Sunday, February 24, 2019

Sinopsis C-Drama : Emperors and Me Episode 15 - 2

0 comments

Sinopsis C-Drama : Emperors and Me Episode 15 - 2
Images by : Mango TV

Zhao Xin mengajak Luo Xi untuk bertemu. Dia ingin membicarakan mengenai Qin Shang, apa Qin Shang terkena masalah akhir-akhir ini? Luo Xi menjawab tidak ada. Zhao Xin memberitahu Luo Xi kalau baru-baru ini, Qin Shang memukul tn. Wei di kantor. Di duga karena Qin Shang tahu kalau patung kuda peninggalan budaya adalah palsu, tapi itu bukanlah kesalahan tn. Wei, karena patung itu sudah melewati pemeriksaan para ahli. Zhao Xin merasa kecewa pada Qin Shang yang sudah mempermalukan tn. Wei di depan umum. Jika dia tidak datang tepat waktu, mungkin sudah ada yang meninggal.
“Ny. Zhao, aku rasa kau harus bicara dengan Qin Shang.”
“Tapi dia tidak mau bicara denganku sekarang dan menolak bertemu denganku.”
“Kalau begitu, aku akan membawamu menemuinya.”
--
Murong memberitahu Qin Shang kalau dia hari ini harus pergi syuting, jadi Qin Shang harus menjaga Guo Yan sendirian hari ini.

Qin Shang membukakan pintu kamar Guo Yan untuk memberinya waktu keluar selama 10 menit. Guo Yan malah tetap tenang dan malah berkata bisa membantu Qin Shang menyelesaikan masalahnya. Qin Shang terkejut, tahu darimana Guo Yan kalau dia sedang ada masalah?
“Aku hanya menebak. Aku menyadari kalau kau mungkin memiliki musuh. Dan aku menanyakannya ke Murong Yu. Dan reaksi-nya membuatku yakin dugaanku benar. Benar juga, Murong Yu seharusnya sudah bilang kepadamu mengenai saran ku agar kita saling mempercayai.  Dengan bantuanku, kau bisa menyelesaikan masalah dengan lebih mudah.”
Lagi asyik berbincang, Luo Xi malah datang dengan membawa Zhao Xin. Qin Shang tidak mau bertemu dengan ny. Zhao dan memilih untuk masuk ke dalam kamarnya. Tapi, Luo Xi menegur sikap Qin Shang yang tidak sopan bicara pada orang tua.
“Qin Shang, aku ingin bicara denganmu. Mau ada apapun, aku hanya ingin yang terbaik untukmu,” ujar ny. Zhao.
Luo Xi memberikan waktu utnuk mereka bicara berdua. Qin Shang membawa ny. Zhao ke kamarnya untuk bicara.
Qin Shang menegaskan pada ny. Zhao kalau tn. Wei bukanlah orang baik. Dan ny. Zhao tidak seharusnya dekat dengan tn. Wei.
“Shang, apa kau mengkhawatirkanku? Aku tidak tahu apa yang terjadi di antara kalian. Tapi, aku menghentikanmu waktu itu karena tidak ingin kau terluka, bukan karena aku memihak padanya.”
“Walau begitu, kau tetap harus menjaga jarak darinya.”
“Baiklah. Apapun yang terjadi juga, kau tidak boleh bertarung dengannya menggunakan tangan. Mari selesaikan dengan cara hukum. Setuju?”

Dari depan, Guo Yan menguping pembicaraan mereka itu. Luo Xi melihatnya dan langsung menegurnya. Guo Yan mah tidak takut ketahuan nguping, dia malah bertanya, apa Luo Xi tidak penasaran dengan yang mereka bicarakan?
“Dari yang kulihat, Qin Shang sudah tahu orang yang mencelakaimu sebelumnya.”
“Celakai apa?”
“Biar ku tanya ya, apa wanita di dalam itu punya teman baik di sampingnya?”
“Kenapa kau bertanya seperti itu?”
“Tidak ada apa-apa. Aku hanya menebak. Permasalahan mereka di sebabkan oleh orang-orang terdekat wanita ini.”
Pembicaraan mereka terhenti karena ny. Zhao sudah selesai bicara dengan Qin Shang dan keluar kamar. Ny. Zhao pamit pulang duluan pada Luo Xi. Sementara Qin Shang, dia menawarkan diri mengantar Luo Xi kembali ke kampus. Mereka lupa untuk mengurung kembali Guo Yan ke dalam kamar.
Dalam perjalanan, Luo Xi bertanya apa permasalahan yang terjadi antara Qin Shang dan ny. Zhao? Apa yang terjadi, Qin Shang bisa menceritakannya kepadanya.
“Tidak ada masalah apapun. Tenang saja,” jawab Qin Shang.

Dan Luo Xi memeluk Qin Shang. Hal itu kebetulan terlihat oleh Fei Yan yang kebetulan lewat. Fei Yan tampak sedih dan langsung pergi.
--
Luo Xi pulang ke asrama dan menyapa Fei Yan. Tapi, Fei Yan mengabaikannya. Luo Xi heran melihat sikap Fei Yan, dan menawarkan bantuan jika Fei Yan ada masalah.
“Membantuku? Bukannya maksudmu itu memperdayai dan menipu ku?”
“Apa ada kesalahpahaman yang terjadi?”
“Kau sudah berbohong padaku dari awal ketika aku memperlakukanmu seperti teman. Sebenarnya, kau tidak pernah menganggapku sebagai teman.”
“Kapan aku bohong padamu?”
“Bukankah kau bilang kalau Qin Shang adalah sepupumu dari daerah lain yang punya masalah dengan otaknya? Tapi, kenapa dia memberikanmu bunga dan melamarmu? Kenapa dia bertengkar dengan Murong Yu karena mu? Dan tadi, kalian berdua saling berpelukan. Kau kira aku tidak melihatnya? Harusnya aku sadar, kalian berdua bukanlah sepupu.”
“Aku tidak berniat menipumu. Sebenarnya, aku…”
“Diam! Aku tidak akan percaya lagi padamu! Kau kira aku bodoh dan mudah di bohongi seperti orang lain kira kan?” marah Fei Yan dan masuk ke dalam kamarnya.
--
Di tinggal sendirian. Membuat Guo Yan sangat bersantai. Dia bahkan sudah potong rambut, ngemil di ruang tamu dan menonton video audisi Murong.
Qin Shang yang pulang terkejut melihat Guo Yan ada di luar dan bahkan sudah potong rambut. Guo Yan mengingatkan kalau Qin Shang yang membiarkannya keluar dan tidak menguncinya lagi ketika keluar tadi. Jadi, dia mengambil kesempatan itu untuk potong rambut. Guo Yan ini benar-benar pintar karena sudah tahu cara makai tablet hanya dari memperhatikan Murong dan Qin Shang selama ini.
“Kau bilang, kau dari awal berencana kemari. Apa yang kau rencanakan?” tanya Qin Shang, mengenai tujuan Guo Yan mau datang ke dunia masa depan.
“Itu lagi. Aku sudah datang ke sini begitu lama, sudah cukup belajar internet. Dan kau masih belum tahu kenapa aku kemari?”
“Jawab saja.”
“Kau juga tahu, paru-paru ku tidak bisa di sembuhkan di Chen. Aku akan segera mati. Jika begitu, kenapa aku tidak menikmati waktu yang tertinggal saja untuk menjelajahi dunia yang berbeda, untuk melihat orang yang berbeda dan hal – hal lainnya, mencoba lebih banyak makanan dan juga wine. Jika kau adalah aku, kau pasti akan melakukan hal yang sama. Tapi, aku tidak mengira kalau penyakitku adalah penyakit yang biasa di dunia ini dan bisa di obati dengan mudah. Aku harus berterimakasih pada kalian. Jika bukan karena kalian, aku pasti sudah meninggal.”
“Karena kau ke sini untuk mengobati penyakitmu, kenapa kau harus menjebak kami ketika di negara Chen?”
“Karena… aku tahu. Ketika kita di Chen, kau tidak tahu cara pasti untuk melompati waktu. Jadi, aku tidak ingin mengambil resiko. Karena kalian sudah di sana, aku berharap menggunakan kekuatan kalian untuk mengubah masa depan dinasti Chen dengan membunuh Dong Cheng terlebih dahulu. Dan setelah melakukan itu, aku akan mulai serius memikirkan cara bagaimana dapat melompati waktu bersama kalian dengan selamat kemari. Tapi, aku tidak tahu kalau tubuhku tidak mengizinkanku menyelesaikan semua ini. Jadi, aku hanya bertaruh dan beruntung telah membuat taruhan yang benar.”

Usai bicara panjang lebar, Guo Yan pamit maksud ke dalam kamar untuk tidur. Tapi, dia heran karena Qin Shang tidak mengunci pintu kamarnya lagi.
“Aku akan mengajak Murong Yu dan He Mo untuk bicara denganmu nanti.”
--
He Mo sudah datang ke tempat Qin Shang dan memberikan obat untuk Guo Yan konsumsi. Guo Yan jelas semakin kagum karena penyakitnya bisa di obati dengan obat itu. Dia terus bertanya banyak hal, hingga Qin Shang menyuruhnya jangan bertanya terus. Dia membawa He Mo kemari bukan untuk mengajari Guo Yan.
Murong sudah pulang. Dan Qin Shang langsung memberitahu kalau dia membawa He Mo agar mereka bisa bicara mengenai lompatan waktu yang mereka alami. Mereka harus memecahkan misteri itu agar dapat membawa Le Xue kembali. Murong masih belum bisa percaya sepenuhnya pada Guo Yan.
“Kita bertiga melompati waktu dan tiba di sini. Kita mungkin mempunyai hubungan takdir,” ujar Guo Yan.
“Aku rasa yang di katakan Guo Yan ada benarnya,” setuju He Mo. “Apa kalian pernah berpikir, kenapa kalian bertiga yang di bawa kemari?”
“Benar. Kenapa kita bertiga? Apa kita mempunya semacam hubungan? Yang satu orang bodoh (Qin Shang), yang satu lagi trophy (Murong) dan seorang pria bijaksana (dirinya sendiri),” ujar Guo Yan.
“Siapa yang tahu, orang bodoh (Qin Shang), orang yang akan segera mati (Guo Yan) dan seorang pria tampan (dirinya sendiri),” ujar Murong.
“Maksudmu mungkin, seorang trophy (Murong), orang yang akan segera mati (Guo Yan) dan seorang ahli kung fu (dirinya sendiri),” balas Qin Shang.
He Mo langsung melerai mereka untuk tidak membahas hal itu. Dia meminta mereka untuk menceritakan lagi bagaimana cara mereka bisa kemari?
--
Luo Xi sangat galau dengan kemarahan Fei Yan.
--
“Berdasarkan cerita kalian, setiap kalian melompati waktu, selalu ada banyak orang di sana, tapi hanya kalian bertiga yang melompati waktu,” simpul He Mo.
Mereka mulai mencatat saat pertama lompatan itu terjadi. 9 Maret, sekitar 93 hari (3 bulan) yang lalu. Saat itu, Qin Shang mengumpulkan semua prajurit untuk membunuh perdana menteri Li Wei.
“Apa saat itu ada hal yang tiba-tiba terjadi?” tanya Guo Yan.

Qin Shang mencoba mengingat, “Aku saat itu tiba-tiba terkena serangan jantung. Aku adalah orang yang kuat dan tidak pernah mengalami hal itu sebelumnya.”
Murong tampak kaget, “3 bulan yang lalu, aku juga mengalami serangan jantung.”
“Kebetulan, aku juga,” beritahu Guo Yan.
“Itu artinya, di saat Luo Xi pertama kali melompati waktu, kalian bertiga merasakan hal itu,” simpul He Mo.

Lompatan kedua terjadi sekitar 61 hari yang lalu. Saat itu, Murong sedang membasmi habis musuh dari dinasti sebelumnya. Dan dia juga merasakan serangan jantung saat itu.
“Aku juga,” beritah Guo Yan.
“Aku juga terkena serangan jantung ketika melompati waktu bersama Luo Xi,” beritahu Qin Shang.”

Ketiga kalinya lompatan waktu itu adalah sekitar 13 hari yang lalu. Saat itu, dia sedang membaca buku dan melihat tarian, ketika tiba-tiba saja jantungnya terasa tidak nyaman. Dan kemudian, dia bertemu dengan mereka.
“Ketika melompati waktu, kalian bertiga mengalami serangan jantung. Itu berhubungan. Ini yang aku bicarakan tadi. Berdasarkan penelitan baru-baru ini, ada sejenis telepati yang terjadi. Tapi, sampai sekarang hal ini masih belum bisa di jelaskan. Kita hanya bisa meyimpulkan ada semacam hubungan antara kalian dengan Luo Xi. Jadi, perjalanan waktu itu bisa terjadi,” simpul He Mo. “Tapi, aku masih tidak mengerti kenapa Xue ikut terbawa dengan Luo Xi? Tapi kenapa dia tidak ikut kembali denganmu?”
“Bukankah tadi kalian bilang kalau saat pertama kali lompatan waktu itu terjadi, Luo Xi dan Le Xue terjatuh dari atap pada saat yang sama, ketika Le Xue memegang tangan Luo Xi?” tanya Guo Yan.
“Ya,” benarkan He Mo.
“Orang lain harus menyentuhnya, sementara kami bertiga hanya harus berada di dekat Luo Xi untuk melompati waktu,” ujar Guo Yan.
“Jadi, kita sekarang yakin kalau harus ada bahaya untuk memicu lompatan waktu itu.”
Tapi, Qin Shang masih belum yakin. Karena saat itu, dia pernah mencoba ingin menusuk Luo Xi, tapi tidak terjadi lompatan waktu. Dia memberitahu mereka mengenai dia yang pernah mencoba mencelakai Luo Xi saat itu dengan pisau, tapi tidak terjadi lompatan waktu. Dan saat di negara An, saat seseorang prajurit hampir menusuknya, dan Luo Xi melindunginya, tidak terjadi lompatan waktu.

BERSAMBUNG

No comments:

Post a Comment