Monday, November 19, 2018

Sinopsis Lakorn : Love At First Hate Episode 10 part 2

3 comments

Sinopsis Lakorn : Love At First Hate Episode 10 part 2
Images by : GMM Tv
P’Jub meminta Kluay dan Pup untuk ikut dalam acara Lover Reality. Pup tidak masalah untuk mengikutinya, tetapi Kluay tidak mau. Dia takut jika di ikuti selama 24 jam, rahasia mereka akan terbongkar. P’Jub berusaha membujuk Kluay untuk ikut. Dan akhirnya, Kluay dan Pup berdebat apakah ingin mengikuti acara itu atau tidak.
Dan P’Jub malah mendapat telepon dari boss mereka yang memerintahkan Kluay dan Pup wajib mengikuti acara itu. Pup merasa sangat senang, kecuali Kluay.
--
Pup memberitahu hal itu pada Golf saat mereka makan siang bersama di kantin rumah sakit. Golf ternyata senang juga mendengar Pup dan Kluay akan mengikuti acara itu. Dia bahkan bertanya berapa hari syuting acara itu? Pup menjawab biasanya beberapa hari, tetapi dia memberitahu staff produksi kalau dia adalah dokter dan tidak mempunyai banyak waktu free. Dan staff produksi setuju untuk membuat episodenya dengan Kluay sebagai episode spesial, sehingga syutingnya hanya 2 hari 1 malam.
Mendengar hal itu, Golf menawarkan diri untuk menggantikan shift Pup. Pup tertawa dan menjawab kalau dia sudah menduga hal itu, makanya dia setuju untuk ikut syuting. Glf tertawa mendengarnya. Pup kemudian meminta saran Golf kemana sebaiknya mereka syuting? Karena kru poduksi menanyakan pendapatnya, tetapi dia tidak punya ide. Dan Golf dengan senang hati merekomendasikan sebuah tempat.
--
Dan tibalah hari untuk syuting.
Pup dan Kluay pergi ke suatu daerah sejuk yang di kelilingi hutan. 
--
O menghampiri Cholsa yang sedang istirahat syuting. Dia memberikan makanan yang di belinya untuk Cholsa dan Kluay. Dia bertanya dimana Kluay? dan Cholsa dengan riang menjawab kalau Kluay tidak ada karena sedang syuting acara lain. Dia tidak ingat nama acaranya tetapi itu acara untuk pasangan suami istri. Dan karena itu, Kluay harus pergi dengan Pup berdua keluar kota untuk syuting.
O tidak suka mendengar hal itu. Dan dia langsung menyingkir dan menelpon Khun Napa.
--
Pup dan Kluay mulai syuting. Mereka berada di Scenical World Khao Yai. Dan mereka adalah pasangan untuk episode spesial. Dimana tayangan ini di gunakan untuk mengumpulkan dana dan dana yang terkumpul akan di berikan untuk pasien yang tidak mampu membayar biaya berobat. Syuting berjalan dengan lancar, dan para kru memuji mereka yang tampil sangat baik.
Saat sedang persiapan untuk adegan selanjutnya, Pup dan Kluay berbincang. Mereka sangat romantis dan saling menggoda satu sama lain hingga membuat para kru merasa iri dengan kemesraan mereka.
Dan saking mesra-nya, mereka tidak mendengar ponsel yang berbunyi.
--
Yang menelpon adalah Khun Napa. Khun Napa mengumpulkan Golf dan Cholsa, dan tentu saja di sana juga ada si O (si tukang ngadu). Khun Napa menyuruh Golf memberitahunya kemana Kluay dan Pup syuting? Golf berbohong kalau dia tidak tahu dimana lokasinya. Dan Cholsa juga tidak tahu. O malah menyebut mereka berbohong.
O malah mengancam akan melaporkan Pup ke professor-nya, karena Pup sudah mengabaikan tanggung jawab sebagai dokter dengan membintangi acara demi popularitas. Golf tidak takut, karena mereka tidak salah.  Dia sekarang bekerja sebagai OPD dan bisa menggantikan shift Pup, dan juga Pup sudah mendapat izin dari professornya. Dan juga acara ini untuk acara amal.
“Jadi kenapa? Kau kira aku tidak berani menghentikan acara amal ini?” marah Khun Napa.
“Aku tahu, Anda berani. Tapi, jika ada rumor kalau Anda menghentikan acara untuk amal ini, Facebook dan IG Anda akan di hujani dengan komentar kejam para netizen,” ujar Golf dengan tenang.
“Boom!!” tambah Cholsa, memanasi.
Khun Napa terlihat memikirkan hal itu dan sangat kesal karena tidak bisa berbuat apapun. Dan O jadi tidak bisa berbuat apapun juga. Golf dan Cholsa tertawa melihat mereka yang kesal.
--
Pup dan Kluay lanjut melakukan syuting. Kali ini mereka melakukan permainan flyng fox dan sebagainya. Pup bahkan membuat taruhan, kalau Kluay kalah, dia akan mencium Kluay di pipi. Kluay jelas merasa malu mendengarnya. Para kru langsung berseru menggoda mereka. 
Sebelum bermain, Kluay pamit ke belakang sebentar. Dia menelpon Cholsa untuk memberitahu mengenai taruhannya dengan Pup. Dan Cholsa malah menggodanya. Dan Kluay mempunyai sebuah rencana agar bisa menang dari Pup.
Syuting dimulai, mereka bermain dengan gembira melewati semua wahana.  Di wahana terakhir, mereka bertanding panah. Dan tembakan Pup rata-rata sangat bagus. Di saat tembakan terakhir, Kluay tiba-tiba berlari ke sebelah Pup dan menciumnya hingga tembakan Pup meleset.
“Kau curang,” protes Pup.
“Tidak masalah. Yang penting, aku menang,” ujar Kluay dengan riang.
“Tunggu. Sebenarnya, aku rasa aku menang.”
“Maksudnya?”
“Kau menciumku di depan kamera sebelum aku melempar panah terakhirku,” ujar Pup. Dan semua kru langsung menggoda Kluay. “Jangan merasa malu. Tidak ada salahnya mencium pipi suamimu.”
--
Syuting selanjutnya, Kluay dan Pup membangun tenda. Kluay protes pada Pup karena memilih untuk mendirikan tenda daripada tidur di hotel. Pup membalas kalau dia ingin Kluay merasakan rasanya tidur di sekitar alam dan di dalam tenda. Kluay mengerti dan tdiak protes lagi.
“P’Pup adalah dokter yang aneh,” ujar Kluay pada kamera. “Sebagian besar dokter sopan dan memilih hidup yang nyaman.”
“Orang-orang percaya bahwa dokter itu sopan, tenang dan berwibawa. Ketika mereka melihat beberapa dokter tidak seperti itu, dokter itu akan di kritik dengan kejam. Terkadang, beberapa bahkan meninggalkan komentar di medsos dengan komentar kejam.”
“Kau juga sering menerima hal seperti itu?”
“Tidak juga. Tapi, aku selalu di kritik oleh keluarga pasienku. Mereka menyuruhku untuk mengikuti instruksi yang mereka baca dari internet. Terkadang, mereka bahkan memarahiku di depan para suster.”
“Aku tidak pernah tahu kalau menjadi dokter akan sesulit itu. Aku pikir, orang-orang akan menghormatimu.”
“Banyak hal yang orang tidak tahu mengenai pekerjaan ini. Terkadang, kami juga marah, tetapi kami harus menahan semua emosi itu, karena baju putih yang kami kenakan. Dan yang bisa kami lakukan hanyalah mengangguk. Terkadang, aku bahkan mencoba menggunakan wajah tampan ku, tetapi para keluarga pasien tidak tergoda.”
Kluay dan Pup akhirnya berbincang dengan santai.
--
Malam hari, mereka di wawancara terpisah. Pup memuji Kluay sebagai orang yang kuat dan berjiwa petualang. Dan karena itu dia sangat menyukainya. Pup meminta mereka bertanya bagaimana perasaan Kluay datang ke tempat ini? Dia ingin tahu saat nanti menonton acara ini.
Kluay menjawab dalam wawancaranya kalau dia terkesan. Dan bahagia. Tetapi, dia tidak bisa berkomentar banyak karena baru 1 hari. Jadi, dia akan memberitahu perasaannya semuanya saat hari terakhir.
--
Syuting di akhiri dengan Kluay dan Pup yang masuk ke dalam tenda.
Saat di dalam tenda, Kluay ingin membuat batas dirinya dengan Pup menggunakan koper. Tetapi, Pup protes karena batas itu tidak adil, dan membuat tempat menjadi lebih kecil. Jadi, dia menyingkirikan batas itu dan malah memeluk Kluay dengan erat.
Kluay berusaha melepaskan, tetapi Pup malah memeluknya dengan erat dan menatap matanya tajam. Dia juga menyuruh Kluay untuk mematikan lampu senter di tenda mereka, karena di luar sangat gelap. Dan dengan lampu menyala di dalam tenda mereka, semua aktivitas mereka akan terlihat dari luar dengan jelas. Kluay tidak peduli. Pup juga tidak peduli, dia hanya bisa berharap kalau kru tidak memasang kamera di luar tenda mereka. Mendengar hal itu, Kluay jadi panik dan mematikan lampu sehingga tenda menjadi gelap.
Dan benar saja, ternyata para kru diam-diam mereka dari luar. Saat tenda gelap, mereka baru bubar dan masuk ke tenda masing-masing.
--
Esok hari,
Kali ini mereka syuting untuk mendaki gunung.
--
Khun Napa masih merasa khawatir. Ploy melihat hal itu, dan bertanya ada apa? Khun Napa langsung bertanya apa Ploy tahu kalau Kluay ikut syuting acara reality? Ploy membenarkan.
“Kau juga tahu? Tapi, kenapa kau tidak menyuruh Kluay untuk tidak ikut?” tegur Khun Napa.
“Kenapa aku harus menghentikannya? Bukankah Ibu ingin mereka segera putus?”
“Ya. Tapi, apa hubungannya itu dengan acara ini? Aku bahkan lebih takut kalau mereka akan bertindak lebih jauh.”
“Ibu tidak usah khawati. Aku sudah menyiapkan sesuatu yang mengejutkan untuk mereka,” ujar Ploy dan mengedipkan sebelah matanya.
--
Kluay dan Pup masih terus mendaki. Dan Kluay merasa sangat kelelahan. Dia tidak biasa dengan aktivitas outdoor. Mereka beristirahat sejenak.
“Kau tidak lelah kan, Pup?” terdengar suara yang tidak asing.
Dan surpise!!!
Mint muncul di sana.
 Cinta… adalah kata kerja. Kau harus menunjukkannya, jadi orang yang kau cintai dapat merasakannya.
=Love At First Hate=






3 comments:

  1. Dtunggu kelanjutan nya ya sist..

    ReplyDelete
  2. Si ploy,makin lamatambah jahat sih,tak tunggu kelanjutannya

    ReplyDelete
  3. Semangat kakkk ditunggu kelanjutanyaaaa jgn lama2 yaa gk sabar nihhh

    ReplyDelete