Sinopsis C- Drama : Easy Fortune Happy Life Episode 6 - part 2

Network : TTV

Feng Feng dengan semangat mengibas- ngibaskan tanganya di kaki Yan sehingga bau kaki Yan semakin tersebar di udara. Dan sambil menutup hidungnya sendiri, Yan mengibas- ngibaskan tangannya juga di dekat kakinya sendiri. Lalu  menguatkan dirinya, Da Feng pun menunduk dan mencium kaki Yan. Melihat itu Yan serta Feng Feng tertawa senang.

“Bagaimana?” tanya Feng Feng.

“Sangat bagus. tidak ada bau,” jelas Da Feng.



Feng Feng serta Yan merasa terkejut sekali mendengar itu, dan dengan segera Yan pun langsung mengangkat kakinya dan mencium bau kakinya sendiri. Lalu Feng Feng menanyakan bagaimana, dan karena masih tidak yakin, maka Yan melepaskan kaus kakinya sendiri dan menciumnya lagi. Dan hasilnya ternyata benar, tidak ada bau sama sekali.


“Mereka sukses, mengapa kamu sangat bahagia?” tegur Feng Feng dengan kesal kepada Yan yang malah senang.

“Tidak, mereka telah menyembuhkan bau kakiku,” jelas Yan.

“Diam,” kata Feng Feng, pelan.



Yun Gao memberikan selamat kepada Fu An serta Da Feng. Lalu dia mengumumkan kepada semua orang bahwa proyek kaus kaki di setujuinya. Dan dengan senang Fu An langsung memeluk Da Feng, namun saat tersadar Fu An langsung melepaskan dirinya dan bertepuk tangan dengan canggung.


Yun Gao yang awalnya berniat keluar dari ruangan rapat, ketika melihat Fu An serta Da Feng berpelukan. Dia berhenti berjalan dan tersenyum memandangin mereka. Lalu setelah itu, dia membuka pintu dan pergi.

Ketika semua orang di ruang rapat telah bubar, disaat itu Kai Li datang. Melihat dia, Da Feng pun menegurnya. Dia menanyakan mengapa bisa Kai Li tidak muncul saat rapat penting tadi, padahal dia ingin memperkenalkan Kai Li pada ketua. Dan Kai Li terdiam, tidak bisa menjawab.


Fu An mendekati Feng Feng dan Yan, dia berterima kasih karena hari ini mereka berdua telah menolongnya. Dan dengan sikap perhatian, Feng Feng mengatakan bahwa mereka adalah keluarga, jadi masalah Fu An juga adalah masalahnya, makanya mereka senang kalau bisa melakukan sesuatu yang membantu Fu An.


Fu An kemudian memperkenalkan Kai Li kepada mereka berdua, dan menceritakan bagaimana Kai Li telah membantunya dalam bekerja. Dan Fu An meminta tolong Feng Feng untuk membantu agar Kai Li bisa di kembalikan ke bagian Da Feng.

“Okay. Apapun yang kamu katakan, aku akan setuju,” kata Feng Feng, setuju karena ingin mengambil hati Fu An.

“Terima kasih,” kata Fu An dengan senang.


Kai Li menyela pembicaraan mereka semua, dia meminta maaf kepada Fu An karena hari ini dia datang untuk mengucapkan selamat tinggal. Dia lalu menyerahkan surat pengunduran dirinya kepada Da Feng. Dia beralasan bahwa tiba- tiba ada situasi darurat yang terjadi di keluarganya, jadi dia harus kembali ke kampung halamannya.


“Fu An, kamu benar- benar sangat baik padaku. Aku merasa sedih tidak bisa bekerja denganmu lagi. Tapi, bisakah kita masih menjadi teman?” tanya Kai Li, berpura- pura sedih. Dia lalu memeluk Fu An dan tersenyum penuh arti.

“Begitu tiba- tiba. Tapi jangan khawatir. Kamu harus segera pulang untuk membantu, dan ketika semua sudah selesai, kamu cepatlah kembali ke sini,” kata Fu An, tulus.


Kai Li kemudian mengucapkan terima kasih kepada semua nya dan pamit kepada mereka. Sesudah itu dia berjalan pergi dari sana.


Malam hari. Ditaman. Fu An memakai jam tangan yang dulu pernah Da Feng berikan kepadanya, walaupun jam itu sedikit besar, tapi Fu An senang karena bisa melihat jam dengan jelas. Lalu Fu An melambaikan tangannya ke langit dan menyapa Nenek, tepat disaat itu bel di sepeda bergoyang dan berbunyi terkena angin. Melihat itu Fu An tersenyum dan berbicara pada bel tersebut.


“Apa kamu tahu, Ba Bao Tang akan menggunakan resep mu untuk membuat obat china herbal di kaus kaki yang menghilangkan bau. Kakek bilang setelah kaus kakinya selesai di produksi, dia akan menamakannya ‘kaus kaki Chun Xiang’. Kendengarannya bagus, kan? Kamu bahkan tidak sempat melihat ekspresi wajah kakek. Aku bertaruh, dia benar- benar menyukai kamu,” kata Fu An bercerita kepada Nenek.


Yan Yang datang membawa kan teh untuk Fu An. Lalu tiba- tiba saja, Fu An teringat kejadian pagi ini, dimana dia berlari keluar dari kamar Da Feng dan menabraknya. Dan dengan canggung, Fu An pun ingin membahas itu untuk menghilangkan kesalah pahaman yang mungkin ada di dalam pikiran Yan Yang.


Tapi sebelum Fu An mengatakan apapun, Yan Yang menyela dan mengatakan bahwa Da Feng sudah memberitahunya. Berita bagusnya, tidak ada yang terjadi pada malam itu. Mengetahui itu, Fu An merasa sangat lega.

“Oh ya, apakah kamu sudah terbiasa tinggal bersama kami sekarang?” tanya Yan Yang.

“Setiap bangun pagi, aku pikir aku sedang bermimpi. Tempat tidurnya lembut, pakaiannya bagus, dan hidangannya…”

“Ok, aku mengerti,” potong Yan Yang.


Fu An kemudian menceritakan bahwa ada sesuatu yang disukainya. Dia suka bekerja di Ba Bao Tang, karena dia benar- benar menyukai pekerjaan ini.

“2 tahun lalu, aku bekerja di Ba Bao Tang, aku kira saat itu aku benar- benar tidak beruntung,” kata Yan Yang, bercerita.

“Benarkah? Kamu pernah bekerja di Ba Bao Tang sebelumnya? Apakah Ba Bao Tang punya jurusan fashion?” tanya Fu An, terkejut. Lalu dia tertawa bercanda.


Yan Yang menceritakan bahwa dia pernah tamat dari sekolah pengobatan, dan bahkan dia memiliki sertifikat pengobatan. Yang menjadi motivasi terbesarnya saat itu ketika belajar adalah dia mau menjalankan Ba Bao Tang. Karena sebagai seorang dokter, dia ingin bisa menyembuhkan pasien. Tapi itu semua berubah saat dia telah benar- benar masuk ke dalam Ba Bao Tang.

“Di dalam hati mereka berharap seluruh dunia sakit, dan setiap orang yang sakit itu hanya membeli produk Ba Bao Tang,” jelas Yan Yang. Itulah alasan mengapa dia lebih memilih untuk menjadi desaigner baju pengantin saja.


“Aku tidak suka orang yang seperti itu. Karena hidup itu berharga dan menjadi sakit bahkan lebih berharga. Nenekku sering bilang, tidak peduli berapa banyak pun uang yang kamu miliki, tidak mungkin bisa membeli kebahagiaan dan kesehatan,” komentar Fu An.

“Kamu sangat benar. Kakek sering bilang bahwa kamu adalah bintang kebahagiaan Ba Bao Tang. Hatimu baik,” balas Yan Yang, setuju.


Yan Yang kemudian memberitahukan tujuan aslinya datang menemui Fu An yaitu karena Da Feng secara khusus meminta padanya untuk mendadanin wanitanya agar terlihat cantik di acara perayaan besok. Dan mendengar itu, Fu An sedikit tidak mengerti, jadi dia pun bertanya siapa wanita Da Feng.

“Aku pikir kamu sangat mengerti apa jawabannya. Jika tidak mengapa aku berada disini? Lalu jam itu tidak akan ada di lenganmu,” kata Yan Yang menggoda Fu An. Dan dengan malu, Fu An langsung menutupi jam tangan yang di pakainya.

Yan Yang dengan tegas, dia menyuruh  Fu An untuk bersiap jam 10 besok pagi dan jangan sampai telat. Lalu setelah itu dia pamit, dan pergi.


“Siapa yang wanitanya,” gerutu Fu An. Lalu dia teringat akan semua kebaikan Da Feng yang selalu membantunya dan mengatakan bahwa dia tidak sendirian. “Aku bahkan belum setuju dengannya dan aku tidak akan berjanji apapun padamu!” gerutu Fu An kepada jam tangan Da Feng yang dipakainya. Lalu setelah itu dia memandangin langit malam sambil tersenyum.

2 Comments

Previous Post Next Post