Sunday, December 23, 2018

Sinopsis Lakorn : You Are Me episode 24 – 1

1 comments

Sinopsis Lakorn : You Are Me episode 24 – 1
Images by : Channel 3
sinopsis di tulis oleh : Chunov (nama samaran) di blog k-adramanov.blogspot.com
Khun Nat mendesak Ya dan Krit untuk menjawab pertanyaannya, dimana Nuan? Ya dan Krit kebingungan, dan untunglah Nuan muncul. Dia bersikap seolah baru kembali dari kamar mandi. Nuan kemudian balik bertanya, ada apa Khun Nat mencarinya? Khun Nat tidak menjawab dan hanya menatapnya dengan curiga.
Setelah Khun Nat pergi, Nuan baru menjelaskan pada Ya dan Krit kalau Khun Nat melihatnya dan Na di gerbang masuk sekolah. Dan untunglah, mereka juga melihat Khun Nat, jadi mereka bisa langsung menghindar agar tidak bertemu dengannya.
Flashback
Na dan Nuan mau masuk ke gerbang sekolah, tetapi mereka mendengar perdebatan antara Khun Nat dan Ibu JaiArn. Jadi, mereka langsung bersembunyi di balik semak. Na merasa beruntung, tetapi Nuan merasa tidak tenang. Lain kali mereka harus lebih berhati-hati.
End
Krit merasa kalau Khun Nat pasti tidak akan curiga sampai seperti itu (maksudnya, tidak akan menyangka kalau Siriya mempunyai saudara kembar). Ya kemudian bertanya dimana Na sekarang? Nuan menjawab kalau Na pergi bersembunyi dan tidak berani bertemu dengan Ya, takut ada masalah nantinya.
 Ya masih merasa khawatir kalau Khun Nat mencurigai mereka.
--
Benar, dugaan Ya. Saat pulang, Khun Nat langsung menemui Orn dan bertanya sejak kapan Siriya dan Nuan pergi dari rumah? Untunglah Orn tidak melihat kapan Siriya dan Nuan pergi. Khun Nat menghela nafas kesal.
--
Na, Nuan dan KhaoSuay sedang bermain bersama. Thi pulang dan melewati mereka begitu saja. Na memutuskan untuk pergi menemui Thi.

Thi berada di dalam kamarnya dan sedang melihat koleksi boneka penguin-nya. Na mengetuk pintu dan langsung masuk begitu saja. Dia bertanya apa Thi baik-baik saja?
“Kau tahu, setelah ibu penguin bertelur, dia akan memberikan telurnya pada ayah penguin untuk menjaga telur itu. Ibu penguin punya tugas untuk mencari makanan. Dan ayah penguin mempunyai tugas untuk menjaga telur di perutnya. Menjaga anaknya. Bertahan dari badai salju. Dan bahkan mempertaruhkan nyawa-nya untuk menjaga anaknya. Dan ketika ibu penguin kembali, ketika dia melihat wajah ayah penguin dan anaknya masih hidup, ibu akan memberi makan pertama kali untuk anaknya. Dan ayah… setelah bertahan tanpa makanan selama hampir 4 bulan, akhirnya bisa makan juga. Dan setelah itu, ayah dan ibu akan saling membantu dan menjaga anak mereka hingga dewasa dan mampu untuk hidup sendiri.”
“Ibu dan ayah penguin sangat mencintai anak mereka.”
“Untuk ayah dan ibu penguin, anak mereka adalah hati mereka. Mereka rela menukar hidup mereka demi anak mereka. Tapi, untuk beberapa orang, tidak seperti itu!!”
“Khun Thi, aku tahu kalau kau merasa terluka. Tapi, setiap hal punya waktunya sendiri. Saat ini, kau harus memberikan dirimu kesempatan. Dan juga memberikan ibumu kesempatan sekali lagi.”
“Waktu untuk kesempatan itu sudah berakhir. Aku tidak memerlukannya lagi.”
“Jangan berbohong pada dirimu sendiri. Aku tahu kau masih memerlukan ibumu. Tidak ada anak yang tidak ingin ibu.”
Thi dan Na mulai berdebat. Mereka tetap pada pendirian masing-masing.  
--
Malam hari,
Ya memandang dirinya dari pantulan cermin jendela. Dia teringat perkataan dan peringatan Khun Nat padanya tadi. Krti yang baru keluar kamar, melihatnya, dan mengira kalau Ya masih khawatir kalau Khun Nat mencurigai mereka. Jadi, dia meminta Ya untuk tidak khawatir karena dia akan mencoba mencari tahu apakah Khun Nat mencurigai mereka atau tidak.
“Mengenai hal itu, aku tidak khawatir. Palingan aku hanya harus mengaku pada semua orang, hal yang seharusnya sudah ku lakukan sedari dulu.”
“Lalu, Khun Ya stress mengenai apa?”
“Mengenai itu, Khun Krit tidak perlu tahu. Ini masalah pribadiku. Terkadang, aku hanya merasa apa yang Khun Nat katakan benar. Khun Krit, tolong jangan terlalu baik padaku.”

Krit jelas kecewa mendengarnya. Dia menegaskan pada Ya kalau dia hanya melakukan tugasnya dan tidak akan pernah merusak reputas Ya. Ya malah berkata kalau segalanya akan berakhir, dan mereka akan kembali ke tempat masing-masing kembali. Usai mengatakan itu, dia masuk ke dalam kamarnya. Krit hanya bisa terdiam melihat punggung Ya.
--
Esok hari,
Khun Pawinee mengunjungi Khun Pa. Dia bertanya keadaan Khun Pa dan bahkan meminta Khun Pa untuk tidak telat makan. Dia menangis dan meminta maaf pada Pa. Setelah semua hal yang terjadi, dia baru menyadari betapa dia sangat menyanyangi Pa. Khun Pa juga menangis dan merasa terharu mendengar ucapan Khun Pawinee. Dia menyadari kesalahannya yang tidak pernah merasa puas dengan kasih sayang yang telah di terimanya dan selalu ingin berada di atas orang lain, termasuk di atas abangnya sendiri.
Saat membahas mengenai Namneung, Pa menangis dan meratap karena Namneung tidak perlu ibu sepertinya. Khun Pawinee berusaha membuka pikiran Pa, dia memberitahu kalau Namneung sangat sedih sekarang. Dan karena itu, Pa harus memikirkan Namneung, dia meminta Pa agar mau berusaha keluar dari penjara.
“Cinta yang paling hangat di dunia bagi seorang anak, tetap adalah cinta dari ibu. Apa kau mengerti, Pa?”
Pa menangis terisak. Dia mengangkat tangannya menyentuh jeruji pembatas. Khun Pawinee pun melakukan hal yang sama.
--
Thi menemui Chanat, dan Chanat menjelaskan kalau kasus ini belum sampai ke pengadilan. Hal itu karena masih ada sebuah keraguan terkait dengan bukti yang di dapat, yaitu peluru.
“Peluru yang di gunakan untuk menembak Khun Ya dan juga Khun Wiset hingga meninggal, itu dari dua pistol yang berbeda.”
“Apa maksudnya?”
“Itu… ada dua kemungkinan. Pertama, kakakmu punya dua pistol. Kedua, ada pelaku lain dan orang itu bekerja sama dengan kakakmu? Tapi, kenapa kakakmu melindungi orang itu?”
“Maksudmu, orang yang menembak Khun Wiset?”
“Aku juga belum yakin. Jika aku sudah yakin, aku akan menghubungimu.”
--
Ya berdiri di beranda. Krit menghampirinya dan memberitahu kalau dia sudah meletakkan tas Ya di dalam mobil.
“Jika P’Peuk tidak sakit, aku mungkin tidak harus merepotkanmu.”
“Aku hanya melakukan tugasku,” balas Krit dengan dingin.
“Khun Krit, apa kau berpikir kalau aku dan Na sangat mirip?”
“Untuk orang lain, mereka akan melihat kalau kalian mirip. Tapi untukku…”
“Aku rasa kami berdua sangat mirip hingga terasa seperti hanya satu orang. Jika kau senggang, Khun Krit dapat mengajak Na untuk makan bersama. Meskipun Na terlihat tidak takut, tapi Na lebih gentle daripada yang kau pikirkan.”
Jelas sekali kalau Ya berusaha menjauhkan Krit darinya dan menjodohkannya dengan Na. Krit menyadari hal tersebut, jadi dia bertanya apa yang sebenarnya Ya ingin katakan? Dia menyuruh Ya untuk mengatakannya langsung saja.
“Aku ingin kau mencoba mengenal Na. Mungkin… mungkin kau akan bisa bertemu dengan orang baik yang lebih cocok denganmu.”
“Ya. Jika kau berpikir seperti itu, aku akan melakukannya!”
Mereka saling bertatapan. Tampak jelas kalau mereka saling menyukai. Namun, tidak mau mengakuinya satu sama lain.
--
Aunt On memberikan banyak makanan pada Peuk dan Peuk jelas merasa senang. Saking senangnya, Peuk terus bicara. Aunt On sampai kesal dan menyuruhnya untuk cepat makan.
Lagi asyik makan, Peuk malah melihat Ya yang pulang dengan di antar oleh Krit. Dengan panik, Peuk langsung masuk ke dalam dan berbaring di sofa. Aunt On langsung berakting seolah Peuk sakit keras. Krit dan Ya tiba, dan Krit langsung menjelaskan kalau dia mengantar pulang Ya karena katanya Peuk sakit. Aunt On membenarkan, dan seharusnya Ya tinggal saja 2-3 hari lagi di tempat Krit. Ya beralasan kalau dia tidak ingin merepotkan Krit lebih lama lagi.
Ya kemudian pamit untuk masuk ke dalam kamar karena merasa lelah. Dan Krit langsung pamit pulang. Setelah mereka pergi, Peuk langsung protes pada Aunt On, katanya kalau mereka bersama-sama lebih lama, hubungan mereka akan jadi dekat, tapi ini malah sebaliknya. Aunt On membalas kalau dia juga tidak tahu akan jadi seperti ini.
--
Namneung masih murung dengan yang terjadi pada keluarganya. Setelah libur beberapa hari, Namneung kembali kuliah. Teman-temannya langsung menyambutnya dengan khawatir. Tetapi, ada saja beberapa orang yang malah bertanya mengenai masalah keluarga Namnung dan kebenaran mengenai Khun Pa yang membunuh Khun Wiset karena Khun Wiset berselingkuh. Namneung menjawab tidak tahu, tapi orang-orang itu terus berkata kalau Khun Pa sangat kejam. Namneunng tidak tahan dan memilih pergi.
Saat dalam perjalanan pulang, Namneung bertemu dengan Chet yang datang karena merasa khawatir padanya. Dia membawa Namneung ke taman dan mengajak bicara Namneung. Dia bertanya keadaan Namneung dan berusaha menghibur. Namneung jelas merasa bahagia karena masih ada orang yang peduli padanya.
“Jika kau memerlukanku, aku akan selalu ada,” ujar Chet.

Support penulis hanya dengan membaca sinopsis ini (Khun Mae Suam Roy) di :
k-adramanov.blogspot.com. Terimakasih. Happy Reading.



1 comment: