Tuesday, November 20, 2018

Sinopsis Lakorn : You Are Me episode 14 – 1

1 comments

Sinopsis Lakorn : You Are Me episode 14 – 1
Images by : Channel 3
sinopsis di tulis oleh : Chunov (nama samaran) di blog k-adramanov.blogspot.com
Khun Nat telah berdandan cantik. Dan dia memilih untuk memakai sepatu yang waktu itu Krit belikan untuknya. Hatinya merasa sangat senang memikirkan akan bertemu dengan Krit.
--
Khun Nat tiba di café tempat dia janjian dengan Krit. Dia bahkan tidak langsung mengorder makanan karena akan menunggu Krit. Tetapi, Krit malah menelponnya dan meminta untuk membatalkan janji pertemuan hari ini karena dia ada urusan mendadak. Khun Nat tampak marah, tetapi dia berusaha terdengar bijak dengan mengatakan kalau hari ini memang adalah hari libur, dan jika Krit memang punya urusan penting, dia juga tidak bisa melarang. Krit berterimakasih atas pengertian Khun Nat.
Selesai telepon, Khun Nat tampak sangat kesal. Urusan penting apa yang membuat Krit membatalkan janji dengannya?
--
Krit ternyata pergi ke kediaman Aunt On. Aunt On tadi menelponnya dan memberitahukan mengenai Ya yang sakit. Aunt On berterimakasih karena Krit sudah mau membawakan dokter tadi untuk memeriksa Ya. Krit menanyakan sejaka kapan Ya sakit?
“Sejak kemarin malam,” beritahu Aunt On. “Waktu sore dia masih baik-baik saja, dan hanya merasa lelah. Dan tadi pagi ketika aku masuk ke dalam, demam nya sudah sangat tinggi.”
Krit menyuruh Aunt On untuk makan dulu, dan biar dia yang menjaga Khun Ya. Aunt On berterimakasih atas bantuan Krit.
Saat sudah berdua dengan Ya saja, Krit meminta maaf pada Ya yang masih belum sadar sepenuhnya. Dia meminta maaf karena tidak ada di sisi Ya saat Ya sakit. Ya mengalami mimpi buruk, dia terus memanggil nama Khun Pipop dan meminta maaf, karena Khun Pipop meninggal karena dia. Ya sampai menangis dalam tidurnya.
Krit memanggilnya lembut, memberitahu kalau semua itu bukan salah Ya. Itu hanyalah mimpi buruk. Mendengar suara Krit, menyadarkan Ya.
“Aku sudah disini,” ujar Krit.
Dan Ya menggenggam tangan Krit dengan erat. Krit dan Ya saling bertatapan.
--
Khun Nat pulang ke rumah dengan kesal. Dan tanpa sengaja dia mendengar Nuan yang sedang bertelepon dan berterimakasih pada Krit yang sudah sengaja datang demi Ya. Mendengar kalau Krit menemui Ya, membuat Khun Nat semakin marah.
--
Krit membawa Ya berjalan-jalan di taman. Ya bertanya kenapa Krit bisa tahu dia sakit? Krit menjawab kalau dia tadi pagi menelpon Ya tetapi nomor Ya tidak aktif. Jadi, dia menelpon Aunt On, dan Aunt On memberitahu kalau Ya sedang sakit.
“Khun Ya. Kemarin malam, aku minta maaf. Jika aku tahu kamu sedang sakit, aku mungkin…”
“Aku baik-baik saja, Khun Krit. Kau tidak perlu merasa bersalah. Akulah yang seharusnya merasa bersalah, sudah merepotkanmu selama ini.”
“Jangan bilang begitu, Khun Ya. Aku bahagia memikirkan kalau kau mencari ku setiap ada masalah.”
“Err…. Mungkin hanya kamu tempat aku bisa bergantung sekarang ini.”
“Tidak masalah. Jika kamu membutuhkanku, aku akan segera datang. Aku hanya ingin kamu merasa terbebani. Teleponlah aku setiap saat. Dan satu hal lagi yang ingin ku minta. Aku tahu kalau Khun Ya masih merasa bersalah terkait Khun Pipop. Tapi, aku ingin mengatakan kalau itu semua bukan salahmu. Khun Ya, kau hanya korban, bukan orang yang melakukan hal itu. Orang yang salah adalah orang yang membunuh Khun Pipop dan ayahku. Dan dia harus dihukum menurut hukum yang berlaku. Khun Ya, sudah mengerti, kan? Jadi tolong jangan terlalu memikirkannya lagi, Khun Ya.”
“Aku akan mencobanya.”
Krit tersenyum mendengar jawaban itu.
--
Khun Nat sedang merenung di tepi kolam renang. Dia teringat dengan perlakuan manis Krit padanya. Dan hal itu membuat Khun Nat merasa kalau Krit sedang memainkannya.
--
Na menelpon Ya dan menyuruh Ya untuk meminum obat dan istirahat yang cukup agar cepat sembuh. Pas sekali, Khun Nat datang menghampirinya, jadi Na segera mematikan telepon.
“Aku ingin memperingatimu terkait Khun Krit. Belum lama ini, Khun Krit diam-diam mengikutiku. Itu perintahmu, kan? Kau menyuruh Khun Krit untuk mendekatiku, untuk mengetest-ku. Aku tidak akan jatuh dalam tipuan itu, Siriya.”
“Ya, aku tahu kalau kau cukup pintar. Dan aku tidak pernah berpikir untuk membuat rencana murahan seperti itu. Karena itu tidak akan berhasil untuk orang seperti mu. Kau bisa percaya padaku atau tidak, itu terserah padamu. Tapi, aku tidak pernah memaksa Khun Krit untuk melakukan sesuatu. Segala yang Khun Krit pikirkan, ucapkan dan lakukan, itu dari dirinya sendiri. Aku tidak ada ikut campur dalam hidupnya.”
Mendengar jawaban Siriya itu, Khun Nat langsung pergi.
--
Krit masih terus menjaga Ya. Usai menjaga Ya, dia pamit untuk pulang. Tetapi, sebelum dia pergi, Ya memintanya untuk menerima hadiah kecil darinya. Dan hadiah itu adalah case handphone. Itu adalah case pertama yang Ya buat, dan khusus untuk Krit, sebagai tanda terimakasih atas bantuan Krit selama ini. Krit sangat senang menerimanya, dan langsung memakaikan case itu ke ponselnya.
--
ST Super Car mengadakan rapat untuk meningkatkan penjualan. Mereka membicarakan cara meningkatkan penjualan. Pa dan Wiset memojokkan Thi dengan mengatakan kalau penjualan menurun karena Thi yang tidak mempunyai kemampuan. Na tidak suka mendengar hal itu.
Thi mengatakan kalau karena itu dia ingin menggunakan PR terbaru untuk mempromosikan mobil mereka. Na setuju dengan hal tersebut. Dia juga menyalahkan kerjaan PR (dept. Pa) yang tidak mampu menjaga para customer dan melakukan hal lain yang membuat penjualan semakin menurun.
Mereka setuju utnuk menggunakan presenter baru untuk mempromosikan perusahaan mereka. Dan dengan begitu, rapat di akhiri.
Selesai rapat, Da memberikan data perusahaan iklan yang telah membuat iklan terbaik selama ini. Thi tertarik melihatnya dan berterimakasih atas bantuan Da. Na tidak suka melihatnya, dan langsung pergi.
--
Khun Nat sedang berdiskusi dengan pengacara di ruangannya mengenai kasus penuntutan perusahaan shipping itu. Krit yang baru datang, jelas heran karena Khun Nat memanggil pengacara lain, padahal ada dia. Khun Nat berterimakasih atas bantuan pengacara itu, dan pengacara itu pamit pergi.
Setelah pengacara itu pergi, Krit bertanya kenapa Khun Nat menggunakan jasa pengacara lain? Apa Khun Nat tidak percaya akan kemampuannya? Khun Nat mengatakan kalau bukan itu alasannya.
“Bekerja denganku, itu berarti kau harus memprioritaskan pekerjaanmu sebagai nomor satu. Atau jangan harap kita bisa bekerja sama,” ujar Khun Nat (ihhhh… dendam ya masalah kemarin, janjinya di batalkan).
Khun Nat kemudian melihat berkas-berkas di atas mejanya. Dan di salah satu berkas, ada tulisan merah ‘You’re Next’. Melihat tulisan itu, khun Nat langsung menjerit ketakutan. Krit melihat hal itu, dan berusaha menenangkan Khun Nat.
Khun Nat sudah sedikit lebih tenang. Krit juga sudah bertanya kepada sekretaris Khun Nat, tetapi tidak ada yang tahu siapa yang membawa dokumen itu. Dan Khun Nat juga tidak tahu siapa yang membawanya, karena saat dia masuk, dokumen itu sudah ada di atas mejanya. Krit menduga kalau hanya orang dekat lah yang bisa meletakan hal itu di atas meja Khun Nat.
Khun Nat jadi teringat saat dia merasa ada orang yang mengikutinya. Krit juga jadi khawatir, apa mungkin itu orang dari perusahaan shipping yang hendak menuntut mereka? Apa mungkin mereka melakukan hal itu untuk menakuti mereka? Khun Nat merasa takut, dia merasa tidak mungkin hanya karena masalah shipping, sampai nyawanya di ancam. Khun Nat memohon pada Krit untuk tidak memberitahu hal ini pada orang lain, karena dia tidak ingin orang lain khawatir.
--
Na membawa Krit ke café dan memperkenalkan Wat kepadanya. Wat akan membantu penyelidikannya. Dan Krit menyapa Wat dengan ramah. Wat memberitahu informasi yang di ketahuinya mengenai Khun Wiset yang selingkuh dengan Prawdta dan seluruh karyawan kantor tahu hal ini. Yang tidak tahu hanyalah Khun Pa.
Na merasa kasihan karena Khun Pa sangat mempercayai khun Wiset. Tetapi malah di khianati. Dan Krit memberitahu juga mengenai Khun Nat yang menerima surat ancaman. Na dan Wat jelas terkejut.
--
Pichet datang ke ruangan Khun Nat. Dia menanyakan Khun Nat yang belum pulang padahal hari sudah larut. Khun Nat menjawab tanpa menatapnya kalau pekerjaannya belum selesai, dan dia tidak bisa pulang begitu saja secara on time seperti orang lain. Pichet menawarkan bantuan, tetapi Khun Nat tidak menanggapinya.
Pichet dengan berani mengajak Khun Nat untuk makan malam bersamanya. Tetapi, Khun Nat malah memperingati Pichet untuk berhati-hati, karena walaupun mereka adalah tante dan keponakan, tetapi tidak pantas Pichet mengajaknya makan bersama (Pichet ini anak yatim piatu, dan sepertinya dia masuk ke perusahaan karena Nat membantunya dan mengakuinya sebagai keponakannya). Pichet tampak kecewa.
Khun Nat malah bertanya, apa semua karyawan sudah pulang? Pichet menjawab hampir semuanya. Dan Khun Nat lanjut bertanya, apa Krit sudah pulang? Pichet terkejut mendengar pertanyaan Khun Nat, karena biasanya Khun Nat tidak pernah peduli pada Krit. Khun Nat malah membentaknya untuk menjawab saja pertanyaannya, jangan balik bertanya.
“Sudah pulang. Kelihatannya dia membawa Siriya untuk terapi fisik,” beritahu Pichet.
Dan Khun Nat tampak marah. Dia langsung berteriak menyuruh Pichet keluar dari ruangannya.

Support penulis hanya dengan membaca sinopsis ini (Khun Mae Suam Roy) di :
k-adramanov.blogspot.com. Terimakasih. Happy Reading.


1 comment: