Sunday, February 10, 2019

Sinopsis C-Drama : Emperors and Me Episode 05 - 1

0 comments

Sinopsis C-Drama : Emperors and Me Episode 05 - 1
Images by : Mango TV

Luo Xi di bawa ke dalam gudang dan di ikat di kursi. Orang yang menculiknya adalah pria yang melihatnya saat dia menjual batu giok di museum itu. Begitu sadar, Luo Xi langsung  berteriak meminta pertolongan, tapi percuma saja karena gudang kosong itu berada jauh dari pemukiman. Penculik meminta Luo Xi untuk tidak takut. Dia hanya ingin meminta tebusan dari keluarga Luo Xi karena waktu itu, dia melihat Luo Xi menjual batu giok bernilai 500ribu yuan. Jadi, pasti Luo Xi berasal dari keluarga kaya.
“Aku bukan dari keluarga kaya. Kalian sudah salah paham.”
“Nona, kau tidak perlu takut. Sekarang ini, sangat sulit. Hanya minta pada keluargamu untuk menolongmu saja. Okay?”
Luo Xi berusaha menjelaskan kalau dia tidak punya uang dan hanya mahasiswi miskin. Jadi, dia mohon agar di bebaskan. Penculik masih tidak menyerah dan menyuruh Luo Xi untuk memberikan nomor orang tuanya saja, atau dia tidak akan bersikap lembut lagi. Luo Xi semakin ketakutan.
Penculik jadi kesal karena Luo Xi terus berteriak. Dia akhirnya memberikan pilihan lain jika Luo Xi benar-benar tidak punya uang, dia bisa menjual Luo Xi yang punya badan bagus dan cantik ke bar malam.

Untunglah saat itu, Qin Shang tiba untuk menyelamatkan Luo Xi. Dan dalam sekejap, dia bisa melumpuhkan semua anak buah si penculik. Melihat anak buahnya sudah di kalahkan, penculik maju dengan pisau-nya untuk menyerang Qin Shang, tapi tentu saja dia juga bisa di kalahkan dengan mudah.

Usai mengalahkan semuanya dan membebaskan ikatan Luo Xi, Qin Shang langsung mengambil pisau yang ada di lantai dan hendak membunuh si penculik.
“Qin Shang, jangan! Ini bukan kerajaan Qi, kau tidak bisa menghukumnya dengan cara kerajaan Qin. Lebih baik kita pergi saja!”
“Menghabisi mereka akan lebih baik daripada menimbulkan masalah di masa depan.”
“Disini tidak aman. Lebih baik kita segera pergi,” bujuk Luo Xi. “Ayo pergi!”

Si penculik ternyata tidak menyerah. Melihat Qin Shang dan Luo Xi yang hendak pergi, dia mengeluarkan senjata terakhirnya. Pistol. Dia menembak ke arah Luo Xi dan Qin Shang, tepat di saat mereka berbalik untuk melihat ke belakang.
Luo Xi berteriak dan mengangkat tangannya untuk melindungi dirinya. Dan waktu berjalan mundur seperti pertama kalinya.
Luo Xi dan Qin Shang kembali ke masa lalu.
Begitu membuka mata, Luo XI langsung berteriak ketakutan hingga terjatuh karena di depannya banyak berserakan mayat-mayat prajurit.
“Apa yang terjadi? Apa kita melompati waktu lagi? Tapi, tidak mungkin! Bukankah seharusnya itu terjadi setengah tahun lagi?” bingung Luo Xi. “Apa ini perang? Seseorang memberontak selama kau menghilang?”
Qin Shang memperhatikan sekeliling dan melihat tanda nama yang ada di depan pintu masuk Istana. “Ini bukan Kerajaan Qi. Aku belum pernah melihat pakaian seperti ini.”
“Ini mungkin pakaian dari kerajaan lain. Tunggu dulu, jangan terburu-buru berjalan. Kita masih belum tahu keadaan yang terjadi.”
Qin Shang terus berjalan dan Luo Xi mengikutinya. Mereka bertemu seorang prajurit, dan Qin Shang langsung menanyai-nya, dimana mereka? Apa yang terjadi?
“Kabur, selamatkan dirimu! Pangeran dari kekaisaran sebelumnya menyatakan perang. Prajuritnya membantai semua orang di istana ini,” jelas si prajurit dengan cepat dan ketakutan.
“Pangeran dari kekaisaran sebelumnya? Prajuritnya? Apa yang sedang kau bicarakan sebenarnya?” bingung Luo Xi. Tapi, si Prajurit sudah kabur. “Siapa pangeran dari kekaisaran sebelumnya? Dan siapa kaisar sekarang?” teriak Luo Xi menanyakan.
Qin Shang langsung berlari ke dalam istana untuk memeriksa dan Luo Xi mengikutinya dari belakang walaupun dia masih bingung dengan yang terjadi.

Sementara itu, seorang pria mengenakan pakaian prajurit berdiri di depan para prajuritnya. Prajuritnya memanggilnya dengan panggilan : Kaisar. Dan mereka membawa ratu kerajaan ke hadapan kaisar itu.
“Murong Yu. Kaisar selalu memperlakukanmu dengan baik. Meskipun kau adalah pangeran dari kaisar sebelumnya, kaisar tidask membunuhmu. Sebaliknya, dia merawatmu dan kakakmu di istana dan bahkan menolak rencana dari kerajaan yang ingin membunuhmu. Sekarang, kau sangat tidak punya hati!” marah Ratu.
“Alasan mengapa dia menjagaku dan kakakku… Kaisar, kau seharusnya tahu!” balas Murong Yu.
“Tidak peduli seberapa banyak penghinaan yang kau terima, kaisar kalah dari perang dan membunuh dirinya sendiri. Dan kau sudah berjanji padanya tidak akan menyakiti kerajaan dan masyarakat, kenapa kau sekarang kau mengingkarinya?!”
Tetapi, Murong Yu benar-benar tidak punya hati dan tetap akan membunuh semuanya. Ratu benar-benar marah dan memaki Murong Yu. Prajurit Murong Yu segera membunuhnya di tempat! Dan tidak cukup itu saja, Murong Yu memerintahkan untuk menghabisi seluruh anggota keluarga kerajaan.

Qin Shang membawa Luo Xi untuk keluar dari istana dan mencari tempat yang aman. Mereka bersembunyi di salah sebuah rumah warga. Saat sedang tegang-tegangnya, Luo Xi malah berteriak karena teringat tas Hermes 200.000 yuan-nya, ada dimana? Qin Shang dengan enteng menjawab kalau dia sudah membuang tas itu. Luo Xi jadi semakin berteriak. Qin Shang memarahinya dan menyuruhnya diam atau akan tertangkap oleh para prajurit di luar.
Qin Shang berusaha mendengar pembicaraan para prajurit di luar, dan para prajurit menyebut kalau ini adalah Kerajaan An.
“Ahhh… aku tahu. Ini adalah Kerajaan An yang di temukan 600 tahun kemudian sejak Kerajaan Qi.”
“600 tahun?!” kaget Qin Shang.
“Mungkin…mungkin sekitar itu. Setidaknya, itu yang tertulis di buku.”
“Jadi, kau membohongi aku?” marah Qin Shang.
“Aku tidak bohong. Aku serius. Sumpah!”
“Tapi kau bilang kalau aku akan berhasil membawa seluruh kerajaan dalam kejayaan selama masa pemerintahanku. Dan akan jaya selamanya.”
“Eh, benar juga.”
“Lalu kenapa mereka malah membicarakan Kerajaan An?”
Luo Xi kebingungan menjawab dan menjelaskan. Jadi, dia menjawab asal kalau DNA dari kerajaan An sama dengan DNa Qin Shang. Jadi, mungkin An itu adalah penerus dari Kerajaan Qi. Tapi, Qin Shang tidak semudah itu lagi mempercayai Luo Xi.
Pangeran Kerajaan di bantu oleh pengasuhnya kabur dari Istana dan di sembunyikan di rumah warga. Setelah itu, pengasuhnya berlari keluar seolah mengikuti Pangeran. Para prajurit jelas mengejarnya.

Pangeran ketakutan karena tidak mempunyai siapapun, apalagi saat dia melihat Qin Shang dan Luo Xi di dalam rumah itu juga. Qin Shang membekap mulutnya agar Pangeran tidak berteriak. Sementara Luo Xi merasa bingung dengan langkah selanjutnya, apa yang harus mereka lakukan.
Setelah agak tenang, Qin Shang baru melepas bekapannya dari mulut Pangeran.
“Siapa kalian berdua?” tanyanya
“Kau siapa?” tanya Luo Xi balik.
“Kalian tidak mengenalku?”
“Emang kau siapa?”
Baru juga bertanya, mereka mendengar teriakan prajurit yang memerintahkan untuk menemukan Pangeran untuk di bunuh. Luo Xi langsung sadar kalau pria di depannya adalah Pangeran. Dia langsung bertanya apa yang terjadi? Pangeran tidak langsung menjawab karena heran melihat cara bicara Luo Xi dan Qin Shang serta cara berpakaian yang berbeda. Apa mereka adalah pencuri dari bekas kaisar sebelumnya?
“Apa yang kau bicarakan?” bingung Luo Xi. “Ah, maksudmu Murong Yu?”
“Siapa pencuri dari bekas dinasti An?” bingung Qin Shang. “Siapa itu Murong Yu?”
“Biar ku cerna dulu. Jika kalian adalah orang-orang dari dinasti An, kalian pasti sudah membunuhku,” simpul Pangeran. “Ini semua karena Ayag membesarkan ‘ular’ di dekat dada-nya hingga terjadi bencana seperti ini.”
“Jadi ini adalah masa Murong Yu dinasti An,” gumam Luo Xi.
Seorang prajurit masuk ke dalam rumah itu dan melihat Qin Shang di dalam rumah itu, sementara Luo Xi bersembunyi bersama dengan Pangeran. Dengan gampang, Qin Shang menjatuhkan semua prajurit yang masuk ke dalam, dan mereka segera kabur keluar mencari tempat lain untuk bersembunyi.
Sayangnya, mereka malah terkepung oleh lebih banyak prajurit lain. Pangeran akhirnya menyuruh Qin Shang dan Luo Xi untuk kabur saja dan tidak usah mempedulikannya. Tapi, Qin Shang tidak akan meninggalkannya dan akan melindungi Luo Xi dan Pangeran. Saat semua prajurit bersiap menyerang, tiba-tiba…
“Berhenti!” terdengar suara teriakan seorang wanita.
Dari arah belakang, terlihat sebuah tanu kerajaan beserta rombongan. Para prajurit langsung berlutut memberi hormat. Tirai tandu di buka dari belakang. Le Xue.
Luo Xi terkejut melihat Le Xue berada di dalam tandu itu.
Le Xue membawa Luo Xi, Qin Shang dan Pangeran ke kediamannya. Le Xue tampak sangat anggun dan bahkan dengan berwibawa memberi perintah pada dayang-dayangnya. Le Xue memberitahu kalau dia akan meminta seseorang membawa Qin Shang dan Pangeran ke ruangan sayap, sementara dia akan bicara dengan Luo Xi. Qin Shang merasa khawatir dan ingin ikut dengan mereka. Tapi, Luo Xi melarang.
“Ya udah, berhati-hatilah ya,” ujar Qin Shang mengalah. Dan dia membawa Pangeran bersamanya menujju ruangan sayap.

Di dalam ruangannya, Luo Xi menanyakan banyak pertanyaan pada Le Xue. Bagaimana keadaannya? Apa yang terjadi? Kenapa Le Xue bisa berada di kerajaan An? Bagaimana dengan Kerajaan Qi?
“Tenang dulu. Kita duduk dulu dan baru bicarakan pelan-pelan,” ujar Le Xue berwibawa.
Luo Xi menurut. Dia duduk dan Le Xue menghindangkan teh padanya. Luo Xi kemudian meminta maaf pada Le Xue karena dia sudah membuat Le Xue terlibat dalam hal aneh seperti ini.
“Tidak ada yang perlu di maafkan. Hidupku belakangan ini berjalan dengan baik.”
“Bukankah ini Kerajaan An?”
“Benar.”
“Kerajaan An ada 600 tahun setelah kerajaan Qi. Bagaimana kau bisa di sini? Apa itu artinya kau juga menjelajahi waktu?” tanya Luo Xi bersemangat.
--
Qin Shang menanyai Pangeran mengenai semuanya, apa benar ini adalah Kerajaan An?
“Sebelum Murong Yu menyerang dan mengambil ahli kerajaan Ayahku, Kerajaan ini di sebut Kerajaan Qi,” jelas Pangeran.
“Jadi, kita ada di Kerajaan Qi?”
“Ya, setidaknya itu sebulan yang lalu.”
“Tapi Luo Xi bilang kalau Kerajaan An di temukan 600 tahun setelah Kerajaan Qi. Apa kau ada membaca buku sejarah?”
“Tentu saja.”
“Lalu apa ayahmu adan hubungannya dengan Raja Qi Qin Shang?”
“Ya…mereka berdua di temukan di masa kerajaan Qi, jadi mempunyai gelar yang sama.”
“Hanya itu? jadi apa kau tahu sesuautu mengenai masa Qin Shang?”
Pangeran memberitahu sejarah yang dipelajarinya bahwa masa Qin Shang adalah masa penuh kejayaan dan kemakmuran. Namun, penerusnya adalah orang yang tidak kompeten. Tidak lama setelah menjabat, terjadi pemberontakan. Keluarga Guo mengambil alih kerajaan dan mendirikan masa dinasti Chen. Kemudian, perang berlanjut. Kerajaan hancur dan butuh waktu banyak untuk menyatuhkannya kembali. Tapi sekarang semua harus sirna karena si tidak tahu diri Murong Yu itu. Ketika ayahku menyatukan bagian utara, dia menghancurkan Kerajaan Murong Yu, tapi ayahku punya hati penuh belas kasih. Dia mengadopsi Murong Yu dan membawanya ke kerajaan. Tak di sangka, dia berkhianat dan bahkan membantai semua suku kami.


No comments:

Post a Comment