Tuesday, November 20, 2018

Sinopsis Lakorn : You Are Me episode 13 – 2

0 comments

Sinopsis Lakorn : You Are Me episode 13 – 2
Images by : Channel 3
sinopsis di tulis oleh : Chunov (nama samaran) di blog k-adramanov.blogspot.com
Praw sudah menerima gossip itu dan segera menyebarkannya ke semua karyawan lainnya. Dia juga berpura-pura kasihan pada Da yang turun jabatan, padahal awalnnya dia mengira kalau Praw akan menjadi pasangan Thi, tidak di sangka akan seperti ini. Da lewat dan mendengar hinaan Praw itu. Dia segera marah-marah dan menyuruh semuanya untuk bubar dan lanjut bekerja.
Pichet tidak takut dengan Da, dan balas menyuruh Da untuk tidak terlalu tergila-gila dengan pria. Da tidak suka mendengarnya, dan memperingati Pichet untuk mengingat statusnya, dia adalah adik kandung Khun Nat. Pichet tidak takut dan mengejek Da yang adalah saudara Khun Nat, tetapi tidak mempunyai kemampuan seperti Khun Nat.
“Semua ini karena kau Siriya. Lihat saja, aku akan merebut kembali P’Thi,” tekad Da. Dia tidak menyadari kalau Na ada di belakangnya, dan mendengar gumaman nya itu.
--
Wat masih penasaran dengan Siriya yang di lihatnya. Jadi, dia selalu mengikuti dan memperhatikan gerak gerik Siriya. Na merasa tidak nyaman, karena merasa selalu di perhatikan. Apalagi setiap dia berpas-pasan dengan Wat, Wa selalu memberitahu namanya adalah Nonthawat.
Thi tanpa sengaja melihat sikap mencurigakan Wat yang selalu mengikuti dan memperhatikan Siriya. Dia jadi merasa curiga.
Wat menghentikan Siriya di lorong yang sepi. Dia memperhatikan wajah Siriya dengan seksama. Jelas saja, Na merasa heran dengan tingkah Wat itu.
“Kau bukan Khun Siriya,” ujar Wat. “Siapa kau?”
Na terkejut karena Wat menyadari kalau dia bukan Siriya.
Thi mencari Siriya tetapi Siriya tidak ada di ruangan.
“Aku Siriya!” tegas Na.
“Aku tidak yakin.”
“Lalu gimana kau bisa lebih tahu daripada diriku sendiri?”
“Karena jika kau Khun Siriya, kau pasti mengenaliku.”
“Kau bekerja di departemen mekanik. Namamu Nonthawat. Ini… bagaimana mungkin aku tidak tahu?”
“Itu benar. Tapi, kita berdua sudah saling mengenal sebelum aku bekerja di sini. Jika kau adalah Siriya yang asli, kau pasti tahu bagaimana kita saling mengenal,” tegas Wat.
Dan Na langsung panik. Dia benar-benar tidak mengenal Wat. Pas sekali, Thi datang dan melihat mereka. Dia langsung menegur Wat, dan Wat beralasan kalau dia hanya ingin membahas dokumen dengan Siriya, dan dia langsung pamit pergi, walaupun dia masih curiga dengan Siriya.
Thi memberikan dokumen meeting pada Siriya, karena Siriya adalah asistennya sekarang. Siriya mengerti dan pamit pergi.
Siriya masuk ke dalam ruang meeting kecil yang sedang kosong. Dia langsung menghubungi Ya, dan memberitahu ada masalah besar. Seorang karyawan bernama Nonthawat tahu kalau dia bukan Siriya. Mendengar nama Nonthawat, tidak membuat Ya panik. Dia memberitahu Na kalau Wat adalah orang yang pernah menyelamatkannya dulu.
Flashback
Dulu, saat Ya masih bisa berjalan. Dia pernah bertemu dengan Da dan Khun Nat. Saat itu, Da Da dan Khun Nat menyudutkan Ya dan mengumpati Ya yang berselingkuh dengan suaminya. Mereka tidak mau mendengar alasan Ya yang bilang tidak tahu kalau Khun Pipop sudah punya istri. Ya meminta maaf karena tidak pernah bermaksu akan sampai seperti ini.
Tetapi, Da malah menemukan gelang yang digunakan Ya sama seperti yang Khun Nat kenakan. Mereka dapat menebak kalau gelang itu pasti pemberian Khun Pipop. Khun Nat tampak marah melihatnya.  
“Bukan. Ini gelang yang di kirim adikku dari luar negeri,” jelas Ya.
Da tidak percaya dan berusaha melepas gelang itu. Ya tidak mengizinkannya. Dan hal itu membuat Da kesal, sehingga dia menampar Ya.
Untungnya, seorang pria, melihat pertengkaran mereka. Pria itu adalah Wat. Dia melihat Da dan Khun Nat yang membully Ya. Dan karena kedatangan Wat, Da dan Khun Nat langsung pergi.
Beberapa hari setelah itu, Ya membawa Wat menemui Khun Pipop. Khun Pipop berterimakasih atas bantuan Wat tempo hari.
“Nonthawat baru saja lulus. Tapi, dia belum menemukan pekerjaan. Aku tidak tahu apa perusahaanmu, punya pekerjaan untuknya atau tidak.”
“Kamu lulusan apa?” tanya Khun Pipop.
“Mekanik.”
Dan Khun Pipop menawarkan pekerjaan sebagai mekanik di ST Super Car.
End
Ya menyakinkan Na kalau Wat adalah orang yang bisa di percaya jadi tidak perlu khawatir. Dan mungkin mereka bisa meminta bantuan Wat untuk menyelidiki perusahaan.
--
Wat hendak mencari Siriya lagi. Tetapi, Thi melihatnya dan langsung menegur Wat, dia akan melaporkan Wat ke polisi jika terus mengikuti Siriya. Wat membantah hal itu, dia berusaha menjelaskan kalau dia tidak pernah berniat melakukan yang jahat. Wat sudah hendak memberitahu kalau Siriya yang ada sekarang bukanlah Siriya yang asli, tetapi tidak jadi karena…
“Khun Nonthawat adalah ketua fan club-ku,” ujar Na yang tiba-tiba muncul. “Benar kan? Kau diam-diam mengikutiku karena kau menyukaiku. Kau dari FC (fan club) ku kan?”
Dan Wat terpaksa membenarkan. Thi sedikit ragu, tetapi Na dan Wat tetap ngotot kalau mereka saling mengenal. Jadi, Thi tidak curiga lagi.
--
Na membawa Wat ke ruang kosong dan mengunci pintunya dari dalam. Dia memberitahu yang sebenarnya kalau dia adalah saudara kembar dari Siriya. Dan untuk membuktikannya, dia melakukan video call dengan Ya. Wat kaget awalnya, tetapi setelah mendengarkan penjelasan mereka, dia mengerti. Dan bahkan mau membantu untuk menyelidiki perusahaan.
--
Krit dan Khun Nat bekerja bersama hingga malam. Krit menerima telepon dari Ya, jadi dia pamit sebentar untuk mengangkat telepon. Krit merasa tidak nyaman menjawab karena ada Khun Nat di sana. Ya dapat merasakannya, jadi dia memutus telepon lebih cepat.
Krit pun lanjut bekerja dengan Khun Nat. Dan Khun Nat tampak sedikit senang.
--
Ya menelpon Krit karena dia merasa sedikit tidak sehat. Tetapi karena Krit sedang bekerja, dia tidak mau mengganggu. Tidak lama setelah menelpon Krit, Ya malah pingsan.
--
Esok hari,
Nuan melakukan terapi pada kaki Na. Na merasa kesal karena Nuan berakting sangat mendetail hingga melakukan terapi fisik padanya yang berpura-pura lumpuh. Nuan mengabaikan protesan Na, dia melakukan semua itu agar akting mereka lebih realistic.
Thi masuk dan melihat hal itu. Dia menawarkan diri untuk ikut melakukan terapi pada kaki Siriya. Dan Nuan dengan baik, mengajarkannya. Thi malah memanfaatkan hal itu untuk bermain-main dengan kaki Siriya.
Pas sekali, KhaoSuay mengeluh lapar, jadi Na meminta tolong Nuan untuk mengambilkan makanan untuk KhaoSuay. Sementara KhaoSuay bermain-main dengan ponsel Na.
Thi masih melakukan terapi pada kaki Siriya. Na merasa kesal karena Thi memainkan kakinya, jadi dia menendang Thi dengan keras hingga Thi terguling jatuh. Thi kaget karena Siriya bisa menendang, tetapi Na bersikap seolah tidak tahu yang terjadi.
khaoSuay masih terus bermain dengan ponsel Na, dan malah tanpa sengaja mematikan ponsel tersebut.
--
Aunt On berusaha menelpon ponsel Na, tetapi tidak aktif. Dia mau memberitahu kalau Ya sakit demam tinggi. Aunt On merasa kebingugan harus melakukan apa karena Peuk juga tidak ada di sana.
--
Khun Nat sedang berdandan dengan cantik. Dia teringat mengenai diskusi nya kemarin dengan Krit mengenai cara agar perusahaan tidak rugi banyak walau membatalkan kerja sama dengan perusahaan shipping yang Pa pilih. Diskusi mereka belum selesai kemarin, dan Khun Nat meminta Krit untuk bertemu dengannya besok lagi membahas hal ini. Krit menyanggupi hal itu karena walau besok hari libur, dia juga tidak ada kegiatan.
Khun Nat menatap dirinya di cermin dan merasa senang akan bertemu dengan Krit hari ini.

Support penulis hanya dengan membaca sinopsis ini (Khun Mae Suam Roy) di :
k-adramanov.blogspot.com. Terimakasih. Happy Reading.




No comments:

Post a Comment