Tuesday, June 18, 2019

Sinopsis J- Drama : Takane To Hana Episode 8 - part 2 END

1 comments

Network : Fuji TV, FOD
Eiji sangat yakin bahwa Aiba lah yang telah mengatur semua ini, dan dia menanyakan apakah Takane baik- baik saja dengan apa yang Aiba lakukan pada Takane.
“Tidak masalah!” kata Takane dengan percaya diri.
“Tapi … ini akan menjadi buruk untuk mu ….”

“Aku tidak peduli tentang diriku sendiri!” potong Takane dengan ketus. “Tidak mungkin, aku bisa membiarkannya terluka. Aku akan bertemu dengan Hana,” lanjut Takane, menjelaskan. Lalu dia mengeluarkan hapenya untuk menghubungin Hana.
Tapi ternyata Hana telah mengirim pesan duluan kepadanya. “Aku perlu berbicara dengan kamu. Aku akan menunggu kamu di Teras Sumidagawa.”
Eiji memperhatikan kepergiaan Takane dengan pasrah.

Di tepi sungai. Hana bersandar dipagar pembatas. Dia mengingat kembali perkataan Takane saat diakuarium. Saat itu Takane mengatakan bahwa dia tidak menyukainya, melainkan dia hanya merasa tertarik padanya.



Takane berjalan dengan cepat. Dia mengingat kembali pertemuan pertamanya bersama dengan Hana saat acara perjodohan. Saat itu Hana mengatakan bahwa dia sama sekali tidak tertarik pada hartanya. Lalu dia juga mengingat saat Hana menciumnya. Lalu dia mengingat juga saat mereka berdua berada di pemandian air panas.
Takane mulai berlari.


Hana mengingat tentang gantungan kunci yang diberikan oleh Takane. Lalu dia juga mengingat saat Takane memeluknya.
Takane berlari semakin cepat.

Hana memperhatikan kunci apatermen Takane. Dan dia mengingat kembali perkataan Takane yang seperti menantangnya dulu.
Takane berlari semakin cepat lagi. Dan dia sudah hampir mau sampai.

“Kamu tidak berhak mengakhiri perjodohan ini. Tapi… jika kamu merasa seperti kamu akan jatuh cinta padaku, maka silahkan mundur.”
Hana membuka matanya, dan menguatkan tekadnya.
Takane sampai. Dia menenangkan nafasnya yang kelelahan karena berlari.

“Aku sudah membuatmu menunggu, huh?” tanya Takane. Dia berjalan dengan sikap biasa menghampiri Hana.
“Aku… aku minta maaf!” kata Hana sambil membungkuk. “Ada sesuatu yang ingin aku beritahukan padamu, tapi aku tidak pernah bisa mengatakannya.”
“Apa itu?”

“Aku … suka kamu … Takane- san,” kata Hana dengan gugup.
Takane diam, karena merasa Hana masih belum selesai berbicara. Dan benar, Hana kembali berbicara, “Jika aku mengatakannya segera …”
“Apa kamu akhirnya menyerah?” tebak Takane. “Sekarang kamu memberitahuku … itu berarti kamu telah memutuskan untuk menjadi jujur. Seperti yang ku janjikan, aku akan mengakhiri perjodohan ini.”
Hana mendekati Takane, dan mengembalikan kunci apatermen Takane. Dengan ragu, Takane pun mengambil kembali kunci apatermennya dari Hana. Lalu Takane berbalik seperti akan pergi.

