Sinopsis
Lakorn : Love At First Hate Episode 12 part 1
Images by : GMM Tv
Pup
membawa O untuk bicara berdua dengannya. Mereka membahas mengenai hubungan Pup
dan Kluay, dimana O yakin kalau Pup dan Kluay akan segera bercerai karena mereka
tidak serasi. Jadi, dia meminta Pup untuk tidak berusaha membodohinya.
“Ayolah,
aku dan Kluay tidak punya kemampuan untuk membodohi orang lain. Hanya kau yang
terus membodohi dirimu sendiri. Coba pikir, mana ada orang yang mau nikah hanya
untuk bercerai,” tegas Pup.
Dan
O terlihat memikirkan ucapan Pup tersebut.
--
O melihat acara reality show Pup dan Kluay secara streaming lewat tablet-nya. Dan saat bagian, Kluay menangis karena cemburu melihat Pup bersama dengan Mint, seolah membuat O tersadar.
Pas
sekali, Khun Napa menelponnya. Khun Napa bertanya perkembangan hubungan O dan
Kluay. Dan O memberitahu kalau dia sibuk dan tidak bisa mengantar pulang Kluay.
Khun Napa malah berkata akan mencocokkan jadwal O dengan Kluay. Setelah selesai
telepon, Khun Napa bertanya-tanya, kenapa O tampaknya mundur dan menyerah
terhadap Kluay?
--
Di
rumah, Kluay sedang nonton acara itu juga bersama dengan Pup. Dia bertanya apa
yang Pup bicarakan dengan ibunya dan juga dengan O tadi.
“Kau
tidak perlu tahu. Yang harus kau tahu hanyalah, aku tidak akan membiarkan
siapapun mengambilmu dariku.”
Dan
Kluay tersenyum mendengar perkataan Pup tersebut.
--
P’Jub
melihat artikel-artikel mengenai acara reality show Pup dan Kluay, dan semuanya
memberikan respon positif. P’Jub sangat senang hingga memamerkannya pada Ploy
yang kebetulan datang untuk membicarakan pekerjaan. Ploy tampak risih dan tidak
suka mendengarnya, tetapi dia tetap berusaha memasang senyum palsu di hadapan P’Jub.
“P’Jub,
mana sample yang client minta ku pelajari sebelum syuting?” tanya Ploy memotong
ucapan P’Jub.
Dan
P’Jub memberikan dokumennya kepada Ploy, tetapi sebelum itu, dia terus saja
bercerita mengenai Pup yang sepertinya di takdirkan untuk Kluay. Ploy jadi makin
kesal mendengarnya.
--
Ploy
pergi menemui Tawan. Dan Tawan menemaninya melakukan sparring tinju. Ploy melampiaskannya dengan memukul dan menendang alat
yang Tawan pegang dengan keras, dan jelas membuat Tawan kewalahan.
Dan
brukk!! Ploy malah meninju pipi Tawan hingga Tawan terjatuh. Setelah itu, dia
langsung panik.
Tawan
tidak menjawab ucapan Ploy. Sebaliknya, dia melihat tanngan Ploy yang memerah
karena terlalu banyak meninju. Dan dengan perhatiannya, Tawan memakaikan pelembab
di tangan Ploy, dan hal itu membuat Ploy terdiam.
Pup
sedang melihat Kluay melakukan syuting dengan si pemeran utama. Sutradara juga
memuji akting Kluay dan aktor tersebut yang sangat bagus.
Usai syuting, Pup membawa Kluay ke taman dan meminta Kluay mengulangi aktingnya tadi dengan si aktor padanya. Dan Kluay jelas menolak. Tetapi, Pup memohon karena dia ingin merasakan akting Kluay secara nyata. Dan tanpa basa basi, Pup langsung mengucapkan naskah seperti si aktor tadi. Dan Kluay langsung ikut.
“Aku
tahu kalau aku pernah melakukan hal jahat dan membuat masalah untukmu. Tapi,
setiap orang bisa berubah. Aku tahu sekarang apa yang harus ku lakukan dan apa
yang tidak boleh kulakukan demi kebaikanku sendiri. Aku hanya ingin berbaikan
denganmu. Kita keluarga bagaimanapun juga. Berikan aku kesempatan.”
Ploy
tidak terima, dan memanggil Kluay, tetapi Kluay mengabaikannya. Dan Ploy malah
menatap Pup dengan pandangan memelas. Kluay melihatnya, dan menyuruh Pup untuk
lanjut belajar di kamar saja.
“Di
drama, aku berakting sebagai gadis baik. Tapi, di dunia nyata, kepercayaan dan
kredibilitas tidak bisa di dapat dengan mudah. Dia sudah banyak mencelakaiku,”
ujar Kluay.
“Ini
aneh. Biasanya, dr. Pup lah orang jahatnya. Mungkin, karena ini Ploy, jadi ada
tempat di hati Pup. Tapi itu tidak mungkin. Dr. Pup tidak akan mudah terpedaya.”
Golf
menyarankan Pup untuk tidak membela Ploy di depan Kluay karena itu hanya akan
membawa bencana di hubungan Pup dan Kluay. Jadi, Pup harus berhati-hati. Pup menenangkan
Golf karena dia tidak akan mudah terpedaya dan tertipu.
“Dengarkan
aku. Berhenti bersikap baik pada Ploy. Atau Kluay akan merasa buruk. Coba cari cara
untuk mengusir Ploy keluar dari rumah kalian. Itu cara teramannya. Ngerti,” saran
Golf.
Pup
baru pulang ke rumah dan ternyata Ploy juga ada di rumah. Dan dengan tenangnya,
Ploy menyapa Pup dan membantunya menjelaskan sesuatu. Di naskah drama, ada adegan
dimana dia harus membantu orang tua untuk berdiri, tetapi, dia tidak mengerti
cara yang tepat untuk melakukannya (Ploy di drama berperan sebagai perawat). Jadi,
dia minta tolong Pup untuk mengajarkannya.
“Untukku
dan untuk setiap orang yang menyanyangimu, kau sempurna. Jangan membuat dirimu
tidak bahagia dengan pikiran negatif,” nasihat Tawan.
“Bukan
aku yang harusnya di sadarkan, tetapi mereka yang percaya akan tipuan
(pernikahan Kluay dan Pup) yang seharusnya di sadarkan jadi mereka bisa lihat
kenyataannya,” kesal Ploy dan masuk ke dalam ruangan.
---
Usai syuting, Pup membawa Kluay ke taman dan meminta Kluay mengulangi aktingnya tadi dengan si aktor padanya. Dan Kluay jelas menolak. Tetapi, Pup memohon karena dia ingin merasakan akting Kluay secara nyata. Dan tanpa basa basi, Pup langsung mengucapkan naskah seperti si aktor tadi. Dan Kluay langsung ikut.
Tetapi,
suasana romantis harus rusak karena di tengah-tengah akting, Pup malah
bermain-main. Mereka malah semakin mesra jadinya.
--
Ploy
menghampiri Kluay yang sedang bersama dengan Pup. Dia menunjukkan 2 buah baju
yang di titipkan P’Monmai padanya untuk di berikan pada Kluay. Dan Kluay
langsung memeriksa baju – baju itu dengan seksama. Ploy jelas heran melihatnya,
dan Kluay dengan tenang berkata kalau dia sedang memeriksa, apakah ada jarum
beracun di baju tersebut.
“Oii,
P’Kluay. Bisakah kau berhenti berpikir buruk padaku?”
“Aku
hanya berhati-hati. Kau sudah melakukan
banyak hal (buruk) padaku. Jangan bilang kalau kau tidak ingat, ya?! Dan jangan
coba-coba membuat alasan. Aku tidak akan percaya apapun yang kau katakan.”
“Kau
ingin kesempatan? Baik. Bereskan barangmu sekarang dan keluar dari rumahku. Lalu,
aku akan percaya padamu. Berhenti bertingkah seperti mata – mata dan
mengawasiku. Pergi!”
--
Kluay
curhat pada Cholsa mengenai kelakuan Ploy di rumah. Dan itu membuat Cholsa
menjadi emosi mendengarnya. Tetapi, selain itu, Kluay merasa cemas karena takut
kalau Pup mengiranya sebagai orang jahat.
Tetapi,
Kluay jadi kepikiran.
--
--
Pup
tidak keberatan. Dia mulai mengajari Ploy dengan menggunakan boneka sebagai
orang tuanya. Selesai mengajar, Ploy malah meminta Pup berpura-pura menjadi
boneka, agar dia lebih mudah mempraktekannya. Pup sebenarnya tidak setuju,
tetapi Ploy langsung mendorongnya duduk dan memegang pinggangnya, dan
berpura-pura belajar.
Tags:
Love At First Hate
gambar di upload lusa, hari kamis. Ada urusan mau keluar kota, thanks
ReplyDeleteOx,,,, lanjutin donk part2 slanjutnya.
DeletePart2nya mana penasaran
ReplyDeleteMakasih kk....
ReplyDeleteDitunggu part dua nya yaaa
ReplyDeleteTerima kasih
Lanjut Kak hehe . Uhh Ploy gak ada kerjaan bgt usik hidup kluy mulu. Dr Pup jg ngapa bela'in Ploy di depan Kluy , kasih tidur diluar rumah baru tau rasa hahahha
ReplyDelete