Tuesday, December 25, 2018

Sinopsis Lakorn : You Are Me episode 29 – 1

0 comments

Sinopsis Lakorn : You Are Me episode 29 – 1
Images by : Channel 3
sinopsis di tulis oleh : Chunov (nama samaran) di blog k-adramanov.blogspot.com
Pagi-pagi, Khun Nat sudah melihat Krit datang dan bermain bersama Ya dan KhaoSuay. Hal itu membuat perasaan Khun Nat lebih terluka.
Ya melihat kedekatan Krit dan KhaoSuay, hal itu membuatnya merasa tidak nyaman. Krit menyadari hal itu, dan bertanya kenapa Ya terlihat tidak suka dia bermain dengan KhaoSuay?
“Aku takut kalau KhaoSuay akan terlalu bergantung padamu nantinya. Jika kau bukan lagi pengacara Sutharak, kau mungkin tidak bisa sering datang ke rumah ini lagi.”
“Ya. Hari ini, beberapa kebenaran akan terungkap. Jika kita bisa menangkap pelakunya, segalanya akan berakhir. Kau dapat tenang dan berhenti khawatir.”
Dan Krit pergi ke dalam rumah. Dia merasa terluka, karena dia tahu maksud Ya sebenarnya. Ya juga merasa terluka karena harus menjauhkan Krit darinya.
--

Praw pergi menemui Chanat dan memberikan pernyataannya. Dia mengklarifikasi kalau waktu itu dia berbohong tidak mengenal pria di CCTV karena Pichet adalah kekasihnya saat itu. Tapi sekarang, dia hanya mantan pacar jadi dia akan memberitahu semuanya.
“Malam itu, setelah Khun Pa mengusirku dari condo, aku pergi mencari P’Pichet. Tapi, dia tidak ada. Aku menelponnya dan tidak di angkat.   Aku menunggu hingga 2 jam, dan saat dia pulang, dia bilang tadi pergi makan bersama teman.”
“Lalu, kenapa kau yakin kalau pria di foto itu adalah Khun Pichet?”
“Itu karena baju yang di kenakan P’Pichet hari itu adalah baju yang sama yang di gunakan pria di foto itu. Dia pelakunya!”
--
Chet masih merasa tidak tenang atas yang di lakukannya pada Khun Nat.
Wat mulai menyelidiki Chet. Dia diam-diam masuk ke ruangan Chet untuk mencari bukti atau apapun yang berhubungan dengan Chet. Semua itu dilakukan Wat karena perintah dari Krit.
“Chet punya banyak rahasia, tapi dia bukan orang yang mendetail. Selama ini, kita tidak pernah mencurigainya. Padahal, bukti mungkin ada di depan mata kita.”
Dan Wat menemukan struk pembelian obat.
--

Chanat meminta bertemu dengan Thi. Tapi, Thi sedang berada di sekitar rumah supir truk yang terlibat dalam kasus Khun Pipop. Dia ingin menyelidiki sesuatu.
Thi bertanya kepada warga sekitar apa pernah melihat pria di foto ini (Pichet)? Dan tetangga menjawab pernah. Pria itu beberapa kali pergi ke rumah pria yang bunuh diri itu.
--

Thi langsung kembali ke kantor, dan menemui Khun Nat. Dia memberitahu mengenai dugaan kalau Pichet sepertinya orang di balik kematian Khun Wiset dan Khun Pipop. Khun Nat jelas kaget, karena Chet adalah orang terdekatnya. Thi menjelaskan dari awal dan segala buktinya.
--

Wat menemui Krit, Nuan dan Na. Dia memperlihatkan struk pembelian obat di dalam kantor Chet. Dan saat dia menyelidiki lebih jauh ke dokter, dokter bilang kalau itu adalah obat untuk penderita diabetes. Dia juga tidak menyangka kalau Chet ada penyakit diabetes.
--
Chet di rumahnya, menyuntikkan insulin ke tubuhnya. Dia merenung sesaat dan kemudian melihat parfum di atas mejanya. Itu adalah hadiah ulang tahun yang pernah di berikan Khun Nat padanya dulu.  

Chet mencium botol itu dengan penuh cinta seolah itu adalah Khun Nat (gila!!!). Dia kemudian ingat semua kejadian kemarin, dan dengan tersenyum, dia menyemprotkan parfum itu ke seluruh tubuhnya.
Dan belum cukup seperti itu, dia membuka lemari pakaiannya. Dan di antar baju-baju, Pichet ternyata menyembunyikan semua foto Khun Nat yang di milikinya. Dia memeluk foto itu dengan penuh rasa cinta.
--
Khun Nat bersedia bekerja sama dengan Thi untuk menangkap Chet. Thi berterimakasih atas bantuan Khun Nat.
Dan ternyata, Na, Nuan bersama dengan Wat, juga menemui Khun Nat dan Thi. Mereka punya bukti kalau Pichet adalah orang yang menembak P’Ya. Di TKP kejadian Ya dulu, polisi menemukan obat diabetes. Dan mereka menemukan bukti kalau Pichet adalah penderita diabetes.
--
Malam hari,
Chet tertidur sambil memeluk foto Khun Nat. Dia terus bergumam dalam tidurnya, meminta maaf pada Khun Nat. Dia teringat kemarahan Khun Nat padanya.
“Aku mencintaimu, Khun Nat,” gumam Chet.
Sementara itu, Chanat dan team-nya telah tiba di condo Chet dan meminta kerjasama dengan pihak condo untuk memeriksa kamar Chet. Mereka membawa surat perintah penggeledahan. Thi, Khun Nat, Na dan Krit tiba tidak lama kemudian. Chanat memberi mereka untuk menunggu di lobby, sementara dia dan team akan naik untuk menangkap Chet. Chanat meminta bantuan Khun Nat untuk ikut, untuk membujuk Chet agar tidak melawan.
Seseorang mengetuk pintu dan berteriak agar pintu di buka. Teriakan itu membuat Chet terbangun dan langsung meraih pistol yang ada di bawah bantalnya. Dengan hati-hati, Chet membuka pintu, dan ternyata itu adalah ketukan untuk condo di sebelahnya.
Chet sudah akan menutup pintu, ketika sebuah tangan bersarung tangan hitam, menahan pintu Chet untuk tertutup.
Chanat beserta team dan Khun Nat tiba di depan pintu kamar Chet. Mereka segera menyiapkan senjata, dan Khun Nat yang mengetuk pintu.
“Chet. Ini aku Nattaya.”
Tapi, tidak ada jawaban. Dan karena itu, mereka langsung menerobos masuk. Tidak ada siapapun di dalam. Chet sudah kabur.
Mereka memberitahu kabar itu pada Thi, Na dan Krit yang menunggu dibawah. Na langsung emosi dan menuduh Khun Nat yang telah memberitahu Chet sebelumnya, agar kabur.
“Untuk apa aku melakukannya?”
“Kau mungkin orang yang mengatur semua yang terjadi dari balik layar,” tuduh Na.
“Jangan menuduhku. Aku tidak menghubungi Chet. Dan aku juga terus bersama dengan Thi. Jika kau tidak percaya padaku, tanyakan saja pada Khun Thi. Bukankah begitu, Khun Thi?”
“Benar,” jawab Thi.
Kalau bukan Khun Nat, siapa lagi yang bisa menghubungi Pichet?
--
Orang itu adalah Darika. Dia membawa Chet ke tempat yang jauh dan sepi. Dia menyuruh Chet untuk segera kabur dan dia sudah menyelamatkan Chet. Jadi, Chet jangan lupa janji mereka sebelumnya. Chet harus menghilang dan tidak pernah kembali lagi.
Chet tidak mengatakan apapun. Dia membawa turun tas-nya dan keluar dari mobil Da. Dia menghilang di kegelapan.
--
Chanat berterimakasih atas bantuan Khun Nat. Khun Nat pamit untuk pergi terlebih dahulu. Setelah khun Nat pergi, Chanat meminta waktu Thi.
“Aku rasa dugaan kita sebelumnya, mungkin benar!” ujar Chanat.
Flashback
“Maksudmu kau mencurigai Khun Nat?” tanya Chanat.
“Semua dokumen accounting harus melalui P’Nat. Bagaimana mungkin P’Nat tidak sadar hal itu dan malah lewat. Dan yang lebih penting lagi, Pichet juga terlibat dalam hal ini. Jadi ada kemungkinan lebih besar kalau P’Nat ada di balik semuanya.”
“Dan kau punya buktinya? Kalau Khun Nat adalah pelakunya?”
“Jika kita memberitahu P’Nat kalau kita akan menangkap Pichet sekarang, dan jika Pichet tahu dan kabur. Itu artinya… P’Nat… mungkin terlibat dalam hal ini.”
End
“Tapi setelah aku memberitahu hal itu, P’Nat selalu berada dalam pengawasanku,” ujar Thi.
“Lalu, bagaimana Pichet bisa tahu hal ini?”
Dan sepertinya, Thi mulai mencurigai orang lain selain Khun Nat.
--
Da pulang dan Khun Nat sudah menunggu di kamarnya. Dia langsung menampar Da karena dia tahu kalau Da adalah orang yang telah membantu Chet. Da terkejut, darimana Khun Nat bisa tahu?
Flashback
Saat Thi memberitahu Khun Nat kalau Pichet sepertinya terlibat dalam pembunuhan Khun Wiset dan Khun Pipop, saat itu Khun Nat melihat kalau Da mendengar pembicaraan mereka.
End
Khun Nat marah karena Da menolong Pichet.
“Aku sudah bilang, kalau aku akan melindungimu. Berhenti sekarang! Aku mohon!” pinta Da.
“Apa maksudmu?”
“P’Nat, tolong jangan seperti ini.”
“Apa yang ku lakukan?” marah Khun Nat.
“Meskipun Pichet berhasil kabur, itu tidak berarti kalau orang-orang akan berhenti curiga padamu.”
Khun Nat langsung berteriak kalau dia tidak terlibat. Dia tidak tahu apapun yang di lakukan Pichet. Da menjawab, kalau dia bisa percaya, tapi bagaimana dengan yang lain? Da mengajak Khun Nat untuk pergi dari keluarga Sutharak ke tempat yang jauh, dimana tidak ada yang bisa mengganggu mereka. Dia mengajak Khun Nat untuk memulai hidup yang baru.
“Aku tidak mau. Aku tidak melakukan apapun. Ai’Pichet adalah orang yang melakukannya. Kenapa aku harus kabur? Mereka duluan yang melukaiku. Mereka mengkhianati ku. Mereka tidak setia padaku. Mereka menghancurkan hatiku!”
“Tolong berhenti, P’Nat. Aku mohon.”
Tapi, Khun Nat tetap berkeras. Dia tidak salah. Dan Khun Nat langsung keluar dari kamar Da. Da menangis melihat kakaknya.
Khun Nat masuk ke kamarnya. Dia melihat foto Khun Pipop yang ada di meja kamarnya.
“Khun Pipop. Kau harus percaya padaku. Aku tidak melakukannya. Aku tidak terlibat dengan Pichet. Kenapa tidak ada yang percaya padaku?! Kenapa?!”
Dan seperti mendengar suara setan, Khun Nat mendengar tawa menghina dari Khun Pipop. Hal itu membuat Khun Nat sangat marah hingga membanting foto Khun Pipop.
--
Esok hari,
Ya sedang sibuk mempersiapkan dekor untuk pesta ulang tahun KhaoSuay. Saat melihat sekeliling rumah, Ya melihat kalau ada fotonya bersama dengan Khun Pipop terpajang. Ya segera memanggil Lert dan Orn, dan bertanya kalau sebelum fotonya, itu pasti foto Khun Nat dan Khun Pipop kan?

Dengan takut, Lert dan Orn membenarkan. Dan foto itu sekarang ada di gudang. Pas sekali, Pa dan Khun Pawinee masuk ke ruang tengah dan mendengar pembicaraan Ya bersama para pembantu.
“P’Lert, P’Orn, bisakah kalian membantuku untuk menurunkan foto ini? Dan ganti kembali dengan foto Khun Nat dan Khun Pipop, sekarang?”
“Err…”
“Aku minta maaf jika merepotkan,” ujar Ya.
Dan P’Lert dengan senang hati bersama Orn langsung ke gudang untuk mengambil foto Khun Nat dan Khun Pipop.
Pa diam-diam bicara dengan suara kecil pada Khun Pawinee kalau sekarang dia mengerti kenapa P’Pop  mencintai Ya. Mereka tidak menyadari kalau Khun Nat mendengar ucapan mereka itu. Di tambah lagi, Khun Pawinee berkata kalau Pop tahu mereka akur dengan Siriya, dia pasti akan sangat senang.
“Sekarang hanya tinggal pelakunya. Jika kita bisa menangkapnya, kita bisa merasa aman, Khun Mae.i”
“Benar. Pop, tolong bantu kami untuk menangkap pelakunya untuk dihukum, putraku.”

Support penulis hanya dengan membaca sinopsis ini (Khun Mae Suam Roy) di :
k-adramanov.blogspot.com. Terimakasih. Happy Reading.


No comments:

Post a Comment