Tuesday, December 25, 2018

Sinopsis Lakorn : You Are Me episode 28 – 1

1 comments

Sinopsis Lakorn : You Are Me episode 28 – 1
Images by : Channel 3
sinopsis di tulis oleh : Chunov (nama samaran) di blog k-adramanov.blogspot.com

Nuan pergi ke rumah keluarga Sutharak lewat pintu belakang. Dia menekan bel pintu terus menerus, dan Lert yang membukakannya. Begitu melihat Lert, Nuan langsung memeluknya dengan kuat dan bahkan memanjat ke tubuh Lert. Bukan karna dia merindukan Lert, lho. Tapi, dia menahan Lert agar tidak bisa pergi dan memberi tanda pada Na untuk masuk ke dalam rumah.

Ya bertanya apa maksud Krit adalah selama ini mereka telah salah mengira Pa sebagai pelaku? Krit membenarkan, dan Na sekarang sedang menemui Khun Pa untuk menanyakan apa dia pelakunya atau bukan.
“Khun Pa bukanlah pelaku dari kasus P’Ya dan juga Khun Pipop,” lapor Na. “Di hari kejadian P’Ya, Khun Pa ada di pesta amal dan ada bukti video clip yang membuktikan kalau Khun Pa benar ada di pesta itu. Dan di hari kecelakaan Khun Pipop dan Khun Jentham, Khun Pa sangat mabuk. Dan pembantu di rumahnya dapat memastikan kalau Khun Pa ada di rumah sepanjang hari bersama mereka.”
“Kalau seperti ini, itu artinya pelakunya masih berkeliaran,” simpul Krit. 
Dan karena itu, dia datang untuk menjemput Ya. Dia tidak bisa membiarkan kakaknya berada di tempat berbahaya seperti ini. Ya menolak untuk pergi, dia tidak mau lagi bersembunyi di belakang siapapun. Na berusaha membujuknya, tapi Ya tetap berkeras.
“Kau lah yang seharusnya tidak ada di sini,” terdengar suara Thi di belakang mereka. “Keluar dari rumahku sekarang juga!” perintah Thi dan menarik tangan Na dengan kasar.
Ya menahannya dan meminta Thi untuk tenang. Tapi, Thi tidak mendengarkannya dan menyeret Na untuk keluar dari rumah Sutharak. Na berusaha menjelaskan pada Thi kalau dia hanya ingin membawa Ya keluar dari rumah ini karena Khun Pa bukanlah orang yang mencelakai P’Ya dan juga membunuh Khun Pipop. Pembunuhnya masih ada di dalam rumah Sutharak.
“Sudah selesai kau bicara? Kenapa? Kau sangat ingin mendapatkan perhatianku?”
“Ya. Aku mencari perhatianmu.”
“Lalu kenapa tidak coba menggunakan metode lain? Hmm? Mungkin aku akan memberimu perhatian! Seperti yang kau inginkan!” ujar Thi dan memperlakukan Na seolah Na adalah wanita gampangan.
Na jelas mendorong tubuh Thi menjauh darinya. Tapi, Thi tidak sadar dann masih mengira kalau semua omongan Na adalah ngaco dan hanya untuk menarik perhatiannya. Na masih meminta Thi untuk percaya kalau pelakunya masih ada di dalam rumah Sutharak.
“Kau masih punya muka untuk memintaku percaya padamu? Sekarang kau lagi bilang kebenaran atau bohong, aku tidak tahu. Bagaimana kau bisa minta aku percaya padamu? Kebenarannya adalah mungkin tidak ada pelaku di rumah ini sedari awal! Tapi bahkan jika ada, itu bukan urusanmu! Siriya harus tinggal di rumah ini sesuai dengan wasiat. Jika ada orang yang datang dan berusaha mengacaukan wasiat ini lagi, aku akan menganggapnya ingin menjadi musuhku!” tegas Thi.
“Kalau begitu, ayo jadi musuh. Kau ingin melindungi keluargamu. Dan untukku, aku juga ingin melindungi keluargaku!”
“Baiklah! Kau yang pilih sendiri!”
Dan Da ternyata diam-diam melihat pertengkaran Na dan Thi tersebut.

Lert akhirnya bisa melepaskan diri dari Nuan. Dan dia mulai mengomel kalau Thi sampai tahu mengenai hal ini, dia pasti akan memecatnya. Dan lalu bagaimana? Nuan langsung berteriak kalau dia minta maaf.
“P’Lert. Aku kira kau dapat mengerti. Aku tahu kalau aku salah karena sudah berbohong padamu. Tapi aku berbohong untuk orang yang ku sayangi. Kau tahu apa? Kau berpikiran sempit seperti Khun Thi! Kau hanya memikirkan luka mu sendiri. Kau tidak peduli kalau orang lain juga terluka.”
“Nuan!”
“Tidak perlu mengusirku! Aku akan pergi sendiri,” dan Nuan berlalu pergi sambil menangis.
Lert berteriak memanggilnya, dia jadi bingung sendiri. Jadi, siapa yang salah?
--

Thi masuk ke dalam rumah, dan Ya langsung menghampirinya. Dia langsung membahas mengenai Na.
“Semakin kau mengusir orang yang kau cintai, semakin kau terluka. Tapi, masalah antara kau dan Na, itu bukanlah kesalahan. Itu hanya kesalah pahaman.”
“Kapan kau akan berhenti bicara? Kau pikir kau siapa hingga bisa mengajariku? Berhenti bicara omong kosong.”
Thi langsung berjalan pergi dengan menyenggol Ya. Ya yang kakinya belum begitu kuat, terjatuh ke arah sofa dan untungnya tidak terluka.
“Kalian kakak beradik, mungkin penuh dengan tipuan. Mulai dari sekarang, jika tidak penting, jangan bicara padaku. Aku tidak ingin melihat wajahmu!” tegas Thi.
--
Nuan, Na dan Krit berkumpul. Nuan sudah mendengar mengenai Khun Pa, dan dia merasa kalau apa yang mereka lakukan selama ini hanya buang-buang waktu. Krit mengatakan kalau tidak membuang waktu, karena target kecurigaan mereka semakin mengecil jika kita mengecualikan Khun Pa, Khun Thi dan Khun Pawinee.
“Kalau begitu, hanya tinggal dua kakak beradik itu (Khun Nat dan Da),” simpul Nuan.
“Meskipun kita tidak tinggal di rumah itu lagi, kita harus menyelidiki mengenai Khun Da dan Khun Nat, untuk keamanan P’Ya dan KhaoSuay.”
--
Thi menemui Khun Pawinee dan Khun Nat. Dia memberitahu hasil penyelidikan kalau Khun Pa bukanlah orang yang menembak Khun Wiset.  Tapi, Khun Pa masih harus menjalani hukuman karena menembak Sina.
“Tapi kasus ini, kita bisa menjaminnya dan juga melawan kasus ini.”
Khun Pawinee benar-benar senang mendengarnya karena itu artinya Khun Pa akan bisa segera bebas. Dia berterimakasih atas kerja keras Thi dan Khun Nat.
--
Thi berada di kamarnya dan teringat kenangannya bersama dengan Sina ketika dia menyamar menjadi Siriya.
Sementara itu, Sina mengingat perkataan Thi padanya tadi.
Mereka saling merindukan satu sama lain. Tapi, permasalahan yang telah terjadi, membuat hati mereka bimbang.
--
Pagi-pagi, Khun Pawinee sudah memasak di dapur. Dia menyiapkan makanan kesukaan Khun Pa untuk menyambut kepulangan Khun Pa.

Khun Pa akhirnya keluar penjara, dan dia langsung di sambut oleh semua anggota keluarga Sutharak. Terutama Namneung dan Khun Pawinee yang menyambutnya dengan suka cita.
Mereka bicara di ruang tamu. Khun Pawinee senang karena Khun Pa telah bebas, tapi mengenai penggelapan dana yang Khun Pa lakukan, dia masih tetap harus di hukum berdasarkan peraturan yang ada. Khun Pa mengerti mengenai hal itu dan siap menerima segala hukumannya.
“Hmmm… aku harus menghapus jabatanmu. Tapi kau masih bisa mendapatkan uang sebagai pemegang saham seperti sebelumnya.”
Dan Pa menerima keputusan itu dengan hati lapang. Mumpung lagi membahas penggelapan dana, Thi bertanya pada Khun Pa, apa masih ada orang lain yang terlibat? Pa menjawab tidak ada, dia melakukannya sendiri.
“3 tahun lalu. Khun Wiset menipuku untuk mencari modal baginya untuk membuka restoran di Australia. Tapi sebenarnya dia menggunakan uang itu untuk membuka perusahaan mobil untuk menghindari pajak. Jadi aku harus mengambil 25 juta baht dari dana dept PR.”
“Khun Pa yakin itu hanya 25 juta? Karena dari bukti, tertulis kalau itu … 50 juta!”
“50 juta?! Tidak mungkin. Aku yakin kalau aku hanay mengambil 25 juta.”
“Atau Khun Wiset mengambil 25 juta lagi,” pendapat Da.
“Tidak mungkin. Khun Wiset pasti tidak mampu melakukan ini sendiri,” ujar Pa.
“Apa maksud Khun Pa, ada orang lain yang membantu Khun Wiset untuk menggelapkan dana perusahaan?” tanya Khun Nat memastikan.
Dan Thi mulai memikirkan perkataan Na kalau masih ada pelaku di rumah Sutharak.
“Mungkin memang ada orang lain di balik Khun Wiset. Tapi, kurasa itu bukan kita. Selama ini, dua saudara kembar itu membuat kita saling mencurigai hingga kita sering sekali salah paham. Tapi mulai dari sekarang, kita harus lebih mempercayai satu sama lain dan membantu mencari tahu siapa orang yang sebenarnya menggelapkan dana perusahaan,” saran Thi.
Dan semua setuju dengan saran itu. Mereka tidak sadar kalau Krit diam-diam menguping.
--
Krit segera menemui Na dan menyampaikan yang di dengarnya. Kalau sepertinya ada orang di balik Khun Wiset yang membantu melakukan penggelapan dana.
“Hah, aku tahu. Aku akan menyelidiki Khun Prawdta. Dia harusnya tahu dengan baik mengenai Khun Wiset. Atau mungkin dia adalah salah satu konspirator,” ujar Na.
--
Praw menghalangi Chet yang hendak pergi keluar condo. Dia merasa takut jika Chet pergi menemui Neung. Tapi, sifat posesif Praw itu membuat Chet sangat emosi hingga mendorong Praw dengan kasar. Dia menegaskan kalau dia mengencani Neung hanya untuk bersenang-senang. Praw tetap tidak terima karena Chet tidak setia padanya.
“Tidak setia hanya bisa di gunakan oleh mereka yang berpacaran. Kita bukan! Jangan bersikap kalau kau adalah pemilikku!” tegas Chet.
Praw malah memeluk Chet dan merengek kalau dia mencintai Chet. Chet risih, dia tidak mungkin suka perempuan seperti Praw yang mau menukar tubuhnya demi uang. Dia tidak mau perempuan seperti itu. Praw benar-benar marah dan menampar Chet.

Chet tidak peduli. Praw semakin marah dan pada akhirnya Chet mengusir Praw dari condo-nya. Dia tidak ingin melihat wajah Praw lagi. Praw menangis histeris dan menyadari kalau Chet adalah bajin**n!
--

Krit dan Ya pergi mengunjungi makam khun Pipop dan khun Jentham.  
“Hari ini mungkin kali terakhir aku akan merepotkanmu. Terimakasih karena sudah membawaku ke sini meskipun kau sibuk.”
“Tidak masalah. Biarkan aku membantumu untuk terakhir kalinya. Jika semua nya sudah berakhir, tugasku juga berakhir.”
“Terimakasih atas segalanya, Khun Krit. Aku dan KhaoSuay akan mencari cara untuk membalas kebaikanmu.”
“Tidak usah. Aku melakukan ini untukmu… karena aku juga ingin. Aku tidak pernah berharap imbalan apapun.”
Ya merasa tidak nyaman mendengarnya dan pamit untuk pergi ke kamar mandi dulu, sementara Krit bisa menunggunya di mobil.
Khun Nat ternyata datang juga ke makam dan mendengar Krit yang berjanji di depan foto makam Khun Pipop dan Khun Jentham, bahwa dia akan melindungi Siriya bahkan dengan hidupnya.
“Walaupun jika pelakunya adalah Darika atau Khun Nattaya, aku akan mendapatkan buktinya.”
Dan Khun Nat langsung menyindir Krit yang pasti menganggapnya sebagai orang yang sangat jahat hingga bisa membunuh orang. Krit dengan jujur memberitahu kalau Khun Nat adalah salah satu terduga pelaku. Khun Nat jelas kecewa mendengarnya dan mengingatkan Krit kalau dia adalah orang di keluarga Sutharak yang selalu memberi kesempatan pada Krit, tapi Krit malah mau mengkhianatinya.
“Jangan lupa kalau masa depanmu sebagai pengacara keluarga Sutharak, ada di tanganku!”
“Aku tidak akan pernah lupa. Tapi itu tidak penting bagiku untuk menjadi pengacara keluarga Sutharak. Aku ingin bekerja di tempat aku merasa bahagia.”
“Jadi ini jawabanmu?”
“Ya. Aku menolak tawaranmu. Dan aku menyatakan akan ada di sisi Khun Siriya. tidak peduli apa yang akan terjadi nantinya!”
Siriya ternyata kembali dan mendengar pembicaraan Krit dan Khun Nat.
“Kau masih tidak sadar?! Cintamu pada Siriya tidak akan pernah tercapai.”
“Cintaku, aku berikan tanpa berharap apapun. Melihat kebahagiaan orang yang ku cintai, telah membuatku bahagia,” tegas Krit dan meninggalkan Khun Nat.
Di tinggal sendiri, Khun Nat mulai berbicara dengan foto Khun Pipop.
“Kau sudah puas dengan ini semua, Khun Pipop? Hari ini, aku di tinggal sendiri lagi. Bahkan orang yang sangat ku percayai, dia juga memilih wanita itu. khun Pipop! Dapatkah kau membantuku untuk mengakhiri ini semua? Aku sangat lelah. Aku tidak ingin terluka lagi!”

Support penulis hanya dengan membaca sinopsis ini (Khun Mae Suam Roy) di :
k-adramanov.blogspot.com. Terimakasih. Happy Reading.


1 comment: