Sunday, February 24, 2019

Sinopsis Lakorn : Wolf (2019) Ep 3 - 2

0 comments
Network: GMM One

“Halo,” sapa Mew Mew, ketika Ryo masuk ke dalam ruangan.

“Halo,” balas Ryo dengan gugup.

“Silahkan,” kata pengawas yang bertugas menjaga Mew Mew didalam ruangan.

“Terima kasih banyak sudah datang ya,” kata Mew Mew sambil mengulurkan tangannya. Dan dengan gugup Ryo memegang tangan Mew Mew sambil matanya menatap ke arah dada Mew Mew. Lalu sebelum dia sempat melakukan apapun, karena masih berpikir, waktu berpegangan tangan habis, dan dia dipersilahkan untuk keluar dari dalam ruangan.

Teman- teman Ryo yang hanya memiliki satu undangan saja, mereka memutuskan untuk menunggu Ryo diluar. Karena Ryo masih memiliki dua undangan lagi, maka dia kembali berbaris untuk agar bisa masuk dan berjabat tangan dengan Mew Mew lagi di dalam ruangan.



Kedua kalinya Ryo masuk ke ruangan untuk menjabat tangan Mew Mew, karena masih gugup dan ketakutan akan dihajar jika menyentuh dada Mew Mew, maka seperti saat pertama, dia hanya masuk dan menjabat tangan Mew Mew saja, lalu ketika waktunya habis, dia keluar dari dalam ruangan.



Ketiga kalinya Ryo masuk ke ruangan untuk menjabat tangan Mew Mew. Ryo bertekad dalam hatinya untuk bisa menyentuh dada Mew Mew.

“Ini kali ketiga mu sekarang. Terima kasih banyak ya. Apa ada yang bisa kulakukan untukmu?” tanya Mew Mew dengan ramah. Tapi karena saking gugup nya, maka Ryo hanya diam saja, sehingga waktunya pun keburu habis, dan dia harus keluar dari ruangan.



“Tuan, silahkan meninggalkan raungan,” kata si Pengawas. Lalu karena Ryo hanya berdiri diam saja, maka dia menarik Ryo dengan paksa.

“Bisakah kamu membantuku? Satu kali saja,” pinta Ryo kepada Mew Mew. Tapi si pengawas tidak peduli, dan tetap memaksa Ryo untuk keluar dari dalam ruangan.



Merasa kasihan kepada Ryo yang tampak tulus, Mew Mew pun meminta si pengawas untuk berhenti. Lalu dia mengizinkan Ryo untuk berbicara.

“Aku ingin menyentuh...” kata Ryo sambil menatap ke arah dada Mew Mew. Lalu karena saking gugupnya, dia pun pingsan.



Saat tersadar, Ryo merasa kebingungan dan bertanya kepada Mew Mew yang berada disampingnya, apa yang terjadi. Dan Mew Mew menjelaskan. Lalu Ryo pun meminta maaf karena telah merepotkan.

“Tidak perlu meminta maaf. Sekarang bisakah kamu memberitahuku apa yang ingin kamu katakan padaku? Apa yang bisa kulakukan untukmu?” tanya Mew Mew dengan ramah.

“Tidak ada. Aku hanya terlalu gugup. Itu saja,” kata Ryo. Dia tampak sudah menyerah untuk menyelesaikan misinya.


“Kamu begitu gugup sampai pingsan?”



“Sebenarnya, setelah aku mendapatkan tiga tiket untuk acara ini beberapa hari yang lalu. Aku tidak bisa makan. Tidak bisa tidur nyenyak. Aku telah menjadi fans mu sejak lama. Aku hanya punya poster tipis yang ditempel di dinding. Aku hanya mendengarkan lagumu yang menyentuh hatiku setiap hari. Dan mengikuti acara ini, kamu adalah segalanya. Karena akhirnya aku bisa bertemu kamu langsung. Aku minta waktu, dan kamu memberikannya. Kamu adalah orang yang sangat baik,” kata Ryo dengan sedih. Mengakui perasaannya. Lalu dia meminta maaf untuk segala nya, dan dia mengakui bahwa sebenarnya dia begitu kecewa pada dirinya sendiri yang seperti ini.



Mew Mew meneteskan air mata. Dia terharu karena Ryo begitu mencintai dan mendukungnya sebagai seorang fans. Dan dia berterima kasih karena Ryo telah menyadarkannya, betapa pentingnya acara ini.

Sebuah pesan masuk ke hape Ryo. Selamat, kamu berhasil menyentuh hati nya. Misi selesai.


Membaca pesan itu, Ryo merasa sangat tidak menyangka, karena selama ini dia selalu mengira bahwa apa yang harus disentuhnya adalah Dada Mew Mew. Namun ternyata apa yang harus disentuhnya adalah hati Mew Mew.

“Ini adalah jabat tangan yang kedua. Dan ini jabat tangan yang ketiga. Jangan merasa sedih lagi sekarang ya,” kata Mew Mew menghibur Ryo yang dikiranya masih sedih. Dan sambil tersenyum lebar, Ryo mengiyakan.

“Waktumu sudah habis,” kata pengawas.

Ryo menghampiri ketiga temannya yang telah menunggu. Dengan bangga, Ryo tersenyum dan menunjukan sesuatu di hape nya kepada mereka. “Lihat. Lihat ini. Dan bukan hanya satu foto saja,” kata Ryo sambil menunjukan foto nya bersama dengan Mew Mew.

Por : Misi 1. Danang.

Por tiba di bandara, dan dia menerima telpon dari Wolf. “Sebelum kamu memulai misimu, kami punya sesuatu yang sederhana untuk kamu lakukan. Cari hotel bernama Hai Au Vang Va Su  Tu Ba. Itu tempat dimana kamu akan tinggal,” kata Wolf. Lalu telpon langsung dimatikan.


Por merasa stress, karena dia tidak bisa mengingat nama hotel yang disebutkan padanya dengan lengkap. Dia berkeliling dan bertanya kepada setiap orang, tapi tidak ada seorang pun yang mengerti dan tahu dimana hotel tersebut. Sehingga Por pun menjadi semakin stress.

Akhirnya, Por berhasil menemukan seorang supir taksi yang mengetahui dimana hotel tersebut. Dan tanpa berkata apapun lagi, Por pun langsung menaiki taksi tersebut.


Sesampainya di depan hotel. Por kembali menerima telpon dari Wolf, dia diberikan misi untuk pergi ke Marble Mountains, dan mencari seorang wanita yang bisa berbicara bahasa Thailand.

“Tunggu. Ini Vietnam. Bagaimana bisa aku menemukan seseorang yang berbicara bahasa Thai?” protes Por. Tapi Wolf tidak mau mendengarkan dan mematikan telpon.

Mo : Misi 2. Singapore. Temukan orang yang memakai kaus bergambar tanda larangan di Singapore. Dan tukar baju mu dengan orang itu.

Mo berkeliling dijalanan sambil membawa kopernya. Dan akhirnya dia berhasil menemukan orang yang memakai kaus bertuliskan singapore dan bergambarkan tanda larangan. Tapi sayangnya, orang itu adalah seorang Pria.


“Permisi, bisakah kamu membantuku? Bertukar bajulah dengan ku,” kata Mo, memberanikan dirinya untuk berbicara kepada orang tersebut. Dan orang itu, menatap Mo dengan pandangan aneh.

No comments:

Post a Comment