Sunday, February 24, 2019

Sinopsis Lakorn : Wolf (2019) Ep 3 - 3

0 comments


Network: GMM One
Mo berhasil membujuk dan bertukar baju dengan Pria tersebut. Walaupun sedikit malu karena harus memakai baju Mo, tapi Pria tersebut  berusaha untuk tetap percaya diri.


Mo menerima perintah baru dari Wolf, yaitu Mo harus melakukan salah satu tindak ilegal sesuai gambar larangan yang ada di kaus. Mo harus melakukan itu, sampai Mo menemukan target. Target itu harus seorang Pria, dan dia akan membawa Mo ke kantor polisi.

“Hah? Polisi?” gumam Mo, terkejut.



Mo kebingungan harus melakukan apa, jadi dia menebak dengan cara menunjuk satu persatu gambar di kaus nya,” Satu, dua, tiga, empat, lima, aku menangkap ikan hidup. Enam, tujuh, delapan, sembilan, sepuluh, aku melepaskannya pergi! Mengapa aku melepaskannya? Karena dia mengigit jariku! Jari mana yang di gigitnya? Jari keliking ku!” gumam Mo bernyanyi, dan ketika lagu selesai dia melihat dimana Jarinya berhenti.

“Permen karet?” gumam Mo, karena melihat gambar dilarangan di bajunya.



Mo berkeliling mencari toko yang menjual permen karet, namun karena memakan permen karet adalah tindakan yang ilegal, maka jarang ada toko yang menjual permen karet. Disaat sedang kebingungan, Mo melihat seorang wanita yang sedang menguyah permen karet, jadi dia pun mengikuti si wanita untuk mencari tahu dimana si Wanita itu membeli rumah sakit.



Merasakan ada seseorang yang mengikutinya, si Wanita dengan cepat berjalan dan bersembunyi. Lalu dia menyerang Mo yang mengikutinya serta mengancam Mo. Dan dengan ketakutan, Mo tidak bisa berkata apa- apa.

Si wanita lalu menggertak akan menembak Mo dalam hitungan ke lima, jika Mo masih berada di dekatnya. Dan dengan cepat Mo pun berjalan pergi.



“Pergi! pergi! 5, 4, 3, 2, 1!” kata si Wanita. Dengan ketakutan, pada saat si Wanita mengatakan 1. Mo langsung menunduk dan melindungin kepalanya.

“Aku hanya ingin tahu dimana membeli permen karet!” teriak Mo. Dan si Wanita tertawa.



Mo berhasil mendapatkan permen karet yang di carinya. Dengan senang, dia menguyah permen karet yang didapatnya. Dan selama menguyah permen karet itu, Mo menunjukan nya secara terang- terangan kepada setiap orang yang berada disekitarnya, tapi tidak ada satupun orang yang peduli.



Gagal di tangkap gara- gara mengunyah permen karet. Mo pun memutuskan untuk melakukan tindakan ilegal lain yang ada di baju nya. Dan dia menggunakan cara yang sama seperti tadi untuk menebak. Lalu terpilih lah gambar dilarang membuang sampah sembarangan.



Mo membeli minuman, lalu dengan sengaja dia meninggalkan minumannya di tempat umum. Seorang Pria yang melihat itu memanggil Mo, dan dengan kegirangan Mo langsung mengulurkan tangannya. “Tangkap aku! Tangkap aku! Tolong!” pinta Mo.


“Kamu melupakan minuman mu, ini masih tersisa banyak,” kata si Pria dengan bingung akan sikap Mo. Dia menyerahkan minuman Mo, dan pergi.


Gagal di tangkap gara- gara membuang sampah sembarangan. Mo pun memutuskan untuk melakukan tindakan ilegal lain yang ada di bajunya. Dan dia menggunakan cara yang sama seperti sebelumnya untuk menebak. Lalu terpilih lah gambar dilarang memberi makan burung.


Mo pergi ke taman yang luas sambil membawa sebungkus snack. Tapi anehnya, tidak ada satupun burung disana. “Burung! Dimana kamu? Tidak kah ada burung di negara ini? Kemari dan makan lah pop corn nya!!” teriak Mo dengan frustasi sambil melemparkan pop corn ke udara.

Capek melemparkan pop corn ke udara yang kosong tanpa burung. Maka Mo pun berhenti melempar.


Mo mendapatkan telpon dari Wolf yang mengingatkan bahwa hari ini akan segera berkahir. Dan dengan kesal Mo pun menggerutu.



Melihat bunga- bunga yang sangat cantik di taman, Mo pun memotret dan memetik bunga tersebut. Lalu seorang Pria yang melihat itu, dia menghampiri Mo dan mengingatkan agar Mo tidak mencabut bunga disini, karena itu adalah tindakan yang ilegal sehingga Mo bisa saja di tangkap.



Mendengar nasihat itu, Mo langsung melihat ke arah gambar di bajunya, dan benar, ternyata mencabut bunga adalah tindakan yang ilegal. Mengetahui itu, Mo pun merasa senang, dan dia langsung mencabut bunga- bunga disana.

“Apa yang kamu lakukan?! Hey, Hey, kamu bisa saja ditangkap. Kamu tahu kan? Stop!” kata si Pria dengan heran, karena Mo terus mencabut bunga- bunga ditaman, kepadahal telah di peringatkan.

“Kemudian tangkaplah aku! Bawa aku polisi! Aku mencabut bunga!” kata Mo dengan senang sambil mengulurkan tangannya.


“Apa kamu gila?! Tidak, tidak, tidak! Berhenti!” tegas Pria itu. Dia berusaha menghentikan Mo yang terus mencabut bunga- bunga.

“Aku bilang, tolong tangkap lah aku!” pinta Mo.



Walaupun merasa heran kenapa Mo melakukan tindakan ilegal, tapi karena Mo meminta agar ditangkap dan dibawa ke kantor polisi, maka si Pria pun melakukannya. Kemudian setelah semua selesai, yaitu Mo telah dilepaskan setelah membayar denda, si Pria pun menasehati Mo.


Dia adalah target di Misi kedua mu. Jangan kehilangan dia. Pesan Wolf, dan Mo pun segera mengikuti si Pria yang telah berjalan pergi meninggalkannya.

Mo berteriak memanggil si Pria, tapi si Pria mengabaikan Mo yang dikirannya gila dan terus berjalan pergi dengan cepat. Merasa kesal, maka Mo pun melempari kertas yang ada ditangannya ke kepala si Pria, sehingga si Pria berhenti berjalan.



“Apa yang kamu lakukan?” gerutu si Pria dengan heran.

“Aku minta maaf,” jawab Mo, merasa bersalah.




Mo kemudian memohon agar si Pria membiarkan dirinya untuk tinggal bersama. Tapi tentu saja, si Pria menolak. Si Pria masuk ke dalam rumah dan langsung mengunci pintunya. Dan dengan kebingungan, Mo pun menungguin si Pria di depan pintu.

No comments:

Post a Comment