Tuesday, November 6, 2018

Sinopsis Lakorn : Love At First Hate Episode 06 part 1

0 comments

Sinopsis Lakorn : Love At First Hate Episode 06 part 1
Images by : GMM Tv

Konferensi pers Kluay di adakan lagi. Dan dalam konferensi itu, Kluay menegaskan kalau dia bukan perusak hubungan orang lain ataupun orang ketiga dalam hubungan orang. Pup membenarkan pernyataan Kluay tersebut bahwa Kluay bukanlah orang ketiga, dan dia hanya berpacaran dengan Kluay.
Reporter masih tidak percaya dan bertanya mengenai Mint, apa hubungannya dengan Pup? Bukankah mereka di kabarkan dekat dari kuliah dulu?
“Dekat bukan berarti ada hubungan. Dan hal itu tidak bisa di bandingkan dengan hubungan yang di milikinya dengan Kluay,” ujar Pup sambil memegang tangan Kluay dan mengarahkan ke pipinya, dan Pup juga menatap mata Kluay.
Semua reporter langsung heboh melihat kemesraan mereka itu. Salah seorang reporter kemudian menyadari kalau ada cincin di jari manis Kluay, sehingga mereka menjadi penasaran apa itu cincin tunangan atau cincin lamaran nikah?
“Bukan itu,” bantah Kluay. “P’Pup memberikan ini sebagai tanda permintaan maaf karena telah membuatku terkena rumor. Ini bukan cincin pertunangan kami, jangan salah paham.”
 “Sebenarnya, aku memberikannya cincin ini, untuk menunjukkan bahwa dia adalah satu-satunya,” tambah Pup.
Dan reporter tambah heboh bersorak menggodai mereka. Mereka bahkan bertanya kapan Kluay dan Pup akan menikah. Pup langsung mengambil alih dengan menjawab kalau jangan menanyakan pertanyaan itu, karena itu membuat Kluay sangat malu.

P’Jub melihat konferensi pers itu di tabletnya dan sangat senang karena nama baik Kluay kembali bersih. Dan Ploy yang duduk tidak jauh darinya tampak sangat kesal dan iri.
“Lihatlah Kluay, dia sangat malu hingga wajahnya memerah. Mereka tampak seperti pasangan beneran, dan bukan bohongan,” gumam P”Jub dan gumamannya itu terdengar oleh Ploy.
“Bukan bohongan? Apa maksudnya itu?” tanya Ploy penasaran.
P’Jub sedikit gugup karena sudah keceplosan. “Ehmmm… maksudku P’Pup, dia terlihat tidak mempermainkan Kluay. Dia bahkan menenangkan Kluay dengan cincin berlian yang  besar ini. Aku rasa mereka pasti akan menikah.”
Dan Ploy tambah iri mendengarnya. P’Jub kemudian bertanya kenapa Ploy ada di ruangannya? Apa Ploy tidak punya kerjaan? Ploy tersinggung mendengarnya. Dia menjelaskan kalau dia datang untuk menanyakan P’Jub mengenai iklan yang tempo hari di tawarkan padanya, apa ada kelanjutannya?
P’Jub meminta maaf karena dia benar-benar melupakan hal itu. Tetapi, sekarang dia masih harus mengatur jadwal Kluay, dan karena itu dia menyuruh Ploy untuk bertanya kepada sekretarisnya saja. Ploy kesal sekali karena di nomor duakan seperti itu. Dengan kesal dia keluar dari ruangan P’Jub.
Saat sudah keluar, dia malah berjumpa dengan Kluay dan Pup yang baru pulang dari konferensi pers. Dan Kluay langsung menggandeng tangan Pup untuk pamer kepada Ploy. Dia berpura-pura kaget melihat Ploy, dan bertanya kenapa Ploy ke sini.
“Aku datang untuk mengecheck jadwalku dengan P’Jub. Tapi sekarang aku sudah mau pulang,” jawab Ploy dengan manis, berusaha menyembunyikan kejengkelannya.
“Kau kan hanya punya satu pekerjaan. Kau bisa mengecheck-nya dengan P’Jub lewat telepon,” ejek Kluay secara halus, dan sedikit membuat Pup kaget dengan sikap Kluay tersebut. “Tapi, kau sangat enak, kau bisa beristirahat. Aku cemburu, tahu. Setelah aku memberitahu media bahwa aku berpacaran dengan P’Pup, popularitasku langsung meroket. P’Jub bahkan menelponku untuk datang untuk membantunya memilih tawaran pekerjaan mana yang aku harus terima atau tidak. Hanya memikirkan hal itu, sudah membuatku merasa lelah.”
“Aku harusnya yang merasa cemburu, Kluay. Aku tidak tahu hal baik apa yang sudah kau lakukan hingga bisa keluar dari setiap masalah. Tidak, maksudku hingga kau bisa sangat di berkati.”
“Kau tahu, aku sangat berterimakasih kepada penolong misteriusku yang tidak hanya membuatku mendapat pekerjaan, tetapi juga seorang pacar,” ujar Kluay dengan manis dan menatap Pup.
Ploy jelas tambah kesal. Dan Kluay dengan tenangnya pamit pergi duluan menemui Jub.
--

Jub memberikan list jadwal kosong Kluay yang harus di habiskan Kluay bersama dengan Pup. Dia sudah mencocokan jadwal itu dengan jadwal kosong Pup juga. Dia bahkan sudah membuat catatan mengenai apa, dimana dan bagaimana hal yang harus Pup dan Kluay lakukan saat bersama.
Kluay melihat hal yang di berikan P’Jub dan langsung protes karena terlalu banyak hari yang harus di habiskannya bersama dengan Pup. P’Jub balas memarahi Kluay, kalau mereka harus melakukan hal itu agar kali ini hubungan pacaran Kluay dan Pup tampak nyata di media. Mereka harus memastikan bahwa rumor Kluay sebagai perusak hubungan benar-benar lenyap, jadi mereka tidak harus terus menerus melakukan konferensi pers. Pup setuju saja dengan semua itu.
Dan salah satu jadwal yang harus Kluay lakukan bersama dengan Pup adalah jogging bersama di taman jam 6 sore.  Jub menjelaskan kalau kencan seperti itu sedang trend, dan juga agar banyak orang yang melihat Kluay bersama dengan Pup. Dan dia yakin akan ada yang memotret Kluay dan Pup dan menyebarkannya ke media sosial, jadi mereka tidak lagi harus melakukan PR, karena Kluay pasti akan semakin di kenal. Pup tersenyum mendengar penjelasan Jub tersebut, sementara Kluay tampak risih.
Jub menyuruh Kluay untuk memilih saja apa yang ingin Kluay lakukan, tapi, malam ini, Kluay dan Pup sudah harus mulai hubungan palsu itu dengan menonton film bersama.
--
Tawan melihat buku yang di depannya tertulis “PLOYPATAWAN”. Dan di dalam buku itu, adalah koleksi foto Ploy waktu mereka satu sekolah dulu. Di salah satu halamannya, Tawan ada menulis : I have so much that I want to say to you, but I can’t say a word. (Aku mempunyai banyak hal yang ingin ku katakan padamu, tapi aku tidak bisa mengucapkan satu katapun).
Dari foto – foto itu, tampak kalau dari dulu Tawan telah menyukai Ploy. Tawan mencoba mengirim pesan pada Ploy untuk meminta maaf tapi dia tidak sanggup mengirimkan pesan itu.
--
Kluay pergi ke bioskop dengan mengenakan kacamata hitam agar tidak di kenali. Pup jelas heran dengan tingkah Kluay itu dan bahkan mengejek Kluay yang tidak akan bisa melihat apapun dengan kacamata hitam itu. Pup hendak membuka kacamata Kluay, tetapi Kluay tidak mau, karena dia takut akan di kenali oleh orang-orang.     
Pup tetap tidak peduli dan tetap membuka kacamata Kluay, kan tujuan mereka bersama agar orang-orang melihat. Kluay akhirnya mau di lepas kacamatanya, tapi dia masih terus protes tidak mau mengantri beli tiket. Seharusnya, Pup membeli tiket lewat internet, jadi mereka tinggal tukar tiket saja.
Pup kesal juga, dan mengingatkan Kluay kalau tujuan P’Jub menyuruh mereka menonton film bersama, agar banyak orang yang melihat mereka bersama. Dan Kluay tidak bisa lagi protes-nya.
Pup menggenggam tangan Kluay dan Kluay protes karena tangannya di genggam.
“Jadi, apa lagi yang harus genggam? Apa pergelangan kakimu atau kau ingin aku mengaitkan tangan ke lehermu? Atau mungkin seharusnya aku menggendongmu saja?”
Kluay jengkel dengan tingkah Pup, dan akhirnya memberikan tangannya untuk di gandeng tanpa protes lagi.
Salah seorang penggemar Kluay, menyapa Kluay dan meminta izin untuk berfoto bersama dengan Kluay dan Pup. Dia memuji Kluay dan Pup yang tampak romantis. Usia berfoto dengan penggemar, Pup langsung mengajak Kluay untuk mengambil foto selfie dengannya. Dan setelah itu, dia langsung mencetaknya di mesin cetak foto dekat sana dan memberikannya pada Kluay untuk di simpan. Dan Kluay dengan raut terpaksa, mengambil foto itu.
Pup kemudian pamit untuk ke toilet dan meminta Kluay menunggunya. Saat Pup sudah pergi, Kluay melihat foto itu dan tersenyum kecil.

Salah seorang penggemar melihat Kluay, dan meminta izin untuk selfie bersama.
--
Esok hari,
Tawan pergi ke rumah sakit untuk melihat syuting Ploy. Dia ingin menemui Ploy, tetapi dia masih ragu-ragu. Setelah pemikiran panjang, Tawan memberanikan diri untuk menghampiri Ploy yang sedang merapikan make-up nya.  Ploy menghela nafas kesal melihat Tawan yang duduk di sebelahnya.
Tawan meminta waktu sebentar pada Ploy untuk berbicara, dan Ploy dengan ketus menyuruh Tawan untuk cepat karena dia tidak punya waktu banyak.
“Aku hanya mau minta maaf karena sudah menuduhmu sebagai orang yang membocorkan foto dr. Pup dengan dr. Mint.”
“Hey, kecilkan suaramu dan ikut aku,” ujar Ploy dengan panik dan membawa Tawan ke lorong yang sepi.
Ploy memperingatkan Tawan untuk tidak pernah mengatakan mengenai foto dr. Pup dan dr. Mint itu, apalagi menyebutnya yang membocorkan foto itu. Tawan mengerti dan berjanji tidak akan pernah mengatakannya.
“Ploy, kau bisa tetap marah padaku, tapi jangan lama-lama,” pinta Tawan. “Enggg…. Aku menyukaimu,” akui Tawan. “Maksudku, aku suka berteman denganmu. Aku berjanji akan menjadi teman terbaikmu.”
“Aku tidak butuh teman baik yang selalu menghentikanku melakukan sesuatu. Itu sangat menyebalkan. Aku ingin teman yang dapat mengerti mengenaiku dan mendukungku tidak peduli aku benar atau salah dan selalu memihakku. Tapi… jika kau selalu ada dan menolongku, aku janji kau akan menjadi teman spesial bagiku,” ujar Ploy memanfaatkan rasa suka Tawan agar selalu berada di pihaknya. “Dapatkah kau menjadi teman seperti itu?”
Dan Tawan dengan mudahnya, terpedaya oleh Ploy.
--
Khun Napa menonton acara gossip mengenai kedekatan Kluay dan Pup, dan hal itu membuatnya kesal dan marah. Dia menegur pembantunya yang sedang nonton bersama dengannya, untuk tidak menonton acara seperti itu lagi. Jika mau nonton, nonton saja di kamarnya sendiri.
Khun Napa kemudian melihat media sosial, dan yang dilihatnya lagi-lagi mengenai kemesraan Pup dan Kluay. Hal itu membuatnya jengkel.
Dan pas sekali, Kluay di antar pulang oleh Pup. Khun Napa melihat Pup, dan langsung menghentikan Pup untuk masuk dalam rumahnya. Kluay kaget dengan sikap ibunya tersebut.


No comments:

Post a Comment