Tuesday, December 25, 2018

Sinopsis Lakorn : You Are Me episode 29 – 2

4 comments

Sinopsis Lakorn : You Are Me episode 29 – 2
Images by : Channel 3
sinopsis di tulis oleh : Chunov (nama samaran) di blog k-adramanov.blogspot.com
Lert dan Orn sibuk mengganti foto keluarga itu. Thi yang melihat, bertanya apa yang sedang mereka lakukan? Lert langsung menjelaskan kalau itu adalah permintaan Khun Ya untuk mengganti fotonya menjadi foto Khun Nat dan Khun Pipop.
“Jadi dimana dia sekarang?”
“Khun Ya membawa Khun Nu KhaoSuay ke supermarket di dekat sini. Dia bilang akan membeli bahan makanan untuk makan malam nanti.”

Saat mengangkat foto Khun Nat dan Khun Pipop, tanpa sengaja, Lert menjatuhkan foto itu hingga bingkai foto pecah dan hancur berkeping-keping. Mereka jadi panik dan langsung meminta maaf pada Thi. Saat membersihkan pecahan kaca, mereka menemukan sebuah flashdisk yang sepertinya jatuh dari dalam foto itu.
Saat pergi keluar untuk mengambil pengki dan sapu, Lert dan Orn bertemu dengan Khun Nat. Mereka langsung ketakutan mengira Khun Nat akan marah karena tahu mengenai foto yang jatuh. Tapi, ternyata, Khun Nat hanya memberitahu kalau dia akan pergi ke supermarket dan meminta Lert untuk mengantarnya.
Na selesai belanja dengan KhaoSuay. Dia ditemani oleh Peuk. Saat di parkiran supermarket, mereka bertemu dengan Khun Nat dan Lert. Khun Nat menyapa mereka dengan ramah dan bahkan mengucapkan selamat ulang tahun pada KhaoSuay.
Sebuah mobil hitam berhenti di dekat mereka. Dan beberapa pria berbadan kekar termasuk Chet, keluar dan langsung memukuli Lert dan Peuk. Mereka menculik KhaoSuay dan Ya. Khun Nat memberi perintah pada Chet untuk melepaskan Siriya dan menyerahkan diri ke polisi.
Tapi, Chet malah tidak mau mendengar Khun Nat seperti biasanya. Dia memukul perut Khun Nat hingga Khun Nat pingsan, dan kemudian menculik Khun Nat juga.
Lert membantu Peuk untuk bangkit (ini si Peuk yang paling usaha lho menghalangi penculikan, dia sampai gigit kaki si penculik sampai perutnya di tendang-tendang). Peuk segera menelpon Na dan dengan panik melapor kalau Ya, KhaoSuay dan Khun Nat di culik.
--
Thi memeriksa isi flashdisk yang di temukan itu. Isinya adalah video dari Khun Pipop.
“Jika seseorang menemukan clip ini, itu artinya aku sudah tidak ada lagi. Sebelum ini, aku dan Khun Jentham menemukan bukti kecurangan tender perusahaan. Dan terlihatnya seperti seseorang telah mempersiapkan segalanya dengan baik, karena sangat sulit untuk menggalinya. Aku tidak bisa menemukan apapun. Pihak itu bisa menyiapkan segalanya dengan baik. dan pihak lainnya adalah departemen accounting. Mereka menyiapkan dokumen lengkap agar semuanya terlihat benar. Itulah kenapa aku tidak bisa menemukan kesalahan siapapun.”
--
Ya, KhaoSuay dan Khun Nat di bawa ke tempat seperti gudang. Khun Nat dan KhaoSuay masih pingsan. Sementara Ya meronta dan memohon untuk di lepaskan. Tetapi, tentu saja semua percuma. Dan Ya serta yang lain di tinggal sendirian di ruangan itu.
Ya berusaha untuk membangunkan Khun Nat. Setelah beberapa saat, akhirnya Khun Nat sadar. Khun Nat tidak di ikat sama sekali. Ya memberitahu yang terjadi kalau para penculik berada di luar, dan dia meminta Khun Nat untuk membantu melepaskan ikatan talinya. Dan mereka mungkin bisa kabur.
“Bagaimana caranya kita bisa kabur dari sini, Siriya?”
“Ponselku sudah di ambil oleh mereka. Tapi, di dalam tas KhaoSuay ada sebuah ponsel. Aku memberikannya pada KhaoSuay untuk berjaga-jaga jika terjadi sesuatu.”
Khun Nat segera pergi ke arah KhaoSuay yang masih belum sadarkan diri.
--
“Dan tidak lama kemudian, aku dan Khun Jentham menemukan kalau ada pengambilan dana yang sangat besar di dept. PR. Angkanya sangat besar, mencapai 50 juta baht.”
--