“Apa tidak apa, jika aku mendengar perasaan aslimu?” tanya Hana dengan keras. Sehingga Takane pun berhenti berjalan.
Takane berbalik dan menghadap Hana, ”Perasaanku? Aku tidak menyukaimu sedikit pun! Tidak ada alasan untuk kita bertemu satu sama lain, kan?” kata Takane dengan ketus. Lalu dia berjalan pergi.
Mendengar jawaban itu, Hana tampak seperti sedih dan patah hati.
Takane juga tampak sangat sedih. Dia berjalan sambil menatap ke bawah.
Jarak antara mereka berdua pun semakin menjauh. Dan sangat jauh.
Nonomura menceritakan bahwa dia tidak menyangka kalau semuanya akan berubah menjadi seperti ini. Dan Yukari menanggapin, itu tidak apa- apa karena Hana bukanlah anak kecil lagi. Dan Ibu setuju, karena Hana masih memiliki mereka keluarganya.
Didalam kamar. Hana membaringkan wajahnya di tempat tidur. Dia menangis.
Keesokan harinya. Hana dengan penuh percaya diri berjalan menuju ke kantor pusat Takaba Grup.
Saat Eiji melihat kedatangan Hana. Dia tersenyum dengan sopan, dan mempersilahkan Hana untuk masuk ke dalam gedung kantor pusat Takaba Grup.
Eiji menuntun Hana ke kantor Ketua (Kakek Takane). Dia memberitahukan mengenai kedatangan Hana kepada Ketua, kemudian dia pamit dan pergi meninggalkan mereka berdua didalam ruangan untuk berbicara.

“Aku datang untuk membicarakan tentang fotoku dan Takane- san. Takane- san tidak ada melakukan kesalahan apapun. Aku mengencanin nya untuk alasan egois ku sendiri. Aku yang selama ini berbohong. Aku benar- benar minta maaf!” kata Hana sambil membungkuk pada Kakek Takane.

Hana kemudian menceritakan bahwa dia telah bertemu dengan Takane, dan mengakhiri perjodohan mereka. Serta dia akan bertanggung jawab untuk semuanya. Jadi Kakek bisa melakukan apapun padanya, tapi tidak pada Takane, karena Takane adalah orang yang tidak berdosa.
“Aku akan melindungin Takane- san!” tegas Hana dengan tatapan serius.

Kakek tertawa dengan keras, “Kalian berdua sangat mirip,” komentarnya. Mendengar itu, Hana merasa heran serta kaget. “Hana- san,” panggilnya.
“Ya?”
“Apa kamu pikir aku tidak tahu? Aku sudah tahu tentang semuanya. Takane sudah memberitahukan segalanya kemarin,” jelas Kakek.

Flash back
Didalam rapat kemarin.
Takane dengan tegas mengatakan kepada semua petinggi yang berada didalam ruangan. Tentang tindakan selanjutnya yang akan dia ambil. “Aku akan keluar dari perusahaan,” katanya.
Mendengar itu, Aiba serta yang lainnya tersenyum puas.

“Tapi aku punya beberapa syarat. Tidak peduli apa alasannya, tolong jangan nodai reputasinya!” kata Takane dengan serius pada Aiba.
“Aku mengerti,” jawab Aiba sambil tersenyum mengejek. “Tapi apa tidak apa- apa untuk kamu tidak terlibat dengan grup kami lagi?”
“Ya. Aku akan memutuskan semua ikatan dengan Takaba Grup,” jawab Takane, tegas.

Aiba kembali ke tempat duduknya. Dan Kakek pun lalu membuka suara, dia menanyakan apakah itu berarti Takane akan membuang segalanya untuk melindungin Hana. Dan dengan penuh ketegasan, Takane menjawab ‘iya’.
Flash back end
“Takane- san melakukan itu?” tanya Hana, tidak menyangka.
Eiji mengetuk pintu, dan masuk ke dalam ruangan. Dia membawa Takane. Lalu setelah itu, dia pamit dan keluar dari dalam ruangan.

Takane memberikan surat pengunduran dirinya kepada Kakek. Dan melihat itu, Hana langsung merebut surat tersebut. Lalu mereka berdua pun mulai bertengkar memperebutkan surat pengunduran diri itu.
“Diam dan dengarkan aku! Aku telah berjanji! Aku memutuskan bahwa aku tidak akan membiarkan kamu terluka, tidak peduli apa!” jelas Takane, menarik suratnya.
Tapi Hana tidak mau melepaskan surat itu. “Sama denganku!” balasnya.

Kakek berdiri dan menyela bertengkaran mereka berdua. “Aku tidak ingin Takane hanya melindungin Istrinya, tapi aku juga ingin Istrinya melindunginnya. Gadis ini hanya seorang anak sekolah, tapi dia memutuskan untuk membuang hidupnya demi untuk melindungin kamu. Takane! Kamu memutuskan untuk mencurahkan hidupmu kepada orang lain,” jelas Kakek.

Kakek mendekati mereka berdua, dan secara resmi mengucapkan, “Selamat! Kamu telah melewati tes akhir.”
“Tes akhir?” tanya Takane, terkejut.
“Apakah kalian bisa melanjutkan perjodohan ini, itu tergantung pada kalian,” jelas Kakek. Lalu dia kembali tertawa dengan keras.
Takane serta Hana saling bertatapan dengan bingung.

Eiji menghampiri Ketua. Dia melaporkan bahwa dia telah menyembunyikan segalanya dari media. Dia bahkan memberikan penjelasan dari perusahaan mereka.
“Begitukah? Kamu telah memikirkan tentang bagaimana melindungin pewaris selama waktu ini?” tanya Kakek.
“Ya!” jawab Eiji.
Dengan santai Kakek tertawa dan mengatakan bahwa ini sudah waktunya untuk berlibur. Dan mendengar itu, Eiji merasa sedikit kaget.
Lalu setelah kakek benar- benar pergi. Eiji dengan senang tersenyum bangga, dan mengepalkan tangannya untuk memberikan semangat kepada dirinya sendiri.
Direstoran Okonomiyaki. Kedua teman Hana serta Luciano membicarakan tentang bagaimana kira- kira hubungan Hana dan Takane akhirnya. Apakah Hana akhirnya memberitahukan perasaan nya pada Takane.
Dan tiba- tiba Ayah Okamoto ikut dalam pembicaraan mereka, “Bagaimana, ya? Aku bertanya- tanya.”
"Mereka sama seperti biasanya,” kata Okamoto, ikut dalam permbicaraan.
Disepanjang jalan dekat sungai. Hana dan Takane berjalan bersama.
“Kamu benar- benar menyukaiku sebanyak itu, huh?” tanya Takane dengan bangga.
“Kamu benar- benar menjebakku! Itu adalah akting!” sangkal Hana.

“Melihat kamu memberitahukan perasaan asli mu dengan mata berkaca- kaca, tidak mungkin itu cuma akting!”
“Sama seperti kamu! Kamu terlihat seperti akan menangis, ketika kamu mengatakan ‘mari akhiri perjodohan ini!’. Kamu mengekspos dirimu sendiri. Ketika aku mendengar kamu menjadi begitu bermuka tebal… itu membuatku ingin mengakhiri perjodohan ini!” jelas Hana, menggoda dan mengejek Takane.

“Perjodohan ini belum berakhir!” potong Takane dengan tegas. Lalu dia tersenyum.
Mendengar itu, Hana langsung tersenyum juga, dan mengejar Takane yang berjalan dengan cepat duluan. “Jadi pada dasarnya, itu berarti, kamu su … su … su …” kata Hana sambil tertawa.
*Su. Maksudnya Suki (artinya : Suka)
“Kamu Su- per menyebalkan!” balas Takane, jaim.
“Mengapa kamu tidak jujur saja?” goda Hana.
“Bagaimana dengan kamu? Mengapa kamu tidak jujur juga?” balas Takane.
“Aku … suka … makan sukiyaki!”

1 comment:

  1. Reki

    Wah makasih kax, dah namatin ni drama
    Di tungu perojec dorama selanjutnya

    Oh lox temoat ntuk download je dorama subtel indo di mana ya terima kash arigatho gosaemats

    ReplyDelete