Tuesday, November 20, 2018

Sinopsis Lakorn : You Are Me episode 14 – 2

2 comments

Sinopsis Lakorn : You Are Me episode 14 – 2
Images by : Channel 3
sinopsis di tulis oleh : Chunov (nama samaran) di blog k-adramanov.blogspot.com
Thi dan Da pergi ke perusahaan iklan yang Da rekomendasikan waktu itu. Dan perusahaan itu adalah milik Hia, direktur yang Sina bekerja sama (untuk mengingatkan kalau Sina adalah stunt woman). Hia mempresentasikan bentuk iklan yang akan mereka lakukan, dan Thi sangat suka dengan hal itu.
Hia langsung menelpon Sina dan menawarkan Sina menjadi model iklan untuk perusahaan ST Super Car. Pekerjaan ini sangat bagus dan bayaran yang di tawarkan juga sangat tinggi. Tetapi, jelas Na tidak bisa menerima pekerjaan itu mau sebagus dan sebesar apapun bayaran itu. Dia tidak akan bisa menerimanya. Dan Na langsung mematikan telepon.
Hia jelas sangat kesal. Dia berusaha menelpon balik Na, tetapi Na sudah mematikan teleponnya. Na langsung mau mencari Nuan.
Hia menelpon Thi yang baru sampai rumah kalau model yang hendak di rekrutnya menolak untuk bekerja dengan mereka. Thi jelas heran, dan meminta Hia untuk mengirimkan nomornya, dan dia yang akan mencoba bicara. Hia tidak bisa karena model itu, Suzy Roth, adalah orang yang sangat tertutup dan tidak suka orang lain tahu mengenainya.
“Kalau hal itu aku tahu. Karena aku juga tidak bisa menemukan foto dan informasi mengenainya di internet.”
“Itu dia Khun Athirat. Aku tidak mengerti kenapa dia ingin menjadi sangat tertutup seperti itu. Bahkan jika ada reporter yang ingin mengambil fotonya, dia tidak memberi izin. Kau percaya tidak kalau seluruh orang di industri ini sampai harus membujuknya, karena dia sangat bagus dalam pekerjaannya.”
“Tapi walau begitu, aku ingin mencoba bicara dengannya. Apa kau punya nomor telepon managernya atau yang lainnya?”
Dan Hia pun setuju untuk mengirim nomor telepon manager Suzy Roth. (manager Suzy Roth adalah Nuan).
Nuan sedang berada di ruang tamu membantu membersihkan kaca karena Orn sedang sakit. Dia menyapa Thi dengan ramah. Thi menerima nomor hp manager Suzy, dan langsung menelpon. Dan ponsel Nuan berbunyi, Nuan merasa kalau itu sangat kebetulan. Dia pamit ke belakang untuk menerima telepon. Nuan merasa heran karena yang menelpon adalah nomor asing, dan menelpon ke nomor manager-nya.
Nuan mengangkat telepon dalam bahasa inggris. Nama inggrinya adalah Natalie. Dan dia sangat terkejut saat mendengar orang yang menelpon memperkenalkan diri sebagai Athirat Sutrahak dari ST Super Car. Saking terkejutnya, dia sampai mengeluarkan logat Thai-nya. Tetapi, dia segera kembali menggunakan bahasa Inggris.
Thi merasa heran karena suara Natalie tampak tidak asing. Dia berbicara dalam bahasa thai, dan Nuan langsung bicara dengan ketus. Thi meminta nomor Suzy Roth karena ingin mengajak kerja sama. Tetapi, Natalie menolak memberikan nomor Suzy.
--
Nuan segera ke kamar Na dan melaporkan hal itu. Dia sudah menolak permintaan kerjasama Thi dengan alasan kalau Na sedang keliling luar negeri karena terikat kontrak. Na kesal karena harusnya Nuan bilang saja dia tidak bisa menerima, tanpa alasan apapun. Nuan membalas kalau dia tadi terlalu gugup dan tidak bisa berpikir. Dan Thi menelponnya, dimana jarak mereka terpisah hanya beberapa meter.
Na langsung meminta Nuan untuk menelpon P’Peter dan minta P’Peter untuk menolak pekerjaan itu.
Nuan langsung menelpon, tetapi nomor P’Peter tidak aktif. Jadi, Na mencoba menelponnya juga, tetapi tidak bisa. Nuan menjadi panik. Na juga bingung harus bagaimana, pokoknya mereka harus bisa menelpon P’Peter. (P’Peter itu seperti atasan Na dan Nuan. Seperti agency mereka gitu).
--
Pa melakukan presetansi, dia menjelekan Thi yang tidak bisa mengatur perusahaan hingga penjualan terus menurun. Da membela Thi, dengan menyindir Pa yang membuat masalah terkait perusahaan shipping itu.
Thi menjelaskan kalau PR yang hendak di buatnya sudah hampir selesai. Mereka hanya tinggal menghubungi Suzy Roth. Dan jika Suzy sudah bersedia bekerja sama, maka semuanya akan baik-baik saja.
Khun Wiset mengejek Thi yang belum bisa menghubungi Suzy padahal itu hanyalah artis biasa. Dia bahkan menawarkan bantuan. Khun Pa ikut mengejeknya.
“Setauku, Suzy Roth bukanlah small stunt seperti yang kalian pikirkan,” ujar Na dengan kesal.
“Benar. Meskipun Suzy Roth adalah seorang stunt, Indy Style. Dan tetap membuat dirinya misterius, tapi aku rasa itu ada alasannya dan membuat semua orang semakin tertarik padanya,” jelas Thi.
Da membenarkan. Bahkan sekarang ini, orang-orang berusaha mengungkap rahasia Suzy, tetapi tidak bisa. Dan menurut informasi yang di dapatnya, Suzy sedang liburan di Thailand. Na jelas heran, darimana Da bisa mendapatkan informasi tersebut. Da juga merasa jika bisa merekrut Suzy, masyarakat akan semakin tertarik dengan perusahaan mereka, dan reporter pasti akan meliputnya. Karena itu, Khun Nat menyuruh Thi untuk segera mengontak Suzy Rot.
“Jika pekerjaan ini tidak sukses, kau harus instropeksi, Nai Thi. Pikirkan apa kau pantas mewarisi posisi dari Ibu atau tidak,” peringati Pa.
--
Da mulai bekerja dia berusaha menghubungi perwakilan Suzy di Amerika, tetapi belum bisa. Hal ini membuat Thi semakin cemas. Dia memerintahkan semuanya untuk mencari informasi mengenai Suzy Roth.
Na langsung memberitahu Thi kalau yang di lakukan Thi hanya akan membuang waktu. Mau bagaimanapun, Suzy Roth tidak akan menerima pekerjaan itu. Thi tersenyum sinis, dan balik bertanya, kenapa Na sok tahu? Na beralasan kalau dia hanya berpikir dari sudut pandang Suzy. Thi menegaskan kalau dia orang yang tidak mudah menyerah, dia akan terus berusaha.
“Pekerjaan ini… kau juga harus melakukannya,” tegas Thi pada Siriya.
“Huh? Kau ingin aku menemukan informasi dari Suzy Roth?” tanya Na memastikan.
Thi membenarkan. Ditambah Na adalah asistennya sekarang.
--
Thi mengadakan rapat dengan semua pegawai penjualan. Semua masih sibuk mencari informasi mengenai Suzy. Sementara Na santai saja, dia tinggal menulis informasi nya saja.
“P’Thi. Aku sudah bertanya pada temanku di Amerika untuk menemukan informasi. Suzy Roth adalah orang Thai asli.  Tapi, ayahnya adalah orang Amerika. Dia besar dan tumbuh di Amerika juga. Bisa berbicara bahasa Thai sedikit. Warna kesukaannya adalah biru,” lapor Da dengan bangga.
Na tertawa mendengar informasi palsu itu. Dan Da menantang Siriya untuk memberitahu informasi yang di dapatnya.
“Suzy Roth adalah orang Thai. Ayahnya orang Thai, dan ibunya juga. Dia lahir dan besar di pusat pelatihan kecil Muay Thai. Itulah kenapa dia sudah berkelahi sejak masih muda. Dia menyukai martial arts (seni bela diri). Tidak peduli apa itu Muay Thai, Jiu Jitsu, balap mobil dan juga segala jenis bela diri lainnya. Dan yang lebih penting, warna kesukaannya adalah merah,” jelas Na.
Tetapi, semua malah tertawa mendengarnya. Mereka tidak percaya dengan informasi Na. dan Na jelas heran.
“Mereka tertawa karena kau hanya duduk dan mengarang semua itu saja!” jawab Thi.
“Kau tidak percaya padaku?”
“Bagaimana bisa aku percaya? Apa alasan mu? Seperti Nong Da, dia punya informasi dari temannya di America. Tapi, kau tidak ada. Dan lihat, kau bahkan tidak mencari informasi di Internet.”
Da langsung mengejek Siriya. Dan Na tidak bisa bilang kalau dia adalah Suzy Roth.
Da menerima telepon dari temannya kalau mereka sudah menemukan nomor dari perwakilan Suzy Roth itu. Orang itu Khun Peter sedang liburan di Thai, di Hua Hin. Thi langsung menuju ke sana.  Dia juga hendak membawa Siriya, tetapi Na langsung menolak. Dia harus menjaga KhaoSuay dan kalau membawanya juga hanya akan merepotkan.  Dan setuju dengan hal itu.
“Itu tidak akan merepotkan. Kau harus pergi. Karena kau adalah asistenku dan juga dalam masa pelatihan. Aku ingin kau mempelajari hal ini juga,” tegas Thi.
“Tapi, Khun! Aku khawatir dengan putraku!”
“Kau tidak perlu khawatir. Aku sudah memberitah Mae’Yai. Dan satu lagi, Nuan juga ada di rumah. Jadi tidak ada yang perlu di takutkan.”
Da jelas merasa kesal. Dan Lert juga sudah membawa barang-barang Thi. Na meminta izin sebentar untuk menghubungi Nuan, tetapi nomor Nuan tidak aktif. Thi menghubungi Khunu Win juga meminta menunda pertemuan mereka, tetapi Khun Win tidak bisa. Jadi, Thi berkata akan mengirimkan perwakilannya.
Mendengar hal itu, Na menawarkan diri untuk menemui Khun Win. Tetapi, Thi tidak mau. Dia malah menyuruh Da yang pergi untuk menemui Khun Win dan tidak usah ikut dengannya ke Hua Hin. Da menolak, tetapi Thi memaksa.
Nuan menelpon Na, tetapi, ponsel Na malah habis protes. Thi heran, untuk apa sih Na panik menelpon Nuan? Na menjawab kalau dia mau minta di bawakan baju untuk di pakai di Hua Hin. Thi dengan tenang menjawab, kalau Siriya bisa memakai baju Da sementara.
--
Khun Pa sudah mendapat informasi mengenai Thi yang akan pergi ke Hua Hin untuk menemui perwakilan Suzy. Khun Pa langsung mendesak Khun Wiset untuk melakukan rencana mereka secepat mungkin. Kali ini, mereka harus bisa mengalahkan Thi.
--
Na dan Thi tiba di Hua Hin. Mereka menginap di hotel tempat Peter juga menginap berdasarkan informasi dari teman Da. Na merasa sangat khawatir kalau mereka akan berjumpa dengan Peter. Dia tidak mau Thi sampai bertemu dengan Peter.
Peter sedang bersantai di kolam berenang hotel. Dia adalah seorang lelaki gemulai dan menyukai pria. Setiap ada pria berbodi kekar yang lewat, matanya pasti langsung menatap pria itu.
Thi dan Na memesan kamar, dan hanya ada satu kamar yang kosong. Thi segera memesan kamar tersebut, tetapi Na protes. Dia tidak ingin mereka satu kamar. Thi jelas heran, karena di rumah kan mereka sudah satu rumah, lagian Na pasti tidak bisa sendirian di kamar. Na tidak bisa protes lagi dan terpaksa setuju satu kamar dengan Thi.
Na dan Thi menunggu di lobby hotel. Dengan harapan agar bertemu dengan Peter Park. Thi bahkan menyuruh Na melihat foto Peter yang di dapatnya, agar Na juga bisa membantu mengintai. Pas sekali, terlihat Peter yang sedang berjalan ke arah mereka. Hanya Na yang melihat, dan dia panik jika Thi juga akan melihatnya, karena itu tanpa sengaja dia malah memukul pantat Thi saat Thi hendak berbalik. Thi kaget pantat nya di pukul, dan Na beralasan kalau melihat ada nyamuk menggigit pantat Thi.
Thi heran melihat kelakuan Siriya hari ini. Di tambah lagi, Siriya malah memaksanya untuk minum. Dia tidak tahu kalau Na melakukan itu agar mencegahnya bisa bertemu dengan Peter.
Akhirnya, Thi membawa Na ke kamar mereka. Dan ternyata, kamar mereka berdekatan dengan Peter. Mereka berjumpa dengan Peter di lorong kamar. Na panik, dan berusaha kabur, tetapi hal itu malah membuat Thi dan Peter jadi bertemu. Na tidak peduli, dan memilih untuk kabur.
Thi merasa senang melihat Peter, dan bertanya untuk memastikannya. Peter membenarkan kalau dia adalah Peter Park, dan Peter sangat senang melihat Thi, dia menyukai Thi. Thi memperkenalkan dirinya dari ST Super Car, dan dia juga hendak memperkenalkan Siriya, tetapi Siriya malah sudah menghilang.
--
Peter dan Thi bicara dalam sebuah ruangan. Dan Thi mulai memberitahu tujuannya mencari Peter. Na merasa cemas, dia takut Peter menerima tawaran pekerjaan dari Thi. Saat Peter sudah keluar, Na menghampirinya dan bertanya hasil pembicaraan mereka.
 Thi kesal karena tadi Siriya menghilang. Na berbohong kalau tadi dia pergi ke kamar mandi.
“Dia bilang kalau Suzy sedang liburan dan tidak ingin di ganggu,” beritahu Thi.
Na jelas merasa senang mendengarnya. Tetapi, dia berpura-pura sedih untuk Thi yang sudah jauh jauh datang ke Hua Hin malah pulang dengan tangan hampa. Tetapi, dia memaksa Thi untuk segera pulang. Thi tidak mau, mereka masih bisa membujuk Peter.
Thi mendorong kursi roda Na keluar dari ruangan itu (sepertinya kamar Peter), dan di sudut kamar Peter melihat Na dan memberikan kedipan mata. Na jelas kaget, karena Peter tahu dia ada di sana.
--
Na menelpon Nuan. Dan Nuan menjelaskan kalau dia tau dari Lert mengenai Na dan Thi yang ke Hua Hin untuk mencari Peter. Jadi, dia mencoba menelpon Peter lagi, dan untunglah nomor Peter aktif. Jadi, dia meminta Peter untuk menolak tawaran pekerjaan dari Thi dengan alasan pribadi. Dan Peter setuju, karena dia juga mau bersenang-senang dengan pria di sana.
Nuan bertanya kapan Na akan pulang? Dan Na memberitahu kalau Thi masih tidak mau pulang dan membujuk Peter.
“Aku takut kalau Peter akan kasihan dengan pria tampan,” beritahu Na.
“Hey! Kau baru saja bilang kalau Khun Thi adalah pria tampan?”
“Tidak. Maksudku, Nang Peter melihat semua pria sebagai pria tampan,” bantah Na.
--
Thi menelpon Khun Nat dan memberitahu kalau dia sudah bertemu dengan Peter, tetapi Peter tidak bisa menerima tawaran mereka karena Suzy sedang liburan. Khun Nat bertanya langkah Thi selanjutnya, dan Thi menjawab dia akan berusaha mencari cara agar Peter mau mereka.
Khun Nat mengingatkan Thi untuk tidak gagal, karena semua orang sekarang sedang memperhatikan Thi. Jadi, jangan sampai ada kesalahan. Thi mengerti dan berjanji akan membuat Suzy Roth menerima pekerjaan ini.
--
“Aku akan membuat Khun Thi menyerah!” tegas Na pada Nuan.
Thi masuk ke dalam kamar. Dan dia mengajak Siriya untuk berdiskusi agar Peter mau membantu mereka. Dan Na menjawab : “Okay!”

Support penulis hanya dengan membaca sinopsis ini (Khun Mae Suam Roy) di :
k-adramanov.blogspot.com. Terimakasih. Happy Reading.


 

2 comments: