Sunday, January 27, 2019

Sinopsis Lakorn : Trabab See Chompo (Pink Sin) Episode 23 – 2

5 comments

Sinopsis Lakorn : Trabab See Chompo (Pink Sin) Episode 23 – 2
Images : Channel 3

Katha dengan panik menelpon Khun Nai dan melaporkan hal itu. Khun Nai memberitahu Tee kalau Kris mencuri Kiew dan Peat tidak memberitahu kemana dia akan pergi. Tee menyarankan untuk melaporkan hal ini pada polisi karena Kris berbahaya. Khun Nai menolak, tapi dia tidak yakin kalau dengan melibatkan polisi, apa masalah akan selesai? Dia takut kalau masalah akan semakin besar. Karena pada dasarnya, Kris bukanlah orang jahat.
“Jadi apa yang akan Anda lakukan?”
--

Pa panik dan bertanya pada Katha apa yang harus mereka lakukan? Katha berteriak kalau dia sedang berpikir sekarang ini. Pa langsung diam dan duduk sambil menangis.
--

Kris membawa Kiew ke sebuah lapangan basket indoor. Sambil menunggu Peat datang, Kris bermain basket sendirian.
Tidak lama, Kiew terbangun. Dan dia jelas heran melihat dia berada di tempat lain. Dia bertanya apa yang terjadi? Dia terkejut mengetahui kalau Kris meletakkan obat tidur ke dalam makanannya. Dia bertanya dengan takut apa yang Kris inginkan darinya?
“Tenang. Aku tidak akan menyakitimu. Aku hanya ingin bertemu seseorang. Jika aku tidak membawamu, dia mungkin tidak akan datang.”

“Siapa?”
“Ai-Peat!”
“Tapi aku tidak ingin bertemu dengannya. Atau… kau ingin membantunya?” bingung Kiew.
“Tidak. Aku ingin membuatnya menerima konsekuensi atas hal yang sudah dilakukannya.”
“Apa maksudmu? Apa yang Kris hendak lakukan?”
“Aku akan membuatnya terluka paling menyakitkan selama hidupnya.”
Kiew semakin bingung. Dan Kris akhirnya menujukkan kebenciannya pada Peat. Terutama terkait Peat yang telah memanfaatkan Chaya, wanita yang di cintainya. Dan dia bahkan meninggalkan Chaya saat Chaya sedang sakit leukemia.
“Aku minta maaf. Menggunakan mu menjadi alat balas dendam. Tapi, aku ingin Peat tahu seberapa besar rasa sakit yang Chaya rasakan. Jangan khawatir. Aku tidak akan menyakitimu. Aku hanya meminjam-mu untuk menyakiti Peat. Itu sudah cukup.”
Peat tiba. Dan dia langsung berteriak menyuruh Kris melepaskan Kiew. Kris memanasi Peat agar Peat marah dan berlari ke arahnya. Kiew melihat kalau Kris ternyata membawa pistol. Dia berteriak menyuruh Peat untuk tidak mendekat.
Dor!! Kris melepaskan tembakannya!
--
Katha dan Pa menemui Khun Nai dan Tee. Mereka membahas mengenai hal ini. khun Nai memberitahu kalau dia sudah memerintahkan Tee untuk menyuruh semua orangnya mencari Peat dan Kris.
--

Untunglah peluru pistol Kris hanya menyerempet sedikit lengan Peat. Kiew dengan panik menghampiri Peat tetapi Kris segera menyandera-nya. Dia menyuruh Peat untuk tidak melindungi orang egois seperti Peat.
“Kau tidak ada bedanya denganku. Kau pengkhianat!” marah Peat.
“Ya, aku juga sepertimu. Menggunakan orang lain sebagai alat balas dendam.”

Kiew menggunakan kesempatan itu untuk menyikut badan Kris dan kemudian berlari mengampiri Peat. Dia memeluk Peat dengan erat dan melindungi Peat agar Kris tidak menembaknya.
Peat meminta Kiew untuk menyingkir , dia tidak ingin Kiew dalam bahaya. Tapi, Kiew tidak mau. Kris mendekat dia ingin Peat merasakan yang di rasakan chaya. Kiew menyadari kalau di saku belakang celana Peat ada ponsel, jadi dia mengambilnya.

Peat melihat ada celah saat Kris mendekat padanya, dan dia menghajar Kris hingga pistol di tangannya terjatuh. Mereka berkelahi dengan sengit. Dan Kiew memanfaatkan saat itu untuk mengirimkan lokasinya pada Khun Nai.
Khun Nai menerima pesan itu dan bersama dengan yang lain mereka segera menuju ke sana.

Kiew merebut pistol yang terjatuh.
“Jika kalian tidak berhenti, aku akan menembak hingga kalian berhenti!”
“Berikan pistolnya padaku,” pinta Kriss.
“Aku tidak akan membiarkanmu menyakit Peat lagi. Aku tidak pernah mengira kalau orang yang paling ku percayai, akan membuatku paling sedih. Kau tidak berbeda dari Peat. Kau hanya peduli perasaanmu sendiri. Kau ingin balas dendam, dan apa yang akan kau dapatkan? Sekarang ini hidupmu bahagia? Terus saling balas dendam, seseorang harus mati dulu baru kalian mau berhenti kan?”
“Kiew, turunkan pistolnya. Dan aku akan melakukan apapun yang kau inginkan,” pinta Peat.
“Jika kau ingin aku meletakkan pistol ini, lalu kalian akan saling berhenti menyakiti satu sama lain? Jawab aku, bisa atau tidak? kenapa tidak menjawab?!”
Kris bersedia. Tetapi Peat menyuruh Kris untuk jujur. Kris dengan tegas mengatakan kalau dia akan berhenti. Peat juga setuju. Dan mereka meminta Kiew untuk meletakkan pistolnya.
 Begitu pistol di turunkan, Kris segera merebutnya. Dia meminta maaf karena berubah pikiran. Dia tidak akan pernah bahagia jika Peat tidak membayar dosa terhadapnya dan Chaya. Peat tidak takut dan menantang Kris untuk menembaknya.

Pas sekali, Khun Nai dan rombongan tiba. Mereka semua berusaha meminta Kiris untuk tenang.

“Aku tidak pernah merasa bahagia! Sejak menit pertama aku memulai balas dendamku. Aku membiarkan perasaan gila ku itu menghancurkan hidupku. Menipu diriku sendiri kalau aku membenci ayah dan tidak mencintai Kiew. Padahal sebenarnya, aku sangat mencintai ayah dan Kiew. Kau juga melihat seberapa besar aku menderita. Jika kau tidak ingin menjadi sama denganku, jangan tenggelam dalam balas dendam dan iri. Itu hanya membuatmu hidup dalam neraka. Aku tidak bisa kembali untuk mengubah masa lalu, tapi kau masih punya kesempatan,” ujar Peat.
“Kris, berhenti. Sebelum semuanya terlambat,” bujuk Katha.
Kris secara perlahan akhirnya menurunkan pistolnya. “Ini sudah terlambat,” ujar Kris. Semua langsung berlari ke arahnya. Dor!!
--
Chaya sedang berada di kamar mandi dan hidungnya mulai mimisan. Chaya takut.
--

Katha dan Peat berhasil mengarahkan moncong pistol ke atas sehingga Kris tidak menembak dirinya. Mereka berusaha merebut pistol itu dan melemparnya jauh. Kris marah dan mengatakan kalau hidupnya sekarang ini sudah tidak berarti. Tidak ada yang mencintainya. Apapun yang sudah dia lakukan, tidak termaafkan. Lebih baik jika dia mati dan mengakhiri semuanya.
“Kau pikir kalau kau mati semuanya akan berakhir?” marah Peat dan memukul Kris. “Kau kira tidak ada yang mencintaimu? Kau salah. Aku dan Katha menyanyangimu. Bahkan jika kau jahat atau kejam sekalipun, kau masih temanku! Jika kau mau mati, aku akan membunuh diriku sendiri juga!”
“Kau masih melihatku sebagai teman?”
“Hal yang paling berharga di hidupku hanyalah sedikit. Dan kau salah satu nya. Aku tidak mau kehilangannya.”
Kris menangis dan meminta maaf atas kesalahannya. Katha juga ikut menangis bersama mereka.

Kiew mendekati Peat dan Peat menatapnya. Dia memeluk Kiew, dan Kiew tidak lagi menghindar. Khun Nai memberitahu kalau dia tidak melapor ke polisi dan akan memberikan kesempatan sekali lagi. Kris meminta maaf dan juga berterimakasih.
“Aku tidak pernah marah padamu. Aku taku kalau Khun Kris ku adalah orang baik,” ujar Kiew.

Kris menggenggam tangan Kiew dan berterimakasih. Peat tampak cemburu melihatnya tetapi berusaha bersabar. Kiew sepertinya menyadari hal itu dan menggenggam tangan Kris lagi. Peat tambah cemburu dan semuanya tersenyum kecil menyadari hal itu.
Peat menggenggam tangan Kiew, tapi Kiew melepaskannya dan merangkul Pa. Peat tentu sedih dengan hal itu.
--
Peat dan Kris di bawa ke rumah sakit untuk mengobati luka mereka. Mereka sudah mulai bicara baik-baik.
“Peat, kau harus minta maaf pada Chaya.”
“Aku tahu.”

“Kalau sudah tahu, kau harus melakukannya cepat. Tidak ada yang tahu berapa lama lagi waktu Chaya tersisa.”
“Chaya akan baik-baik saja.”
--
Pa dan Kiew menunggu di ruang tunggu. Dan Kiew tampak seperti khawatir dan mencemaskan sesuatu. Pa menyadarinya dan bertanya apa yang akan Kiew lakukan sekarang? Apa tetap mau menceraikan Peat?
“Aku tidak tahu.”
“Tidak tahu? Aku sangat membenci Peat atas semua yang sudah dilakukannya. Tapi tadi, ketika kau melihat adegan Pra’ek melompat untuk melindungi         Nang’ek, aku sangat  tersentuh! Hal yang mau ku katakan, jika kau ingin memberikan Nai satu kesempatan lagi, kau harus mencobanya.”
“Tapi dia sudah melakukan banyak hal padaku.”
“Setiap orang membuat kesalahan. Intinya adalah apakah kau masih mencintainya atau tidak. jika kau mencintainya, maka berikan Nai Peat sebuah kesempatan. Tapi, jika tidak, maka selesaikan ini sesegera mungkin. Jangan kabur. Jadi, kau bisa memulai awal yang baru.”
BERSAMBUNG
  

5 comments: