Tuesday, December 4, 2018

Sinopsis Lakorn : Love At First Hate Episode 12 part 1

6 comments

Sinopsis Lakorn : Love At First Hate Episode 12 part 1
Images by : GMM Tv
Pup membawa O untuk bicara berdua dengannya. Mereka membahas mengenai hubungan Pup dan Kluay, dimana O yakin kalau Pup dan Kluay akan segera bercerai karena mereka tidak serasi. Jadi, dia meminta Pup untuk tidak berusaha membodohinya.
“Ayolah, aku dan Kluay tidak punya kemampuan untuk membodohi orang lain. Hanya kau yang terus membodohi dirimu sendiri. Coba pikir, mana ada orang yang mau nikah hanya untuk bercerai,” tegas Pup.
Dan O terlihat memikirkan ucapan Pup tersebut.
--

O melihat acara reality show Pup dan Kluay secara streaming lewat tablet-nya. Dan saat bagian, Kluay menangis karena cemburu melihat Pup bersama dengan Mint, seolah membuat O tersadar.
Pas sekali, Khun Napa menelponnya. Khun Napa bertanya perkembangan hubungan O dan Kluay. Dan O memberitahu kalau dia sibuk dan tidak bisa mengantar pulang Kluay. Khun Napa malah berkata akan mencocokkan jadwal O dengan Kluay. Setelah selesai telepon, Khun Napa bertanya-tanya, kenapa O tampaknya mundur dan menyerah terhadap Kluay?
--
Di rumah, Kluay sedang nonton acara itu juga bersama dengan Pup. Dia bertanya apa yang Pup bicarakan dengan ibunya dan juga dengan O tadi.
“Kau tidak perlu tahu. Yang harus kau tahu hanyalah, aku tidak akan membiarkan siapapun mengambilmu dariku.”
Dan Kluay tersenyum mendengar perkataan Pup tersebut.
--
Esok hari,
P’Jub melihat artikel-artikel mengenai acara reality show Pup dan Kluay, dan semuanya memberikan respon positif. P’Jub sangat senang hingga memamerkannya pada Ploy yang kebetulan datang untuk membicarakan pekerjaan. Ploy tampak risih dan tidak suka mendengarnya, tetapi dia tetap berusaha memasang senyum palsu di hadapan P’Jub.
“P’Jub, mana sample yang client minta ku pelajari sebelum syuting?” tanya Ploy memotong ucapan P’Jub.
Dan P’Jub memberikan dokumennya kepada Ploy, tetapi sebelum itu, dia terus saja bercerita mengenai Pup yang sepertinya di takdirkan untuk Kluay. Ploy jadi makin kesal mendengarnya.
--
Ploy pergi menemui Tawan. Dan Tawan menemaninya melakukan sparring tinju. Ploy melampiaskannya dengan memukul dan menendang alat yang Tawan pegang dengan keras, dan jelas membuat Tawan kewalahan.
“Ploy, aku bukan Kluay, jadi jangan terlalu keras,” pinta Tawan dengan nafas ngos-ngosan.
Dan brukk!! Ploy malah meninju pipi Tawan hingga Tawan terjatuh. Setelah itu, dia langsung panik.
Ploy mengompres pipi Tawan dan memperingati Tawan untuk tidak pernah menyebut nama Kluay di depannya saat dia sedang emosi. Tetapi, Tawan malah membahas mengenai acara reality show Pup dan Kluay yang mendapat respon positif dan semuanya percaya kalau mereka saling mencintai. Ploy jadi kesal dan mulai mengomeli Tawan yang adalah reporter gossip, tetapi tidak bisa membedakan mana yang asli dan palsu.

Tawan tidak menjawab ucapan Ploy. Sebaliknya, dia melihat tanngan Ploy yang memerah karena terlalu banyak meninju. Dan dengan perhatiannya, Tawan memakaikan pelembab di tangan Ploy, dan hal itu membuat Ploy terdiam.
“Untukku dan untuk setiap orang yang menyanyangimu, kau sempurna. Jangan membuat dirimu tidak bahagia dengan pikiran negatif,” nasihat Tawan.
“Bukan aku yang harusnya di sadarkan, tetapi mereka yang percaya akan tipuan (pernikahan Kluay dan Pup) yang seharusnya di sadarkan jadi mereka bisa lihat kenyataannya,” kesal Ploy dan masuk ke dalam ruangan.
---
Pup sedang melihat Kluay melakukan syuting dengan si pemeran utama. Sutradara juga memuji akting Kluay dan aktor tersebut yang sangat bagus.

Usai syuting, Pup membawa Kluay ke taman dan meminta Kluay mengulangi aktingnya tadi dengan si aktor padanya. Dan Kluay jelas menolak. Tetapi, Pup memohon karena dia ingin merasakan akting Kluay secara nyata. Dan tanpa basa basi, Pup langsung mengucapkan naskah seperti si aktor tadi. Dan Kluay langsung ikut.
Tetapi, suasana romantis harus rusak karena di tengah-tengah akting, Pup malah bermain-main. Mereka malah semakin mesra jadinya.
--
Esok hari,
Ploy menghampiri Kluay yang sedang bersama dengan Pup. Dia menunjukkan 2 buah baju yang di titipkan P’Monmai padanya untuk di berikan pada Kluay. Dan Kluay langsung memeriksa baju – baju itu dengan seksama. Ploy jelas heran melihatnya, dan Kluay dengan tenang berkata kalau dia sedang memeriksa, apakah ada jarum beracun di baju tersebut.
“Oii, P’Kluay. Bisakah kau berhenti berpikir buruk padaku?”
“Aku hanya berhati-hati.  Kau sudah melakukan banyak hal (buruk) padaku. Jangan bilang kalau kau tidak ingat, ya?! Dan jangan coba-coba membuat alasan. Aku tidak akan percaya apapun yang kau katakan.”
“Aku tahu kalau aku pernah melakukan hal jahat dan membuat masalah untukmu. Tapi, setiap orang bisa berubah. Aku tahu sekarang apa yang harus ku lakukan dan apa yang tidak boleh kulakukan demi kebaikanku sendiri. Aku hanya ingin berbaikan denganmu. Kita keluarga bagaimanapun juga. Berikan aku kesempatan.”
“Kau ingin kesempatan? Baik. Bereskan barangmu sekarang dan keluar dari rumahku. Lalu, aku akan percaya padamu. Berhenti bertingkah seperti mata – mata dan mengawasiku. Pergi!”

Ploy tidak terima, dan memanggil Kluay, tetapi Kluay mengabaikannya. Dan Ploy malah menatap Pup dengan pandangan memelas. Kluay melihatnya, dan menyuruh Pup untuk lanjut belajar di kamar saja.
Di kamar, Pup bertanya apa Kluay tidak ingin percaya sama sekali pada Ploy?
“Di drama, aku berakting sebagai gadis baik. Tapi, di dunia nyata, kepercayaan dan kredibilitas tidak bisa di dapat dengan mudah. Dia sudah banyak mencelakaiku,” ujar Kluay.
--
Esok hari,
Kluay curhat pada Cholsa mengenai kelakuan Ploy di rumah. Dan itu membuat Cholsa menjadi emosi mendengarnya. Tetapi, selain itu, Kluay merasa cemas karena takut kalau Pup mengiranya sebagai orang jahat.
“Ini aneh. Biasanya, dr. Pup lah orang jahatnya. Mungkin, karena ini Ploy, jadi ada tempat di hati Pup. Tapi itu tidak mungkin. Dr. Pup tidak akan mudah terpedaya.”
Tetapi, Kluay jadi kepikiran.
--
Golf menyarankan Pup untuk tidak membela Ploy di depan Kluay karena itu hanya akan membawa bencana di hubungan Pup dan Kluay.  Jadi, Pup harus berhati-hati. Pup menenangkan Golf karena dia tidak akan mudah terpedaya dan tertipu.
“Dengarkan aku. Berhenti bersikap baik pada Ploy. Atau Kluay akan merasa buruk. Coba cari cara untuk mengusir Ploy keluar dari rumah kalian. Itu cara teramannya. Ngerti,” saran Golf.
--
Pup baru pulang ke rumah dan ternyata Ploy juga ada di rumah. Dan dengan tenangnya, Ploy menyapa Pup dan membantunya menjelaskan sesuatu. Di naskah drama, ada adegan dimana dia harus membantu orang tua untuk berdiri, tetapi, dia tidak mengerti cara yang tepat untuk melakukannya (Ploy di drama berperan sebagai perawat). Jadi, dia minta tolong Pup untuk mengajarkannya.
Pup tidak keberatan. Dia mulai mengajari Ploy dengan menggunakan boneka sebagai orang tuanya. Selesai mengajar, Ploy malah meminta Pup berpura-pura menjadi boneka, agar dia lebih mudah mempraktekannya. Pup sebenarnya tidak setuju, tetapi Ploy langsung mendorongnya duduk dan memegang pinggangnya, dan berpura-pura belajar.
Pup tampak sangat tidak nyama, apalagi Ploy memegang pinggangnya dengan erat.
“Apa yang kalian lakukan?” suara Kluay yang baru pulang dan melihat hal itu.

6 comments:

  1. gambar di upload lusa, hari kamis. Ada urusan mau keluar kota, thanks

    ReplyDelete
  2. Ditunggu part dua nya yaaa

    Terima kasih

    ReplyDelete
  3. Lanjut Kak hehe . Uhh Ploy gak ada kerjaan bgt usik hidup kluy mulu. Dr Pup jg ngapa bela'in Ploy di depan Kluy , kasih tidur diluar rumah baru tau rasa hahahha

    ReplyDelete