Tuesday, December 25, 2018

Sinopsis Lakorn : You Are Me episode 28 – 2

0 comments

Sinopsis Lakorn : You Are Me episode 28 – 2
Images by : Channel 3
sinopsis di tulis oleh : Chunov (nama samaran) di blog k-adramanov.blogspot.com
Na menghubungi Praw untuk menanyakan mengenai penggelapan dana yang di lakukan Khun Wiset, mana tau Praw tahu sesuatu.
“Kau menelpon di saat yang tepat. Pasti, aku akan bekerja sama denganmu,” ujar Praw dengan semangat.
“Dimana kau sekarang?”
Dan Praw dalam penyamaran baju hitam-hitam dan kacamata berdiri di depan kantor ST Super Car.
Usai di telepon Na, Praw menelpon Thi. “Aku punya petunjuk penting mengenai kasus Khun Wiset yang ingin ku beritahu.”
“Kalau begitu, mari bertemu di restoran Showroom mobil. Aku akan menemuimu.”
Dan Thi langsung beranjak pergi menuju restoran. Da yang sedang memberi pengarahan pada salah seorang karyawan, melihat tingkah mencurigakan Thi, jadi dia mengikutinya.
Thi tiba di restoran itu dan dia melihat Na juga ada di sana. Dia jelas marah, di tambah Na bilang datang untuk menemui Praw. Darimana Na tau kalau Praw kemari? Apa dia mengikuti atau menyadap teleponnya?
Na jelas kesal karena di tuduh seperti itu oleh Thi. Dia bukan psikopat. Dia benar-benar datang karena Praw yang mengajak bertemu di sini. Masalahnya, Thi sama sekali tidask percaya padanya. Na tidak bisa membodohinya lagi.
“Kenapa aku tidak bisa membodohimu? Aku sudah melakukannya selama 3 bulan! Kau bersikap seperti tahu semuanya, tapi sebenarnya, kau tidak  tahu apapun. Kalau kau kemari untuk menemui Praw, itu artinya kita punya target yang sama, menangkap pelakunya. Aku akan bertanya terakhir kalinya, daripada menjadi musuh, bukankah lebih baik jika kita bekerja sama? Semakin cepat kita menangkap pelakunya, semakin cepat juga aku akan menghilang darimu. Bukankah itu yang kau inginkan?”
“Ya. Itu yang ku inginkan.”
“Kalau begitu cepat masuk biar tidak membuang waktu.”
“Tapi, jangan lupa. Aku bekerja sama denganmu bukan karena aku bersikap lunak. Tapi, aku ingin ini segera berakhir.”
Da melihat dari jauh. Dan tidak mendengar pembicaraan mereka, jadi bisa saja dia salah mengira kalau Thi sengaja bertemu dengan Na.
Mereka akhirnya bertemu dengan Praw, dan Praw memberitahu tujuannya mengajak mereka bertemu bersamaan karena dia tidak mau membuang waktu menjelaskan 2 kali. Praw memberitahu kalau dia sepertinya tahu orang dari dept. accounting yang sering berhubungan dengan Khun Wiset dan juga sepertinya terekam di CCTV yang di tunjukkan Chanat padanya tempo hari.
“P’Pichet!” beritahu Praw. Tampak sekali Praw sudah membenci Pichet.
--
Na memberitahu apa yang di katakan Praw padanya kepada Krit dan Nuan. Nuan heran bukankah baru-baru ini Chet yang membantu mereka untuk mencari bukti terkait penggelapan dana yang di lakukan Khun Wiset? Ada dia hanya berakting membantu mereka hingga tidak di curigai?
“Asumsi kita di awal adalah pelaku yang menembak P’Ya, membunuh Khun Pipop dan Khun Jentham serta menggelapkan dana perusahaan adalah sama. Tapi, kenapa Pichet harus melukai P’Ya dan membunuh Khun Pipop juga?”
“Aku rasa kita hanya tahu sedikit mengenai pria ini. Mungkin ada banyak hal yang dia sembunyikan,” pendapat Chet.
--
Chet pergi menemui Khun Nat di bar. Khun Nat benar-benar sedih karena Krit lebih memilih Ya daripada dirinya walau dia sudah sering membantunya. Chet menjemputnya dan mengajaknya pulang, tapi Khun Nat terlalu mabuk dan sedih untuk merespon.
Tapi, pada akhrinya, Chet memaksa membawa Khun Nat untuk pulang. Khun Nat di baringkan di tempat tidurnya, dan Khun Nat terus berteriak kenapa tidak ada yang mencintainya?
“Itu tidak benar, tante Nat. Aku! Aku satu-satunya yang mencintaimu,” ujar Pichet.
Khun Nat membuka matanya dan samar-sama melihat wajah Chet. Dia tidak suka. Tapi, Chet terus memegang tangannya dan berkata akan menemani Khun Nat malam ini. Khun Nat merasakan firasat buruk. Dan benar, Chet berusaha untuk membuka bajunya.
“Aku mencintaimu, tante. Aku sangat mencintaimu! Aku hanya mencintaimu!” ujar nya.
“Aku akan menganggap ini seperti melakukan amal dengan memberikan anjing makanan!” teriak Khun Nat.

Dan hal itu, membuat Chet menghentikan perbuatannya. Dia langsung minta maaf dan Khun Nat berteriak memakinya.
“Apa yang membuatmu mengira dengan melakukan ini kau akan mendapatkan cintaku?! Kau ingin tahu, semakin kau membuatku membencimu, semakin aku jijik padamu.”
Pichet menangis dan memohon ampun pada Khun Nat.
“Di hari dimana semua orang mengkhianatiku, dan kau masih melakukan ini padaku?! Kau masih punya muka bilang tidak akan pernah mengkhianatiku? Mulai dari sekarang, jangan biarkan aku melihat wajahmu lagi!”
Khun Nat pun langsung berlari keluar dari condo Chet dengan penampilan kacau. Chet menangis di kamarnya, menyesali perbuatannya pada Khun Nat.
--
Thi baru sampai di kamarnya, dan Da sudah bersembunyi di dalam. Dia langsung memeluk Thi dari belakang dan meminta untuk bersama Thi malam ini. Dia memakai piyama seksi dan memaksa Thi untuk mencintainya. Thi risih dan menyuruh Da untuk sadar.
Tapi, Da malah marah. Dia bisa memberikan segalanya pada Thi, kenapa dia tidak bisa mendapatkan cinta Thi.
“Karena kau bukan orangnya, Nong Da. Apapun yang bukan untukmu, tidak peduli apapun yang kau lakukan, kau tidak akan bisa mendapatkannya. Nong Da, kita tidak bisa mendapatkan segalanya.”
“Ini pasti karena wanita itu! Karena Nang Sina! P’Thi kau terobsesi dengannya! Semua karenanya!”
“Nong Da, dengarkan aku. Tanpa wanita itu atau pun siapapun, aku tetap menyanyangimu. Aku menyanyangimu sebagai adikku. Dan rasa sayang ini, tidak akan pernah berubah menjadi arti lain. Nong Da, hubungan kita selama 10 tahun ini seperti keluarga dan rasa sayang ini, tidak akan pernah berganti. Seperti tidak ada cara yang bisa menggantikan hubunganmu dengan P’Nat.”
Da terdiam mendengar semua itu dan hanya menangis. Thi berulang kali mengatakan hanya menganggapnya sebagai adik. Dan Thi keluar dari kamarnya untuk memberikan waktu bagi Da untuk berpikir.

Da keluar dengan langkah lunglai dari kamar Thi. Saat dia hendak kembali ke kamarnya, dia melihat Khun Nat duduk di pinggir kolam renang sambil menangis. Da merasa khawatir dan mendekatinya. Dan Khun Nat dengan meratap mengatakan bahwa apa yang di katakan Da adalah benar, tidak ada orang yang pernah mencintainya.
“Itu tidak benar, P’Nat. Aku berbohong padamu hari itu. Aku marah, makanya aku mengatakan hal itu. Di hidup ini, kau masih punya aku, orang lain yang mencintaimu. Aku hanya memilikimu dan P’Thi juga tidak mencintaiku. Tidak ada satupun yang mencintaiku lagi. Walau kau membenciku, tapi kau masih kakakku, aku mencintaimu.”
Khun Nat memeluk Da dengan tangis di wajahnya. “Siapa yang membencimu Da? Ingat ini, apapun yang terjadi, aku akan menjagamu. Aku akan melindungimu sebagai kakak, Da.”
“Aku juga. Aku akan menjaga dan melindungimu. Tidak membiarkan siapapun melukaimu lagi.”
Malam itu, di hari terburuk mereka, mereka kembali berbaikan.

Support penulis hanya dengan membaca sinopsis ini (Khun Mae Suam Roy) di :
k-adramanov.blogspot.com. Terimakasih. Happy Reading.


 

No comments:

Post a Comment