager tampak muram. Dia kemudian meletakan surat itu dalam sebuah boks hitam di lemarinya. Boks itu berisi banyak surat serupa.


2 comments:

  1. waah drama thailand lagi. oh iya kak ngomong-ngomong nonton drama thailand dimana ya kak? Aku mau nonton drama thailand yang lain juga judulnya Leh Ruk Bussaba tapi aku ga nemu harus nonton dimana :( Di dailymotion cuma sampe episode 3 kak. Padahal aku suka banget dramanya :( Tolong kasih tau ya kak dimana biasanya nonton drama thailand. Makasih kak semangat terus nulis sinopsisnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. biasa sih cari di google mbak. Kalau nggak coba cek di nekomeow, dramacool, youtube atau download di doramax mana tau ada kak

      Delete