Tuesday, January 1, 2019

Sinopsis Lakorn : The Gifted Episode 10 - part 2

0 comments


Network : GMM One

Pang meminta agar Wave berhenti, dan jika Wave marah padanya, maka seharusnya Wave melampiaskan itu pada dirinya saja, jangan pada yang lain juga.

“Kamu pikir, kamu sepenting itu?” tanya Wave sambil mendengus.

“Kenapa kamu melakukan ini?” tanya Pang.


“Kalau mau tahu, hentikan aku,” balas Wave sambil berjalan dengan tenang di lorong sekolah yang sangat sepi. Kemudian dia memutuskan sambungan telpon dengan Pang.



Punn akhirnya berhasil menemukan lokasi Wave berada melalui sinyal hape Wave, menurut nya Wave sedang berjalan menuju kantin. Dan mendengar itu, Mon yang terdekat langsung berlari ke sana. Tapi sesampainya dia disana, dia tidak menemukan Wave.

“Tak apa. Kita ketemu di situ,” jelas Pang. Tapi tiba- tiba sinyal ponsel mereka berdua terputus, sehingga mereka tidak bisa saling berbicara.

“Halo. Pang?” tanya Mon yang juga sama.



Punn memberitahu Pang untuk datang ke tempatnya, karena sinyal hape Wave sudah menghilang, dan juga dia sudah hampir selesai meretas. Jadi mereka bisa mengetahui lokasi pastinya, dan untuk kantin biarkan Mon yang mengurusnya. Dan Pang pun setuju.



Mon masih sibuk memanggil Pang melalui hape, dan tiba- tiba disaat itu Wave datang. Wave menjelaskan bahwa dia sengaja memisah kan Mon dari yang lainnya, jadi dia bisa menjatuhkan Mon. Dan dengan penuh percaya diri, Mon mengatakan bahwa itu ide yang buruk, karena orang lemah sepert Wave tidak akan menang melawannya.



“Kamu pikir, aku mau melawan mu?” kata Wave sambil menekan sesuatu di hapenya. Lalu semua anggota klub Mon dulu datang berkumpul mengelilingin Mon.


Diruangan guru. Bu Ladda memarahi tiga orang murid yang berhasil di tangkapnya, dan dia meminta penjelasan mereka. Lalu karena takut, maka seorang murid menunjukan hape nya kepada Bu Ladda.

“Katakan atau orang tua kalian akan kena masalah!!” teriak Bu Ladda dengan marah serta cemas, ketika melihat hitungan mundur pada aplikasi itu.



Mon masuk ke dalam kelas menemui Punn serta Pang. Dia bersikap sedikit aneh, dan karena itu maka Punn serta Pang pun menanyakan apa Mon baik- baik saja. Tapi tanpa menjawab, Mon meminta maaf kepada Punn, lalu dia memukuli Punn hingga pingsan.



Wave yang memperhatikan kejadian tersebut dari CCTV. Dia tersenyum puas.



Pang segera mengambil laptop Punn yang masih memproses data dimana Wave berada. Dan melihat itu, Mon meminta agar Pang memberikan itu pada nya dan berhenti meretas.

“Mon, kenapa kamu melakukan ini?” tanya Pang dengan heran.

“Kumohon, Pang. Berhenti meretas,” pinta Mon.



Dikantin. Wave mengancam Mon, dia tahu bahwa penyebab anggota klub Mon menggila adalah karena keringat Mon. Dan Wave menjadikan itu sebagai tebakan pada aplikasi nya.

“Kalau ini terungkap. Kita lihat saja apa mereka masih menganggap mu sebagai teman. Kalau tombol ini ku pencet…” ancam Wave.

“Apa mau mu?” tanya Mon langsung karena takut. Dan Wave tersenyum.



Mon meminta agar Pang memberikan laptop itu padanya, karena dia tidak ingin melukai Pang untuk mendapatkan nya. Lalu Pang pun membalas, dia mengatakan agar Mon tenang, karena saat ini Wave hanya sedang memanipulasi Mon saja. Tapi Mon tidak punya pilihan.



Tepat sebelum Mon menyerang Pang, dari belakang Punn yang tadi nya pingsan terbangun dan langsung menyerang Mon. “Kamu tahu apa yang bisa Punn lakukan,” kata Punn jahat. Lalu dia dan Mon saling bertarung. Dan Mon menang.


Mon berjalan perlahan mendekati Pang untuk mengambil laptop di tangan Pang, tapi tiba- tiba saja semua lampu dan aliran listrik mati. Ternyata orang yang melakukan itu adalah Guru Pom. Dan tiba- tiba saja, karena hal itu, maka Mon pun merasa sangat lega.



“Maafkan aku, Pang. Sungguh,” kata Mon sambil berlutut dan menangis.

“Tidak apa, Mon. Listriknya mati. Jadi Wave tidak bisa menyakiti kita lagi,” balas Pang dengan lembut sambil menyentuh bahu Mon untuk menenangkan nya.




Karena listrik mati, maka semua jaringan seperti Wi-fi pun terputus. Tapi tampaknya, Wave sama sekali tidak kehabisan akal. Dia mengeluarkan sesuatu yang disembunyikan nya.

No comments:

Post a Comment