Tuesday, November 20, 2018

Sinopsis Lakorn : You Are Me episode 12 – 1

0 comments

Sinopsis Lakorn : You Are Me episode 12 – 1
Images by : Channel 3
sinopsis di tulis oleh : Chunov (nama samaran) di blog k-adramanov.blogspot.com
 Thi mengumpulkan semuanya. Dia memberitahu kalau Siriya tidak akan melaporkan kasus KhaoSuay dan memperpanjang masalah lagi, tetapi dia meminta di izinkan bekerja di perusahaan. Pa malah menyindir kalau pelakunya akan bebas dengan mudahnya. Da tersindir dan membalas kalau bukan dia tidak pernah menyakiti KhaoSuay.
Pa meminta agar Siriya tidak di izinkan masuk ke perusahaan, atau Siriya akan mengambil semua harta mereka. Khun Pawinee tidak setuju dengan Pa, menurutnya lebih berbahaya jika Siriya melapor ke polisi, karena itu akan membuat image keluarga Sutharak tercoreng. Di tambah lagi, tempo hari Pa telah membuat masalah di acara mereka, dan mereka belum selesai menjelaskan ke para customer.

“Aku setuju. Tahun ini penjualan kita juga menurun jauh. Jika ada berita buruk lagi, kita akan hancur,” setuju Da.
Thi bertanya pendapat Khun Nat, dan Khun Nat tidak masalah jika Siriya ingin bekerja di perusahaan. Sebelumnya, Siriya tidak tertarik dengan perusahaan, tetapi tiba-tiba muncul di pesta, dan sekarang meminta masuk perusahaan, jadi dia merasa ada yang aneh.
“Tapi, jika kita bersedia untuk membuka jalannya, anggap saja itu kesempatan bagus untuk kita melihat sifat asli wanita ini. Apa yang sebenarnya dia inginkan dengan datang ke rumah ini!” pendapat Khun Nat.
Dan semua langsung setuju.
--
Thi menemui Siriya dan bertanya alasannya ingin bekerja di perusahaan. Na menjawab untuk berjaga agar keluarga Sutharak tidak membohonginya. Meskipun anaknya masih kecil, tapi semua harta itu adalah bagian dari anaknya, dan karena itu dia harus menjaganya.
“Jika kau ingin menjaga putramu, kenapa kau membiarkan pelakunya?”
“Aku sudah memikirkannya. Tidak peduli siapa yang dia sakiti, putraku atau aku, dia akan menerima hukuman setimpal.”
“Baiklah! Aku akan membiarkanmu bekerja mulai hari senin. Tetapi sebagai karyawan magang. Kau tidak akan menerima sedikitpun uang, hingga kau lulus magang.”
“Setuju. Karena hal yang ku inginkan bukanlah uang kalian.”
--
KhaoSuay sedang bermain sendirian, dan tanpa sengaja bertabrakan dengan Da. Da sangat kesal, tapi saat melihat Thi yang berjalan ke arahnya, Da langsung bersikap baik dengan menanyakan keadaan KhaoSuay. Thi melihat mereka, dan menyuruh KhaoSuay untuk mendekat ke arahnya dan bermain di dalam rumah saja. Dia menjauhkan KhaoSuay dari Da.
Da merasakan hal itu. Di tambah lagi, Thi menanyakan alasan Da datang. Da menjawab kalau dia hanya ingin menjelaskan sesuatu. Memang benar dia berada di sekitar kolam renang seperti yang Lert katakan, tetapi dia tidak melakukan hal itu (mencelakai KhaoSuay). Thi tidak mau membahasnya lagi, lagipula Siriya sudah tidak mengejar pelaku itu lagi.
Da mengenggam tangan Thi dan meminta Thi untuk melupakan masalah itu juga. Tetapi, Thi tidak mau, walaupun Siriya sudah tidak mempermasalahkannya. Dan dia juga tidak ingin kejadian seperti itu terulang lagi.
“Kenapa kau berbicara seperti aku yang melakukannya?” protes Da.
“Tidak. lagipula aku tidak tahu apa yang ada di hati setiap orang. Benar, kan?” ujar Thi dan berbalik meninggalkan Da.
Da tampak sangat kecewa mendengarnya.
--
Da kembali ke kamarnya. Dan dia menangis sedih karena Thi sekarang tidak mempercayainya lagi dan bahkan memperlakukannya seperti pelaku. Da melihat catatannya yang di penuhi dengan fotonya dan Thi, dan impiannya untuk menjadi kekasih Thi.
“Kenapa kalian berdua, ibu dan anak harus datang ke sini?” marah Da.
--
Krit mulai membongkar dokumen lama ayahnya dan mempelajari laporan keuangan ST Super Car yang ada. Dan dia menemukan hal aneh, bahwa setiap hari Rabu akhir bulan, Khun Nat mengirim 100.000 baht ke sebuah rekening. Dan 100.000 baht adalah angka yang sama seperti yang di terima oleh supir truk itu. Kebetulan sekali, besok adalah hari Rabu akhir bulan.
--
Esok hari,
Krit secara diam-diam mengikuti Khun Nat. Dia tambah curiga pada Khun Nat karena setelah pergi ke bank, Khun Nat pulang tidak menggunakan mobilnya, tetapi malah naik taksi. Krit langsung mengikuti taksi itu.
Dan taksi itu berhenti di sebuah gedung. Krit masuk ke dalam gedung itu untuk memeriksa, tapi ternyata Khun Nat sudah tahu kalau dia mengikutinya.
“Aku tahu kau mengikutiku sejak aku di bank. Kau menyelidiki ku.”
“Kenapa aku harus menyelidiki Anda?” bantah Krit. “Apa kau memiliki sesuatu yang harus di curigai?”
“Aku rasa kau harus bertanya pada boss-mu (maksudnya Siriya). Apa yang dia curigai dariku. Siriya yang menyuruhmu, kan?”
Krit membantah hal itu. Dia mengikuti Khun Nat atas kemauannya sendiri. Khun Nat menyindir Krit yang ingin menangkapnya, tetapi malah dia yang menangkap Krit sekarang ini.  Dan Khun Nat memberitahu kalau dia tidak menyembunyikan apapun, jika Krit mau tahu alasannya datang ke gedung ini, maka dia akan memberitahukannya.
Dan ternyata gedung itu adalah panti asuhan. Tampaknya, Khun Nat sudah sering datang, karena anak-anak panti langsung menyambutnya saat melihatnya. Khun Nat menjelaskan pada Krit kalau panti asuhan ini adalah salah satu panti yang dia bantu. Dia sudah melakukannya sejak beberapa tahun yang lalu. Dan Pichet juga adalah anak panti asuhan di sini juga.
Dia bahkan menyuruh Krit untuk bertanya kepada pemilik panti jika tidak percaya. Dan jika Krit mau memotretnya dan tempat ini untuk di kirimkan pada Siriya, no problem.
Krit memperhatikan Khun Nat. Khun Nat sangat baik pada anak-anak, dia bermain dengan mereka, menyuapi mereka dan bahkan menidurkan mereka. Dia melakukan semuanya dengan senyuman di wajah. Dan hal ini tentu membuat Krit sedikit ragu kalau Khun Nat adalah pelaku.
Usai melakukan semua itu, Khun Nat mengajak bicara Krit yang masih ada di panti.
“Biarkan aku bertanya. Berani sekali kau bilang kau memihak kebenaran? Sejak kapan kau memihak wanita yang mencuri suami orang lain?”
“Khun Pipop dan Khun Siriya bersalah padamu. Aku tidak akan membantah hal itu. Tapi hal yang di lakukan ke Khun Siriya juga salah, tidak seharusnya dia di hukum hingga hampir di bunuh atau membuatnya lumpuh seperti ini. Ini berarti orang yang melukainya melawan hukum dan harus di hukum. Itulah kebenaran yang ku pegang!” 
“Jangan lupa. Bahwa yang kau dan ayahmu punya hari ini adalah karena keluarga Sutharak. Bukan hanya Siriya boss-mu. Tapi aku adalah bossmu juga.”
“Aku tahu. Aku tidak pernah melupakan kebaikan keluarga Sutharak padaku. Terutama Khun Pipop. Apapun yang di tinggalkan Khun Pipop, atau belum di capainya sebelum meninggal, aku akan melanjutkan dan menyelesaikan itu. Untuk membayar kebaikannya.”
“Lihat saja. Apa kau benar bisa melakukannya atau itu hanya omongan manismu saja!” tantang Khun Nat. “Dan lain kali jika kau mencurigaiku, langsung tanyakan aku. Tidak perlu mengintaiku.”
--
Krit menelpon Ya dan memberitahu hasil penyelidikannya, mengenai uang yang Khun Nat kirim setiap bulan sebesar 100.000 baht, ternyata di kirim ke rekening Yayasan Panti Asuhan. Mendengar hal itu, Ya baru teringat kalau Khun Pipop memang pernah mengatakan kalau Khun Nat suka melakukan amal ke panti asuhan karena ingin mempunyai anak.
Mendengar hal itu, Krit jadi teringat saat Khun Nat bermain, menyuapi dan meniduri anak panti dengan lembut dan penuh kasih sayang.
“Wanita yang ingin memiliki anak tapi tidak bisa mendapatkannya sangat kasihan,” ujar Krit.
“Benar. Khun Nat memang patut di kasihani. Tapi Khun Nat juga adalah orang yang menyeramkan. Aku rasa lebih baik kau menjaga jarak darinya,” pinta Ya.
Krit terdiam mengingatnya. Dia teringat saat Khun Nat hampir pingsan saat di kerubungi oleh para wartawan. “Tapi, aku pikir dia tidak semenyeramkan yang kau pikirkan. Dia hanya wanita lemah yang berusaha tetap kuat. Itu saja,” pendapat Krit.
“Mungkin saja. Khun Nat mungkin telah melalui banyak hal juga. Tapi walau begitu, Khun Krit tetap harus hati-hati, ya.”
“Baiklah. Terimakasih ya.”
--
Esok hari,
Praw membuat berita heboh ke seluruh karyawan ST Super Car mengenai istri simpanan Khun Pipop yang akan datang ke perusahaan. Semua langsung heboh mendengar hal itu. Dan Pichet tampak tidak menyukainya.
Siriya, Thi, Khun Nat, Da dan Pa datang bersama. Para karyawan telah berkumpul, bersiap menyambut mereka. Khun Nat menawarkan diri untuk memperkenalkan Siriya ke seluruh karyawan.
Praw melihat mereka dan merasa kalau Khun Nat pasti telah mempunyai rencana, karena tidak mungkin istri sah dan istri simpanan bisa berada dalam satu tempat yang sama. Karyawan wanita lain menatap Siriya dengan pandangan jijik dan mengumpati Siriya di dalam hatinya sebaga wanita yang hanya mengincar harta. Pokoknya, semua tampak tidak menyukai Siriya yang telah merebut suami dari Khun Nat.
Khun Nat membuat pengumuman kalau mulai hari ini, Siriya akan bekerja di perusahaan. Dan dia yakin semua pasti sudah mengenal Siriya. Dan dia memarahi mereka karena tidak memberi hormat pada Siriya. Semua karyawan langsung memberi hormat pada Siriya dengan hati tidak ikhlas.
“Aku tahu kalian tidak menyukaiku. Tapi, aku juga tidak berharap kalian akan menyukaiku. Tapi biarkan aku mengatakan hal ini,  bagi kalian yang suka menjilat, sekarang ini aku adalah pemegang saham terbesar. Sama seperti Khun Nat. Dan bahkan lebih besar lagi dari Khun Nattaya, Khun Paradee dan Khun Athirat juga. Aku tidak perlu memberitahu kalian kan kepada siapa kalian harus menjilat,” ujar Siriya. Dan tentu ucapannya itu membuat anggota keluarga Sutharak merasa kesal karena di rendahkan.
Khun Thi membubarkan semua karyawan untuk kembali bekerja. Dan Wat, salah satu karyawan, menyapa Siriya dengan senyum, tetapi Na tidak merespon. Thi menegur tingkah Wat itu, dan Wat langsung pergi dengan ekspresi bingung. Sepertinya, dia mengenal Siriya.
--
Khun Nat kembali ke ruangannya. Dan dia tampak sangat marah karena di permalukan seperti tadi di depan karyawan oleh Siriya. Na menghampirinya dan mengejek Khun Nat yang pasti merasa marah karena telah dia permalukan tadi.
“Kau harus berhati-hati dengan tingkah lakumu. Dan juga perkataanmu di depan semua orang, Siriya. Ini bukan tempat dimana kau bisa bertingkah seperti sampah seperti yang kau lakukan di rumah,” peringati Khun Nat.
Tetapi, Na tidak takut. Dia malah mengejek Khun Nat yang takut kekuasaannya di rebut. Khun Nat membalas kalau tidak peduli apapun yang Siriya lakukan, tidak akan bisa merebut kekuasannya. Dan dia tidak akan membiarkan Siriya merebut miliknya lagi. Usai memberi peringatan itu, Khun Nat keluar dari ruangan dengan menatap tajam Siriya.
--
Khun Thi mengumpulkan semua anggota keluarga Sutharak. Dia menyuruh Siriya untuk memilih ingin bekerja di bagian mana. Khun Wiset bertanggung jawab atas departemen pembelian. Khun Paradee terhadap departemen PR. Khun Nat terhadap departemen accounting. Dan Thi di departemen penjualan.
Na menatap semua nya. Dia mengingat mengenai departemen yang kemungkinan besar mungkin berhubungan dengan pelaku dan bisa menemukan banyak pelaku adalah departemen accounting. Karena itu, Na memilih untuk bekerja di departemen Khun Nat.
Tetapi, semua malah menyindir Siriya yang ingin bekerja di apartemen accounting karena ingin mengambil uang perusahaan. Mereka saling sindir menyindir.  Setelah perdebatan panjang dan lebar, di putuskan Siriya akan bekerja di departemen penjualan, di bawah pengawasan Thi.
Thi memperingati Siriya kalau dia akan di training selama 1 bulan, dan jika tidak lulus, maka akan di berhentikan. Dan orang yang akan menilai apakah Siriya lulus atau tidak, adalah Thi.
Da tidak menyukai hal itu, dan langsung keluar dari ruang rapat.
--
Thi mulai mengajari Siriya. Dia memberikan data mengenai produk dan customer ST Car serta majalah yang membahas ST Super Car. Ada juga data mengenai mobil yang mereka import dan target customer mereka. Thi menyuuruh Siriya mempelajari semuanya malam ini, dan harus menjawab pertanyaannya besok pagi. Jika tidak, maka dia akan menghukum Siriya. Na dengan pede menyanggupi hal itu.
Na mempelajari semuanya hingga pulang kantor dan larut malam.
--
Esok paginya,
Thi mulai mengajukan pertanyaan pada Siriya. Na sudah pede akan menjawab pertanyaan itu. Tapi, yang Thi tanyakan malah tidak ada hubungannya dengan yang di suruh Thi dia pelajari. Thi menanyakan proses penjualan. Na jelas kaget, tapi Thi malah beralasan kalau seharusnya Na mempelajari semuanya, tidak hanya yang dia berikan.
Dan karena Siriya tidak bisa menjawab, Thi memukul kepala Siriya dengan palu yang telah dia siapkan. Na berusaha menghindar, tetapi Thi terus memukuli kepalanya karena tidak bisa menjawab.
Dan karena hal itu, Thi malah tanpa sengaja mencium pipi Na. Eh, pas kali, salah seorang karyawan malah masuk, dan terkejut melihat hal itu. Thi juga terkejut, dan langsung bangkit, tapi kakinya malah tersandung, dan akhirnya jatuh ke pangkuan Siriya.


Support penulis hanya dengan membaca sinopsis ini (Khun Mae Suam Roy) di :
k-adramanov.blogspot.com. Terimakasih. Happy Reading.


No comments:

Post a Comment