Khun Nat menemukan ponsel di tas KhaoSuay. Ya memberitahunya kalau di dalam ponsel itu ada nomornya dan nomor Na. jadi, Khun Nat bisa menelpon Na.
--
“Dan setelah memeriksa kami menemukan kalau semuanya berasal dari dept. accounting. Dan orang yang mengambilnya adalah … Nattaya!”
“P’Nat,” ujar Thi. Benar, kalau Khun Nat adalah dalang di balik semua yang terjadi.
--

Khun Nat menjatuhkan ponsel KhaoSuay hingga ponsel itu hancur. Ya terkejut di tambah, Khun Nat menginjak ponsel tersebut.
“Kenapa aku harus membantumu kabur, Siriya? Karena aku lah yang merancang penculikan ini pada Pichet untuk membawamu ke sini.”
“Khun Nat!”
--
Thi langsung menelpon Chanat dan memberitahu mengenai clip yang di dapatnya. Dan setelah itu, dia hendak melapor pada Khun Pawine yang lagi bersama dengan Khun Pa dan Aunt On. Sayang, Lert dan Peuk yang baru kembali lebih dulu membawa kabar buruk.
“Apa itu?” tanya Thi.
Na, Nuan dan Krit ternyata datang juga ke sana. “P’Ya, KhaoSuay dan Khun Nat di culik oleh Pichet!”
Khun Pawinee sangat shock hingga tidak bisa berdiri.
--
“Kau merencanakan ini dengan Pichet untuk menculikku dan kau berakting seolah menolongku untuk memperlihatkannya pada P’Peuk dan P’Lert! Kau membiarkan mereka memberi kabar pada semuanya, jadi mereka akan mengira kalau kau tidak terlibat dengan Pichet, kan?”
“Benar. Awalnya, aku hanya ingin Pichet untuk menculikmu dan putramu. Tapi, Khun Thi menemukan beberapa bukti terkait aku. Jadi, aku harus sedikit berakting. Biar ku beritahu, ini bukan yang ku inginkan. Yang ku inginkan adalah… kalau kau mati, orang-orang juga tidak akan mencurigaiku.”
“Khun Nat, kenapa kau harus seperti ini? Jika aku mati, apa yang akan kau dapatkan?”
“Aku akan mendapatkan semuanya kembali! Rumah! Keluarga! Perusahaan! Dan seluruh harta Khun Pipop yang seharusnya menjadi milikku yang adalah istri sah-nya bukan kau!”
“Jadi benar kau orang yang menembakku?”
“Benar! Karena hukumanmu adalah mati, bukan lumpuh!”
Flashback
Saat mengetahui perselingkuhan Khun Pipop, Khun Nat langsung menelpon Pichet dan memintanya untuk melakukan hal itu. Membunuh Siriya.


Pichet segera melakukan tugasnya. Dia menembak Siriya. setelah memastikan kalau Siriya tidak sadarkan diri (mati), Pichet segera mengeluarkan ponselnya (dan membuat obat diabetes yang ada di kantongnya jatuh), dia melapor pada khun Nat kalau dia sudah melakukan tugasnya.
End
“Sejak hari itu, dimana Khun Pipop bilang kalau dia sudah putus denganmu, kau juga menghilang tanpa jejak. Ku kira kau sudah mati. Tapi kau kembali lagi dan membuatku merasa bersalah. Kenapa kau kembali? Kenapa?”

Dan Khun Nat melihat luka tembak di punggung Ya. Ya dengan menangis memberitahu Khun Nat kalau luka itu selalu menjadi pengingatnya untuk tidak pernah membuat kesalahan lagi, dan menjadi lumpuh adalah hukumannya.
Tapi, bagi Khun Nat, bekas luka itu bisa hilang dan pada akhirnya Ya akan bisa berjalan lagi. Hal itu tidak sebanding dengan apa yang harus dia korbankan. Dia kehilangan segalanya. Dan baginya itu sangat tidak adil.
--

Semua keluarga Sutharak dan Na merasa panik. Thi sudah memberitahu masalah ini ke Chanat, dan Chanat telah memerintahkan untuk memblokir jalan. Khun Pawinee berdoa untuk kesalamatan semuanya.
Dan Thi tiba-tiba memberitahu kalau P’Nat mungkin adalah orang yang mengatur semua ini. Semua jelas heran dengan perkataan Thi. Dan Thi menjelaskan bukti yang di temukannya, pengakuan dari Pipop.
Da yang mendengar pembicaraan itu, menjadi khawatir pada kakaknya.
--
Khun Nat terus mengasari Ya. Ya menangis menyadari kalau Khun Nat adalah orang yang membunuh Khun Pipop, tapi kenapa? Bukankah Khun Nat mencintai Khun Pipop?
“Cinta? Untuk apa aku mencintai orang yang menyakitiku? Ketika aku sadar, aku mulai menilai segala hal yang seharusnya ku dapatkan. Tapi sial, Khun Pipop dan Khun Jentham sadar kalau aku menggelapkan dana perusahaan. Itulah kenapa aku harus membuat mereka diam!”
Flashback
Khun Nat menemui Pichet dan memberitahu kalau Khun Pipop telah tiba di bandara.
Setelah itu, Khun Nat masuk ke dalam ruang rapat dan menyapa para customer.
Pichet menelpon si supir truk dan memberi instruksi.

Customer dan Khun Nat melakukan panggilan video dengan Khun Pipop, dan saat itulah terjadi kecelakaan. Khun Nat berpura-pura shock dengan yang terjadi.
End
“Kau tahu bagaimana rasanya memerintahkan orang untuk menabrak orang yang kau cintai? Kau tidak pernah tahu, betapa puasnya bisa melenyapkan orang yang mengkhianatimu.”
“Khun Nat, kau sangat kejam. Kau sanggup membunuh Khun Pipop.”

Dan Khun Nat menyalahkan segalanya pada Ya. Dia mulai mencekik Ya hingga Ya kehilangan nafas.
--

Da panik dan menelpon Khun Nat, tapi tidak di angkat. Sayangnya, aksi nya itu terlihat oleh Na dan Krit. Da berusaha berbohong, tapi Krit memintanya untuk tidak menutupi apapun lagi. Semua sudah tahu kalau Da yang membantu Chet kabur. Mereka bisa mengerti kalau Da ingin menolong Khun Nat, tapi yang Khun Nat lakukan salah. Mereka memaksa Da untuk memberitahu kemana Khun Nat dan Chet membawa Ya dan KhaoSuay.
Da menegaskan kalau dia tidak tahu apapun. Na memaksa, dan jika terjadi sesuatu pada kakaknya, itu semua adalah tanggung jawab Da.
“Berhenti menanyai, Nong Da. Dia tidak tahu apapun!” ujar Thi yang keluar.
“Berhenti, Khun Thi! Ini bukan saatnya kau melindungi orang-orangmu. P’Ya dan KhaoSuay dalam bahaya.”
“Aku tahu mereka berdua dalam bahaya sekarang. Tapi, kau menanyakan orang yang salah. Aku orang yang tahu kemana P’Nat membawa KhaoSuay dan Siriya!” uajr Thi.
Ya mulai kehilangan nafas. Dan Khun Nat mencekiknya semakin keras.

Support penulis hanya dengan membaca sinopsis ini (Khun Mae Suam Roy) di :
k-adramanov.blogspot.com. Terimakasih. Happy Reading.


4 comments:

  1. Wahh semangat lanjutin sinopsisnya kak :)

    ReplyDelete
  2. Di tunggu sinopsis 30 31 nya ka 😁

    ReplyDelete
  3. Kak semangat y tinggal 2 eps lagi.

    ReplyDelete
  4. Semangat...2018 tinggal 1 hari lagi..semoga di lanjut ..trimakasihh

    ReplyDelete