Wednesday, November 21, 2018

Sinopsis Lakorn : You Are Me episode 15 – 2

4 comments

Sinopsis Lakorn : You Are Me episode 15 – 2
Images by : Channel 3
sinopsis di tulis oleh : Chunov (nama samaran) di blog k-adramanov.blogspot.com
Khun Nat dan Krit pergi ke perusahaan shipping yang menuntut mereka. Mereka berusaha meminta agar dapat menyelesaikan dalam cara damai. Tetapi, perwakilan perusahaan itu tidak mau. Krit angkat bicara, dia menjelaskan mengenai hukum dan segalanya (yang aku tidak ngerti) dan intinya adalah jika perusahaan itu yang akan rugi jika meneruskan tuntutannya. Dan mereka tidak akan rugi apapun.
Dan ternyata Krit dan Khun Nat menemukan bukti bahwa perusahaan itu melakukan perdagangan narkoba dan pencucian uang. Mereka menggunakan hal itu agar perusahaan itu tidak memperpanjang penuntutan atau mereka akan menyerahkan bukti itu ke polisi.
Dan akhirnya, semua berakhir dengan ST Super Car tidak perlu membayar kompensasi apapun. Hal ini membuat Khun Nat sangat senang dan juga lega.
“Bagaimana aku lulus, kan?” tanya Krit.
“Hmm. Ya, kau lulus dengan menyebalkan. Ayahmu lebih bijak dan jauh lebih tenang darimu,” jawab Khun Nat. “Tadi, jika pihak lain emosi, kau sudah pasti di hajar.”
Krit malah mengira kalau Khun Nat memujinya. Khun Nat tersipu dan membantah hal itu. Pokoknya, tampak jelas Khun Nat menyukai Krit. Dia merasa sangat senang apalagi saat Krit memujinya yang hebat dalam menyelesaikan masalah.
--
Thi dan Na sarapan bersama di restoran. Dan Thi tidak berhenti menguap karena ngantuk. Hal itu membuat Na khawatir karena Thi kurang istirahat, dia menyuruh Thi untuk tidur saja. Tetapi, Thi tidak mau. Dia bahkan menyuruh Na untuk cepat menyelesaikan sarapan karena harus mencari Peter ke kamar sebelum Peter check out hari ini.
--
Khun Pa berada di dalam ruangan Khun Wiset dan di sana juga ada Namneung. Khun Pa marah-marah pada Namneung karena Namneung sebelumnya bilang ada temannya yang bekerja sebagai stunt dan bisa minta bantuannya, tetapi sekarang bilang tidak bisa. Khun Pa terus mengomel hingga Namneung kesal dan memilih mencoba menelpon temannya itu lagi.
“Bukankah kau yang bilang kalau temanmu itu akan going international seperti Suzy itu? Jika kau tidak segera menghubunginya, jadwalnya akan full. Dan kita tidak akan bisa menggunakannya untuk menjatuhkan Nai Thi,” omel Khun Pa.
Selesai mengomeli Khun Pa, dia langsung pulang. Setelah Khun Pa pulang, Wiset menghibur putrinya itu agar bisa memaklumi Khun Pa.  Namneung mengangguk dengan kesal. Khun Wiset kemudian menyuruh Namneung pulang sendiri karena dia masih ada rapat.
Pas saat Khun Wiset sudah keluar ruangan, Namneung baru melihat pesan dari temannya kalau hari ini akan ada quiz jam 1 (Namneung masih kuliah). Namneung panik, dia keluar sambil menelpon temannya. Dan temannya itu memberitahu kalau dosen yang membatalkan jadwal tadi, tidak jadi membatalkan jadwal dan Namneung harus segera datang. Kebetulan sekali, Pichet melihat Namneung yang terburu-buru.
Pichet memanfaatkan kesempatan itu untuk menawarkan tumpangan pada Namneung. Namneung berterimakasih pada bantuan Pichet dan tampaknya dia telah jatuh dalam pesona Pichet.
--
Orn menghidangkan cemilan siang untuk keluarga Sutharak. Dan saat makan, Khun Pawinee memuji Khun Nat yang sangat hebat hingga bisa membuat perusahaan shipping itu tidak jadi menuntut mereka. Kh  un Nat berterimakasih atas pujian itu. Dan Pa terlihat cemburu.
“P’Nat. Apa kau tahu Nai Thi sudah bisa mengajak Suzy bekerja bersama dengan mereka atau belum?” tanya Pa.
“Sepertinya belum. Karena dia belum menelpon untuk memberikan kabar terbaru.”
“Aku rasa dia akan gagal,” ujar Pa.
Khun Pawinee tidak suka mendengar ucapan Pa dan menegurnya dengan pepatah lama yang artinya menyebut Pa hanya bisa protes dan bicara omong kosong tanpa melakukan apapun. Khun Nat dan Da yang mendengarnya, tertawa diam-diam. Dan Pa merasa tersinggung karena ibunya bilang begitu.
Pa terus menjelekan Thi dan menganggap Thi tidak pantas mewarisi ST Super Car. Khun Pawinee kesal karena putrinya itu terus bicara omong kosong padahal sudah dia tegur tadi, jadi dia menyuruh Pa untuk tidak khawatir, mengenai posisi ST Super Car dia yang akan memutuskannya. Dan dia juga yakin kalau Thi akan berhasil.
“Kalau begitu, mari taruhan, Bu. Jika Nai Thi tidak sukses, Ibu harus berhenti memihak Thi. Dan berikan hukuman yang sesuai atas kegagalan itu.  Jika aku sukses, dan juga berhasil mengembalikan ‘wajah’ perusahaan, ibu harus memberikan hadiah yang sesuai untukku juga,” ajak Pa.
“Okay. Tapi, itu tidak semudah yang kau pikirkan.”
Dan Khun Nat menatap Pa, dia ingin melihat reaksi Pa yang di remehkan oleh Khun Pawinee.
--
Peter sedang bersantai di pinggir pantai. Thi dan Na melihatnya. Dan untungnya mereka ada di situ, karena ternyata Peter hampir tenggelam karena kakinya di gigit sesuatu. Dan Thi segera menyelamatkannya.  Thi melihat kaki Peter dan menduga kalau kaki Peter di gigit ubur-ubur. Peter jadi histeris. Dan Na terlihat khawatir.
--
Kaki Peter sudah di obati, dan Thi membantunya untuk ke kamar. Peter berterimakasih atas bantuan Thi dan bertanya alasan Thi mau membantunya.
“Itu… karena kita teman.”
I’m not your friend.
Dan Thi tahu kalau Peter masih marah terkait masalah kemarin. Dia meminta maaf dan amat menyesali perbuatannya. Peter tahu kalau Thi tulus meminta maaf jadi dia meminta Thi melupakan masalah kemarin. Itu juga bukan hanya kesalahan Thi. Dia marah kemarin karena merasa seperti di campakkan.
“Aku mengerti. Kau hanya ingin Suzy bekerja denganmu. You are just trying to do your job. Tapi… aku benar-benar tidak bisa membantu. Hhh… she’s my best friend. Aku harus menghargai keputusannya.”
Dan Thi tidak bisa memaksa lagi. Na melihat semuanya dari pintu kamar Peter yang terbuka. Dia merasa kasihan pada Thi dan merasa bersalah pada Peter.
--
Na berusaha menghibur Thi untuk tidak sedih. Mereka masih bisa mencari orang lainnya lagi. Thi tetap merasa kecewa dan dia juga lelah. Saking lelahnya, dia sampai tidak kuat berdiri dan harus bersandar di bahu Na. hal itu membuat Na sangat khawatir. Thi meminta Na membiarkannya bersandar di bahu Na untuk sebentar. Na diam, dia membiarkan Thi bersandar di bahunya.
-
Khun Pawinee berada di dalam kamar dan merasa cemas. Ini karena dia tadi mendapat beberapa telepon dari customer yang tidak ingin memperpanjang kontrak kerja sama dengan ST Super Car. Dengan alasan mereka tidak percaya dengan kemampuan Athirat (Thi). Mereka ingin Thi membuktikan kemampuannya sebagai calon penerus ST Super Car.
Khun Pawinee sangat cemas dan berharap Thi akan bisa berhasil.
--
Na menjaga Thi yang terkena demam.
Ponsel Thi berbunyi. Dari Khun Pawinee yang menelpon untuk bertanya apa Thi berhasil meminta Suzy Roth untuk bekerja sama dengan mereka? Thi memilih menyingkir untuk menjawab telepon agar Siriya tidak mendengar.
Thi meminta maaf pada Khun Pawinee karena dia belum berhasil. Dia memberitahu alasan Peter. Khun Pawinee bersikap tegas pada Thi untuk menunjukkan kemampuannya, dia ingin Thi bisa membuktikan diri mampu seperti Khun Pipop. Thi mengerti dan berjanji tidak akan mengecewakan Khun Pawinee.
--
Khun Pa menerima telepon dari Namneung yang memberitahu kalau temannya bersedia menjadi stunt di iklan ST Super Car. Khun Pa sangat senang mendengarnya. Dan Da ternyata mendengar hal itu, dia segera menghubungi Thi untuk melaporkan hal tersebut. Sayangnya, Thi tidak mengangkat telepon.
Da akhirnya memutuskan untuk menelpon Siriya. Dia mencari Thi, dan Na memberitahu kalau Thi sedang menerima telepon.
“Kau segera beritahu P’Thi. Sekarang ini Khun Pa sedang mencari stunt lain untuk menjatuhkan P’Thi. Kau sekarang ada di dekatnya, jadi buat dirimu berguna. P’Thi harus mendapatkan Suzy Roth secepat mungkin, atau dia akan terkena masalah,” beritahu Da.
Na jadi panik juga mendengar hal itu. Dia merasa kasihan pada Thi.
--
Thi masuk kembali ke kamar usai berteleponan dengan Khun Pawinee. Wajahnya terlihat cemas. Dan Na tidak tega melihatnya.
--
Thi membawa Na untuk ikut bersamanya sekali lagi memohon bantuan Peter. Na menyuruh Thi untuk menyerah karena Peter pasti tidak akan bisa membantu mereka. Thi tetap ingin mencobanya, dia akan melakukan segalanya agar Peter mau membantu mereka.
Thi memanggil Peter, tetapi Peter tidak mau keluar. Dia takut tidak bisa menolak Thi kali ini. Na juga meminta Thi untuk tidak mengganggu Peter atau Peter akan merasa kesal. Thi tidak mau mendengar, dia terus mengetuk pintu kamar dan memanggil Peter. Peter berteriak dari dalam kamar kalau dia sibuk dan akan menghubungi Thi nanti.
Thi tidak menyerah. Dia meminta waktu untuk bicara sebentar. Peter tidak tahan, dia mengirim pesan pada Na : Do something. Its your problem. I feel sorry for him.
“Khun. Cukup! Kenapa kau harus sampai seperti ini? Kau takut kalau Khun Pa yang akan menang? Atau kau takut kau akan di turunkan dari posisimu sekarang?”
“Mereka ingin menyingkirkanku atau tidak, aku tidak peduli. Tapi, aku tidak mau ST Super Car berakhir di tanganku.”
“Itu tidak akan berakhir hanya karena kau  bekerja dengan Suzy Roth.”
“Khun! Jangan lupa kalau sekarang ini Suzy Roth adalah kunci terpenting yang dapat membuat perusahaan kita bersaing dengan perusahaan lainnya. Aku tidak peduli jika dia orang yang tertutup atau apapun itu. Tapi, aku membutuhkannya. Dan aku juga ingin dia tahu kalau aku sangat membutuhkannya.”
Peter akhirnya keluar kamar. Dia dengan tegas langsung berkata tidak akan merubah keputusannya. Tidak disangka, Thi berlutut! Dia memohon.
Na dan Peter terkejut. Peter menatap Na, dan dia tidak bisa membantu Thi. Dia juga ingin bekerja sama dengan Thi, tetapi mungkin di kesempatan selanjutnya. Dan usai itu, dia masuk ke dalam kamarnya. Menutup pintu.
Thi tidak tahu harus bagaimana lagi.

Support penulis hanya dengan membaca sinopsis ini (Khun Mae Suam Roy) di :
k-adramanov.blogspot.com. Terimakasih. Happy Reading.


 

4 comments:

  1. Di tunggu truz mb klanjutannya. Suka critanya....Jg lma2 mb. Faigthingg

    ReplyDelete
  2. Smngat min d tnggu klanjutnnya😊

    ReplyDelete
  3. Blog ini mengalihkanku dari drakor ke lakorn...
    Makasih sis. Terus semangat yaaa😉

    ReplyDelete