Thursday, February 21, 2019

Sinopsis J-Drama : Holiday Love Episode 6 - part 4

1 comments


Network: TV Asahi



Azu menulis surat.



Junpei memperhatikan foto Azu dan Nanaka.



Rina bertugas mengambil surat- surat yang dikirim kan ke kantor. Dan ketika dia menemukan sebuah amplop bertuliskan nama Azu, raut wajahnya langsung berubah menjadi suram.



Junpei di panggil oleh Manager ke ruang rapat. Disana Manager menanyakan apa alasan Junpei ingin berhenti dulu adalah karena Junpei memiliki affair dengan seorang karyawan wanita ditempat kerja yang telah memiliki suami.


Mendengar itu, Junpei merasa terkejut. Dia menyangkali semua itu sambil tersenyum dan bercanda, seolah- olah gosip itu tidak benar. Dan Manager percaya.



Flash back. Ternyata orang yang memberitahu kepada Manager adalah Saito. Dia mengatakan bahwa menurutnya perceraian Rina sedikit aneh, karena anak2 Rina mengikuti suami Rina, dan dia menduga bahwa pasti itu karena Rina memiliki affair dengan seseorang di kantor, yaitu Junpei yang tiba- tiba ingin berhenti. Flash back end.



“Mengapa aku disalah pahamin seperti itu? Itu tidak benar! Aku tidak punya affair apapun,” kata Junpei, menyakinkan Manager. Dan Manager percaya.





Saito mendekati dua teman dekat Junpei, dan menanyakan apa mereka tidak merasa curiga dengan hubungan Rina dan Junpei. Mendengar itu, kedua teman Junpei tersebut langsung teringat kepada Rina yang datang ke asrama mereka, dan melihat ke arah kamar Junpei ketika pergi. Dan mereka berdua pun mulai merasa curiga ada sesuatu, tapi akhirnya mereka memilih untuk tetap mempercayai Junpei.


Rina secara diam- diam membuka surat yang dikirimkan oleh Azu untuk Junpei. Dan dia membaca surat terebut.

Apa kabar mu? Aku dan Nanaka baik- baik saja. Aku berharap bisa mengatakan itu. Fotoku telah tersebar kepada Ibu – Ibu disekolah. Aku membuat Nanaka menderita. Dia bahkan tidak bisa bertemu kamu. Dia selalu merasa kesepian. Aku yang membuatnya seperti itu. Sebagai seorang Ibu aku merasa malu.



Siapa yang melakukan ini pertamanya, bukan itu masalahnya. Aku tahu aku membuat masalah besar sendiri. Aku menyesalinya. Untukmu yang telah aku lukai, aku minta maaf. Bahkan jika aku meminta maaf, itu belum cukup. Bahkan jika aku menyesalinya, tapi itu masih belum cukup.



Bagaimana pun, apa yang telah aku lakukan tidak akan pernah menghilang. Hal yang telah kulakukan dan menyakitimu, itu tidak bisa terhapuskan. Aku tidak pernah berubah sampai sekarang. Aku mencintaimu. Tapi apa yang bisa aku lakukan sekarang untukmu hanyalah menunggu. Suatu hari, ketika kamu akan memaafkan ku, aku akan menunggu itu. Aku tidak tahu apa hari itu akan datang, tapi walau begitu aku akan melanjutkan hidupku. Dengan Nanaka di sisiku.



Untuk membuat Nanaka tersenyum. Aku akan pastikan Nanaka menghabiskan hari- harinya dengan bahagia setiap hari nya. Itu mengapa aku tidak akan hanya menunggu dengan penyesalan. Dari sekarang, aku akan mencoba untuk bertahan hidup. Kamu bisa kembali kapanpun. Aku akan menjadi lebih kuat.


Pada 24 maret, hari kelulusan Nanaka, dia berlatih keras untuk menyanyi dan menari, tolong datang dan lihatlah pertunjukannya.



Rina menangis membaca surat Azu tersebut. Dia mengingat kedua anaknya sendiri. Kemudian setelah selesai membaca surat itu, dia merobek dan menghancurkan surat itu, lalu membuangnya.



Setelah selesai berbicara dengan Junpei, Manager memanggil Rina untuk ikut bersamanya, karena ada yang ingin dibicarakan nya.



“Apa ini tentang kabar yang mencurigakan itu? Aku akan menceritakan padamu kebenarannya. Semuanya,” kata Rina sambil tersenyum. Dan mendengar itu, Junpei terkejut serta merasa gugup.


Pagi hari. Ketika mengantar Nanaka ke sekolah, Azu menyapa semua Ibu- Ibu yang merupakan orang tua murid dari teman Nanaka. Tapi mereka semua mengabaikannya.




Azu memeluk Nanaka yang tampak tidak semangat, lalu setelah itu Nanaka berjalan pergi. “Nanaka! Berjuanglah!” teriak Azu memanggil Nanaka.


Aku akan berjalan dengan kaki ku sendiri. Menghadapi ke depan selangkah demi selangkah.




Azu datang ke sebuah perusahaan. Disana dia melakukan wawancara kerja.

1 comment: